My Heart From Hell

My Heart From Hell
Lily



Yunani, dua ribu tahun yang lalu.


Dewa dan Dewi di Yunani sedang mengalami perpecahan akibat Zeus sang penguasa Olympus ingin beristirahat dan memberikan sebagian kekuasaannya. Para dewa saling berusaha membanggakan dirinya agar dipilih oleh zeus.


Hades, Ares, Apollo dan Poseidon saling adu argumen di dalam kastil olympus, sedangkan para dewi hanya menontonnya dengan bosan.


Diantara sosok para dewi utama yang cantik dan elegan, Athena, Aphrodite, Artemis, Persephone dan Hera, lalu datanglah Hecate, dewi ilmu sihir yang tidak terlalu terkenal.


"Uhh..aku malas sekali datang ke pertemuan seperti ini"


Hecate bergumam


"Hei, ngapain kau datang kesini?"


Hera langsung menunjuk Hecate


"Iya, pertemuan ini khusus dewa dan dewi utama tahu"


Artemis menimpali


"Memangnya kau mendapat undangan?"


tanya Athena


Zeus bangkit dari tahtanya dan menghampiri para wanita itu


"Hei..hei..kenapa mulut kalian begitu kejam, aku mengundang seluruh jajaran dewa dan dewi, meskipun mereka berada di kelas B"


Para wanita nyinyir itu pun terdiam.


"Terima kasih kau mau datang Hecate,


dimana yang lainnya?"


"Terima kasih atas undangannya tuan Zeus, tapi sejujurnya aku dan para dewa kelas B tak perduli dengan politik kekuasaan seperti ini"


"Lalu kenapa kau sampai mau datang kemari?"


"Aku punya tujuan lain tuan"


"Apa itu?"


"Aku ingin bereinkarnasi"


Semua orang di ruangan itu yang mendengarnya terkejut


"Apa kau serius?"


"Iya tuan, beberapa ratus tahun belakangan ini aku sudah memikirkannya terus"


Para dewi langsung berkerumun membahas


hal itu


"Pasti dia sudah frustrasi banget"


"Iya, karena para dewa dewi kelas B tak punya kesempatan mendapatkan posisi di olympus seperti kita"


"Para manusia pun sudah tak perduli


dengan mereka"


Hecate adalah sosok astral yang mendapatkan posisi kelas B sebagai dewi di yunani setelah lulus dari akademi, Ia sudah biasa dengan perlakuan para dewi lain dari kelas A yang selalu merasa lebih tinggi darinya. Meskipun sosoknya cantik, namun para pria lebih mengagumi para dewi kelas A yang lebih glowing. Satu - satunya yang selalu bersikap baik adalah Aphrodite sang dewi cinta.


"Hecate, kenapa kau menginginkan reinkarnasi? itu kan proses yang berat?"


Aphrodite menghampirinya dan bertanya


"Menurutku, kemampuanku sebagai dewi ilmu sihir tak lagi berguna saat zaman semakin maju, menjadi dewi pun aku tak merasa mendapatkan sesuatu yang berarti, aku ingin menjadi manusia saja"


jawab Hecate


Zeus terlihat berfikir sejenak


"Baik kalau memang itu keinginanmu, Aku, Zeus yang diberikan kuasa untuk mengambil dan memberikan kekuatan bagi para dewa dewi dapat dengan mudan mengabulkan keinginanmu"


"Baik aku siap"


Hecate menyiapkan dirinya


Aphrodite mendekati Zeus dan berbisik di telinganya


"Baik, sesuai permintaan dari Aphrodite, kau bereinkarnasi menjadi manusia, namun jika tubuh manusiamu meninggal, kau akan kembali ke wujud astral dan mendapatkan kekuatanmu kembali, kau juga bisa memilih untuk bereinkarnasi kembali selama hidupmu"


"Woah itu lebih dari yang kuharapkan, mari lanjutkan ritualnya"


Hecate membentangkan lengannya


Zeus mengangkat tangannya dan memanggil petir dengan kekuatannya, dengan sekali sambaran petir besar Hecate menghilang.


"Sungguh pilihan yang berani"


Ucap Aphrodite kepada Zeus


"Sepertinya dia ingin menulis sejarah baru


di bumi"


Jawab Zeus seraya kembali ke tahtanya.


----------------


Dimulailah petualangan Hecate bereinkarnasi selama ratusan tahun. Kadang Ia lahir sebagai anak petani, anak nelayan, kadang anak yang tak diharapkan sehingga dibuang oleh orangtuanya. Ia benar - benar lelah karena harus menjalani kehidupan berbagai macam manusia, namun tidak ada yang seperti dia harapkan.


