My Heart From Hell

My Heart From Hell
Experience



Erina membuka matanya


"Ah, Erina sudah sadar?" Lily langsung mendekap Erina


"Apa kau sudah baik - baik saja?" tanya Damien


"Aku baik - baik saja, dan aku sudah mendengar semuanya" ucap Erina dengan nada pelan


Semua terkejut


"Kenapa, kau berpura - pura pingsan?" tanya Succubus


"Aku hanya ingin tahu bagaimana situasinya" Erina mencoba duduk, dibantu Lily


"Jadi...kau sudah memikirkan langkah selanjutnya?" Damien begitu penasaran dengan apa yang sudah difikirkan Erina


"Ya.."


Semua orang yang ada di ruangan itu begitu penasaran, mereka menatap Erina lekat - lekat


"Aku ingin mandi, badanku serasa kotor sekali..."


Semua langsung menatap satu sama lain dan merencanakan sesuatu


Akhirnya mereka menghubungi Alexei untuk memintanya menjemput mereka.


...----------------...


Mereka tiba di kastil Alexei


Para wanita pergi untuk bersih - bersih di kamar yang telah dibersihkan, dan para pria berada di meja makan besar bersama Alexei, Alexei mengungkapkan perasaannya saat mengalami kejadian kemarin


"Wah, situasi itu benar - benar gila...Aku kira dunia sudah akan berakhir"


"Apakah kau ingat kejadiannya?" tanya Damien


"Ya, aku ingat semuanya, tapi anak buahku semuanya tidak ada yang ingat, benar - benar aneh"


"Itu pasti karena dia bukan manusia seutuhnya, maka dia tidak terpengaruh mantra itu" Behemoth menambahkan


"Hooo...jadi Gabriel memantrai semua


manusia ya...pantas saja...nah sekarang kalian berdua istirahatlah, pasti melelahkan bertarung seperti itu"


"Iya..badanku serasa benar - benar hancur, tapi sup ini benar - benar menyegarkan" Damien sambil memakan sup yang disediakan Alexei


"Kalau aku sih sebenarnya gak ngapa - ngapain, tapi memang enak supnya..hehe.." ucap Behemoth


Kemudian Alexei memanggil salah seorang anak buahnya untuk menunjukkan kamar dimana mereka dapat beristirahat.


Anak buahnya agak ketakutan karena tak bisa melihat tamu Alexei kali ini.


"Kenapa orang ini seperti tidak tenang begini?" Behemoth heran


"Sepertinya karena Ia tak bisa melihat kita, mungkin baginya kita adalah hantu"


"Tak ada salahnya kita menampakkan diri nanti ketika sudah sampai di kamar"


Kastil yang begitu besar, suasananya cukup kelam disana, banyak kejadian di masa lalu yang meninggalkan banyak aura negatif di tempat itu.


Cukup banyak astral yang menghuni kastil itu, bahkan ada yang memiliki kerajaan sendiri, namun, semua yang melihat Behemoth dan Damien langsung memberi hormat.


Sebagian besar astral disana berwujud seperti bangsawan di abad pertengahan, semuanya tampak elegan, tidak ada yang berpakaian compang - camping.


"Aku jadi malu sendiri dengan astral disini, mereka high class semua sepertinya, sedangkan aku hanya pakai kemeja biasa"


"Iya..kalau ingin hidup disini sepertinya harus belajar manner seperti bangsawan"


Setelah berjalan cukup jauh, merekapun sampai di depan pintu kamar berwarna perunggu dengan banyak ukiran.


"Si...silahkan tuan - tuan....disini adalah kamarnya" anak buah Alexei berbicara dengan gemetar


"Terima kasih ya"


Damien dan Behemoth menampakkan dirinya, sebagai pria pucat dan juga siluman gajah berwarna hijau


Mulut sang anak buah berbusa kemudian pingsan.


"Astaga dia malah pingsan, bagaimana ini?" Behemoth bingung


"Yasudah kita bawa saja ke dalam kamar, mungkin dia juga lelah" Damien memberikan saran


Damien dan Behemoth masuk ke dalam kamar eropa abad pertengahan yang begitu mewah, dimana - mana banyak ukiran, patung - patung, dan juga lukisan. Mereka menaruh pria itu di kursi, lalu mereka naik ke atas kasur yang empuk meskipun bagi astral sekalipun.


"Wah..di akhirat pun aku belum pernah tidur di kasur seempuk ini, bagaimana denganmu tuan?" tanya Damien


"Aku juga belum pernah, hei bisa berbicara dengan santai, kita rekan seperjuangan sekarang" Behemoth menjawab


"Ah itu tak penting lagi, sepertinya Lucifer juga akan mencampakkan kami, karena kami sudah berbuat seenaknya"


"Yah namanya juga iblis, dia pasti akan memahami itu"


Mendadak sang pria tersadar, lalu melihat ke arah Damien dan Behemoth, kemudian pingsan lagi.


