
Hilda lalu memulai penjelasannya kepada Erina.
Rupanya sosok Rangda bukanlah wujud lain dari Ratna, melainkan sebuah kekuatan yang dapat dikeluarkan oleh cincin gaib bernama Anell de Batalla.
Semua yang menggunakan cincin itu dapat menunjuk siapapun orang yang akan dirasuki oleh sosok Rangda.
Sosok Rangda sendiri sebenarnya dulu pernah hidup, ia salah satu petarung astral terkuat di tanah Bali, namun ia gugur dalam pertempuran berabad - abad lalu saat melawan Barong. Dan sekarang jiwanya tersegel di dalam benda gaib, layaknya Kronos.
Sudah turun temurun, semua ratu yang pernah memimpin di Land of Banshee akan mewarisi cincin ini, dan memiliki petarung terkuat mereka.
Alasan dipilihnya Ratna, karena selain nama mereka mirip, energi Ratna cukup untuk mewakili kekuatan Rangda. Karena jika energi tubuh yang menjadi wadah tidak sebanding, maka mereka akan hancur.
......................
"Lalu, apakah kalian sudah rujuk?", tanya Erina kepada pak Uwo dan Hilda.
Mendengar pertanyaan itu wajah Hilda memerah, dan pak Uwo salah tingkah.
"Ehem.. sebenarnya kami sudah membuat kesepakatan", ucap pak Uwo.
Wajah Erina serius mendengarkan.
"Aaa.. kamu saja yang bilang"
"Hee.. dasar, ya jadi begini.. sebenarnya kami masih saling mencintai dan kemungkinan akan kembali bersama, namun Uwo harus menjalani tugasnya dulu menemanimu dan Lucifer, setelah tugas itu selesai barulah kami akan mengatur ulang semuanya", Hilda menjelaskan.
"Tak perlu! pak Uwo tak perlu mengikutiku, aku bisa berdua dengan papi, pak Uwo bisa tinggal di sini"
"Tidak bisa! aku saya sudah mengabdikan diri untuk tugas ini, sebelum menyelesaikannya saya tak bisa pergi", pak Uwo memperlihatkan tangannya yang terikat oleh tali gelang bercahaya biru.
"Waah begitu rupanya, ya baiklah apa mau dikata, tapi aku jadi merasa memisahkan kalian"
"Itu tidak masalah, kalau kami memang saling berjodoh, pasti kami akan kembali bersama",
Hilda dan pak Uwo saling bertatapan.
Erina melihat mereka dengan penuh haru, sedangkan Ratna agak merasa canggung.
"Baiklah terima kasih banyak untuk bantuannya ratu", Erina bangkit dari kasur lalu memberi hormat.
"Aah kurasa daripada membantu aku lebih banyak menyusahkanmu"
"Tapi itu kan karena pengaruh ilmu gaib yang jahat"
"Aku akan memberimu ini", Hilda melepaskan cincinnya lalu menggenggamnya.
Kepalan tangan Hilda bercahaya, setelah dibuka cincin itu menjadi dua.
Lalu ia memberikannya sebuah kepada Erina.
"Eehh.. ini kan benda yang berharga!?", Erina terkejut.
"Tidak apa, karena ini sudah terbagi dua. Aku tetap bisa memiliki kekuatannya"
"Jadii bisa ada dua Rangda?"
"Benar, tapi kekuatannya mungkin hanya setengahnya"
"Ini sih sudah lebih dari cukup, terima kasih atas bantuan yang mulia. Kami akan melanjutkan perjalanan"
"Tunggu, masih ada yang kurang?"
"Hee apa lagi? aku jadi merasa tidak enak ratu"
"Ratna!", Hilda memanggil.
Ratna mengangguk. Lalu berdiri di depan Erina sembari menunduk,
"Saya akan mengikuti nona Erina dalam perjalanan ini dan akan memberikan bantuan dengan sekuat tenaga saya"
"Apaaaa??", Erina terkejut.
Meskipun sudah menolak mati - matian, ratu tetap pada pendiriannya dan menyuruh Ratna mengikuti Erina dalam perjalanannya.
Tak cukup sampai di situ, ratu juga memberikan kendaraan untuk mempermudah perjalanan mereka, pilihannya antara kereta kuda dan mobil.
Erina yang pasrah memilih kereta kuda, dan pak Uwo yang bertindak sebagai kusirnya.
