My Heart From Hell

My Heart From Hell
Succubus



Alam astral ribuan tahun yang lalu.


Penghuninya adalah astral generasi pertama, termasuk iblis yang pertama diciptakan, seorang titan merah bernama Alshaytan, atau akrab dipanggil Satan.


Satan yang merasa superior, memiliki tahtanya sendiri dalam dunia astral. Ia memandang rendah astral lain yang lebih rendah dibanding dirinya.


Bahkan Ia mampu memakan astral keturunan titan lain seperti jenis Buto atau Genderuwo demi meningkatkan kekuatannya.


Belum cukup meresahkan, suatu hari Ia terfikirkan sesuatu dengan tujuan memperluas kekuasaannya.


Karena Ia menjadi satu - satunya iblis yang memiliki tugas besar untuk menggoda manusia, maka Ia merasa akan sangat kerepotan jika jumlah manusia semakin banyak.


Oleh karena itu Ia berencana untuk membuat keturunannya, dengan ritual menggandakan diri menggunakan unsur api yang berasal dari dirinya.


Terciptalah lima orang iblis keturunan langsung dari Satan, mereka semua sangat kuat dan bisa mengemban tugas berat apapun yang diberikan.


Salah satu tugasnya adalah dengan membuat keturunan dari masing - masing. Namun persyaratannya adalah semua harus laki - laki, karena laki - laki lebih stabil dan kuat dalam berbagai hal, menurut Satan.


Namun.


Setelah ratusan iblis merah melakukan ritual membuat keturunannya, ada satu yang muncul dengan tak terduga.


Seorang iblis merah perempuan.


Ketika ayah dari iblis wanita itu mengetahui anaknya adalah seorang perempuan, Ia menjadi sangat panik.


"Bagaimana ini? kenapa anak ini perempuan?"


"Wah, kok bisa? apa kau merapalkan mantranya dengan benar?", ucap salah satu iblis yang juga sedang melakukan ritual.


"Benar kok, aku tak tahu mengapa ini bisa terjadi"


"Pasti kau melakukan sebuah kesalahan, cepat buang dia, atau musnahkan saja"


"Ah, apa tak bisa membalikkan ritualnya ya?"


"Tak bisa, kau harus memusnahkannya atau membuangnya sebelum dilihat oleh pengawas"


"Gawat, pengawasnya sudah mengarah kemari"


"Cepatlah!, nanti kesadarannya keburu masuk dan kau akan lebih repot lagi"


"Baiklah"


Proses ritual ini, awalnya hanya menggunakan duplikasi dari tubuh sang perapal, lalu ketika kesadaran atau jiwa yang beterbangan masuk secara acak, harus langsung diberikan doktrin agar mereka menjadi makhluk yang patuh untuk melakukan apapun yang disuruh oleh pembuatnya.


Namun sebelum proses itu selesai, kesadaran telah masuk ke dalam tubuh perempuan itu, dan Ia telah menjadi makhluk hidup dengan pemikirannya sendiri.


Perempuan itu membuka matanya, melihat pria di depannya dan tersenyum.


"Ayah!" Ia langsung memeluk pria itu dengan penuh cinta.


Pria itupun sangat bingung dengan situasi tersebut.


Lebih parahnya lagi, ada seorang pengawas yang melihat kejadian itu.


"HEI! KAU BODOH YA!?"


"Ma..maafkan saya"


"KERAJAAN SATAN TAK MEMBUTUHKAN MAKHLUK SEPERTI ITU!"


"Saya, akan bertanggung jawab"


"KAU AKAN MENDAPATKAN HUKUMAN KARENA TELAH MEMBUAT SESUATU YANG DAPAT MENGGOYAHKAN KERAJAAN INI"


"Kenapa? ada apa?", perempuan itu bertanya dengan polos.


Sang pengawas membawa mereka berdua lanhsung ke hadapan Satan si singgasananya.


"Tuanku, izinkan hamba melapor?"


"Ada apa Bael?", Satan bertanya dengan menghadap ke tempat lain.


"Orang ini, telah membuat sesuatu yang sangat dilarang untuk ritual penting ini"


Satan memutar kursi singgasananya.


"Wah..wah..wah, kau membuat seorang perempuan?"


"I...iya tuan, maafkan hamba, hamba tak sengaja"


"Siapa namamu?"


"Agares tuan"


"Agares, kau bahkan adalah tingkat ketiga dari lima keturunan pertamaku, tapi kenapa kau begitu mengecewakan?"


"Maafkan hamba tuan", Agares terus menunduk dan meminta maaf.


"Aku tak mengharamkan adanya perempuan di kerajaanku, sebagai selir pun tak masalah. Tapi keturunanku? keturunanku haruslah murni dan berkeinginan kuat, seorang Satan yang bisa melibas apapun di depannya"


Perempuan yang baru lahir itu hanya celingak - celinguk karena tak memahami situasinya.


"Dan kau bahkan tak mendoktrin pikirannya? dia punya pikirannya sendiri? astaga"


Agares sudah lemas dan tak mampu berkata - kata lagi.


"Tapi dia cantik, kasihan juga kalau di dimusnahkan. Baiklah, aku akan mengusirnya saja dari kerajaan ini, biarkan dia menjalani hidupnya sendiri tanpa bayang - bayangku"


Satan mendekatkan wajahnya ke perempuan itu.


