
Emily mengingat buku yang dibacanya, lalu menjelaskan tentang Sun Wu Kong sebagai sosok astral legenda yang dulu berkuasa di dataran Cina. Setelah mendapatkan kitab suci dari barat bersama rombongannya Ia menjadi begitu kuat, dan kini Ia menguasai harta - harta dari berbagai tempat karena Ia merasa layak memilikinya.
"Wukong yang seperti di film itu?", tanya Clara sambil terkagum dengan sosok itu.
"Ya begitulah, aku memang sudah terkenal di seluruh dunia, makanya hartaku sebanyak ini"
"Kau disini karena sudah tak dipercaya oleh kaummu lagi bukan?", Asmodeus langsung mengajukan pertanyaan yang menohok.
"Huh... memangnya petinggi neraka ada kepentingan apa disini?"
"Aku sedang mencari seseorang"
"Pasti seorang wanita ya?"
"Iya"
"Rambutnya panjang?"
"Benar"
"Berwarna coklat?"
"Ah..kau tahu? dimana kau melihatnya?"
"Hihihi..tak semudah itu, kau harus melakukan beberapa hal dulu sebelum aku menjawab pertanyaanmu"
Emily berbisik, kepada Asmodeus, "Sepertinya dia hanya memancing saja, dia juga tidak tahu siapa yang dicari".
Asmodeus mengangguk, "Memangnya kau siapa? cuma astral berwujud hewan yang sudah tidak laku".
Wukong terpancing emosinya, "Aaaaarrgghh...kurang ajaar! aku adalah Monkey King! raja dari segala raja! kau harus tunduk kepada perintahku di tempat ini!".
Mata Wukong bercahaya warna putih, dan tubuhnya memancarkan aura yang tak biasa.
Emily mendekat ke Asmodeus, "Mas, kurasa memancing emosinya hanya akan memperburuk keadaan".
"Ah begitu ya, tapi aku hanya bicara apa adanya"
Wukong mencabut bulu - bulunya lalu meniupnya, dan jadilah ratusan duplikat dirinya dalam sekejap.
"Karena kalian kurang ajar, maka akan merasakan akibatnya", Wukong penuh amarah.
Clara mengangkat tangannya, "Tuan Wukong, saya kan ngefans dengan anda, saya tidak bersikap kurang ajar"
"Ah, kau perempuan yang baik. Kau sebaiknya berada di sisiku"
Clara berjalan dikawal duplikat Wukong, untuk duduk di sebelah tahtanya.
"A..apa - apaan itu?", Asmodeus heran melihatnya.
"Baiklah, sekarang kalian akan menderita sebelum bisa membawa pulang harta - harta ini!".
"Kami tak butuh harta itu".
"Cepat musnahkan mereka!", Wukong memerintahkan seluruh duplikatnya.
Para duplikat Wukong mulai menyerbu ke arah Asmodeus dan kawanannya.
Asmodeus menghunuskan pedangnya yang berelemen api, "Pak Uwo bersiaplah".
"Siap mas!", pak Uwo mengeluarkan cakar dan juga taring yang tajam.
"Kami juga akan bertarung", ucap Emily dan Dewi.
"Berlindunglah dibelakang kami!", perintah Asmodeus.
Kedua pria itu langsung menyerang dan melibas puluhan duplikat Wukong didepan mereka, karena tingkat kekuatan yang tinggi membuatnya terlihat mudah.
Pak Uwo yang tenang pun terlihat mengeluarkan sisi brutalnya jika dibutuhkan.
Genderuwo yang aslinya merupakan salah satu astral keturunan titan, memiliki tubuh berbulu yang tinggi besar dan kekuatan yang dahsyat, apalagi bagi yang sudah hidup berabad - abad lamanya.
Selayaknya gorila yang mengamuk, Ia menghancurkan apapun di sekitarnya menggunakan tangan besarnya, dan bulu - bulu panjang di seluruh tubuh melindunginya dari serangan apapun.
Duplikat Wukong yang memiliki kemampuan bela diri wushu tingkat tinggi selama ratusan tahun, tak sebanding dengan Asmodeus yang lihai berpedang. Lebih dari seratus ekor berhasil dilibasnya sendirian.
