
Sepuluh menit yang lalu
"Jadi..apa yang akan kau lakukan?" Damien penasaran
Leviathan berdiri di pinggir dermaga, yang lain di belakangnya
"Kalian semua menjauhlah" perintah Leviathan
"Aku jadi ngeri, kira - kira dia mau ngapain ya?"
Lily menjadi gemetar
Leviathan melompat ke laut
Tak terjadi apa - apa
Semua saling melihat satu sama lain
Tiba - tiba
Muncul makhluk raksasa dari dalam laut, Itu seperti dinosaurus yang hidup ratusan juta tahun yang lalu.
Makhluk yang berleher panjang, dan memiliki rahang yang besar itu langsung mendekat ke Erina dan kawan - kawan, mereka panik
"Aaaaaakkhh.."
"Masuklah.." terdengar suara besar yang mirip seperti suara Leviathan
"Apa!? masuk kemana?" Erina bingung
"Masuk ke mulut ini" makhluk itu menganga lebar di depan mereka
"Hah!? apaaa?" semuanya terkejut
"Uuhh tahu gitu aku tetap naik jet saja" Alexei menyesal
Semuanya agak merasa jijik karena mulut makhluk itu yang agak bau, tapi akhirnya semuanya naik juga
"Tenang ini tak akan lama, pegangan!" kata makhluk itu
'Byuuurr..' Ie menyelam ke kedalaman
Lima menit berlalu
Semuanya sudah berada di tepian sungai Amazon
"Bagaimana? cepat kan?" tanya Leviathan
"Ya..cepat tapi bau" ucap Succubus yang merasa jijik
"Persis seperti yang kukatakan kan? lagipula aku sudah jarang makan jengkol dan pete, jadi tak begitu bau"
Mereka pun bersiap - siap untuk menelusuri hutan Amazon yang begitu rimbun
Beberapa saat kemudian, muncul seorang pria dari pondok kecil, yang sepertinya merupakan penjaga wilayah sana, Ia bertanya mau kemana mereka, apakah sudah memiliki izin, dan sebagainya, dalam bahasa portugis.
Karena tak tahu mau berkata apa, Erina langsung mengeluarkan kunci gerbang yang Ia bawa, kunci itu bercahaya berwarna biru
Sang pria langsung terkejut dan menyembah dan bersujud, Erina jadi bingung
"Levi, aku harus bagaimana?"
"Sepertinya yang memiliki kunci itu hanya orang - orang terpilih, sekarang kau adalah orang terhormat bagi penduduk sini"
"Oke pak, jika kau tahu benda ini, sekarang saya harus kemana?" Erina bertanya menggunakan bahasa Indonesia
"Oh baik nona, selamat datang di desa Nerguru, perkenalkan nama saya Hector Manuel, saya adalah penduduk disini yang bekerja sebagai pemandu wisata, namun...bisa juga menunjukkan jalan untuk orang - orang yang ingin mencari kekuatan, dan nona sepertinya sangat spesial, jadi kami akan memberikan perlakuan khusus"
"Perlakuan khusus?"
Mereka bertujuh dipersilahkan masuk ke dalam gubuk kayu kecil yang reyot yang mungkin hanya muat untuk dua orang. Namun D
di dalam gubuk itu terdapat pintu di lantai, menuju ke ruang bawah tanah
"Na..kalau kita mau dibunuh gimana ini?"
Lily sudah ketakutan
"Tenang ma..disini banyak yang kuat - kuat" Erina menunjuk Leviathan, Damien, dan Behemoth
"Memangnya aku nggak kuat?" Alexei menunjuk dirinya sendiri
"Kalau kau kan kuat secara finansial" jawab Erina
"Hmm..baiklah itu bisa diterima" Alexei mengangguk
Semuanya masuk satu per satu ke dalam ruang bawah tanah yang gelap, lalu Hector menyalakan lampu yang remang - remang. Ruangan itu besar, lebih besar daripada gubuk diatasnya. Di depannya ada meja besar dan lampu yang menyinari di tengahnya. Di meja itu terdapat peta, mirip peta dunia namun berbeda.
"Maaf sebelumnya jika tempatnya kurang nyaman, tapi karena ini tempat yang tidak boleh diketahui orang banyak jadi kami menyembunyikannya"
"Apakah pergi ke menara itu hanya bisa dari tempat ini?"
"Tentu tidak, ada sebelas pos yang tersebar di seluruh penjuru bumi, dan tergantung kepada gerbang itu sedang membuka dimana, kalau terbuka di pos antartika, mungkin kalian akan lebih kesulitan, tapi untungnya tahun ini ada di amazon"
"Apa banyak orang yang datang untuk mencari kekuatan?"
"Yaa..kira - kira kurang dari dua puluh orang dalam setahun"
"Siapa sebenarnya yang membangun fasilitas ini?"
"Kalau itu saya tidak bisa menjawabnya, karena saya hanya diberikan pekerjaan ini secara turun temurun dari nenek moyang saya"
Hector melihat kunci gerbang itu
"Kunci itu...selama saya bekerja, belum pernah saya melihat orang yang membawa itu, tapi sudah diceritakan turun temurun bahwa orang yang membawa kunci berarti orang istimewa yang berhubungan erat dengan dunia gaib. ah ngomong - ngomong, kalian hanya bertiga saja? yang datang berbondong - bondong saja biasanya hanya menyisakan satu atau dua orang"
"Ah..kami bertujuh kok"
"Hoo..apa sisanya adalah makhluk astral?"