Kereta kayu yang seukuran mobil keluarga, muat untuk sepuluh orang, ditarik oleh dua ekor kuda bertubuh besar dan berbulu lebat, yang merupakan kuda terbaik di Land of Banshee. Kuda - kuda yang kuat ini dikembangbiakkan oleh para petarung wanita dari suku amazon, dilatih untuk siap berperang.
Sekarang, Erina, Lucifer, Pak Uwo, Ratna, dan Emily siap memulai petualangan kembali.
......................
"Ada apa papi? kenapa mukanya begitu?", tanya Erina.
"Huff.. aku sebal", Lucifer memalingkan wajahnya.
"Yaampun, kayak anak kecil aja. Coba kasitahu kenapa"
"Padahal aku yang punya ide dan memanggilmu untuk tugas ini, tapi orang - orang yang malah membantumu"
"Haha.. akuilah memang putrimu ini lebih terkenal daripada kau", Ratna menggodanya.
"Ya memang aku lebih terkenal karena keburukanku, banyak yang menaruh dendam padaku", Lucifer mengeluh.
"Itu memang benar, ya mau bagaimana lagi. Memang fungsinya iblis ya untuk dibenci bukan?", Ratna menambahkan.
"Aku tahu, tapi aku penasaran siapa orang yang ingin menghambat kita dengan mempengaruhi ratu?"
"Menurut saya itu mungkin orang suruhan tuan Satan", pak Uwo berpendapat.
"Benarkah?"
"Bisa jadi, karena aku yakin Satan ingin menjadi penguasa neraka tunggal, dan menghabisi para petinggi neraka yang lain", ucap Ratna.
Kata - kata Ratna membuat Lucifer berfikir keras, baginya tak masuk akal apabila Satan merencanakan menjadi penguasa tunggal. Karena sekuat apapun iblis, menguasai neraka tak mungkin dilakukan seorang diri. Kecuali, bos besar memberikan kuasanya dan mengizinkan hal itu terjadi.
Kalau memang hal itu benar, maka yang dalam bahaya bukan hanya dirinya dan Asmodeus, namun semua petinggi neraka yang bahkan tidak terlibat terlalu dalam pada kasusnya.
Tapi terlepas dari apapun yang direncanakan oleh Satan di belakangnya, ia menyaksikan sendiri kehancuran yang dibuat oleh iblis titan tersebut, dan meskipun Ia telah dibebastugaskan, ia tetap merasa memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki keadaan.
"Kalau dipikir, kenapa Satan sampai semarah itu? bukankah cukup dengan memberi peringatan atau menghukum para petinggi yang lain?", tanya Erina.
"Menurutku juga begitu, tapi yang Ratna bilang juga mungkin benar, makanya aku jadi kepikiran"
"Kalau semua petinggi neraka jadi astral biasa, mereka pasti bakal jadi bulan - bulanan astral lain kan?"
"Iya, pasti banyak yang menaruh dendam"
...----------------...
Kereta kuda terus berjalan, dan kini memasuki daerah gersang seperti gurun dan banyak tebing - tebing tinggi dan juga bebatuan besar.
Pak Uwo menghentikan keretanya, lalu menoleh ke belakang, "Saya ingin memberi peringatan"
"Aku tahu, kita akan memasuki 'Land of Thieves' kan?", ucap Ratna.
"Benar"
"Ini tempat para pencuri?"
"Lebih tepatnya, rumah para tuyul"
"Setahuku para tuyul di sini lebih berbahaya daripada yang dikenal manusia", Emily menambahkan.
"Kenapa begitu?"
"Karena mereka berlomba - lomba untuk mendapatkan peringkat, agar dapat dipekerjakan di dunia manusia"
"Mereka lebih mahir dalam mencuri?"
"Bukan cuma mahir"
"Tapi brutal"
"Ganas"
"Kejam"
"Tak kenal ampun"
Erina bergidik, "ah masa sampai segitunya, mereka hanya anak kecil bukan?"
"Justru sosoknya itu yang paling menipu"
Mendengar ucapan rekan - rekannya Erina menjadi lebih waspada, namun ia juga penasaran, apa yang akan mereka hadapi selanjutnya.
Tak lama ketika pak Uwo hendak menjalankan keretanya, di depan mereka muncul dua orang anak. Anak perempuan dan laki - laki berpakaian sangat lusuh dan penuh luka.
Yang tidak lain adalah.
"LEIVA!! VARLO!!", tanpa berfikir panjang, Erina langsung melompat dari kereta dan menghampiri kedua anak tersebut.
"Erina! hati - hati!"