Wukong khawatir melihat kejadian itu, Ia tak menyangka lawannya sangat kuat, Ia menyuruh beberapa duplikatnya untuk menyerang kedua wanita yang terlihat lemah.
'Bletak!' pukulan tongkat itu ditahan oleh Dewi menggunakan tangannya, Emily pun terkejut.
Dewi memaparkan cahaya berkilau dan membuka sayap putihnya yang tersembunyi.
Semua orang disana terpana, Itu adalah sosok malaikat yang sangat langka untuk bisa dilihat.
"Dewi benar - benar seorang malaikat?", Asmodeus juga terpana.
"Tutup mata kalian!", perintah Dewi kepada teman - temannya.
Dalam sekejap Ia mengeluarkan cahaya dari matanya yang membuat kawanan Wukong menjadi buta.
Kawanan itu menjadi panik, termasuk Wukong sendiri.
Clara yang menutup matanya, mengintip dan menyadari Wukong asli di sebelahnya sedang rentan, Ia pun menarik pisau yang dibawanya, dan menggorok leher Wukong.
Wukong yang terkejut pun sangat sedih, "Kau..kenapa kau?".
"Maaf ya, gue cumaa suka filmnya aja".
Seketika semua duplikat yang tersisa langsung menghilang begitu saja.
Asmodeus melihat Clara yang membunuh Wukong, Dewi yang menjadi malaikat, juga pak Uwo yang telah mengalahkan banyak musuh. Ia takjub dengan fakta bahwa Ia telah mengajak orang - orang yang sangat berpotensi.
"Ini keren, hahaha..aku tak menyangka kalian semua begitu kuat, aku benar - benar tak salah pilih!", Asmodeus menjadi sangat bersemangat.
Emily hanya diam dan tersenyum simpul, Ia merasa terkucilkan karena tak bisa berbuat apa - apa.
"Terutama kau wi, apa alasanmu sebenarnya menyembunyikan sosok malaikatmu? bukankah astral keturunan malaikat sangat langka?", tanya Asmodeus.
"Iya mas, memang sangat langka...makanya saya takut"
"Kenapa takut?"
"Karena ini bisa menjadi sebuah hal yang tidak baik bagi jajaran malaikat"
"Jadi..apakah ayahmu yang seorang malaikat?"
"Benar, beliau tidak ingin perbuatannya diketahui oleh siapapun, jadi ibuku dan aku disuruh merahasiakannya, bahkan sampai dengan segel pengunci kekuatan"
"Tapi, segel itu tak berlaku di dunia bawah"
"Iya, makanya saya merasa bisa menggunakannya disini, karena katanya disini tak bisa terdeteksi dari akhirat"
"Rupanya malaikat juga ada yang kurang bertanggung jawab ya"
"Benar, terkadang sekian ribu tahun sekali, saat penciptaan malaikat, ada salah satu malaikat yang melenceng dari peraturan hidupnya, salah satu contoh yang paling terlihat adalah tuan Lucifer", Emily menambahkan.
"Pengetahuanmu memang sungguh hebat Emily", puji Asmodeus.
Emily pun tersipu.
"Tapi..karena aku bukan malaikat seutuhnya, kekuatan yang kumiliki hanya sedikit, jadi kalau pertempurannya lebih besar, entah apa bisa berguna atau tidak".
"Itu bukan masalah, kemampuan seperti apapun akan berguna di tempat ini. Lalu, Clara...apa dari awal kau memang sudah memiliki ide itu?"
"Tentu, gue sering lihat di film, tokoh yang pura - pura berkhianat, tapi menunggu kesempatan untuk membalikkan keadaan"
"Kau benar - benar suka menonton film ya"
Tiba - tiba..
'Braaakk..' terdengar suara pintu yang didobrak.
"Ayo cepat, kesini arahnya! lihat banyak harta ini, ini milikku sekarang!"
Terdengar suara seseorang yang berkelompok masuk ke ruangan itu.
Sang kapten bajak laut, Barbossa memasuki ruangan bersama kelompoknya.
Asmodeus menatap satu orang di kelompok itu, wanita berambut coklat panjang.
Wanita itu juga balas menatap, Ia tercekat, tak mampu berbicara.