
Erina dan Lily berpelukan, sang nenek di sebelahnya, Damien dan Asmodeus di depan menghadapi Lucifer dengan wajah marah.
"Oh ayolah, kita bisa melakukan ini dengan cara baik - baik bukan?"
tanya Lucifer
"Coba sebutkan apa yang kau maksud dengan cara baik - baik itu?"
Asmodeus bertanya balik
"Aku memusnahkan Erina, akhirat menjadi aman, lalu kau bisa mencari seseorang yang baru dan posisimu juga aman, begitu juga dengan malaikat maut. Lily dan Landra juga bisa memilih, masih mau hidup atau ke akhirat. Mudah kan?"
"Gaya bicara angkuhmu itu sangat menjijikkan, kau pikir bisa dengan mudahnya memusnahkan seseorang?!"
"Tentu saja bisa, bahkan kalau mau dari awal Aku bisa langsung mencabut nyawanya, tapi Aku sudah memberikan kelonggaran kan?"
"Iblis tidak punya hak untuk mencabut
nyawa manusia, apalagi memusnahkannya"
"Iyaa..aku tahu itu, tapi dia bukanlah seorang manusia"
Lucifer menunjuk Erina
Semua orang melihat ke arah Erina
"Aku..bukan manusia?"
"Ya tentu saja bukan, kalau kau cuma seorang manusia biasa seperti saudara - saudaramu yang lain aku tidak akan sekhawatir ini"
"Erina, jangan terpengaruh oleh kata - katanya!"
Erina terlihat termenung sesaat
"***Kau tidak berniat melanggar perjanjian
itu kan***?"
"Tentu tidak, Aku akan menyerahkan diriku sesuai janji"
Erina memeluk Lily, Landra, Damien, lalu Asmodeus. Kemudian Ia berjalan maju ke arah Lucifer
"Selamat tinggal semua, terima kasih untuk segalanya, aku tidak ingin berubah menjadi monster dan menyusahkan semuanya, jadi....."
Asmodeus geram dan mengepalkan tinjunya
"Omong kosong..."
"Mo...tidak usah berbuat sesuatu yang akan Kamu sesali nantinya"
"Aku akan menyesal, sangat menyesal kalau Aku tidak berbuat sesuatu"
Asmodeus berbicara dengan nada yang berat
"***Lucifer! Aku menawarkanmu sebuah
perjanjian baru***!"
Teriak Asmodeus dengan lantang
"Hahaha...sebagai sesama petinggi neraka, aku akan menghargaimu dengan mendengarkannya"
Asmodeus maju dan mendekati Erina
"***Aku akan membawa Erina untuk
menetralkan kekuatannya***"
Erina terlihat bingung dengan ucapan Asmodeus
"Hmm, aku tak menduga itu"
"Aku akan membawanya, menemaninya dan memastikan Ia menetralkan kekuatan yang telah diturunkan oleh takdir kepadanya, kekuatannya akan dikembalikan ke alam, dan Ia akan menjadi manusia biasa"
"Asmodeus, kau pasti tahu kan proses menetralkan kekuatan itu memakan proses yang teramat panjang dan berat? apa kau yakin dia mampu?"
Asmodeus menatap Erina
"Tentu saja dia mampu"
"Lalu, jika Ia keburu mendapatkan kekuatannya, lalu memasuki fase berserk? Ia tak akan memiliki kesadaran lagi, dan bisa mengamuk lalu menghancurkan apapun di sekitarnya, apa kau siap dengan itu?"
Erina berbisik
"Apa itu berserk?"
"Intinya seperti kerasukan, tapi dalam level yang jauh berbeda"
Jawab Asmodeus
"Aku yakin Erina tak akan memasuki fase itu, karena Ia memiliki hati yang murni"
"Hmm..kau sangat yakin kepadanya ya, seandainya aku bisa yakin seperti kau Asmodeus"
"Aku yakin, bahkan aku rela kalau bertukar posisi dengannya, musnahkan saja aku"
Erina mencubit lengan Asmodeus
"Apa - apaan sih kamu!?"
"Aww sakit"
Lucifer terdiam sebentar
"Asmodeus, apa kau tahu Erina adalah perwujudan sebuah entitas kuno yang tercipta dari awal semesta?"
Semua orang terkejut dengan perkataan Lucifer
"Aku tidak berbohong soal ini, tapi kalau takdir ini tidak dicegah, bukan hanya akhirat yang bakal kacau, tapi seluruh dunia"
"Aku rasa itu agak berlebihan"
sahut Erina dengan wajah yang bingung
"Kenapa? kenapa harus Aku?"
