
Erina memeluk kedua orang anak tersebut tanpa ragu.
"Bagaimana kabar kalian? kok kalian bisa ada di sini? aku kangen banget", Erina menangis terharu.
"Kami baik - baik saja, hanya sangat kelaparan", jawab Leiva.
Emily, Ratna, Lucifer dan pak Uwo sangat mencurigai kedua sosok itu. Mereka menyadari ada yang tidak beres dengan kemunculan dua orang yang dikenal Erina secara tiba - tiba.
"Yang aku tahu, ada banyak sosok astral yang bisa menipu dengan mengambil wujud dari ingatan seseorang", ucap Emily.
"Benar, meskipun acak, namun sepertinya astral itu mengambil wujud yang tepat. Erina langsung histeris", ucap Lucifer.
Erina menghampiri kereta kembali.
"Aku akan ikut mereka, katanya ada tempat yang mau mereka tunjukkan, kalian tetap di sini saja"
"Hei! apa kau nggak menyadari tipuan mereka?", tanya Lucifer.
"Tipuan apa? mereka sungguhan, aku akan pergi dulu. Kalian pergi duluan saja, nanti aku menyusul"
Pak Uwo segera turun dari kereta, "sayangnya hal itu tak bisa dilakukan"
Ratna juga turun, "benar, kami sudah bersumpah setia untuk menjaga Erina"
"Haa.. ya sudah kalian berdua saja yang ikut ya, papi dan Emily tunggu di sini!",
Erina membalik badannya lalu pergi mengikuti dua anak yang pernah dikenalnya di dunia bawah didampingi pak Uwo dan Ratna.
Lucifer dan Emily saling bertatapan.
"Lalu, kita ngapain?", tanya Lucifer.
"Saya juga nggak tahu, sepertinya menunggu saja"
"Baik, coba ceritakan yang kau tahu tentang aku"
"Hee? kok tiba - tiba?"
...----------------...
Erina mengikuti Leiva dan Varlo ke jalan setapak yang terletak di antara dua tebing curam setinggi puluhan meter.
Gerak - gerik kedua anak itu memang sedikit mencurigakan, namun Erina tak mempedulikannya. Ia hanya melihat kedua sosok yang pernah bertualang bersamanya dulu, dan ia merasa kasihan karena pernah membahayakan keduanya.
"Leiva, Varlo, kalian langsung bereinkarnasi ke sini sejak dari dunia bawah?"
"Benar"
Pak Uwo mendekat, lalu berbisik kepada Erina, menyampaikan bahwa sepatutnya ia harus curiga.
Erina yang tadinya menepis kecurigaan, kini mencoba mengetes mereka dengan beberapa pertanyaan.
"Apa kalian bereinkarnasi bersamaan?"
Mereka terdiam sesaat.
"Tidak"
"Siapa duluan yang di sini?"
Mereka terdiam lagi.
"Aku", jawab Varlo.
Sejauh ini pertanyaan Erina terjawab sesuai harapannya, namun ia tetap harus memastikan lagi ke depannya.
......................
Mereka berlima tiba di sebuah gerbang yang terbuat dari batu dan kayu yang ditumpuk, di dalamnya ada sebuah pasar dari desa yang tak pernah terkena matahari.
Orang - orang yang berada di pasar tersebut itu nampak suram dan gelisah. Seperti yang diutarakan kedua anak itu sebelumnya, mereka kelaparan.
Aneh menurut Erina, karena yang ia tahu astral tidak butuh makan. Namun yang dimaksud mungkin mereka tak bisa mendapatkan energi yang dibutuhkan.
Pak Uwo melihat sekelilingnya lalu berbisik kepada Ratna,
"Aura di tempat ini bisa dibilang sangat mencurigakan"
"Sudah pasti, ini semua hanya kamuflase, aku bisa merasakannya"
"Tapi yang melakukan kamuflase pasti astral yang cukup kuat, karena perbedaannya tidak terlalu terasa"
"Pengalaman ribuan tahun membuatmu sangat sensitif bukan?"
"Begitulah. Ehmm.. ngomong - ngomong, aku mau minta maaf"
"Maaf kenapa?"
"Mungkin aku memukulmu terlalu keras saat di arena"
"Ah masih kaku aja, namanya juga lagi duel. Lagipula itu wujud Rangda, aku tak terlalu merasakannya"
Ketika pak Uwo menoleh, ia tak melihat keberadaan Erina.
Ratna yang menyadari itu juga langsung menjadi panik, mereka berdua segera mencari - cari.
"Bagaimana ini? auranya tidak terdeteksi sama sekali?", tanya Ratna.
