
Semua orang tak dapat melihat karena ledakan cahaya yang membutakan.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAA......."
Terdengar teriakan nyaring yang menggema ke seantero negeri. Suara wanita yang bercampur dengan geraman yang seperti suara hewan buas
Namun, Asmodeus dan Damien menyadari itu adalah suara Erina.
Beberapa saat kemudian, di dalam kepulan asap tebal tempat Erina berada, ada sosok yang tinggi sekitar lima meter. Makhluk berwujud wanita berwarna putih dengan garis - garis urat bercahaya berwarna jingga.
Makhluk itu mengeluarkan sayapnya yang besar, lalu terbang ke langit secepat kilat, menghampiri Lucifer dan Asmodeus, kemudian memukul mereka hingga jatuh menghujam tanah.
Semua orang terdiam melihat hal itu
Asmodeus dan Lucifer mengerang kesakitan karena terjatuh.
"Si..sial aku terlambat, kekuatan itu sangat mengerikan"
Lucifer mengeluh
Makhluk itu berjalan lambat dan menghampiri mereka berdua.
"Jangan mendekat!"
Lucifer nampak begitu ketakutan
Di kejauhan, mephistopheles dan Baphomet yang sedang mengamati
"Benar - benar tak disangka....baru kali ini kulihat Lucifer begitu ketakutan"
"Apa kita perlu memanggil tuan Satan? dia pasti bisa mengimbangi kekuatan makhluk itu"
"Tak perlu, kurasa kekuatannya akan mereda sebentar lagi"
Asmodeus berusaha bangkit dan menghampiri makhluk itu
"Erina, aku tahu kamu di dalam sana, tolong jangan berbuat lebih jauh, mari kita akhiri saja"
Makhluk itu pun tak memperdulikan perkataan Asmodeus, Ia mendekati Lucifer. lalu Ia mengangkat tangan kanannya dan merubahnya menjadi sebuah gada besar.
Landra yang melihat situasi itu merasa excited
"Ya Erina! hancurkan dia!"
Lily merasa cemas
"Aku tidak yakin Ia perlu melakukan itu"
Damien berlari dan menghampiri makhluk itu
"Erina! kau tak perlu melakukan itu! kau bukanlah orang seperti itu"
"Ya..dia sudah mendapatkan pelajarannya"
Asmodeus menambahkan
Dengan Damien dan Asmodeus berada di depan makhluk itu menghalangi Lucifer, makhluk itu pun mengurungkan niatnya, dan berubah menyusut menjadi kembali ke wujud Erina, lalu pingsan
Asmodeus segera menangkapnya dan memakaikannya jaket karena pakaiannya hancur saat berubah
Leviathan, Beelzebub, Belphegor, dan Mammon melihat kejadian itu dan tertegun
"Sepertinya kita sudah tak perlu berada
disini lagi"
Para petinggi itu pun pergi menghilang untuk kembali ke alamnya beserta kawanan astral, kecuali Succubus dan Behemoth.
Lucifer bangkit dan merapikan pakaiannya
"Jadi..kau senang sekarang sudah bisa menyaingiku?"
"Tidak, aku akan menepati janjiku untuk menetralkan kekuatannya"
Jawab Asmodeus
"Baiklah, urusanku selesai disini, kutunggu kabar baiknya"
Lucifer menghilang begitu saja
Damien menatap Asmodeus
"Apa kau yakin untuk menetralkan kekuatannya?"
"Iya, demi kebaikan dunia dan akhirat"
Succubus menghampiri Erina dan mengusap keningnya
"Baru kali ini kulihat ada yang mampu menumbangkan tuanku dengan begitu mudah,
aku mengerti sekarang kenapa Ia begitu risau"
"Iya, aku pun tak menyangka hal ini akan terjadi"
Succubus dan Behemoth berdiri di samping Erina, kemudian menaruh tangan di dada dan mengucapkan sumpah.
"Mulai hari ini dan seterusnya, kami, Succubus Marionetta keturunan iblis merah, dan Behemoth, keturunan astral berwujud hewan akan mengabdikan hidup kami untuk menjadi penjaga nona Erina"
Asmodeus dan Damien terkejut
"Apa kalian yakin dengan yang kalian
ucapkan itu?"
Asmodeus memastikan
"Tentu saja tuan, kami akan mengawal nona Erina dalam misinya menetralkan kekuatan"
Jawab Succubus tanpa ragu
Beberapa saat kemudian datanglah Astaroth ke bumi, Ia menyampaikan sebuah surat untuk Asmodeus.
"Tumben kau mau turun kesini"
"Kalau bukan Bos Besar yang menyuruh, aku pun tak akan hadir disini"
"Hmm sepertinya ini surat peringatan untukku"
Asmodeus membaca suratnya dengan seksama
"Oh iya, jangan kaget dengan yang akan hadir setelah ini ya"
Astaroth berpesan
Asmodeus, Damien, Succubus, dan Behemoth bingung dan saling melihat satu sama lain
Tiba - tiba muncul sinar yang begitu terang seolah matahari turun ke bumi.
"Aakkhhhh matakuu.."
Rupanya itu adalah kehadiran Gabriel di atas bumi, dengan ribuan sayap yang mampu membentang mengelilingi bumi, cahaya putih yang bisa menghilangkan niat jahat seseorang, dan suara yang menggema dapat terdengar di seluruh dunia. Ia adalah malaikat terkuat, nomor satu kesayangan Bos Besar.
