My Heart From Hell

My Heart From Hell
Vladivostok



Kota Vladivostok yang merupakan kota pelabuhan, sangatlah kecil jika dibandingkan dengan Moskow.


Kota ini identik dengan industri perikanannya, serta sebagai tempat keluar masuknya banyak barang dari berbagai negara. Kegiatan ekspor dan impor Rusia, mayoritas terjadi melalui kota ini.


Jumlah penduduknya kurang lebih hanya lima ratus ribuan orang, dan mereka memiliki sifat yang tidak begitu ramah kepada orang asing.


Setelah keluar dari stasiun, lalu menaiki taksi,


dan tentu saja dengan kendala komunikasi, Erina dan yang lainnya langsung menuju ke kantor polisi setempat.


Setibanya di sana Ia segera melapor dan memberikan foto wanita yang diduga adalah ibunya.


Para petugas polisi yang melihat foto tersebut mengaku belum pernah melihatnya. Lalu diputuskanlah untuk melakukan pencarian dengan komputer.


Setelah beberapa menit, muncullah hasilnya, yang adalah ternyata, memang orang itu terdaftar datanya sebagai warga yang tinggal di wilayah sana.


Erina, Asmodeus, Succubus, dan Behemoth memutuskan untuk mencari tempat tinggalnya dengan menggunakan taksi lagi.


Sulitnya komunikasi menjadi penyebab lamanya mereka berada di perjalanan. Berputar - putar di tempat yang sama, karena sang supir taksi pun sepertinya tidak mengetahui daerah sekitar situ.


Pukul lima sore, setelah berjalan hampir lima jam, mereka sampai di sebuah komplek perumahan, yang menurut data itu adalah area tempat tinggal sang Ibu.


Sebuah perumahan lama yang rumah - rumahnya sudah nampak tua. Lampu - lampu jalan yang sudah redup, jalanan rusak dan penuh dengan dedaunan kering, serta rumput ilalang yang panjang di sekitarnya. Suasananya seperti bukan area perumahan yang berpenghuni.


Mereka menuju ke sebuah pos keamanan di samping pintu gerbang, pos itu pun sudah lapuk seperti mau rubuh. Di dalamnya ada seorang penjaga keaman yang berumur enam puluhan.


Ketika berusaha meminta izin untuk masuk ke dalam , mereka langsung diusir oleh sang penjaga keamanan. Ia mengatakan orang - orang di sini tidak suka ada orang asing yang masuk ke tempat mereka, rupanya lingkungan itu sangat tertutup.


Namun setelah melakukan diskusi yang cukup alot bersama sang penjaga yang cukup tua itu, mereka akhirnya diijinkan untuk masuk.


Di persimpangan yang lampu jalannya sudah agak redup, di sebelah kanan mereka terlihat sebuah rumah yang cukup sederhana, kira - kira berukuran enam puluh meter persegi, terlihat bata merah yang tak di cat sebagai temboknya, pintu kayu lapuk, serta rumput yang sudah sangat panjang di halamannya, suasananya nampak seperti sudah tidak dihuni puluhan tahun lamanya.


Erina memasuki area terasnya, menginjak lantai kayu yang kemudian berderit. Di sana ada kursi kayu panjang namun terisi oleh tumpukan daun kering, serta sarang hewan pengerat di dalamnya.


Ia mulai mengetuk pintu lapuk, yang sepertinya awalnya berwarna putih, namun karena kusam dan berdebu kini sudah tidak jelas warnanya.


Hampir dua puluh menit Ia terus mengetuk pintu itu, namun tak kunjung ada jawaban.


Semua orang pun menjadi gelisah.


Lalu dari luar, terdengar suara benda berkarat yang berputar seperti roda yang mendekat. Rupanya ada seorang pria tua kurus dengan kursi roda menghampiri mereka.


Dengan suara lemah pria itu bertanya,


"Are you looking for Mrs. Lily?"


pria tua itu menggunakan bahasa inggris


"Yes yes sir, do you know where she is?"


Erina sangat bersemangat, Ia segera menghampiri pria itu.


"She's not here for a long time, like.. ten years"


Erina tersentak dengan jawaban itu, Ia tak menyangka hal yang dikatakan Lucifer benar adanya, Ia lalu jatuh terduduk.


Asmodeus menghampirinya kemudian memeluknya.


Pria tua itu penasaran kenapa mereka mencari Lily, kemudian Asmodeus menjelaskan keadaanya kepada pria tua yang memperkenalkan dirinya sebagai Igor.


"I know h**er for a long time, maybe I can tell You a story about her, in my house**"


Mereka berempat pun setuju untuk ikut ajakan Igor datang ke rumahnya dan mendengarkan ceritanya, karena Ia nampak seperti orang yang ramah.


Di rumah Igor, kurang lebih bentuk rumahnya sama dengan rumah Lily, tapi agak lebih terawat. Lampunya remang - remang, dan barangnya cukup berantakan, karena rupanya Igor tinggal sendirian setelah kematian istrinya lima tahun lalu.


Igor menyiapkan makanan instan khas daerah setempat yang mengandung ikan. Namun ketika Erina hendak memakannya, Ia teringat perkataan Damien yang mengingatkannya tentang alerginya terhadap makanan laut. Erina pun segera menawarkan makanannya kepada Behemoth, yang tentu saja diterima dengan senang hati.


Lalu, Igor mulai bercerita. Bagaimana awalnya Lily lahir disana, Ia adalah wanita tercantik di area perumahan itu. Ia menempati rumah itu yang dulunya itu adalah rumah almarhum kakeknya yang memang orang Rusia.


