My Heart From Hell

My Heart From Hell
Dark Skies



Asmodeus mencoba berbagai cara untuk menyadarkan Ibu Erina, digoyang - goyang, dikagetkan, bahkan disiram air, namun wanita itu tetap tak bergeming dengan mata yang melotot.


"Ia benar - benar tak berbeda dengan saat koma, bedanya hanya matanya yang terbuka"


kata sang nenek.


"Padahal kukira aku sudah berhasil membangunkannya",


Erina merasa sedih.


Mereka semua tak tidur semalaman, karena menunggu keajaiban yang terjadi.


......................


Waktu telah berlalu, hingga tiba esok harinya, suasana mulai terasa berbeda.


Langit yang tadinya mendung menjadi berwarna jingga menyala seperti sore hari, padahal masih pagi. Salju yang tadinya tebal sudah menghilang sama sekali, aura spiritual yang berat mulai terasa dimana - mana, yang membuat orang - orang menjadi merasa cepat lelah.


Sang nenek dan Asmodeus pergi keluar pondok untuk melihat keadaan.


"Apakah Lucifer bisa menggunakan kemampuannya untuk menciptakan


suasana ini?", tanya sang nenek.


"Iya, hanya dia dan satan yang bisa mengubah keadaan satu negara menjadi sangat tidak nyaman", Asmodeus menjawab.


Terlihat ada pusaran yang sangat besar di langit. Badai hitam dan jilatan lidah api yang hendak menghantam bumi, susananya sudah seperti akan kiamat.


"Huh, dasar tukang pamer",


Asmodeus bergumam.


Di pondok, Erina memeluk tubuh ibunya dengan erat, Ia ingin memanfaatkan waktunya yang tinggal sedikit bersama orang yang melahirkannya.


"Mama.. maafin aku, sudah jauh - jauh datang tapi kita tetap gak bisa ketemu, tapi aku sayang mama, aku kangen mama, semoga diatas nanti kita bisa ketemu ya, semoga..."


Erina menangis terisak, air matanya membanjiri tangannya, lalu terkena cincin di jari manisnya.


"Tenang, kalian bisa bertemu kok"


terdengar suara Damien.


"Ha? Damien? itu Damien kan? kau dimana?"


Erina celingukan mencari asal suara itu.


Tiba - tiba muncul pusaran cahaya biru di ruangan itu, lalu muncullah Damien dari pusaran itu sambil menggandeng sesosok arwah, yaitu Ibu Erina.


Mata Erina terbelalak terkejut melihat hal itu.


Damien mengarahkan arwah itu masuk kembali ke tubuhnya.


"Haaaaaa..."


Lily terbangun sepenuhnya dan matanya berkedip berulang kali, ia menoleh ke kanan dan ke kiri denga cepat.


Erina tak kuasa menahan haru.


"Mamaaaa...."


Lily terkejut melihat gadis di depannya itu.


"E.. Erina? kamu Erina?"


"Aaahh mama mengenalikuu..??"


Air matanya semakin membanjiri wajahnya.


"Tentu saja mama mengenalimu, kamu sudah besar dan begitu cantik, mama sudah banyak bersalah kepadamu"


Mereka berpelukan sangat erat sambil menangis tersedu.


Damien tersenyum lega melihat mereka.


Asmodeus dan nenek masuk kembali, mereka juga tersenyum.


Erina mengakhiri pelukannya, lalu bangkit dan menghampiri Damien, kemudian memeluk Damien.


"Dam, thank you so much, I really - really


miss you"


Wajah Damien merah padam, Ia bingung harus bersikap bagaimana, Ia melirik Asmodeus, Asmodeus mengangguk pelan. Damien mulai memeluk balik Erina dengan perlahan.


"Kamu bisa tenang, semua sudah terkendali sekarang"


Damien mencoba menenangkan Erina.


Meskipun Damien sempat kebingungan ketika di akhirat, namun ia terbantu oleh beberapa pihak.


......................


Erina bercengkrama untuk pertama kalinya dengan ibu kandungnya itu.


"Kamu benar - benar hebat, bisa menemukan mama disini"


"Pastinya, aku kan banyak dapat bantuan dari teman - teman yang hebat"


"Syukurlah"


"Mama, apa nama Erina mama yang memberikan?"


"Iya, mama yang memberikanmu nama sebelum menitipkanmu ke panti"


"Apa artinya?"


"Erina artinya wanita yang cantik, memiliki ketajaman, dan keberhasilan"


Erina merasa tersipu.


