
Di sebuah ruangan tempat singgasana ratu kuntilanak merah, yang merupakan ras kuntilanak tertinggi. Seorang ratu yang sedang memalingkan wajahnya, dan di dekatnya ada seorang genderuwo yang pernah menjadi pasangannya.
Suasana di dalam sana cukup canggung karena mereka berdua hanya saling berdiam diri.
"Ehem..", pak Uwo berdehem untuk mencoba mulai mencairkan suasana.
"Bagaimana kabarmu?"
"Tak usah berbasa - basi!", Hilda segera mematahkan usaha pak Uwo.
Pak Uwo terdiam selama beberapa menit.
"Aku.. sebenarnya segan untuk mengatakan ini, tapi.. aku selalu memikirkanmu"
Hilda hanya diam.
"Aku tahu perpisahan kita memang tidak baik - baik, tapi selama beribu - ribu tahun, aku tetap merindukan saat - saat bersamamu"
Hilda yang diam mulai menangis, namun ia berusaha menahannya
...----------------...
Di luar singgasana.
"Nona Ratna, sebenarnya apa yang membuat mereka sampai bercerai?", tanya Erina.
"Tak usah pakai nona, santai aja. Jadi, kalau yang aku tahu sebenarnya semua adalah kesalahpahaman"
"Wah, kalau udah salah paham itu yang paling sulit", tambah Lucifer.
"Memang, jadi Uwo adalah lelaki yang cukup posesif, ia mudah cemburu jika ada lelaki yang mendekati Hilda, padahal Hilda yang waktu itu seorang kunti kelas bawah, memang punya tugas untuk menggoda manusia, terutama pria"
"Jadi, mereka berdua sama - sama bertugas di dunia manusia ya?"
"Benar, beda denganku yang tetap berada di alam baka, mereka berdua mendapat pekerjaan, Hilda sebagai penggoda, dan Uwo sebagai penunggu. Namun salahnya adalah mereka menikah sebelum mulai bekerja, yang dimana godaan di sana lebih banyak"
"Apakah salah satu dari mereka berselingkuh?"
"Hmm.. sebenarnya tidak juga, jadi selama di dunia mereka sudah memiliki ratusan atau ribuan anak. Mengurus semuanya saja sudah sangat memusingkan, ditambah lagi Uwo melihat Hilda menjalin hubungan yang cukup dekat dengan seorang dukun"
"Padahal itu urusan pekerjaan?"
"Iya, namun jadilah ia terbakar cemburu, dan mereka bertengkar hebat. Hilda yang juga emosi langsung meminta bercerai dan mengambil semua anak - anaknya"
"Ya ampun, padahal kan bisa dibicarakan baik - baik ya"
"Begitulah, hubungan mereka berdua memang selalu berapi - api"
"Lalu mereka tak pernah bertemu lagi sejak itu?"
"Iya, karena kinerja Uwo yang berkurang, ia dimutasi ke tempat yang jauh, dan Hilda yang menjadi ibu tunggal, bekerja dengan sangat keras hingga bisa mencapai levelnya yang sekarang, level tertinggi bagi seorang kuntilanak. Ia pensiun dan memutuskan untuk mengabdikan diri di tanah ini sebagai seorang ratu"
"Wah hebat ya, lalu bagaimana dengan anak - anaknya?"
"Semua anaknya sudah mandiri sekarang, bisa mencuri uang dengan baik"
"Maksudnya mencari?"
"Bukan, kan anaknya tuyul semua, jadi kerjanya mencuri uang"
"Ya ampun, begitu rupanya"
Setelah bercerita, Ratna mengintip ke dalam ruangan.
"Ratna, masuklah!"
"Baik ratuku, yuk sini masuk", Ratna mengajak Lucifer dan Erina.
Di dalam, terlihat pak Uwo yang berdiri di dekat singgasana, dan mata Hilda terlihat merah seperti habis menangis.
"Jadi, apakah kalian rujuk?", tanya Ratna pelan.
Hilda bangkit dari kursinya tanpa menjawab.
"Semua yang di luar, masuk ke ruangan sekarang!", perintah Hilda dengan lantang.
Semua pengawal dan beberapa pelayan juga masuk ke ruang singgasana yang cukup luas untuk menampung dua ratus orang.
Erina memperhatikan pak Uwo, sikapnya agak aneh seperti menyembunyikan sesuatu.
"Sekarang aku, Hilda sang ratu merah akan mengumumkan sesuatu"
Semua orang tegang dan menatap ke arah sang ratu yang berdiri dengan tegap dan anggun.
"Di sini ada dua orang, yang tidak lain tidak bukan adalah penyebab masalah besar yang terjadi di akhirat", Hilda menunjuk Erina dan Lucifer.
Erina dan Lucifer saling melotot dan bertatapan, mereka terkejut apakah identitasnya sudah terbongkar.
Ratna juga terkejut melihat mereka berdua.
Hilda mengayunkan lengannya, dan tiba - tiba muncul lingkaran cahaya berwarna merah yang memborgol tangan Erina dan Lucifer.
"Pak Uwo! ada apa ini?", tanya Erina.
"Maafkan saya nona, saya terpaksa", pak Uwo bicara pelan sambil menunduk.
"Mereka ini adalah, Lucifer Morningstar sang mantan 'orang nomor satu di akhirat', dan juga Erina Muriella, keturunannya yang terkutuk"
Suasana tiba - tiba saja menjadi memanas. Seluruh orang di ruangan langsung memandang jijik kepada mereka.