Tapi Lily lahir dari keluarga campuran karena Ibunya menikah dengan seorang pria dari asia tenggara, dan tinggal di sebuah negara yang Ia tidak pernah dengar namanya selama beberapa tahun.


Igor dan Lily merupakan tetangga yang baik, mereka sering bertukar makanan, dan berkunjung kerumah satu sama lainnya saat ada acara, sampai saat Lily pindah ke Indonesia, ketika Ia berumur dua puluh empat tahun, entah untuk urusan pekerjaan atau apapun itu.


Setahun kemudian, Lily yang berumur dua puluh lima, pindah kembali ke rumah itu, dan sejak itu penampilannya berubah, selalu lesu, pandangannya kosong dan semakin kurus.


Igor mendengar berita bahwa Lily menderita penyakit yang langka, dan selama puluhan tahun Ia dan istrinya membantu Lily untuk sembuh, sampai akhirnya Ibu Lily meninggal karena kecelakaan, sejak itu Lily diambil oleh seseorang yang mengaku sebagai saudaranya, ke sebuah desa terpencil yang Ia tak tahu namanya.


Dan dari berita terbaru yang Ia dengar, Lily telah wafat setelah koma selama lima tahun. Ia menyarankan Erina untuk mengakhiri saja pencariannya.


Erina menangis mendengar cerita itu.


"She is a nice person, I hope s**he's in a good place now**", ucap Igor dengan wajah prihatin.


"Thank you Igor, I wish you have a


good fortune", balas Erina.


Igor lalu mengambil sisa makanan para tamunya di meja, kemudian meminta waktu sebentar.


Igor mengarahkan kursi rodanya ke belakang ruang makan untuk membuang sisa makanan, lalu menuju ke sebuah ruangan gelap yang tidak nampak apa isinya.


Entah mengapa, tapi Asmodeus merasa ada sesuatu yang mencurigakan dari Igor.


Ia pun menitipkan Erina pada Succubus kemudian mengikuti ke arah Igor pergi dengan berjingkat.


"Hei, kau mau kemana?"


Tanya Behemoth yang curiga melihat sikap Asmodeus.


"Sstt..jangan berisik, aku mencurigai sesuatu", ucap Asmodeus sambil berbisik.


Mereka bertiga pun bertatapan dan merasa bingung.


Asmodeus berjalan berjingkat agar tak menimbulkan suara. Namun ternyata jalan yang disusuri Asmodeus gelap dan panjang.


Ia menuju ke ruang bawah tanah yang lembab dan bau. Ia sama sekali tak menduga bahwa dirumah yang begitu kecil ada ruang bawah tanah yang begitu luas.


Tangga menuju ruang bawah tanah itu terlihat tidak dapat dilewati oleh kursi roda, Asmodeus penasaran bagaimana Igor melewatinya tadi.


Setelah berada di ujung jalan, Ia melihat pintu kayu besar seperti pada film zaman dahulu, pintu itu tidak tertutup rapat, dan dari dalam tercium bau busuk yang sangat menyengat sekali, hidung Asmodeus sampai sakit.


"Arggh gila, bau apa ini, ini seperti bau


bangkai yang sudah lama", ucapnya dengan suara pelan, sambil mengintip apa yang ada di balik pintu itu.


Terlihat ada sebuah perapian yang menyala, dan didepannya ada Igor, yang seperti sedang berbicara menghadap ke perapian.


"Aku sudah berhasil menjebaknya, kurasa dia tidak akan melanjutkannya karena dia terlihat sudah putus asa. Ah, apa? tentu saja aku tidak mungkin mengkhianatimu"


Asmodeus mendengar bahasa dan suara yang Ia kenal keluar dari mulut Igor, sangat berbeda dengan suara Igor saat di atas tadi.


Igor itu pun berdiri dari kursi rodanya dan melakukan peregangan, Asmodeus tersentak melihatnya.


Wujud Igor berubah perlahan, dan ternyata itu adalah Belphegor yang menyamar.


Tanpa pikir panjang Asmodeus masuk ke ruangan dan langsung menghadang Belphegor, Ia juga melihat ada bayangan wajah Lucifer di dalam perapian.


"Belphegor k*p*r*t! beraninya Kau mengganggu kami!"


"Wah wah wah Kita kedatangan tamu yang sudah diduga rupanya"


"Kau apakan Igor yang asli?"


Asmodeus geram dengan Belphegor yang memang diketahui senang menyamar menjadi orang yang sudah mati.


"Tuh disana, gak aku apa - apain kok", Belphegor menunjuk ke arah sudut ruangan.


Terlihat tubuh Igor asli yang sudah membusuk, teronggok di tumpukan jerami.


"Si*l*n kau!",


...Asmodeus menyerang Belphegor dengan pukulan, namun Belphegor sudah berpindah tempat menempel di atas langit - langit....


"Hei mana ada iblis yang marah karena diganggu? sepertinya kau benar - benar nyaman ya jadi makhluk rendahan seperti manusia"


"Tolonglah, aku hanya ingin menyelesaikan perjalanan ini sesuai dengan perjanjian, habis itu terserah kalian mau apa",


Asmodeus mencoba memohon kepada Belphegor.


"Apa lagi yang kau cari? toh yang kalian cari sudah mati, bahkan Lucifer bisa saja langsung mengambil wanita itu dan memusnahkannya. Karena bulan purnama akan datang, hanya tinggal.beberapa hari lagi"


"Aku tahu kau berbohong"


"Ya, aku memang bohong, ahahahahaha.. nikmatilah waktumu yang sia - sia itu"


Belphegor menghilang begitu saja.


Perapian itu pun padam dan ruangan menjadi gelap seketika.


Asmodeus melihat ke arah tumpukan jerami, kemudian memutuskan untuk mengambil jasad Igor lalu membakarnya.