"Lho..diriku masih nampak rupanya, kok aku gak merasa capek ya?" Damien bingung sambil melihat lengan dan badannya sendiri


Behemoth memperhatikan Damien


"Hmm...itu artinya kau telah naik level, karena kau sudah meningkatkan kemampuanmu"


"Oh ya? wah aku senang kalau bisa naik level, jadi bisa melindungi Erina lebih baik lagi"


"Kau...sangat menyayangi Erina ya? meskipun kau tahu tak bisa mendapatkan hatinya?"


Damien menunduk "Iya..aku akan tetap menjaganya meskipun dia tak bisa kumiliki"


"Hahaha..kita senasib ya"


"Tapi..kurasa kau punya kesempatan pak"


"Kenapa kau bisa bilang begitu?"


"Karena Succubus belum memiliki pria yang menyukainya juga, tidak seperti Erina"


"Ah..benar juga sih"


"Kalau kau berusaha lebih keras lagi, dia pasti akan cling padamu"


"Ah masa sih?" Behemoth jadi malu


"Eh sebentar..bukankah kau punya pacar? resepsionis itu?"


"Ya memang, sebenarnya aku memacarinya untuk melupakan Erina, tapi malah begini keadaannya"


"Nah, berarti wanita itu nasibnya sama denganku"


"Entahlah pak, aku gak tahu apakah dia akan memaafkanku nanti, tapi...aku sedikit kangen juga padanya"


...----------------...


Di kamar para wanita


Erina tidur satu kasur dengan Lily


Succubus bersama Landra


"Ukh..nek..kau bau sekali" Succubus mencibir


"Dasar anak muda tak tahu sopan santun, ini adalah bau manusia yang sudah jauh melebihi usianya"


"Ya..kau memang sudah bau tanah"


Lily menegur mereka


"Hei ini sudah malam, jangan berisik, biarkan Erina istirahat"


"Aku tak mengantuk ma, banyak yang kupikirkan"


Erina bangkit dari posisi tidurnya dan duduk dikasur


"Bolehkah aku bercerita tentang yang kualami kemarin?"


"Ya...tentu saja, itu yang kami tunggu - tunggu"


Landra dan Succubus langsung menghampiri Erina dengan cepat


"Nak, apa kamu yakin? kamu kan lelah"


Lily nampak mengkhawatirkan anaknya itu


Erina mengangguk dan tersenyum menandakan bahwa Ia baik - baik saja


"Disaat itu, kala bulan purnama sudah akan muncul, perasaanku menjadi sangat gelisah, badanku merasa kedinginan tapi sekaligus kepanasan, jantung berdegup sangat kencang. Rasanya seperti menunggu seseorang yang sangat penting tapi Ia tak kunjung datang.


Lalu, ketika bulannya muncul, bulan itu seperti memiliki wajah, matanya begitu besar menatapku dan Ia tersenyum, aku tak bisa melupakan senyum itu, senyumnya seperti....


telah bisa melepaskan beban yang sudah lama tertahan. Setelah itu bulannya seperti mengirim seseorang, seseorang yang menghampiriku dengan sangat cepat, lalu ketika Ia sampai, pandanganku menjadi gelap, seluruh tubuhku sakit, dan rasanya aku jatuh ke dalam lubang yang sangat dalam, dalamnya tiada akhir.


Dan disanalah aku melihat kilasan - kilasan ingatan, semua yang dialami oleh mama saat masih menjadi dewi, lalu semua yang dialami Lucifer dari saat Ia masih menjadi malaikat. Benar - benar kelam, aku merasa kepalaku mau meledak karena menerima ingatan sebanyak itu. Aku menjadi diliputi emosi yang naik turun. Kekuatan yang merasuk itu begitu besar sehingga aku merasa bisa melakuan apapun. Namun kemudian aku melihat sosok Asmodeus, mama, juga ada Damien. Melihat mereka berwajah khawatir, perasaanku berubah menjadi tidak tega. Tapi tiba - tiba muncul sosok seorang wanita bercahaya yang datang dari bulan, dia mirip denganku, dia menceritakan semua awal mulanya kekuatan itu tercipta, dan mengatakan bahwa kekuatan itu telah tersimpan di dalam diriku, dan aku bisa memanggilnya kapanpun aku mau. Lalu sosok itu menghilang, dan aku seperti terpanggil kembali naik dari lubang hitam, lalu tiba - tiba aku tersadar di rumah Landra"


Semua yang mendengarkan berwajah sangat serius, karena menganggap hal yang terjadi itu sangat luar biasa.