My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Masuk Kuliah kembali



Toko Roti yang tadinya sepi dan sunyi karena hari yang terlalu pagi kini di penuhi dengan kegiatan beberapa orang di dalamnya.


suara-suara khas orang memasak di dapur seperti membuat adonan dan memotong-motong bahan untuk membuat kue sedang di lakukan.


Aroma wangi khas kue yang sudah matang juga tercium di sekitar area dapur.


"Sayang, bangun apa kamu tidak berangkat kuliah hari ini?" terdengar suara lembut seorang lelaki terngiang-ngiang di telinga Syalfa yang masih bergelung dengan selimutnya.


"Emm"


Syalfa hanya bergumam masih dengan posisi nya yang memeluk guling, matanya masih terpejam dengan nyaman tanpa terganggu sama sekali dengan suara yang sudah beberapa kali membangunkannya.


Hari ini Syalfa benar- benar seperti bukan syalfa yang biasanya.biasanya ia akan bangun di pagi hari untuk berolahraga sebelum berangkat kuliah.bahkan saat karyawan toko roti baru datang syalfa sudah selesai dengan kegiatan paginya , tapi kali ini? aroma harum roti selesai di panggang sudah tercium namun syalfa masih nyaman tidur di ranjangnya.


"SAYANG!!!" Teriak Mario akhirnya.


"SYALFA!!!BANGUN WOY!!"


Suara teriakan dua orang berlainan jenis itu berhasil membangunkan syalfa yang langsung terduduk dengan mata yang terbuka sempurna.


Mario yang sudah kesal karena suara berisik di dapur dan suara Rania yang juga sedari tadi memanggil kekasihnya namun syalfa masih saja tidur. apa lagi dirinya juga merasa kesal pada dirinya sendiri karena hanya bisa memanggil manggil kekasihnya untuk bangun tanpa bisa menyentuh syalfa hanya sekedar untuk membangunkan kekasihnya itu semakin membuatnya jengkel.dan akhirnya dia sedikit mengeraskan suaranya untuk meluapkannya.


"Sayang, kamu sudah datang? " tanya Syalfa dengan wajah polosnya.


Mario menghela nafasnya sesaat dengan menatap wajah bantal kekasihnya membuatnya gemas.


"Sudah sedari tadi sayang" kata Mario gemas, ingin sekali menarik hidung syalfa yang malah terlihat santai.


"SYALFA!! udah mau telat nih, kamu ke kampus tidak sih?" suara teriakan rania di luar kamarnya membuat syalfa segera bangkit dan lari masuk ke kamar mandi dengan menyahut anduknya secepat kilat.


BRAK


pintu di tutup dengan kencang, Mario hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan syalfa yang seperti anak kecil pagi ini. Mario baru tahu kelakuan syalfa saat bangun tidur.


****


Suasana kampus di Hari ini cukup ramai, banyak mahasiswa yang berada di luar ruangan. mungkin mereka menunggu Kelas di mulai. Syalfa , Rania dan tentu kekasih tercintanya syalfa, juga tak ketinggalan menemani sang kekasih kuliah. Mario dengan setia mendampingi syalfa di sampingnya dengan gaya coolnya dan tatapan dingin. walau semua manusia yang berada disana tidak bisa melihatnya, tetapi wajahnya yang tampan justru malah membuat hantu centil yang melihatnya terpesona. terlihat dari ujung sana ada hantu wanita berpakaian serba putih dengan rambut panjang dan wajah yang cantik namun terlihat pucat melayang mendekati Mario, berbicara tanpa henti ingin mengajaknya kenalan, tapi Mario hanya cuek saja dengan masih berjalan melewati koridor kampus bersama Syalfa dan juga Rania. Syalfa hanya diam pura-pura tidak melihatnya dengan terus menatap lurus, sesekali menimpali apa yang Rania katakan. Syalfa akan diam selama sosok wanita yang sedang menggoda kekasihnya itu masih dalam tahap wajar. toh Mario juga cuek tidak menggubrisnya sama sekali.