"Iya.."
"Nanti semua astral akan menjadi manusia biasa saat memulai misi ini"
"Baiklah"
Hector berjalan lalu mengeluarkan sebuah kotak yang terbuat dari kayu dilapisi kulit hewan, kemudian Ia mengeluarkan sebuah guci berbentuk piala, terbuat dari batu giok
Hector menaruh guci itu di tengah meja
"Nanti, kalian semua harus memegang guci ini secara bersamaan, lalu kalian akan berpindah ke dunia yang berbeda dengan disini"
"Apakah itu dimensi yang sama dengan tempat tinggal astral?"
"Tidak, sebenarnya itu masih di dimensi yang sama, hanya saja ada di sisi yang berbeda"
Erina tak memahami maksud Hector
"Aku tahu, itu adalah dunia di bagian dalam bumi, bagian yang bahkan para astral tak mengetahuinya, biasanya dihuni oleh makhluk - makhluk yang dulunya pernah atas di atas bumi, dan perputaran waktu disana sangat berbeda" Leviathan menjawab kebingungan Erina
"Hmm..sepertinya agak menakutkan ya" Lily memeluk Erina
"Hei! bukankah kau ini mantan dewi ilmu sihir, tapi kenapa kau penakut sekali?" Succubus jengkel
"Ngg..sudah lama aku tak menjadi dewi, aku hanya ingat saat tertidur lama dan tak berdaya"
"Tenang mama..aku pasti akan melindungi mama dengan kekuatanku"
"Rrggh..sepertinya akan menjadi beban jika membawanya ikut"
"Ayolah Sue, jangan seperti itu, kami hanya ingin bersama kali ini"
"Ya baiklah, berarti yang harus dilindungi adalah Lily bukannya Erina"
Hector memberikan sebuah benda kecil seperti jimat yang bisa dikalungkan
"Pakailah ini.."
"Untuk apa ini pak Hector?"
"Nanti ketika berada di belahan dunia lain, saking beratnya kalian bisa melupakan sisi diri kalian yang sebenarnya, bahkan kalian bisa membunuh satu sama lain, Benda ini dibuat khusus oleh kakekku untuk mencegah hal itu terjadi"
"Jadi ini jimat untuk membuat kitantetap waras?" tanya Alexei
"Yup kurang lebih seperti itu, karena itu hal yang sangat penting, kebanyakan orang gagal karena hal itu"
"Apa ini benda spesial yang kau bicarakan?"
"Betul, benda ini hanya ada enam buah saja, kata kakek hanya bisa diberikan kepada yang terpilih"
"Enam?"
"Iya, hanya sisa enam"
"Apakah sebelumnya ada yang pernah mendapatkannya juga?
"Dulu ada tiga lagi, tapi oleh kakek dan ayahku sudah diberikan kepada orang lain"
"Kami ingin berdiskusi dulu ya"
"Baik silahkan, tapi kalian harus berangkat sebelum matahari terbenam"
Mereka bertujuh berkumpul untuk membicarakan masalah jimat ini
"Karena ada enam, ada satu orang yang tak dapat"
"Akan ada satu orang yang dikorbankan menjadi gila?"
"Hei..jangan bicara seperti itu!"
Semua terdiam saling melihat satu sama lain
Leviathan mengangkat tangannya
"Aku tidak usah saja, lagipula emosiku stabil"
"Ah..aku saja, lagipula peranku tak begitu penting" ucap Behemoth
"Tidak, harus aku. Karena aku adalah tameng dari perjalanan ini, jadi aku bersedia dikorbankan jika terjadi sesuatu" kata Damien
"isshh..apa sih cowok - cowok ini ingin terlihat keren semua" Succubus sensi
Alexei hanya diam
Lily menggenggam tangan Erina "Mama bersedia kok tidak memakai jimat itu, yang penting sudah bisa bersamamu"
Erina merasa kesal "Hei cukup, tak satupun yang ada disini akan dikorbankan atau apapun itu, semuanya harus kembali dengan selamat"
Erina memakaikan jimat itu kepada semuanya kecuali dirinya
"Nak..mama tak suka ini"
"Sudahlah ma..aku mengikuti kata hatiku saja, tak boleh ada yang protes!" Erina mengacungkan jari telunjuknya
Semua terdiam
"Pak Hector, kami sudah selesai berdiskusi"
"Baiklah, satu hal lagi, jika kalian ingin tahu arah jalan yang benar, perhatikan kunci itu. Jika berwarna biru berarti arahnya benar, jika merah berarti salah, kalau kuning berarti ada bahaya"
"Baik pak"
"Sekarang kalian semua peganglah guci ini bersamaan, kalian akan memasuki tempat yang belum pernah kalian tahu, bersiaplah untuk apapun"
Erina, Lily, Damien, Succubus, Leviathan, Behemoth, dan Alexei memegang guci itu bersamaan
Guci itu mulai bercahaya dan di sekitar mereka datang angin ribut
Hector berpegangan karena goncangan yang begitu dahsyat
"Ah..ini tak seperti yang sebelum - sebelumnya"
Semua astral muncul sebagai wujud manusia, kemudian mereka semua menghilang seolah masuk ke dalam guci itu.