
Sepertinya matahari sudah terbit, terlihat jelas sorot cahaya dari luar yang menembus kedalam goa dari cela-cela lubang kecil.
Saat ini semua orang telah berkumpul menikmati sarapan ala kadarnya.
“Benar kalian akan kembali ke kota hari ini juga? “ Tanya Aki wicak menatap ke beberapa manusia yang kini sedang menikmati sarapan di depannya.
“ Iya aki, kami sudah membolos kuliah cukup lama” jawab Galen di sela suapannya.
Sedangkan yang lain hanya mengangguk membenarkan.
Ki wicak mengangguk mengerti, “ sebenarnya kalian itu hanya membolos 3 minggu, waktu di dunia nyata dan dunia mereka itu berbeda. Jika kalian lupa ? Dan alam yang kalian datangi bukanlah alam goib sembarangan”. Lalu pandangan ki wicak beralih ke Mario yang sedang berdiri di belakang Syalfa.memandangi syalfa yang sedang makan dengan lahap. Sesekali terlihat senyuman kecil di bibir Mario.”Dia benar-benar hantu bucin selain karina, entah takdir apa yang menimpanya setelah ini”.kata ki wicak dalam hati, sebenarnya dia juga merasa kasihan dengan kedua pasang kekasih itu. Tapi ini sudah takdir keduanya.
“Lalu, bagaimana denganmu Mario? Apa kau akan tinggal apa ikut dengan mereka? Tapi aku akan memberi mu saran untuk tinggal , karena kamu adalah roh baru, auramu masih lemah dan kamu sebaiknya mempelajari beberapa ilmu untuk mengendalikan sebuah benda agar kamu bisa lebih kuat dan bisa menjaga dirimu di luar sana” kata aki wicak.
“Benar kata aki, lihatlah aku. Aku sudah bisa memegang apapun yang ku kehendaki,bahkan aku setiap malam bisa memeluk suamiku saat kami tidur” Karina ikut menimpali ucapan Aki wicak dengan tersenyum lebar.
“Hist, Hantu bucin” umpat Rania.
“Bilang aja kalau kamu iri padaku “ jawab Karina sewot.”Lihat Mario, mereka juga bisa melihatku, dan itu karena aku sudah menghendakinya” sambungnya meyakinkan Mario.
“Aku akan ikut mereka terlebih dulu Aki, saat malam hari ,aku akan kembali kesini” jawab Mario akhirnya setelah beberapa saat berfikir.
“Baiklah, tapi sebaiknya kamu kembali kesini sebelum larut malam, di lingkungan ini masih cukup rawan, takutnya kamu akan bertemu sosok-sosok yang memiliki aura jahat dan itu tidak baik untukmu” jelas aki wicak.
“Aku mengerti” kata Mario singkat.
Mereka kini berjalan meninggalkan goa setelah berpamitan kepada Aki dan beberapa sosok yang berada disana.
Mendengar teriakan ki wicak membuat Mereka menghentikan langkah dan berbalik menatap Ki wicak dan Karina sang pelaku yang sedang melayang tak jauh dari mereka berdiri.
Karina mendengus mendengar teriakan aki di Mulut goa yang sedang berdiri memandanginya.
Lalu dia menatap Syalfa dan yang lain yang kini menatapnya bingung.
Karina menatap ki wicak kembali dan berkata”Tentu saja aku akan Pulang, suamiku pasti tidak bisa tidur beberapa minggu ini karena menunggu kepulanganku, ahh..aku jadi semakin merindukannya” kata Karina dengan wajahnya yang tiba-tiba senyam senyum tak jelas.
Semua orang yang melihatnya memutar bola matanya malas.
“Kalau kamu mau pulang, kenapa tidak CRING ! Menghilang aja, tidak perlu mengikuti kami” seru Rania dengan muka sewotnya.
“Hei, biasa aja kali. Muka udah jelek ga usah di jelek-jelekin, Aku ini ga lupa ya..aku sengaja ingin ikut dengan kalian terlebih dulu, aku ingin lihat dimana tempat tinggal kalian saat ini. Supaya aku bisa main kesana sewaktu-waktu, jika aku merasa bosan di rumah menunggu andika pulang kerja. Lagi pula suatu saat Mario juga pasti ingin aku menemuinya”. Jelas Karina panjang lebar.
“Apa maksudmu? Kenapa Mario ingin bertemu denganmu?” tanya Syalfa menatap Karina tajam, lalu menatap Mario minta penjelasan.
“Tidak sayang, aku tidak memintanya untuk menemuiku . Aku tidak mengatakan apapun padanya” jelas Mario meyakinkan.
“He he..Maksud ku, dia kan hantu baru. Pasti butuh bimbingan, aku akan selalu ada untuk kalian. Ya, itu maksudku” Kata Karina sambil mengusap ngusap tengkuknya merasa tak enak karena salah bicara.
“Sudah..sudah sebaiknya kalian cepat keluar dari sini, tidak baik berada di daerah ini terlalu lama” kata Ki wicak menengahi.
Akhirnya perdebatanpun berakhir, mereka mulai berjalan kembali menelusuri hutan meninggalkan tempat aki wicak yang masih berdiri memperhatikan mereka sampai tak terlihat.