"Tenang, begini, kalau misalkan dia terjebak dalam pertarungan, kemungkinan dia akan memakai salah satu dari benda gaib yang ada padanya, dan otomatis itu akan memanggil kita ke tempatnya berada", jawab pak Uwo.
"Tapi, ada lho tempat yang bisa menyegel kekuatan benda gaib"
"Yang benar? di sini?"
"Aku juga tak tahu, tapi yang pasti di alam baka ada yang seperti itu"
"Ya sudah kita cari dulu semampu kita"
"Oke, kita berpencar"
Pak Uwo dan Ratna segera bergegas untuk mencari keberadaan Erina yang tiba - tiba menghilang di tengah perkampungan.
...----------------...
Emily yang sedang mengobrol berdua dengan Lucifer.
"Jadi memang imageku sudah sangat buruk ya", Lucifer tertunduk lesu.
"Begitulah, menurutku akan sulit bagi tuan untuk memperbaiki semuanya dalam waktu singkat"
"Tapi bukannya tidak mungkin kan?"
"Tentu saja, selalu ada kesempatan jika orang ingin berubah"
"Lalu, apa kau tahu tentang sepuluh benda gaib terkuat?"
"Tahu dong, itu kan pelajaran anak SD"
"Aku saja tak tahu itu"
"Hah!? bohong ah"
"Benar, karena aku tak pernah mencaritahu soal itu, sekarang coba kau jelaskan"
Emily menjelaskan tentang sepuluh benda gaib terkuat yang ada di dunia.
Semua benda ini merupakan proses dari terkumpulnya berbagai macam sumber energi di alam semesta, yang bisa terjadi di berbagai dimensi. Posisinya bisa berpindah - pindah tergantung dari siapa yang berhasil mengambilnya.
Bentuk: Mahkota
Kemampuan: Mengendalikan raksasa
Pemilik saat ini: Saruwo, Erina
Anelle de Batalla
Bentuk: Cincin
Kemampuan: Memanggil Rangda, Mengendalikan prajurit wanita
Pemilik saat ini: Hilda, Erina
Claidheamh Teine
Bentuk: Pedang
Kemampuan: Pedang dengan elemen api sepanas matahari
Pemilik saat ini: Satan
Stone of Qabiletti
Bentuk: Batu Permata
Kemampuan: Menyerap energi / kekuatan
Pemilik saat ini: Adam
Keris Rhekso Bhumi
Bentuk: Keris
Kemampuan: Tak diketahui
Pemilik saat ini: Tak diketahui
Weng Jiulong
Bentuk: Guci
Kemampuan: Memanggil sembilan naga pengabul permintaan
Pemilik saat ini: Tak diketahui
Holy Templar Armor
Bentuk: Baju besi / armor
Kemampuan: Menahan semua serangan jahat
Pemilik saat ini: Gabriel
Baltimore
Bentuk: Pistol
Kemampuan: Dapat melukai segala jenis organisme
Pemilik saat ini: Pemburu vampir Van Hel
Bhagavaan ke Joote
Bentuk: Alas kaki
Kemampuan: Bisa berjalan dimanapun
Pemilik saat ini: Tak diketahui
All Seeing Eye
Kemampuan: Dapat melihat segalanya, dimanapun, masa depan maupun masa lalu
Pemilik saat ini: Bos Besar
"Diduga masih banyak lagi benda gaib yang kuat, namun sepuluh ini adalah yang paling terkenal dan banyak dicari oleh kaum - kaum pengincar kekuasaan"
Lucifer terkagum dengan penjelasan Emily, ia bertepuk tangan.
"Wah pengetahuanmu memang sangat luat biasa ya"
"Tapi kemampuan saya sudah jauh berkurang akibat reinkarnasi"
"Lalu, apa yang terjadi kalau ada orang yang berhasil mengumpulkan seluruh benda gaib?"
"Hmm.. yang pasti akan menjadi orang terkuat di jagat raya. Tapi itu sudah pasti tidak mungkin"
"Kenapa memangnya?"
"Tak ada tubuh yang mampu menahan kekuatan sebesar itu, dan lagi benda yang ke sepuluh adalah milik Bos Besar, untuk bisa memilikinya adalah hal yang mustahil"
"Ya ya aku mengerti sekarang, tapi punya sembilan buah juga sudah lebih dari cukup sepertinya"
"Tuan, tidak ingin mengumpulkannya kan?"
"Ya nggaklah, mana mungkin, haha"
Emily melihat Lucifer yang hanya bercanda, namun di matanya tersirat sesuatu yang disembunyikan. Itu membuatnya merasa curiga.