
Di atap, Succubus sedang bersiap untuk pergi kembali ke akhirat demi menyampaikan berita yang begitu penting.
Namun tiba - tiba Ia tertahan, Asmodeus yang menyadari kehadirannya muncul tiba - tiba lalu mendorongnya ke tembok, dengan ekspresi sinis Ia bertanya,
"Kau sudah mengetahui semuanya kan?"
Succubus menjadi panik dan tak mampu bicara, Ia tak menduga bahwa kehadirannya akan disadari karena telah memakai cincin kekuatan dari Mammon.
Asmodeus yang menyadari itu langsung mencibirnya, "Aah..Kau memakai cincin Mammon? haha..Kau tidak akan bisa menggunakannya, karena perbedaan level kalian terlalu jauh"
Succubus merasa telah dibohongi, Ia semakin tak mampu berkata - kata.
Asmodeus mendekatkan wajahnya ke Succubus hingga sangat dekat, matanya melotot, wangi badannya yang sangat maskulin tercium dan membuat pikiran Succubus menjadi kacau, Ia sangat gelisah dengan situasi ini.
"Jika kau berani menyampaikan ini kepada Lucifer, Kau akan berhadapan dengan konsekuensinya"
Asmodeus menggunakan teknik mengancam yang bisa meluluhkan siapapun. Succubus yang terbiasa menggoda pria pun merasa takluk dan takut, tubuhnya menggigil.
Asmodeus pun pergi menghilang, Succubus
terduduk merenung, pipinya memerah dan jantungnya berdegup kencang, Ia jatuh cinta.
...----------------...
Neraka tingkat tujuh, kantor Lucifer diketuk oleh Mammon.
"Hei saudaraku, apa yang membawamu kesini?", sapa Lucifer dengan suasana hati yang sedang bagus.
"Aku membawa sebuah informasi yang
teramat penting",
Mammon mendekat lalu membisikkan informasi tentang Erina, Lucifer pun bukan main terkejutnya, matanya terbelalak dan langsung bangkit dari kursi kerjanya.
"Apa!? apa kau yakin tentang ini? kenapa Aku tak melihatnya ketika menatap Asmodeus?"
"Aku sudah memastikannya sendiri, dan karena Asmodeus adalah seorang petinggi neraka juga, sudah pasti Ia memiliki kekuatan untuk menyembunyikan informasi di pikirannya, tak seperti bawahan - bawahan yang mudah ditebak"
"Dasar br*ngs*k, Dia ingin melawanku rupanya"
"Ada baiknya Kau tidak membuat kehebohan di akhirat, tahu sendiri kan kalau Bos Besar sampai marah"
"Hmm...aku akan coba mendiskusikan ini dengan tuan Satan"
Lucifer segera bergegas pergi dari ruangannya untuk pergi ke neraka tingkat enam, tempat kantor Satan berada.
Kantor milik Satan tidak berbentuk seperti ruangan modern, namun hanya gunung berapi penuh lahar dengan sebuah kursi batu raksasa setinggi sepuluh meter di tengah ruangan, ya, Satan memiliki tubuh sangat besar, berwarna merah menyala, serta memiliki sepasang tanduk yang menjulang. Satu tanduknya saja sudah sama dengan ukuran tubuh Lucifer.
Satan adalah iblis pertama yang diciptakan, jadi Ia merupakan senior tertinggi dari semua iblis. Semua jajaran iblis tunduk padanya, namun karena sekarang Ia sudah memiliki begitu banyak anak buah, Ia hanya ingin bermalas - malasan tanpa bekerja, maka dari itu Ia memberikan tanggung jawab tertinggi kepada Lucifer, dan Ia hanya menempati posisi kedua.
Ia pun tidak berusaha untuk menunjukkan penampilan yang manusiawi seperti yang lain.
Lucifer datang dengan tergesa - gesa dan segera berlutut di hadapan Satan, kursi Satan sedang menghadap ke belakang.
