My Heart From Hell

My Heart From Hell
The Tower



Di desa penghuni rawa, Erina bertemu dengan sang kepala desa.


Terlihat masyarakat di desa itu semuanya bersujud kepada Erina.


"Apakah anda seorang peramal?" Erina bertanya mengingat kasus dengan kurcaci tempo hari


"Tidak, saya hanya kepala suku disini, silahkan nona masuk ke tempat saya"


"Kenapa semua menghormat begitu pak?"


"Karena bagi kami, siapapun yang bisa menaklukan Basilisk, adalah orang yang terhormat"


"Ooo..begitu, apa Basilisk itu hewan keramat di tempat ini?"


"Iya betul"


"Hmm..tapi dia datang karena aku memanggil nama temanku, apa itu cuma kebetulan ya?"


"Mungkin nona memang adalah seorang yang terpilih"


Erina merasa bisa mempercayai sang kepala desa, Ia menceritakan hal - hal yang dialaminya


"Ah..iya! apakah ada seorang wanita berambut merah yang naik kapal kecil dan berlabuh disini?"


Erina baru teringat soal Succubus


"Tidak, tidak ada orang lain selain nona yang datang kemari"


"Gawat, bagaimana ini? Succubus menghilang"


Erina panik


"Nona silahkan beristirahat disini dahulu sebelum melanjutkan perjalanan, kami disini akan melindungi nona"


Namun Erina merasa tidak tenang karena Ia tak mengetahui keberadaan Succubus, lagipula tempat yang disediakan kurang layak karena biasa dihuni oleh makhluk yang bukan manusia.


Di malam hari, Erina tidur di gubuk kecil yang lengket.


Ketika mata Erina hendak kemudian terdengar seperti suara langkah kaki yang besar menginjak lumpur.


Erina keluar, Ia sangat terkejut, ada makhluk besar seperti dinosaurus yang tengah membantai warga desa rawa.


Di tangannya terdapat sang kepala suku yang sedang sekarat.


"Pak kepala suku!!"


'Krauukk' Ia menggigit kepala suku hingga putus.


"Aakkhhh..." Erina panik


Di atas makhluk itu ada seseorang.


"Jadi kau sang pembawa takdir ya?"


"Siapa kau? kenapa membunuh mereka yang tak bersalah?"


"Tahu darimana kau mereka tidak punya salah? mereka jelas menyembunyikan tersangka"


"Tersangka?"


"Ya..tersangka yang sudah mengacaukan akhirat"


"Kau pasti suruhan Lucifer ya"


"Tidak, ini perintah yang lebih tinggi dari pemimpin absolut"


Erina tak mengerti dengan jawaban itu


"Cukup membunuhmu disini, maka semua akan beres"


"Enak aja"


Dinosaurus itu mulai bergerak dan hendak menerkam Erina, Erina berlari menghindar.


"Menyebalkan sekali, sudah disinipun masih diganggu oleh makhluk - makhluk suruhan ini"


"Hahaha..percuma kau lari!"


Berulang kali Erina hampir tergigit, tapi Ia berhasil menghindar.


Namun Ia terjerembab ke dalam lumpur dan tak bisa bergerak "Aaakhhh..."


"Ahahaha..bagus, lumpur itupun mendukungku, sekarang makan dia Rex!"


"Kyaaaa.." Erina menutup wajahnya karena takut


Tiba - tiba entah darimana muncullah Basilisk yang sempat menolongnya.


Basilisk itu bertarung dengan dinosaurus, namun pria yang menungganginya turun.


"Cukup, tak boleh ada bantuan lagi!" Pria itu melemparkan tombaknya ke arah Erina


Dalam sepersekian detik, tombak itu berhasil ditangkis oleh sebuah pecut.


"Sue!! kau selamat!"


"Yah, begitulah kurang lebih" jawab Succubus


"Tapi....tampilanmu kok?"


"Ceritanya panjang, sekarang aku harus mengurus orang ini"


Erina melihat sosok Succubus dengan tanduk hitamnya, kulit pucat, gigi taring, sayap dan pakaian yang dipakainya saat Ia dalam wujud astral.


"Lama tak bertemu, Marion"


"Bagaimana kabarmu Mephisto?"


Dalam sekejap kedua orang itu bertarung dengan level yang berbeda dengan manusia biasa, keduanya adalah wujud astral.


Erina menjadi heran dengan kondisi ini, yang dia tahu astral tak bisa memasuki bagian dunia ini.


Succubus yang seperti terlahir kembali seperti memiliki kekuatan berlipat ganda, Ia berhasil memukul mundur Mephistopheles dengan cambuk apinya.


