
Lantai kelima, sembilan orang peserta, dan hanya satu orang yang sebenarnya memiliki kepentingan.
Semua terjadi karena terjalinnya sebuah hubungan.
Hubungan yang terjadi dalam waktu singkat namun unik, karena semua mau berkorban demi seseorang yang bahkan baru mereka kenal.
Seseorang yang bahkan berasal dari alam yang berbeda.
Clara yang berjalan di samping Erina mulai berbicara mengenai apapun yang dia pikirkan.
"Sebenarnya....cukup aneh ya"
"Apanya?"
"Ya semua ini, terjadi demi seseorang yang ingin menghilangkan kekuatannya, yang bahkan dia sendiri gak tahu seberapa berguna atau berbahayanya itu"
"Benar banget, gue juga sebenarnya bingung, apa yang gue lakukan ini hal yang benar, semua kayak mimpi"
"Gue inget waktu SMA dulu"
"Aah..masa - masa itu"
"Iya, lo emang populer banget"
"Populer apaan? populer untuk disakitin?"
"Karena lo yang paling dikejar banyak cowok kan? terlepas dari lo nya gimana, tapi cowok tuh pada penasaran semua sama lo"
"Ya karena gue cuek aja kan?"
"Iya karena lo cantik tapi cuek, gak kecentilan kayak geng sebelah"
"Gengnya Ratna ya?"
"Iya, makanya doi bete banget kan sama lo"
"Hampir tiap hari gue dilabrak kayaknya"
"Lo sampe bilang ke gue, apa gue pindah sekolah aja kali ya?"
"Akhirnya malah dia yang diskors"
"Sebenernya, gue sempet ngerasa iri tau sama lo, karena sampe cowok yang deketin gue aja ternyata tujuannya buat kenalan sama lo"
"Gak enak tau jadi gue, cowok - cowok tuh cuma penasaran doang, abis tu karena gue orangnya cuek dan kaku, ditinggalin"
"Iyaa..lo terlalu lurus sih emang orangnya"
"Gue melulu, lo gimana sekarang? udah ada yang deket?"
"Gue udah Married Dua tahun yang lalu, dan anak gue umurnya juga udah mau setahun Erina"
Langkah Erina terhenti. Ia berusaha mencerna kata - kata Clara.
"Loh Asmo belum bilang? lo di dunia ini udah dua tahunan tau"
"Apa? se..selama itu?", Erina shock.
"Iya..karena perputaran waktu disini benar - benar beda sama di dunia atas"
Asmodeus berada di belakang Erina dan Clara, Ia menguping pembicaraan mereka, sedikit demi sedikit Ia jadi mengetahui masa lalu kekasihnya itu.
...----------------...
Tak lama kemudian mereka tiba di tingkat lima, suasana disini nampak seperti gereja besar di sebuah kerajaan kuno.
Di dalamnya banyak patung raksasa berjajar di sepanjang jalannya.
Asmodeus menahan kawan - kawannya agar diam ditempat dan tak maju lebih jauh agar bisa mengamati situasi yang terjadi.
Tiba - tiba terdengar suara besar yang menggema di seluruh ruangan dan membuat semua orang terkejut.
"BARANGSIAPA YANG DATANG DAN MENGGANGGU RITUAL KEBANGKITAN SUCI INI, AKAN MENANGGUNG AKIBATNYA!"
"Ritual kebangkitan? pria misterius tak mengatakan apapun soal ini", ucap Succubus.
Dalam sepersekian detik, seluruh tempat itu bergetar hebat.
Dua belas patung yang berjajar mulai bergerak dan turun dari tempatnya masing - masing.
Patung - patung itu nampak memakai baju zirah seperti dari kerajaan abad pertengahan dan memiliki sayap besar, bersenjatakan tombak.
Tinggi mereka lebih dari sepuluh meter, dan mulai membicarakan hal - hal yang tidak dimengerti.
"PENDOSA! MUSNAHKAN PARA PENDOSA!"
"PARA PENDOSA AKAN MERUSAK KEMURNIAN AURA RITUAL INI!"
"MUSNAHKAN SAMPAI JADI ABU!"
Para patung mulai menembakkan cahaya seperti sinar laser dari tombaknya.
Rombongan Erina berhamburan mencari perlindungan.
Mereka terbagi menjadi dua kelompok, bersembunyi dibalik tiang fondasi yang sangat besar.