"Setiap kesadaran dilahirkan dengan sebuah nama, lalu siapa namamu nak?"


"Succubus, Succubus Marionetta"


"Baik, Succubus. Sekarang dengan ini aku resmi mengusirmu dari kerajaan Satan, karena kau adalah sebuah kesalahan, kami tak membutuhkan yang sepertimu disini, semua fasilitas yang ada disini bukanlah milikmu, hiduplah sendirian diluar sana".


"Ke..kenapa begitu tuan? apa salahku?"


"Kau sendiri adalah kesalahan yang tak seharusnya terjadi, semua diakibatkan karena keteledoran pria ini"


"Ayah!"


Agares dibawa oleh para pengawal ke penjara bawah tanah untuk mengalami siksaan.


"Ayah..tidak", Succubus tak tega melihatnya ayahnya yang tak berdaya.


Satan menjentikkan jari besarnya di depan Succubus, lalu Succubus menghilang dari hadapannya.


"Oke satu masalah beres, YANG LAIN KEMBALI BEKERJA!!", perintah Satan dengan suara menggema.


Di sudut ruangan, ada seseorang yang memperhatikan semua kejadian itu. Seseorang yang tercipta tepat sebelum Succubus.


...----------------...


"Akh..sial banget, baru aja lahir ke dunia tapi langsung diusir begini", Succubus muda terjerembab ke tanah.


"Memangnya aku kenapa? kenapa tak dibutuhkan? kenapa tak berguna? padahal diberikan perintah juga belum"


"Apa aku benar - benar sebuah kegagalan?"


"Kenapa ayahku pun tidak mau mengakuinya"


"Memangnya kenapa kalau jadi perempuan di kerajaan Satan?"


Succubus yang overthinking mulai bertanya - tanya tentang eksistensi dirinya.


Dari belakang tiba - tiba ada yang datang diam - diam dan langsung mencekiknya.


"Aaakkhh...ada apa ini?"


"Kau harus mati!", ucap pria itu dengan nada penuh emosi.


"Ke..napaa...aku kan..sudah..diusir"


"Kau adalah sebuah kekecewaan bagi kaum kami"


"Kenapaa...apa...salahku.."


"Kau lahir saja sudah salah"


"Lalu??..."


"Ya...lalu...", pria itu mulai mengendurkan cekikannya.


"Uhuk..uhuk..uhuk..", Succubus terbatuk karena dicekik dengan kuat.


"Sebenarnya aku pun tak tahu kenapa", pria itu duduk di sebelah Succubus.


"Ah dasar...lalu kenapa mau membunuhku?", Succubus mendorongnya.


"Karena...yang ditanamkan di pikiranku adalah untuk mengabdi kepada kerajaan Satan, menjalankan perintahnya tanpa meragukan apapun"


"Apakah membunuhku adalah salah satu perintahnya?"


"Tidak juga, tapi katanya kau adalah sebuah kegagalan jadi...."


"Sudahlah, sepertinya kau tidak terdoktrin dengan baik juga. Siapa namamu?"


"Namaku Incubus, Incubus Mariozetta"


"Haa?? bukankah nama kita sangat mirip?"


"Iya, sepertinya kita adalah saudara kembar"


"Lalu kau mau membunuh kembaranmu ini?"


"Ya kalau memang harus"


"Aahh..kenapa harus begitu sih cuma karena masalah gender?"


"Sepertinya kau hanya hadir di tempat dan waktu yang salah"


"Ya, benar"


"Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang?"


"Ya bertahan hidup, aku baru lahir dan memiliki pemikiranku sendiri, aku juga tak tahu harus berbuat apa"


"Kalau begitu aku akan ikut denganmu"


"Heee? buat apa?"


"Ya menemanimu lah, kau kan kembaranku"


"Tadi ingin membunuh, lalu sekarang ingin menemani, kau ini bipolar ya?"


"Entahlah, namanya juga iblis"


"Benar, terlahir sebagai iblis berarti kita punya tanggung jawab besar"


"Ya, tanggung jawab untuk menjadi makhluk paling dibenci di semesta"


"Tapi, kau kan adalah seorang putra keturunan Satan yang sangat dibanggakan, kenapa malah mau ikut denganku yang serba salah ini?"


"Perasaanku yang mengatakan demikian"


"Ya terserah lah"


Mulai saat itu, pasangan anak kembar itu selalu bersama, susah, senang, sedih mereka lalui bersama.


Saat memutusukan masuk ke akademi, mereka sama - sama menyembunyikan aura mereka sebagai iblis merah sehingga tak ada yang menyadari.


Anak kembar itu memiliki kualitas sebagai iblis yang sempurna, semua nilai ujian dan prakteknya tinggi.


Sampai di waktu kelulusan, mereka dapat gelar sebagai iblis terbaik di angkatannya, dan memiliki tugas utama untuk menggoda lawan jenis dari segi hasrat seksual.


Namun mereka berpisah ketika mereka mencari tempat bekerja. Incubus yang melihat Succubus direkrut oleh Lucifer merasa iri, dan Ia akhirnya memutuskan untuk mencari jalannya sendiri.