"Ya sejujurnya, ini salahku sendiri, karena awalnya aku tidak mengetahui kalau Lily juga bukan manusia"
Semua lebih terkejut lagi dan menengok ke arah Lily, Lily menjadi tegang
"Mama..apalagi ini? dia bohong kan?"
"Tidak nak"
Lily tertunduk lesu
Lucifer melanjutkan
"Dia adalah Hecate, seorang dewi ilmu sihir yang lahir di yunani, Landra juga merupakan hasil kreasi dia di masa lalu"
Landra terbelalak mendengarnya
"Jadi, akibat perbuatan kalian berdua, kalian malah membuat sesuatu yang tidak bisa kalian tangani sendiri?"
Asmodeus bertanya
"***Ah aku semakin pusing, ini semua terasa
tidak nyata***"
Erina memegang kepalanya
"Tidak pernah ada yang normal di hidupmu dari awal Erina, menyerahlah dan serahkan jiwamu"
Lucifer mengulurkan tangannya
"Baiklah kalau itu yang terbaik"
Erina hendak menggapai tangan Lucifer
Namun langsung ditepis oleh Asmodeus
"Aku menolaknya!"
"Aku, Asmodeus Claidheamh penguasa neraka tingkat satu, menantangmu wahai Lucifer morningstar sang penguasa tertinggi neraka!"
"Hahahahaha apa yang mau kau lakukan sebagai seorang manusia?"
Asmodeus merebut cincin permatanya dari jari Erina dengan cepat, lalu menggenggamnya dengan erat lalu menyuruh Erina mundur
"Damien, sekarang!"
Damien dengan cepat mengeluarkan sabit berwarna birunya, dan mengayunkannya ke punggung Asmodeus
'Slaashhh' kilatan biru menghantam Asmodeus, bersamaan dengan itu Ia menghancurkan cincin permata dengan kepalan tangannya.
"Kyaaaaa..."
Erina berteriak panik
Lucifer tak menduga dengan kejadian itu, Ia cukup terkejut
Jiwa Asmodeus keluar dari tubuh manusianya, menjadi astral dan langsung mendapatkan kekuatan aslinya dari cincin itu, cincin yang telah terisi kekuatan dari tubuh erina juga, kini tubuhnya ditutupi api berwarna merah.
"Mu..mustahil, kenapa kau malaikat maut masih punya kekuatanmu? padahal kau juga membantunya"
"Iya, perjanjiannya adalah astral yang membantunya dalam menemukan ibunya akan kehilangan kekuatan, tapi Damien datang setelah Erina bertemu dengan ibunya, jadi Ia tak terkena mantra perjanjian"
Jelas Asmodeus
"***Dan untungnya Aku masih bisa menyewa
sabit itu, padahal aku sudah resign***"
tambah Damien
"Hemm...jadi kalian mendapatkan celahnya ya, menarik juga"
Amodeus dan Damien maju ke depan Lucifer dan menghunuskan senjata mereka, sabit dan pedang api.
"Damien kau lindungi Erina dan yang lain, biar Aku yang menghadapinya"
kata Asmodeus dengan berani
Damien pun mundur perlahan
"Ahhahaahhaha boleh juga, sudah lama aku tak berolahraga, mari kita coba kekuatan petinggi pertama dan ketujuh"
Lucifer mengangkat kedua tangannya, dan mulai membuat suasana disana terasa seperti di neraka, ia mendatangkan ribuan astral jahat dengan bentuk yang mengerikan, juga ada Behemoth dan Succubus.
Erina malah menyapa Succubus dari jauh, Succubus membalas sapaannya secara diam - diam.
Lucifer mulai merubah wujudnya menjadi wujud aslinya, iblis putih bersenjatakan tongkat besi dengan bola berduri di ujungnya.
"Majulah kau iblis rendahan!"
"Oke, Aku juga akan memakai wujud asliku, tapi tidak disini"
Mereka berdua pun terbang secepat kilat menuju ke atas awan
"Asmodeus akan berubah ke wujud aslinya? seperti apa itu?"
Erina bertanya kepada Damien
"Ngghh..Aku tidak pernah melihatnya, tapi yang pasti wujud semua pangeran iblis sangatlah gagah. Namun tetap mengerikan untuk dilihat"
"Ah aku jadi penasaran"
kata Erina sambil menatap ke langit
Kobaran - kobaran api mulai terlihat di langit, seperti parade kembang api tapi terlihat seperti hari kiamat.
Mereka saling melemparkan kekuatannya sambil terbang kesana - kemari dengan kecepatan yang melebihi suara, benar - benar hal yang tak mampu dibayangkan oleh manusia.