My Heart From Hell

My Heart From Hell
New Adventure



"Jadi...soal menetralkan kekuatan itu, apakah kau setuju dengan ide Asmodeus?" tanya Succubus


"Biar bagaimanapun itu adalah tubuhmu, kau punya hak ingin melakukannya ataupun tidak" Lily menambahkan


"Sebenarnya aku punya dua pemikiran, aku ingin melatih agar tubuhku terbiasa dengan kekuatan ini, jadi kapanpun aku membutuhkannya aku bisa menggunakannya, tapi di satu sisi....aku juga tidak ingin mengemban sesuatu yang tanggung jawabnya begitu besar"


Erina menjadi galau


"Tapi...kalaupun harus pergi, aku ingin menjalaninya sendiri, tidak ingin merepotkan siapapun"


"Mana mungkin nak, kamu jadi begini kan gara - gara mama juga, jadi mama akan menemanimu"


ucap Lily dengan tegas


"Bukan salah mama, tapi memang karena setiap manusia punya takdirnya sendiri - sendiri bukan?"


"Iya..tapi tetap saja, biarpun kamu melarang, mama tetap akan ikut"


"Baiklah ma.." Erina memeluk Lily


"Aku juga ikut karena aku sudah mengabdikan diri padamu" ucap Succubus


"Sebenarnya kenapa kau jadi begitu? bukankah nanti Lucifer akan marah?"


Succubus nampak berfikir


"Ehmm..entahlah...aku hanya merasa bisa mendapatkan tempat yang lebih baik kalau bersamamu, jadi aku tak peduli lagi"


Erina tersenyum, Succubus malah menjadi salah tingkah.


Landra tiba - tiba mengangkat tangannya


"Aku tidak ikut, rasanya sudah cukup lelah"


"Iya..kau dirumah saja nenek tua" Succubus mencibir


"Landra, hidupmu sudah cukup panjang, beristirahatlah mulai sekarang" lanjut Lily


"Iya..aku tidak akan memperpanjang usiaku lagi, karena aku sudah bertemu Erina"


Erina yang menjadi sedih langsung memeluk Landra "terima kasih banyak untuk bantuannya ya nek"


"Kau benar - benar suka memeluk ya" ucap Succubus


"Iya..kalau memeluk rasanya menjadi nyaman"


...----------------...


Keesokan harinya, semua orang berkumpul di meja makan besar Alexei, mereka sarapan mewah selayaknya bangsawan rusia.


"Waah sarapan ini membuatku ingin langsung makan siang" ujar Behemoth yang terlihat paling lahap saat makan


"Jadi..apakah Erina sudah memutuskan siapa saja yang akan ikut denganmu?" Alexei membuka topik


"Tentu saja aku ikut, karena perjalanan ini butuh lelaki yang kuat" Damien langsung mengajukan diri


"Hihi..aku sebenarnya tidak ingin merepotkan siapapun, tapi ya karena sudah terlanjur begini. Aku akan mengajak mama dan Succubus, biarkan Landra beristirahat. Lalu kalau prianya, tentu saja Damien sang penjaga boleh ikut. Lalu pak Behemoth bukannya sepaket dengan Succubus?"


"Sudah pasti, aku kan penjaganya Sue" Behemoth mengedip ke Succubus


"hih, memangnya aku anak kecil"


"Sebentar" Alexei mengangkat tangannya


Semua menoleh ke Alexei


"Aku juga ikut"


"Haaa...??" semua orang terkejut


"Kenapa kau mau ikut? bukankah kau sangat sibuk disini?" tanya Erina


"Tidak juga, bisnis dan semua urusanku disini bisa ditangani oleh anak buahku. Lagipula, ratusan tahun berada di tempat ini membuatku sangat bosan, aku menantikan waktu bertualang menuju ke tempat yang belum terjamah"


"Wah ini diluar dugaan, tapi aku senang kalau saudaraku mau membantu"


"Tenang, aku tidak merepotkan, tapi justru akan membantumu kok"


"I know"


"Nah sekarang, kita harus mulai darimana?" Damien bertanya


"Kalau yang aku tahu, kunci gerbang yang diberikan itu ada petunjuknya" ucap Lily


Erina mengambil kunci yang dititipkan oleh Asmodeus, kunci itu besar, berwarna emas dan memiliki beberapa permata berwarna merah dan hijau.


"Harus diapakan kunci ini ya?" Erina bingung


Semua orang diam dan berfikir, akhirnya mereka mencoba berbagai cara. Kuncinya ditaruh di tengah kemudian diputar, dilempar ke udara, dicelupkan ke dalam air, digoyang - goyangkan, dipendam dalam tanah, ditiup, bahkan dibanting. Tidak ada yang menimbulkan reaksi apapun.


"Aahh membingungkan" Erina menaruh kunci itu dengan posisi berdiri di tengah meja makan secara tak sengaja.


Tiba - tiba kunci itu mulai bergetar dan bercahaya, semuanya pun kaget.


Kunci itu memancarkan cahaya dari batu permatanya dan mulai memproyeksikan gambar di atas meja makan Alexei seperti sebuah peta tiga dimensi.


