My Heart From Hell

My Heart From Hell
Psychological Test



Alexei terus berjalan meski tak tentu arah


Pandangan dan pikirannya kosong


Kelaparan


Kehausan


Ia tak peduli, karena tubuhnya memiliki sistem untuk regenerasi. Meskipun jika tak makan sama sekalia Ia tetap akan mati


Di tengah gurun itu, mulai nampak beterbangan empat sampai enam ekor burung pemakan bangkai di atas kepala Alexei


"Hei, kalian pikir aku akan menjadi bangkai?!"


Teriak Alexei


"Cih, meskipun jadi bangkai aku tak sudi untuk dimakan oleh burung"


Setelah beberapa lama, Ia melihat sebuah lubang yang sangat besar di tengah hamparan pasir


"Wow, ini pasti lubang neraka!" pikirnya


Alexei duduk di dekat lubang itu, Ia memikirkan apa yang sekiranya akan dilakukannya, mengorbankan dirinya dengan masuk ke lubang, atau tetap berjalan sampai menjadi bangkai, keduanya bukanlah pilihan yang sulit, karena akan berujung pada dua hal yang kurang lebih sama, yaitu kematian.


"Sepertinya kalau masuk kesini lebih cepat matinya, lagipula lebih adem di dalam daripada diluar sini. Baiklah!"


Alexei telah membuat keputusan


Ia menjatuhkan diri ke dalam lubang


Alexei tak menyadari berapa lama Ia terjatuh, lubangnya seperti memiliki kedalaman berkilo - kilometer


Alexei tak sadarkan diri beberapa saat


Ketika membuka matanya, Ia berada di tempat yang seperti kerajaan mesir kuno



Muncul seseorang yang berjalan dari ujung lorong. Itu adalah pria yang memakai pakaian jubah putih panjang dan sandal dari kulit


Terjadi pembicaraan antara mereka berdua


"Selamat datang wahai pendatang...ah terdengar aneh...tapi sudahlah"


"Ini..apa ini di mesir?"


"Oh, bukan...ini hanya visualisasi saja, aku suka dengan tampilan mesir kuno"


"Apakah anda penguasa disini?"


"Ya bisa dibilang begitu, disini aku bisa berbuat sesukanya"


Pria itu mendekati Alexei


"Woah, rupanya kau keturunan iblis putih, menarik juga"


"Aku tidak tahu harus bagaimana di tempat ini"


"Bukankah tujuanmu untuk mendapatkan kekuatan?"


"Tidak, aku hanya menemani saudaraku"


"Saudara?"


"Iya, keturunan ke 666 dari iblis putih"


"ASTAGA! Itu saudaramu? mau apa dia kemari? kekuatannya sudah lebih dari cukup bukan?"


"Dia..ingin menetralkan kekuatannya"


Pria itu melongo, kemudian tertawa


"Ahahahahaahahahhahaha"


"Kenapa tertawa?"


"Aku baru mendengar hal sebodoh itu, mana ada orang yang mau menetralkan kekuatannya, itu fasilitas paling tak laku yang ada disini"


"Tapi, begitulah kenyataannya, dia tak ingin hidup dengan kekuatan itu"


"Hmm..sangat menarik, tidak. Terlalu menarik"


Pria itu tersenyum licik


Alexei merasa ada yang aneh dengan pria itu


"Kau sendiri? apa kemampuan yang kau miliki?"


"Aku keturunan vampir"


"Aaahh..regenerasi yang bagus ya"


Alexei mengangguk


"Begini, aku akan merubah ke wujud asliku, lalu kita akan membicarakan bisnis"


"A..apa yang akan kau lakukan?"


Pria itu berjalan ke tengah ruangan, kemudian tubuhnya dilalap api


Alexei terkejut


Dari balik api tersebut muncul sesosok makhluk yang seperti iblis, dengan tubuh yang terbuat dari lahar panas


"Perkenalkan, namaku Ifrit, sang iblis api"


Alexei menelan ludah


"Bu..bukankah astral tak bisa berada di dunia ini?"


"Kata siapa? kalau menjadi penguasa disini kau bisa melakukan apapun. Nah, karena kau orang yang beruntung datang kesini, aku akan memberikanmu sebuah penawaran, kau tak perlu pergi jauh - jauh ke menara, kau bisa mendapatkan kekuatan dari tempat ini"


"Kau yakin? apa sudah cukup dengan memiliki kemampuan regenerasi dan uang yang banyak? itu semua akan sirna pada waktunya"


Alexei nampak berfikir


"Aku melihat kau sebenarnya memiliki fisik yang lemah dan penyakit bawaan yang kau tutupi terus menerus bertahun - tahun. Lalu kau memutuskan membantu saudaramu karena sebenarnya memiliki tujuan lain kan?"