"Tunggu saja pembalasanku nanti, wanita j*l*ng!" Mephistopheles pergi


Succubus membantu Erina keluar dari lumpur.


"Makasih ya, tapi...banyak yang ingin kutanyakan padamu"


"Tanyanya nanti saja, kau terluka nggak?"


"Aku gak apa - apa kok, kau kemana aja?"


"Waktuku juga cukup panjang untuk mendengarkan"


"Huffftt..tapi, janji kau nggak boleh marah"


"Ya gak tahu, cerita aja dulu!"


"Ah kau pasti marah, aku jadi malas cerita"


"iiiihhh nggak! cepetan!"


"Yasudah tapi kita sambil melanjutkan berjalan"


"Okay, tapi, kita harus melakukan pemakaman yang layak untuk warga desa ini dulu, kasihan mereka"


Succubus pun membantu Erina untuk memakamkan warga desa yang dibantai oleh Mephistopheles.


Lalu Erina melihat bangkai dinosaurus yang tadi menyerangnya, lehernya hampir putus terkena gigitan.


"Leviii...dimana kau?" Erina memanggil Basilisk


"Hah? Levi? Levi siapa?" Succubus bingung


"Ya Leviathan lah"


"Beneran? dia masih hidup?!" mata Succubus berbinar


Basilisk besar itu keluar dari semak - semak dengan tubuh yang penuh luka.


"Yaampun..kasian kamu...sakit ya?" Erina memeluk Basilisk itu


"Se..seekor Basilisk?" Succubus makin heran


"Iya, Levi kenalkan ini Sue, Sue ini Levi"


"Kukira beneran Levi" Succubus lesu


Basilisk itu mendekat, kemudian menjilat Succubus.


"Iyuuhhh..kenapa kau menjilatku? jadi lengket nih....eh sebentar"


Succubus menatap mata Basilisk itu, tatapannya sangat mirip dengan Leviathan yang dia kenal.


Succubus pun tersenyum dan membelai Basilisk itu.


"Dia adalah penyelamatku, kapanpun aku terdesak dia datang menolong"


"Ya..aku mengerti"


Mereka berdua melanjutkan perjalanan dan berpisah dengan Basilisk yang masuk kembali ke sungai.


"Jadi ke arah mana kita pergi?" tanya Succubus


Erina mengeluarkan kuncinya kemudian mencari arah dengan cahayanya, "Ke arah bebatuan disana!"



"Woah..ini medan yang sulit"


"Iya, bagaimana ini? kalau kaki kita terjebak di dalam bebatuan dan terluka bisa bahaya"


"Tenang, ini saatnya menunjukkan kegunaan ini" Succubus menunjuk ke arah sayapnya yang serupa dengan sayap kelelawar


Dalam sekejap, Succubus menggendong Erina dan terbang melewati bukit penuh bebatuan itu.


"Hei, kau belum cerita"


"Cerita apa?"


"Kenapa bisa jadi astral lagi?"


"Yaaa...karena"


"Apa? jangan berbelit - belit"


"Sewaktu naik perahu itu, rupanya aku dibawa ke tempat lain, sebuah tempat yang mirip seperti...........neraka......mungkin. Setelah itu ada yang menawarkan kepadaku untuk mendapatkan kekuatanku kembali"


"Pasti ada sebuah persyaratan, tak mungkin bisa mendapat itu dengan gratis" Erina menebak


"Tidak, tak ada persyaratan, aku beruntung karena kau membolehkan aku naik kapal itu dan aku bisa mendapatkan kekuatanku kembali"


"Bohong!"


"Yaa..ada sedikit persyaratan"


"Cepat katakan!"


"Aku harus membantumu dan tak boleh meninggalkanmu sampai akhir"


"Itu aja??"


"Iya"


"Masa sih?"


"Ya begitu katanya, kenapa gak percaya sih?"


"Baiklah"


Succubus tersenyum dan berkata dalam hati


"Maaf ya aku belum bisa bilang yang sebenarnya"


Tak lama kemudian mereka sampai di hamparan tanah yang luas, dan di kejauhan terlihat bangunan yang sangat besar seperti menara.



"Apakah itu menara kekuatan?"


"Akuu juga gak yakin sih"


"Pasti itu, wow kita bisa menemukannya hanya dalam tiga hari"


Erina bersemangat mengetahui tujuannya sudah semakin dekat.


"Tapi..aku ingin kita semua berkumpul sebelum masuk ke dalam sana"


"Kita jalan menuju kesana aja bisa butuh beberapa hari tahu, itu jauh banget"


"Iya, semoga aja yang lain bisa menuju ke arah yang tepat seperti kita"


"Iya...semoga"