"Waahh hebat, rupanya begitu caranya" Erina berdecak kagum


Di peta tersebut nampak jalan menuju kesana, dan visualisasi tempat - tempat yang harus mereka lalui, namun itu sangat cepat.


"Gila..tempat - tempat itu tak masuk akal, apa semuanya ada di bumi? itu lebih mengerikan dari neraka" Behemoth terheran


Lalu peta itu memproyeksikan gambar dimana tempat mereka harus mulai, sebuah hutan belantara.


"Apa itu hutan amazon?" Lily bertanya


"Ya, itu pedalaman amazon, kalian harus mulai dari sana" Landra menambahkan


"Oke, kita akan kesana dengan cepat" Alexei bergegas menghubungi anak buahnya


Damien berfikir sebentar "Tunggu, bukankah jumlah yang pergi harus ganjil?"


"Iya..kalau tidak salah begitu kata Asmodeus" tambah Behemoth


"Aku yakin tak ada yang mau dikurangi, jadi sebaiknya kita cari satu orang tambahan" usul Erina


"Siapa temanmu yang bisa diajak?" tanya Damien


"Entahlah...di Jakarta, temanku hanya Clara, mana mungkin tiba - tiba mengajak dia"


Succubus memegang dagunya lalu melihat ke atas "Aku ada ide, seseorang yang bisa berguna meskipun dalam wujud manusia"


"Siapa itu?"


"Leviathan, dia adalah perenang yang sangat handal"


"Hmm..ah tapi mana mungkin...kita harus memikirkan nama lain"


"Kata siapa tak mungkin?" mendadak Leviathan muncul di tengah - tengah mereka, semuanya terkejut tak menduga


"Hee?? kok kau bisa tahu? nguping ya?" Erina langsung bertanya


"Iya..sialnya, lagi - lagi pacarmu itu meminta bantuanku untuk hal - hal yang membuat repot seperti ini"


"Tapi kau setuju saja?"


"Begitulah"


"Lalu bagaimana dengan tugasmu di akhirat?"


"Aku memang jarang ke akhirat, aku lebih banyak di laut, laut lebih menyenangkan untuk membuat manusia saling menjerumuskan"


"Ah, pasti kau yang membuat Titanic tenggelam ya?" Erina bertanya secara random


"Hmm..itu agak sulit dijelaskan, pokoknya aku bersama Poseidon dan juga Neptune hanya bertaruh itu akan menabrak atau tidak"


"Lalu..siapa yang menang?"


"Aku..makanya aku bisa menguasai sebagian besar samudra atlantik"


"Hmm..bertaruh atas kemalangan orang lain"


"Ya namanya juga iblis"


"Oke itu tak penting sekarang, tapi, memangnya kau mau ikut dengan kami?"


"Tidak masalah"


"Meskipun harus menjadi manusia?"


"Yup"


Akhirnya sudah diputuskan, tujuh orang akan pergi, dan semua akan membagi tugas masing - masing, Damien membuat catatan kecil.



Erina: Yang harus dijaga


Damien: Pengawal pertama


Alexei: Bagian transportasi & akomodasi


Leviathan: Bagian angkat berat & yang berhubungan dengan air


Lily: Bagian Obat & kesehatan


Succubus: Pengawal kedua


Behemoth: Pengawal ketiga



"Okee...jadi kurang lebih aku adalah porter?" Leviathan melihat catatan itu dengan wajah yang sebal


"Begitulah, apa ada yang protes?"


"Sepertinya sudah cukup sesuai, terima kasih Damien"


Alexei keluar dari ruangan kantornya "Oke, besok kita bisa langsung berangkat? jet pribadiku sudah siap"


"Hei..bukankah kita yang masih astral ini bisa langsung pergi saja?" tanya Behemoth


"Ah benar juga, yasudah kalian duluan saja, nanti aku, Alexei, dan mama akan menyusul kesana"


"Sebenarnya...kalian tidak perlu repot - repot" ucap Leviathan


"Kenapa memangnya?"


"Dengan kekuatanku, kita semua bisa menembus ruang dan waktu dalam sekejap"


"Woaah..seperti pusaran di laut itu ya? itu agak pusing dan basah sebenarnya" Erina mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu


"Tidak - tidak, yang ini kujamin lebih praktis dan tidak pusing, hanya saja...mungkin agak sedikit bau"


"Hmm..bau tidak terlalu masalah sepertinya, tapi bagaimana caranya?"


"Besok akan kutunjukkan caranya di dermaga, Alexei, kau cancel saja jet pribadimu yang memakan perjalanan selama hampir delapan belas jam itu"


"Ah apa kau yakin? jet pribadiku sangat nyaman lho, ada makanan dan minuman yang enak juga"


"Ya, perjalanan ini akan memakan waktu kurang dari lima menit"


"Baiklah aku setuju" kata Erina


...----------------...


Esoknya, mereka semua telah membawa tas, koper dan persiapan lainnya, kemudian berkumpul di dermaga.


"Nah Levi...sekarang tunjukkanlah caranya"


"Oke..."


"Haaaahhh...apaa!??" semua orang terkejut