Semua yang berada di sana langsung memberi hormat padanya.
Gabriel melipat seluruh sayapnya dengan lembut, kemudian melihat keadaan sekitar
"Wah, perbuatan kalian hampir saja membuat Israfel meniup terompetnya"
"A..apakah itu benar tuan?"
tanya Asmodeus terkejut
"Ya..kalau sudah benar - benar parah, Bos Besar sudah menyuruh Israfel untuk bersiap - siap"
"Tapi..nyatanya tidak separah itu kan tuan?"
"Ya, beruntung ada yang menghentikan kalian"
Gabriel melihat ke arah Erina
"Entitas sepertinya bagaikan dua mata pisau, Ia bisa membangun dunia menjadi lebih baik, namun juga bisa menghancurkannya seperti debu"
"Iya..saya mengetahui hal itu tuan"
"Lalu bagaimana rencanamu selanjutnya?"
"Saya ingin menetralkan kekuatannya"
"Hmm..rencana yang bagus, aku akan membantumu"
Gabriel merentangkan tangannya dan sayapnya, kemudian semua yang hancur menjadi seperti semula. Ia juga menghilangkan ingatan semua manusia yang melihat kejadian ini.
"Sekarang, ambillah ini..."
Gabriel memberikan sebuah kunci kepada Asmodeus
"Ini...kunci gerbang menara kekuatan?"
"Iya..aturlah rencana untuk menggunakannya, namun nampaknya kau tidak bisa ikut dengannya"
"Iya..Bos Besar sudah memberi peringatan agar saya kembali ke tugas saya"
"Waktu kalian hanya 40 hari untuk bisa membuka gerbang itu"
"Saya mengerti tuan Gabriel, terima kasih untuk bantuannya"
Asmodeus dan yang lainnya memberi hormat, Gabriel menghilang.
"Kutunggu kau di kantor"
Kata Astaroth yang kemudian juga menghilang
Asmodeus mengangguk.
----------------
Di rumah Landra
Erina masih pingsan di kasur, dan yang lainnya berkumpul mengitarinya.
Asmodeus membuka pembicaraan
"Jadi, bagi yang belum tahu, untuk menetralkan kekuatan yang dimiliki, kita harus pergi ke Kuil di dalam Tower of Vehemence. Banyak kesulitan yang harus dihadapi untuk menuju kesana, pertama, menara itu hanya muncul 40 hari dalam setahun, kedua, lokasi menara itu bisa saja berpindah - pindah, ketiga, tidak ada astral yang bisa kesana, itu hanya untuk manusia, keempat, lantai menara itu ada seratus, dan di setiap lantai ada ujiannya tersendiri, kurang lebih ini adalah perjalanan hidup dan mati"
Setelah penjelasan itu, timbul banyak pertanyaan dari semua yang ada disana
"Ah susah sekali, kalau sesusah itu mana ada yang mau menetralkan kekuatannya disana"
ucap Succubus
"Jangan salah, menara itu bukan hanya untuk menetralkan kekuatan, tapi fungsi utamanya untuk mendapatkan kekuatan, banyak manusia yang mengorbankan hidupnya demi mendapat kekuatan, ya sebut saja ilmu hitam dan sebagainya, makanya banyak sekali yang mencari tempat itu"
"Berarti yang membuat tempat itu adalah astral?"
tanya Damien
"Tidak, yang membuatnya adalah seorang manusia, seseorang yang abadi dan memiliki akses tertinggi ke dalam kehidupan dan juga kematian, Ia salah satu utusan Bos Besar untuk menjaga bumi dari awal terciptanya"
"A..apakah itu Adam??"
tanya Lily
"Bisa jadi, aku pun tidak tahu itu"
"Wah sangat menarik, kalau kita pergi bersama - sama bukankah bisa saling membantu?"
tanya Behemoth
"Astral tidak bisa kesana Behemoth, kau hanya bisa masuk sebagai seorang manusia, dan kalau tidak salah jumlahnya harus ganjil"
"Jadi..yang pergi kesana harus berjuang sebagai manusia ya?, tidak bisa mendapatkan kemudahan seperti astral"
tanya Damien
"Iya..namun..kalau semisal Erina bisa mengendalikan kekuatannya, mungkin perjalanan akan sedikit terbantu, tapi aku tidak yakin juga"
"Tenang, kami sudah berjanji akan menemaninya, meskipun sebagai manusia"
ucap Succubus dengan yakin
"Baik, Aku mempercayakannya kepada kalian, karena aku tidak bisa ikut"
"Aku juga akan ikut, aku ingin menemaninya karena sudah lama tak bersamanya"
Lily mengajukan diri
"Aku juga ikut"
Damien mengatakan dengan tegas
"Nanti akan terserah Erina, siapa yang mau
dia ajak, untuk sekarang, aku harus pergi terlebih dahulu"
Asmodeus bangkit kemudian mencium kening Erina, seraya menaruh kunci yang diberikan Gabriel di genggaman Erina.
"Ehmm..sory, tapi aku ada satu permintaan"
ucap Damien
"Apa itu?"
"Jika bertemu Dewi, tolong sampaikan maafku"
"Aku mengerti, selamat tinggal semuanya"
Asmodeus menghilang.