Beberapa wanita yang merasa pernah dilecehkan oleh Lucifer semasa berkuasa dulu juga tak kuasa menasan amarah, mereka melemparkan benda - benda di sekitar.
"Hei hei berhenti tunggu dulu! Hilda! apa maksudnya semua ini?", Ratna kebingungan.
"Aku berbicara fakta tentang informasi yang diberikan oleh Saruwo"
Lucifer merasa geram, "cih brengsek! dia menjual kita agar bisa kembali pada mantannya"
"Belum tentu, mungkin ada alasan lain di balik ini semua", Erina berusaha positive thinking.
Ratna mendekat ke singgasana, "kalau memang mereka benar seperti yang kau bilang, kenapa mereka tak punya aura kekuatan? lalu mau diapakan mereka?"
"Mereka sudah mendapat hukuman dengan dihapusnya kekuatannya"
"Lalu, apa kau mau menghukum mereka juga?"
"Sedikit banyak, Land of Banshee juga menerima imbasnya dari kejadian itu, oleh karena itu, jika ingin melepaskan mereka harus ada konsekuensinya"
"Aku akan mengadakan duel!", ucap Hilda lantang.
Semua orang di ruangan itu termasuk pak Uwo terkejut dengan ucapannya itu.
"Du.. duel?"
"Ya, duel satu lawan satu dengan para petarung banshee, jika menang barulah bisa melewati tempat ini"
Pak Uwo mendekati Hilda, "Apa.. ini tidak terlalu kasar?"
"Tidak! ini sudah keputusanku, tak ada yang bisa melewati tempat ini begitu saja tanpa pertumpahan darah"
Ratna menutup wajah dengan tangannya, "astaga, kenapa dia jadi seperti ini"
"Huff.. kurasa dia melampiaskan kekesalannya selama ini kepada kita", ucap Lucifer.
Tak lama, disediakanlah tempat lapang di dalam ruangan singgasana sebagai arena duel. Di sekelilingnya, para wanita penghuni land of banshee menontong dan bersorak.
Pak Uwo berada di sisi Hilda, ia terus menerus meminta maaf dari kejauhan kepada Erina, namun Erina tetap masih bingung dengan yang terjadi.
Ratna menghampiri kedua orang yang nampak bingung itu.
"Oke, aku tahu kalian bingung. Tapi kalian harus menuruti perintah ratu"
"Apa kau tidak memusuhi kami juga?", tanya Erina kepada Ratna.
"Selain aku tak punya masalah terhadap kalian, kalian juga tak terlihat seperti orang jahat. Tapi saat ini kalian hanya harus mengikuti permainan ini"
"Baiklah kalau memang harus begitu"
"Duel ini peraturannya cukup sederhana, yang berhasil membuat lawan jatuh tersungkur akan mendapatkan satu poin"
"Berapa poin untuk menang?", tanya Lucifer.
"Tiga saja"
"Hmm.. baiklah"
"Kalian pasti masih punya sisa kekuatan bukan?"
Erina dan Lucifer bertatapan.
Lucifer mendekat ke Ratna dan berbisik,
"Kekuatan kami tidak seberapa, hanya astral biasa. Yang penting, apa kau bisa membocorkan beberapa petarung dari sini?"
"Oke, ini adalah beberapa jajaran petarung andalan ratu, dari yang paling lemah sampai paling kuat. Mereka adalah lima pilar yang menjaga kerajaan"
Andarawati (Suster ngesot)
Sosoknya yang tak bisa berdiri dan selalu bersedih mungkin membuat orang iba pada awalnya, namun gerakannya bisa sangat tak terduga.
Molian Liquera (Harpy)
Berwujud anak perempuan dengan tangan yang berupa sayap burung. Gerakannya sangat cepat dan suaranya nyaring bisa memecahkan gendang telinga.
Mari Himeko (Yuki Onna)
Wanita salju dari jepang. Sangat misterius, tak pernah berbicara, menggunakan salju dan es sebagai kekuatannya.
Wita Nengisi (Wewe Gombel)
Sosoknya yang brutal cukup disegani sebagai pentolan ras wewe gombel, dengan tubuh besar, juga payudara yang melebihi panjang tubuhnya dipercaya adalah sumber kekuatannya. Mampu memakan astral lain
untuk menambah kekuatannya.
Rangda (Barong)
Satu - satunya petarung wanita dari ras barong. Tak hanya wujudnya yang mengerikan dengan taring dan kuku - kuku yang panjang, Ia juga adalah yang terkuat, ia mampu memanggil astral yang lebih rendah dari levelnya, dan juga
mengendalikan mimpi buruk.
"Ah penjelasanmu membuat semuanya terdengar mengerikan", Erina mengeluh.
"Aku tak tahu juga peraturan seperti apa yang akan dibuat oleh Hilda, tapi selama tak berhadapan dengan Rangda, harusnya kalian baik - baik saja"
"Apa Rangda ada di sini?"
"Setahuku tidak, beliau adalah orang yang sangat sibuk dan bisa bertugas dimana saja, kehadirannya sangat misterius dan biasanya hanya datang untuk tugas yang benar - benar krusial saja"
"Hmm.. baiklah kalau begitu"
Erina dan Lucifer bertatapan, lalu mereka berpegangan tangan untuk saling menguatkan.
"Kau kuat anakku, kita pasti bisa melewati ini"
"Iya papi, ayo berusaha sekuat tenaga"
Ratna tersenyum melihat semangat mereka berdua.