Sampailah Ia di zaman modern, Ia terlahir sebagai seorang anak yang tinggal di sebuah rumah mewah di kawasan Elit di Kota Vladivostok, Rusia. Ia diberikan nama Lily Everglade.


Ada pasangan yang sedang bertengkar hebat dalam bahasa Rusia, sang suami yang merupakan orang Indonesia, dan istri yang orang asli rusia. Mereka benar - benar tak sepakat untuk banyak hal, yang akhirnya diputuskan ayahnya membawa sang putri kembali ke negaranya.


Di Indonesia, Lily dirawat oleh baby sitter yang disewa oleh ayahnya. Baby sitter itu bukan orang yang paling sabar karena pekerjaan itu bukan keinginannya, Lily yang masih bayi sering dicubit olehnya ketika tidak mau makan


ataupun sering menangis.


Melihat banyak memar di tubuh anaknya, ayah Lily memecat baby sitter itu, dan mencoba untuk menitipkan Lily dirumah neneknya, di bilangan tanah abang.


"Heh? ini cucuku?"


tanya seorang wanita paruh baya dengan daster agak kumal


"Iya bu, aku harap ibu bisa bantu aku mengurusnya"


"Lah, mana bini lu yang bule ntu?"


"Kita udah cerai bu"


"Gila lu ye?! yang bener aje! makanya gua bilang, gak usa aneh - aneh make macarin yang model gak jelas begitu"


Ayah Lily yang berharap dapat bantuan malah mendapatkan omelan. Hubungan mereka ini memang kurang baik komunikasinya semenjak ayahnya meninggal. Namun meski begitu Lily tetap diurus dirumah neneknya, yang terdapat di lingkungan padat penduduk.


Ayah Lily yang bercerai meninggalkan keluarga mantan istrinya yang kaya dan kembali hidup seperti orang susah di Jakarta, Ia berusaha mencari kerja berbulan - bulan, dan Ia berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai buruh tambang.


Lily tumbuh menjadi anak perempuan yang sangat berbeda dibanding yang lainnya di lingkungan itu, kulitnya begitu putih, rambut dan matanya berwarna coklat. Kadang Ia sering diusili karena dianggap aneh oleh anak - anak kampung sebelah, namun banyak juga yang menganggapnya teman.


Ia cukup menyenangkan untuk diajak bermain, dan memiliki beberapa keahlian khusus yang membuat takjub anak - anak sebayanya, Ia mampu membuat daun - daunan menjadi makanan yang enak. Karena hal ini Ia dianggap anak titisan iblis oleh warga sekitar, warga menyuruh neneknya membuangnya, namun Ia tak tega, neneknya tetap membela cucunya itu.


Lily jarang bertemu ayahnya yang pulang empat sampai enam bulan sekali. Ia sangat kurang sosok ayah di sisinya, dan Ia suka jika banyak lelaki di dekatnya. Semakin dewasa, kesadaran Hecate mulai muncul dan mempengaruhi kesadaran Lily. Ia ingin mencoba hal - hal yang baru. Ketika berumur dua puluh, ada yang menawarinya pekerjaan sebagai wanita penghibur, dan Ia mengambil pekerjaan itu. Banyak pekerjaan yang tifak layak namun dicoba olehnya karena rasa penasaran.


Tiga tahun kemudian, Lily telah menjadi wanita penghibur kelas atas, Ia kini berada di sebuah kapal pesiar untuk menjamu tamu - tamu konglomerat dari berbagai belahan dunia.


Ada satu pria yang benar - benar menarik perhatian Lily. Pria muda tinggi, berjas dengan rambut klimis berwarna abu - abu, Ia terlihat seperti orang bangsawan Eropa.


"This is your drink sir"


Lily yang berbaju dress merah berkilau menaruh wine di dalam gelas tinggi kemudian menyerahkannya kepada pria itu.


"Ah..thank you"


pria itu mengambil gelasnya, lalu menatapnya lekat - lekat, Lily merasa canggung.


"Nama kamu siapa? sudah berapa lama kerja disini?"


Lily terkejut dengan pertanyaan itu, ternyata mereka bisa berkomunikasi dengan lancar.


"Nama saya Lily tuan, saya baru disini"


"Nice name mademoiselle, namaku Lucifiano"


pria itu mencium tangan Lily, Lily menjadi tersipu


Seperti yang diduga, mereka mengobrol, banyak minum alkohol, kemudian melakukan hubungan suami istri di dalam kamar mewah yang disewa oleh Lucifiano. Selama seminggu waktu pelayaran, mereka menjalin hubungan romantis yang tak terbayangkan oleh rekan - rekan Lily di kapal.