"Yang mulia Tuan Satan, maaf mengganggu tapi saya membutuhkan petuah dari Anda"
Satan kemudian membalik kursi besarnya, terlihat Ia sedang mengambil kotoran hidungnya dengan santai, dan menjawab dengan nada malas,
"Ada apa?", suara besarnya menggema ke seluruh gunung.
"Jadi begini, saya telah mendapatkan berita tentang ramalan yang ditakutkan, kemungkinan bahwa itu akan terjadi"
"Hah?! ramalan omong kosong itu, itu bukannya bualanmu sendiri?", Satan nampak tidak percaya.
"Tidak tuan, kalau itu sungguh terjadi, bisa mengacaukan seluruh tatanan neraka,
bahkan seluruh akhirat"
"Lalu, apa yang akan kau lakukan?"
"Saya akan memburu wanita itu, dan melenyapkannya dengan tangan saya sendiri, meskipun itu adalah keturunan saya"
"Tapi kalau tidak salah, b**ukannya di ramalan itu seharusnya seorang anak laki - laki**?"
"Memang benar, tapi saya tidak ingin mengambil resiko"
"Ha! makanya jangan keseringan beranak! jadi repot sendiri kan!?"
"Maafkan saya Tuan, tapi itu sudah bawaan lahir saya"
"Ya terserah sajalah, pokoknya jangan sampai membuat gaduh! baik dunia manusia, maupun akhirat! aku tidak akan membantu kalau terjadi sesuatu"
Satan langsung membalik kursinya lagi.
"Baik tuanku", Lucifer tersenyum licik, kemudian pergi dari ruangan Satan.
...----------------...
Di kantornya, Lucifer memanggil Behemoth, Succubus, dan seluruh anak buahnya untuk membahas sebuah rencana yang jahat.
...----------------...
Neraka tingkat satu, kantor Asmodeus yang tergolong modern dan minimalis. Ia datang dan disambut oleh wakilnya sekaligus sepupunya, Astaroth.
"Wah wah kemana saja bapak ini? kukira sudah pensiun, berkas yang perlu ditandatangani sudah menumpuk nih"
"Tandatangan itu gampang, tapi ada yang lebih penting", jawab Asmodeus seraya duduk di kursinya.
"Soal takdir yang ditakutkan?"
Asmodeus tersentak, "Kau juga tahu? jangan - jangan beritanya sudah tersebar"
"Mammon b*ngs*t, gawat kalau begini"
"Kenapa gawat? kan itu urusannya Lucifer, kita tidak perlu ikut campur", ucap Astaroth yang berwujud pria dua puluh tahunan dengan rambut rapi dan kacamata tebal seperti kutu buku.
Ia dengan santai membereskan berkas - berkas.
"Sebenarnya..aku.."
Asmodeus membisikkan sesuatu kepada Astaroth dengan ragu.
"APA!? KAU 'CLING' DENGANNYA!?"
Astaroth berteriak kaget.
Asmodeus menutup mulut Astaroth agar tak berbicara terlalu keras.
Cling adalah momen dimana seorang astral menemukan pasangan hidupnya secara alami, bisa dibilang itu adalah cinta pandangan pertama, namun bagi astral yang sudah cling, itu adalah sebuah hal yang sakral, hal itu bahkan membuat mereka terikat dan mau mengorbankan apapun untuk mendapatkannya.
"Tapi..tapi dia manusia kan?", Astaroth memastikan.
"Iya, memangnya kenapa? Lucifer juga punya puluhan istri manusia, bahkan keturunan yang berjumlah ratusan"
"Tapi dia kan melakukan itu hanya untuk menunjukkan kejantanannya saja, memangnya Kau mau menjadi seperti dia?"
"Ya jelas tidak! cintaku ini tulus, begitu melihat matanya Aku tak bisa memikirkan hal lain, hanya ingin bersamanya. Tapi urusan disini begitu banyak"
Astaroth malas dan berekspresi seadanya.
"Jadi, Kau mau melawan calon mertuamu sendiri karena jatuh cinta pada anaknya?"