"Oh gue sangat gak siap banget dengan ini", Clara shock dengan serangan itu.
"Kita semua gak ada yang siap kok", balas Erina.
Para patung tak berhenti menyerang hingga lantai ruangan itu semakin hancur.
Asmodeus melihat dari balik persembunyian, di ujung ruangan ada sebuah peti mati yang terletak di atas altar, dan seseorang berbaju putih yang nampak seperti penyihir sedang merapalkan mantra.
Pria misterius mendadak muncul,
"Maaf aku lupa memberitahu kalian, jangan sampai seseorang yang ada di peti itu bangkit. Karena kalau terjadi, berarti kalian gagal di level ini"
Pria itu hilang dengan cepat.
"Jadi, kita harus mencegah kebangkitan pria di dalam peti itu ya? sepertinya agak sulit jika mereka tak berhenti menyerang", ucap Damien.
"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika terkena serangan itu, jadi baiknya berhati - hati", ucap Asmodeus.
"Saya akan mengalihkan perhatian, lalu kalian bisa melewati patung - patung itu", usul pak Uwo.
"Apa kau yakin pak?"
"Iya, saya akan menerobos, tubuh saya mampu menahan serangan".
"Tapi kita gak tahu seberapa kuat serangan itu".
"Tenang mas, ini saatnya saya menguji kekuatan yang dikumpulkan selama ratusan tahun".
"Baik, aku akan memberikan info kepada Erina dulu", Asmodeus lalu memberikan isyarat tangan kepada Erina di seberang, bahwa pak Uwo akan memberikan kesempatan.
"Tunggu! aku tahu sesuatu!", Emily mengangkat tangannya.
"Patung - patung itu sebenarnya adalah patung biasa, tapi mereka dirasuki oleh astral jahat, pasti di patung itu ada sebuah wadah yang menjadi medianya, biasanya berupa batu bertuah seperti kristal atau permata"
"Di keningnya ada sebuah kristal!", ucap pak Uwo.
"Oke pak, kau tahu yang harus dilakukan"
"Siap!"
Erina dan Damien memperhatikannya dari seberang, mereka mengkhawatirkan pak Uwo yang karakternya tenang itu.
Lalu pak Uwo membesarkan ukuran tubuhnya menjadi hampir dua kali lipat, mengeluarkan taring dan kukunya, bulu - bulunya semakin lebat.
Erina dan Damien terdiam, mereka tak menyangka pak Uwo bisa semengerikan itu.
Pak Uwo berlari sambil berteriak seperti gorila besar yang mengamuk.
Dua patung yang melihatnya langsung mengambil posisi siaga, dan menyerangnya.
"PENDOSA!"
'Duaarr..' pak Uwo terkena tembakan di bahu kanannya, Ia nampak kesakitan, namun berhasil melompat, dan memukul kepala salah satu patung hingga terlepas.
Pak Uwo segera berlari kembali ke belakang dan memberitahukan situasinya.
"Pak! apakah kau terluka?"
"Saya..terlalu meremehkan serangannya mas"
Mereka semua melihat luka pak Uwo yang terlihat berlubang besar dan pinggirannya menghitam hangus.
"Lu..luka ini", Emily terkejut.
"Kenapa luka ini Emily?", tanya Asmodeus.
"Ini hanya terjadi pada astral yang terkena serangan dari malaikat"
"Malaikat?", Asmodeus jadi bingung.
"Benar, kekuatan ini tidak main - main. Tadi pak Uwo sempat melihat warna kristalnya gak?"
"Hmm..sepertinya berwarna ungu".
"Warna ungu..warna ungu atau indigo adalah salah satu spektrum warna yang dipakai para malaikat untuk merepresentasikan kekuatannya".
"Tunggu, bukankah malaikat memakai warna biru?", tanya Asmodeus.
"Iya, tapi yang memakai warna ungu adalah kelas Archangel"
"Apa? Archangel? itu kan sekelas Gabriel"
Emily mengangguk.
Sialnya bagi para astral terutama iblis, jika malaikat sekelas Archangel menggunakan kekuatannya, itu dapat memusnahkan mereka.
"Tapi kenapa bisa patung itu mendapatkan kekuatan Archangel?"
"Menurutku, pria yang ada di peti itu bukan orang biasa"
"Benar, dia pasti seseorang yang sangat berpengaruh".
"Masih ada sebelas patung, siapa yang akan maju berikutnya?".