"Pria itu, beneran suka sama kamu? tak mungkin, dia pasti hanya ingin tubuhmu


saja kan?"


tanya salah satu rekan Lily


"Lihat ini, bahkan dia akan melamarku"


Lily memperlihatkan cincin di jarinya yang diberika Lucifiano


"Waahh..kau masih baru tapi sangat beruntung, Ia pasti sangat kaya"


"Sepertinya sehabis menikah aku akan mengelilingi dunia bersamanya"


Lily sudah berangan - angan


----------------


Setelah satu minggu, pelayaran berakhir.


Lily mencari - cari keberadaan Lucifiano, Ia tak dapat menemukannya dimanapun, rekan - rekannya mengaku tak melihatnya juga. Lily jatuh terduduk, hatinya hancur, Ia merasa tertipu. Rekan - rekannya mencibirnya di belakang.


Sesampainya dirumah, Ia merasa tak enak badan dan mulai muntah - muntah, neneknya menyarankan untuk tes kehamilan.


Dan....Lily positif hamil, namun tak ada pria yang diharapkannya disampingnya, Ia pun sering dicemooh tetangganya karena anaknya tak memiliki ayah.


Ketika kehamilannya semakin besar, mendekati hari kelahiran, banyak gejala aneh yang Ia alami, kadang perutnya terasa sangat panas, kadang seperti ada cahaya dari dalam, namun Ia tak berani mengungkap hal tersebut ke neneknya dan orang sekitarnya.


Tanpa diduga, beberapa minggu sebelum lahiran ,seorang pria bule datang ke kampung tempat tinggal Lily, Itu adalah Lucifiano. Lucifiano datang untuk meminta maaf kepada Lily, Lily yang awalnya kesal namun luluh dan memaafkannya, mereka pun berpelukan. Lucifiano berkata kepada ayah dan nenek akan menjamin hidup Lily di tempatnya sampai anaknya lahir. Ayah Lily meminta Lucifiano untuk menikahi anaknya.


Akhirnya dibuatlah pernikahan yang cukup sederhana, dihadiri orang - orang di kampung, namun tak ada keluarga Lucifiano yang hadir.


Setelah menikah mereka tinggal di sebuah rumah yang cukup bagus, Lily merasa bahagia kini, bebannya tak lagi berat karena lelaki yang diharapkannya mau bertanggung jawab. Namun....setelah sang bayi lahir.


"Selamat ya bu, anaknya perempuan, cantik"


Ucap seorang suster yang menggendong bayinya


"Aku akan menamainya...Erina, artinya wanita yang cantik, dan memiliki ketajaman, bagaimana menurutmu?"


Tanya Lily kepada Lucifiano


Lucifiano memperhatikan bayi itu dengan seksama, kemudian menjawab dengan dingin


"Terserah"


"Eh, kok gitu?"


"Karena toh kau akan mengurusnya sendiri, tugasku sudah selesai disini"


"Apa maksudmu?"


Lily mulai panik


Lucifiano tersenyum, senyumnya begitu lebar hingga nampak gigi taringnya, matanya menyala berwarna jingga.


"Selamat, kau sudah masuk ke dalam perangkap Lucifer, ahahhahahahahah"


Ia menghilang di dalam kobaran api jingga.


Lily terdiam, Ia berusaha mencerna apa yang terjadi, kemudian muncul ingatannya sebagai Hecate


"Jadi ia adalah Lucifer, dan aku sudah tertipu, padahal aku pernah bertemu dengannya di abad pertengahan dulu"


----------------


Sejak melahirkan, Lily menderita penyakit yang membuatnya sering pingsan. Karena tak tega melihat bayinya yang sering tak terurus, Ia ingin menitipkan bayinya kepada ayah dan neneknya.


Namun berita duka tiba - tiba datang, kampung tempat tinggal ayah dan neneknya mengalami kebakaran hebat, semuanya hangus termasuk seluruh warganya.


Lily tak punya waktu berduka, Ia segera menitipkan bayinya di panti asuhan.


Kemudian Ia mencari tahu tentang ibunya, siapa dan dimana tinggalnya.


Setelah berusaha berbulan - bulan, Ia berhasil menemukan Ibunya yang berada di Rusia.


Ketika uang yang dikumpulkannya telah cukup, Ia pun pergi ke Rusia, dan disanalah Ia mengalami koma yang sangat panjang.