"Iya! Aku akan melindunginya dengan segenap hatiku"
"Iblis mana sih yang punya hati? tapi ya terserah kau saja, hanya saja aku tidak ingin terlibat hal ini, karena pekerjaanku sangat banyak"
"Tentu Aku tidak akan melibatkanmu dalam hal ini, Kau urus administrasi saja"
"Huufftt..", Astaroth menghela nafas.
...----------------...
Kembali ke kantor Lucifer, semuanya sudah berkumpul, Ia sedang menyidang Succubus.
"Bukankah Kau, Succubus Marionetta, seorang informan yang dapat kuandalkan? disaat keadaan seperti apapun?", tanya Lucifer dengan ketus.
"Benar tuanku" jawab Succubus sambil menunduk.
"Tapi kenapa? kenapa Aku menerima informasi sepenting ini dari orang lain? memangnya apa kerjamu?"
"Maafkan Saya Tuan, tapi..."
Lucifer menaruh jari telunjuknya yang penuh cincin batu permata di bibir Succubus yang memakai lipstick berwarna merah tua.
"Aku tak butuh tapimu, atau alasanmu. K**au sudah disumpah, karena kerjamu tidak becus, Kau akan kuhukum**!"
Badan Succubus menggigil ketakutan,
Seluruh iblis di ruangan itu terdiam dan saling melirik satu sama lain. Behemoth merasa tidak tega dengan Succubus, Ia ingin mentraktirnya makan enak setelah ini selesai.
"Akan kuhilangkan hal paling berharga dari dirimu"
Succubus tersentak, dalam hatinya Ia memohon, "Tolong jangan kecantikanku, kumohon jangan"
Hal yang paling Succubus banggakan adalah kecantikannya, Ia sudah banyak berhasil menjerumuskan pria - pria menjadi pendosa besar berkat godaan dari kecantikannya dan kemolekan tubuhnya, mengambil kecantikannya sama saja dengan membunuhnya.
Lucifer mendekatkan wajahnya dan berbicara dengan elegan dan menusuk,
"Akan kuambil kecantikanmu! dan Kau akan menjadi nenek tua yang keriput, bungkuk, bersuara serak, dan dijauhi semua orang!"
Mendengar hal tersebut Succubus sontak menangis kencang, "ampuni akuu tuaann..Aku akan menebus semua kesalahan ini, kumohooon"
Seluruh ruangan menjadi tegang, Behemoth berkeringat, membayangkan rekan kerjanya seorang nenek tua keriput yang tidak menarik.
Lucifer membuang muka, dan menahan tawa.
"Pfft...Hahahahahahahahah...memangnya Aku sejahat itu ya?"
Semua orang terkejut,
"Aku tak akan melakukan itu, karena Succubus adalah kesayanganku. Ya, seperti yang kalian lihat, kalian semua yang ada di ruangan ini. Jika kalian melakukan tugas dengan baik, aku juga akan baik dan memberikan apresiasi"
Salah satu iblis berbisik di belakang.
"Orang selevel Succubus saja bisa diancam sampai menangis, apalagi kita yang kroco - kroco ini"
Lucifer menyadari pembicaraan itu.
"Ya benar yang di belakang sana! seperti yang kalian sudah tahu, Succubus masih kuampuni karena Ia sudah banyak berjasa bagiku dan lagi Ia orang kepercayaanku, tapi bagi kalian yang bukan siapa - siapa, bersiaplah kalau gagal"
Behemoth mencoba angkat bicara,
"Jadi tuan, rencana apa yang akan kita lakukan?"
"**Bagus Behemoth karena sudah bertanya, jadi...karena bulan purnama masih satu bulan lagi, kita bisa bermain - main dulu dengannya, tidak usah terburu - buru"
"Wahai kalian para makhluk rendahan, pergilah untuk mengganggunya, tampakkan semua wujud kalian yang mengerikan dalam mimpinya, maupun saat Ia bangun, pagi, siang, sore, maupun malam**!"
Semua menunduk dan pergi setelah mendengar perintah itu, kecuali Succubus dan Behemoth.
Lucifer ingin memberikan teror yang akan sangat membekas di memori sang anak yang bahkan Ia pun belum tahu bagaimana rupanya, apalagi kepribadiannya.