
Dan bila suatu saat akan berakhir
Akankah mengulanginya kembali
Perjalan hidup sepasang makhluk yang berbeda
Apa cinta ini salah?
Cinta ini terlarang?
_Rania_
______________________________________
" aaakh" rania mengerang saat rasa sakit kembali menyerang, rania memegang kepalanya yang terus berdenyut, sekelebat ingatan muncul.
" sayang, kamu kenapa?" arav memegang bahu rania, menatapnya khawatir.
" aakh sakit" rania mengerang , lalu jatuh pingsan.
" sayang" pekik arav kaget, langsung menyambar tubuh rania yang hampir jatuh ke tanah.
arav membopong tubuh rania dan membaringkannya ke atas ranjang.di usapnya lembut rambut panjang istrinya." ada apa denganmu? apa kau mulai mengingat sesuatu? jangan sekarang, ku mohon..aku belum siap kehilanganmu" arav memeluk tubuh rania dan menciumi seluruh wajah rania.
BRUAK
tiba-tiba pintu kayu kamar terbuka dengan kasar di sertai angin dan kabut yang masuk ke dalam kamar.
" jadi ini yang membuatmu tidak kunjung kembali ke istana?"
suara itu sangat familiar di pendengaran arav, dia sangat tau suara siapa itu.
" ibu, ada apa kau datang kesini?!" tanya arav dengan nada tidak suka.
perlahan kabut asap menghilang, di gantingan dengan wujud wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dengan tubuh separuh ular. ekornya yang panjang menjuntai hingga ke luar pintu kamar.
" kenapa? kau tidak senang aku mengetahui rahasiamu anakku?!" tanyanya dengan nada sinis." sudah ku peringatkan, jangan kau berhubungan dengan manusia, tapi kau melanggarnya" .
" aku mencintainya, aku tidak peduli dengan peringatanmu itu. bukankah ayahku juga seorang manusia? lalu, apa salahnya jika aku mencintainya!" kata arav menatap ibunya tajam.
" manusia itu licik dan serakah. aku tidak akan membiarkanmu bersama manusia itu" .
" tidak semua manusia seperti yang kau kira. sudah berapa kali aku meyakinkanmu bu! mungkin saja ayah ada alasan tersendiri, kenapa pergi dan menikahi wanita lain! jangan bandingkan istriku dengannya!" kata arav tak terima.
" ooh, jadi kalian telah menikah? kau berani membantah ibumu sendiri hanya karena dia" kata nya menunjuk rania yang masih terbaring dengan mata yang terpejam.
" aku tidak bermaksud untuk membantah atau melawanmu ibu, tapi dia istriku. dia sangat berarti untukku. dan mungkin saja sebentar lagi dia akan mengandung anaku" kata arav berharap ibunya akan luluh, saat mendengar rania akan segera mengandung cucunya.
" ha ha ha..mengandung?! tidak! aku tidak akan membiarkannya mengandung darah dari keturunan kita" katanya langsung mengarahkan cahaya merah dari telapak tangannya ke arah perut rania.
arav yang melihat ibunya akan menyakiti rania segera menepis serangan ibunya.
arav terus menyerang ibunya dengan mengerahkan tenaga dalamnya, cahaya berwarna hijau keluar dari telapak tangannya dan ..
SRET
Cahaya hijau itu mengarah ke arah ibunya kembali,tapi ibunya selalu saja berhasil menghindar . arav terus menyerang dengan cahaya hijau miliknya, saat ibunya lengah karena sibuk menghindari serangannya. arav segera mengumpulkan tenaga dalamnya kembali, kali ini jauh lebih besar, lalu..
WUUSH
cahaya hijau itu dengan cepat mengarah ke ibunya. ibunya melotot melihat serangan susulan yang jauh lebih besar.
DUAR
terjadi ledakan saat kedua kekuatan beradu, ternyata ibu arav yang bernama insumi dengan cepat menyibakan selendang yang ada di tubuhnya untuk menghalau serangan mendadak itu. selendang yang di gunakannya memang salah satu senjatanya yang selalu melekat di tubuhnya.
saat arav dan ibu insumi hendak mengeluarkan kekuatan keduanya kembali. terdengar suara benda jatuh dengan cukup keras. membuat keduanya menoleh ke arah suara.
arav tertegun saat matanya dan rania bertemu. keduanya sama-sama diam . " sayang" panggil arav, saat rania lebih dulu memutuskan pandangannya.
" Berhenti!" cegah rania dengan masih memegang tiang gubuk, sebelumnya rania memang sudah berniat kabur dari sana, tapi karena tubuhnya lemah membuatnya tak bisa berjalan dengan baik dan tak sengaja menyenggol guci yang terbuat dari tanah liat sebagai penampung air yang berada tidak jauh dari pintu. membuat guci itu pecah dan menimbulkan suara yang cukup keras." jangan mendekat, kau bukan gianoku! kau penipu!" bentak rania lagi.
" sayang, aku bisa menjelaskannya padamu!" kata arav dengan perlahan mendekat .
" aku bilang berhenti!" teriak rania menatap arav tajam.
arav diam mematung, menatap rania tak percaya. istrinya yang lemah lembut gini berubah menjadi sosok yang keras.
" sa..yaaang, dengarkan aku, aku benar- benar mencintaimu, aku ..aku tidak menipumu. tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskannya" bujuk arav dengan tatapan penuh harap.
"ooo..ada drama baru, apa putraku benar menipumu? atau kau yang telah menipu putraku" kata insumi .
rania menatap wanita separuh ular itu dengan tatapan datar. tidak ada raut wajah terkejut saat melihat sosok siluman itu.
"siapa kau? " tanya rania.
" aku insumi, ibu dari pangeran arav" katanya dengan nada ketus.
" jadi kau siluman ular sepertinya?" tanya rania menatap arav yang masih menatapnya sendu.
arav hanya diam tanpa menjawab, tapi kakinya melangkah mendekat ke arah rania.
rania yang melihat arav mulai mendekat segera beranjak pergi.
" tangkap dia!!" teriak insumi pada tabib yang sedari tadi hanya mengintip di balik pohon besar tak jauh dari sana.
tabib terlonjat kaget , mendadak mendapat perintah dari sang ratu. tanpa menunggu lama ia segera berlari mengejar rania. sedangkan insumi membelit tubuh arav yang akan menyusul rania.
" Lepas! " teriak arav menatap ibunya tajam.