"Ti..tidak"


"Ayolah kau harus jujur pada diri sendiri, kau selama ini mencari makna hidup kan? apa yang membuat hidupmu bisa berarti, karena kau sangat kesepian hidup di kastil itu"


Alexei menunduk dan tersenyum


"Ya..perkataanmu memang tak ada yang salah"


"Tentu saja aku tidak salah, aku adalah Ifrit sang iblis merah"


"Apa yang akan terjadi jika aku mendapatkan kekuatan?"


"Ya sangat banyak dong! kau akan menjadi keturunan terkuat, lalu kau bisa melakukan apapun yang diinginkan, dan tak perlu lagi merasa kesepian"


"Tidak kesepian lagi sebenarnya sudah cukup bagiku"


"Kalau menjadi orang terkuat, bahkan kau bisa menciptakan keluarga yang selama ini kau dambakan"


"Benarkah!?"


"Aku tidak bohong"


"Baiklah, tapi pasti akan ada yang akan direnggut dariku kan?"


"Ya tentu, semua akan ada konsekuensinya"


"Apa itu kira - kira?"


Ifrit berfikir


"Kebebasan mungkin"


"Kebebasan?"


"Iya, kalau kau mendapatkan kekuatan lalu menjadi penguasa disini, kau bisa mendapatkan apapun, namun ya....kau harus tetap disini seumur hidupmu"


Alexei terdiam


"Bagaimana? cukup mudah kan? punya kekuatan, tidak kesepian, menjadi penguasa, lalu cuma harus tinggal di tempat ini saja, menurutku ini best deal"


"Aku tak yakin"


"Hei, hidup ratusan tahun sebagai manusia tak ada apa - apanya dibandingkan dengan ini, kau tak akan merasa bosan"


Meskipun Ia keturunan vampir dan iblis, namun Alexei tahu untuk tidak terhasut ke dalam perangkap iblis


Namun hatinya yang hampa setuju untuk mengatakan bahwa ini adalah jalan dari tujuan hidupnya selama ini


"Baiklah"


"Oh waw, cepat sekali, baik nanti akan ada urusan surat menyurat, tapi itu nanti saja"


"Sekarang aku harus apa?"


"Ada beberapa tes dan ujian"


"Aku siap!"


"Jangan belagu, aku tahu kau lapar dan haus"


Ifrit memunculkan satu set makanan mewah di depan Alexei


Tanpa pikir panjang, Ia langsung melahap semua yang ada di depannya


Ifrit tersenyum


"Oke waktu makan selesai!"


Muncul sebuah tombak kayu dengan ujung yang terbuat dari batu runcing di depan Alexei


"Gunakan itu untuk melawan apapun yang muncul di hadapanmu!"


Alexei mengambil tombak tersebut, kemudian berkata dalam hati "Mulai sekarang, aku tak akan lari lagi"


Ia mengingat - ingat perjalanan hidupnya beberapa ratus tahun terakhir, Ia selalu menghindar dan bersembunyi dari berbagai kasus yang menimpanya


Namun sekarang Ia bertekad menyelesaikan apapun yang diberikan di hadapannya


"Wahai Alexei Stanislav, keturunan ke tiga belas dari Lucifer Morningstar, penguasa kastil Vasilievskoe, dan pengabdi keabadian. Mulai kini kubukakan jalanmu untuk menambah gelarmu..."


Ifrit menghilang, dan muncul cahaya di ujung lorong tempatnya berada


Tiba - tiba ribuan ekor anjing hitam buas berlari ke arahnya kencang


Alexei tak sempat berfikir, Ia mengarahkan tombaknya dan mulai menumpas anjing - anjing yang mendekatinya


Lalu muncul sosok pria besar dengan wajah seekor anjing hitam, tubuhnya dibalut pakaian berwarna emas dan bersenjatakan tombak berwarna emas


"Perkenalkan, aku Anubis, aku akan menjadi mimpi burukmu yang pertama"


Alexei menyeringai


"Mimpi buruk? Huh! kurasa tidak!"


Ia menggerakkan tombaknya dengan gesit, meskipun anjing - anjing itu menggigitnya, Ia bisa menyembuhkan lukanya dengan cepat


Beberapa anjing yang melompat berhasil merobek bajunya, bahkan mengambil kalung jimat yang dipakainya, namun anjing - anjing itu ditusuknya dan dibelah menjadi dua


"Lihat saja Anubis, kau yang akan mengalami mimpi buruk!"


Alexei berkata sambil memicingkan matanya, pandangan matanya berubah menjadi seperti seekor hewan buas


Anubis menjadi gentar melihat tatapan Alexei.