Syalfa dan Rania menoleh untuk melihat ada kegaduhan apa kali ini.


Terlihat di sana ada 3 cowok tertampan di kampus sedang di kerubuni beberapa cewek di sana.


Ada yang memberikan Coklat, bunga ,kado dan masih banyak lagi. namun suasana yang tadinya Riuh kini berubah menjadi hening. ketika tiba-tiba ada dua orang gadis cantik mendekat ke arah Nendra, Deon dan Galen.


Salah satu Gadis yang berpakaian sexy itu memeluk tubuh Deon. sedangkan Gadis yang terlihat cantik,elegan dan anggun mendekati Nendra hingga keduanya bertatapan. Gadis itu tersenyum lembut lalu memeluk Nendra. kedatangan kedua gadis yang tidak tahu identitasnya itu membuat beberapa mahasiswi yang hendak memberikan hadiah mereka ke idolanya perlahan mundur, namun mereka masih tetap berdiri disana sambil melihat ketiga cogan di kampus mereka sedang di peluk seorang Gadis cantik.


"Hai, aku sudah beberapa hari ini mencarimu. bahkan aku sudah datangi kampus dan apartemenmu tapi aku tidak menemukanmu dimanapun. kamu dari mana saja? apa kamu tidak merindukanku tuan Tengil?" tanya wanita berpakaian sexy itu setelah melepas pelukannya pada tubuh Deon langsung membrondong deon dengan berbagai pertanyaan membuat deon terkekeh.


"kau ini?! deon menarik hidung Geashy gemas. kenapa kamu pulang tidak mengabariku? aku kan bisa menjemputmu di bandara? oh soal itu, maaf aku ada urusan di luar kota beberapa minggu dan tentu saja aku kangen padamu" jawab Deon sambil mengelus rambut gadis di depannya.


"Gadis kecil? apa kamu tidak kangen padaku? kenapa hanya Deon yang kamu peluk?!" Galen melipatkan tangannya di dada sambil menatap jengkel gadis cantik dan juga sexy itu yang masih sibuk menggandeng lengan Deon.


"Oh Ya geashy hampir lupa" katanya langsung memeluk Galen sebentar.


"Ndra, kenapa kamu tidak mengabariku selama kamu pergi? aku mencemaskanmu" terdengar suara lembut seseorang. membuat Deon dan Galen melihat ke sumber suara.


"Maaf aku sibuk" jawab Nendra dengan tampang datarnya.


"Emm, baiklah Mema'afkanmu.. apa kamu sudah sarapan ndra? aku membawakanmu sarapan dari rumah. apa ada waktu sebentar?'' tanya gadis yang bernama Manda yang tak lain adalah Tunangan Nendra.


Nendra melihat jam tangannya sesaat lalu mengganggukan kepalanya sebagai jawaban.


Manda menggenggam tangan Nendra lalu keduanya mulai berjalan beriringan .


Namun Keduanya menghentikan langkah ,lebih tepatnya nendra yang tak sengaja melihat Syalfa dan Rania tentu juga ada Mario disana menatap ke arahnya. Reflek Nendra melepaskan tangannya yang di genggam Manda. manda menatap nendra bingung, karena baru kali ini nendra bersikap aneh seperti sekarang.


"Ndra, ada apa?"


"Ah,tidak ada..aku hanya ingin mengirimkan pesan kepada sahabatku untuk membawakan sesuatu barang yang tertinggal di mobil" jawab nendra sambil merogoh sakunya dan mengutak ngatiknya.


Keduanya kembali berjalan melewati beberapa mahasiswi yang mencoba memberikan nendra coklat di depan Manda. Nendra hanya diam dengan benda pipih di tangannya sesekali ia melirik Syalfa yang sudah berjalan menjauh .


Manda yang melihatnya hanya tersenyum lembut dan menerima coklat itu tak lupa mengucapkan terimakasih.