"Mama sangat menyayangimu, tapi mama tidak punya siapa - siapa lagi, mama menderita penyakit yang membuat mama tak bisa bergerak selama beberapa saat, waktu bayi kamu pernah sangat kelaparan dan mama tak bisa mengurusmu"


"Tapi untung aku diadopsi oleh orangtua


yang baik"


"Iya, mama tenang begitu mengetahui siapa yang merawatmu, bagaimana kabar mereka sekarang?"


yang lalu"


"Jadi.. apa kamu hidup sendirian selama itu?"


"Iya, aku udah besar, jadi bisa mandiri"


"Ah, mama sekarang merasa lebih bersalah"


"Sudahlah, yang penting kita bisa bersama sekarang, apa mama sudah merasa sehat?"


"Iya, badan mama rasanya sangat segar, setelah terbangun dari mimpi buruk yang begitu lama"


"Syukurlah, tapi keadaan di sini sedang diluar dugaan sekarang"


"Ada apa memangnya? oh iya Mama hanya ingin berpesan, jangan sampai kamu menjalin hubungan dengan iblis, nanti hidupmu akan menderita"


Erina tersentak, lalu menatap Asmodeus.


"Mama, aku mau memperkenalkan seseorang..."


Erina memanggil Asmodeus.


"Halo tante, perkenalkan saya Asmodeus"


Asmodeus menyalami tangan Lily


"Asmodeus? bukankah itu nama...."


"Iya..saya adalah seorang iblis"


Ekspresi wajah Lily langsung berubah menjadi muram.


"Maaf ya ma, mungkin keadaan memang tidak berjalan seperti yang diharapkan"


"Tidak, mama tidak menyalahkanmu, memang keadaan bisa terjadi diluar kuasa kita, mama hanya berharap dia tidak seperti Lucifer"


"Tidak, dia sangat baik dan setia, dia membantuku melewati semuanya, oh iya ada Damien juga sahabatku yang terbaik"


Damien tersenyum dan menyapa Lily.


Lalu tanpa berlama - lama, Erina menceritakan seluruh kejadian yang Ia alami kepada Lily.


"Jadi, kamu membuat perjanjian dengan ayahmu itu ya"


"Iya, agar demi bisa bertemu denganmu, tapi aku tak sudi menganggapnya seorang ayah"


Lily juga menceritakan bagaimana Ia bisa bertemu dengan Lucifer yang menyamar menjadi manusia biasa, menikahinya, bersikap seolah normal, kemudian tiba - tiba Ia berubah dan membongkar semuanya hingga membuat Lily stress, lalu meninggalkannya begitu saja.


"Asmodeus! aku akan sangat marah jika kau melakukan hal yang sama terhadap anakku"


Asmodeus tersenyum,


"Tenang tante, saya adalah entitas yang berbeda, saya mengalami proses jatuh cinta yang alami kepada Erina, dan tidak akan meninggalkannya sampai kapanpun"


"Semoga saja kau memegang kata - katamu, meskipun....."


"Kata - kata iblis tak bisa dipercaya,


saya tahu itu"


......................


"Aaahh padahal sudah berhasil ketemu kamu, tapi kenapa cuma bisa sebentar?"


Lily merasa sedih.


Asmodeus mendekatkan diri ke Erina dan Lily.


"Tenang, aku akan berusaha supaya kalian tetap bisa bersama terus"


"Apa yang kamu coba rencanakan?"


"Aku akan coba bernegosiasi dengan Lucifer, kalau tidak berhasil, mungkin akan berakhir dengan cara yang lebih kasar"


"Mo.. jangan ah, serem"


................


Matahari mulai terbenam, seketika cuaca menjadi teramat panas seperti terbakar, cahaya meredup, awan hitam mulai berputar mengelilingi cahaya bulan yang terlihat sedang menuju proses menjadi purnama.


Kobaran api berwarna jingga muncul di dalam pondok dan mengejutkan semuanya.


"Haloo.. halo semuanya, bonjour"


Lucifer datang memakai setelan jas putih terang, sosoknya seolah seperti seorang malaikat.


Semua orang di ruangan menatapnya dengan tegang dan penuh emosi


"Aku datang untuk memperbaiki


keseimbangan alam semesta"


"Cuih"


Asmodeus membuang ludah.


"Hahahaha.. tenang, sebelum kalian


terbawa emosi, a**ku mau menyapa para kerabatku yang sudah lama tidak kutemui,


Landra Vigalsa, keturunanku yang ke tujuh,


Lily Everglade, istriku yang ke enam ratus,


dan Erina Muriella Morningstar, keturunanku yang paling spesial**"


"Huh, aku tak sudi memakai nama belakangmu"


Erina berkata dengan ketus.


"Tidak - tidak.. tak masalah, karena semua akan segera berakhir juga"


Lucifer memicingkan matanya.