My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Menuju hutan mireng



rania masih mengomel sambil mencapit rapat hidungnya, sesekali melepas japitannya untuk sekedar menghirup udara guna mengisi paru- parunya yang sesak akibat menahan nafasnya.


"bau sekali, namanya saja bunga. tapi memang patut di namai bangkai. memang baunya seperti bangkai" crocosnya." apa tidak ada bunga yang lebih baik dari ini, ya ampun kalau kaya gini. yang ada aku akan pingsan sebelum melawan mereka" lanjutnya lagi sambil mengikuti langkah teman- temannya.


beberapa menit yang lalu, mereka semua membaluri seluruh tubuh mereka dengan bunga yang di berikan hux , sebelum membaluri bunga itu keseluruh tubuh, hux lebih dulu meneteskan beberapa tetes cairan yang entah apa itu. namun setelah bunga itu di tetesi cairan , aromanya justru semakin menyengat.


" hux, apa tidak ada penangkal bau ini. jujur saja aku juga tidak tahan" tanya syalfa


" maaf nona, tidak ada" jawab hux


" sebentar, sepertinya aku membawa parfum ku" kata deon yang langsung membuka tas nya." nah ini dia" tunjuknya sambil memegang parfum dengan merk terkenal.


rania langsung merebut parfum itu, lalu mengeluarkan sedikit cairan parfum itu dan mengoleskannya pada hidunngnya.


" waah , wanginya" kata rania sambil menghirum dalam-dalam parfum milik deon yang sudah memenuhi indra penciumannya.


" ran, aku juga mau" kata syalfa tangannya hendak meraih parfum dari tangan sahabatnya itu.


" kamu pakai punyaku saja. aku juga membawanya" ujar nendra sambil memberikan parfumnya pada syalfa yang langsung di terimanya.


" hemm, harum bikin tenang wanginya. aku suka" kata syalfa setelah mengoleskan cairan parfum milik nendra.


setelah rania dan syalfa selesai keduanya mengembalikan kembali pada pemilik parfum itu masing- masing.


" kalian ini, sengaja ya membawa parfum biar bisa menarik perhatian siluman cantik disini" tanya rania menatap deon dan nendra penuh slidik.


" kau ini bicara apa! kami memang selalu membawa parfum juga handuk dan beberapa baju ganti. karena kami selalu GYM atau melakukan kegiatan di luar kampus" terang deon.


" oooh" rania hanya ber oh ria sambil mengangguk anggukan kepalanya mengerti.


deon mendengus mendengar jawaban rania yang tanpa dosa itu.


" lagi pula, secantik- cantiknya wanita disini. tetep saja mereka itu siluman. aku tidak akan pernah tertarik" kata deon ketus.


"tak percaya, kamu kan terkenal playboy. siapa tau siluman cantik juga di embat" gumam rania lirih tapii masih bisa di dengar oleh deon.


" apa kau bilang?!"


" aah tidak..tidak ada" kata rania langsung mendekat ke arah syalfa meminta perlindungan.


" hux, kapan kita akan sampai ke hutan mireng?" tanya nendra.


" malam ini, kita akan segera sampai tuan nendra" jawabnya.


" apa itu tidak berbahaya jika kita memasuki kawasan mereka pada malam hari?"


" waktu siang atau malam bagi kita sama saja tuan. tetap tidak lah aman. hanya saja jika malam, pandangan kita tidak leluasa, sedangkan pandangan mereka malah lebih tajam, biasanya mereka juga akan membuat perangkap di saat malam hari".


" kalau begitu kita cari tempat beristirahat sebelum memasuki hutan mireng. kita tunggu waktu malam berlalu. baru kita masuk ke kawasan mereka". kata nendra yang di setujui oleh semua temannya.


semua kembali diam sambil melangkah mengamati seluk beluk hutan yang mereka lewati. sampai saat ini tidak ada gangguan dari makhluk apapun. terkadang mereka hanya di buat terkejut tak kala ada sebuah bayangan yang melintas, namun tidak mengganggu mereka. kadang terdengar suara suara teriakan dan tangisan tali tidak melihat wujud apapun.


" emm, hux itu siapa yang berteriak?" tanya rania saat mendengar suara teriakan.


" jangan di hiraukan nona ran, anggap saja tidak mendengar apapun" jawab hux.


rania hanya mengangguk berusaha mengabaikan suara- suara yang di dengarnya.


setelah beberapa jam berlalu akhirnya mereka sampai di perbatasan.


" berhenti tuan" cegah hux.


" apa kita sudah sampai" tanya deon sambil celingukan.


" iya. lihat lah batang pohon di sekitar sini. jika kalian perhatikan. pohon disisi kanan daunnya lebih hijau dan batangnya basah dan di tumbuhi beberapa lumut sedangkan di pohon depannya daunnya kering dan ujungnya berwarna perak batang pohonnya tanpa lumut dan terlihat lebih gelap. dua langkah saja melewati pohon itu kita sudah memasuki kawasan mereka" jelas hux.


"aku sama sekali tidak memperhatikan sedetail itu. untung kau segera mencegah kami" kata deon menepuk nepuk pundak hux yang kini berdiri tak jauh darinya.


" kita segera mencari tempat persembunyian untuk beristirahat, hari sudah mulai gelap" kata nendra.


" sebelah sini tuan" hux mengintruksi mereka semua untuk mengikutinya.


hux mendekati sebuah pohon besar, yang rimbun dan di penuhi oleh tanaman rambat. hux membelah tanaman rambat itu yang ternyata ada sebuah lubang disana. lebih tepatnya pohon itu memiliki lubang yang cukup besar dan untungnya ada tanaman rambat yang dan lumut- lumut liyar yang tubuh di sekitanya. membuat lubang itu tertutup.


" kau yakin . kita aman disini?" tanya nendra sambil mengamati lubang pohon yang kini tertutup tanaman rambat kembali.


hux menjawab dengan anggukan sambil memantrai lubang itu dengan dinding pelindung.