
Succubus dan Varlo yang berada di lorong paling kanan.
"Yaampun disini makin sempit...Varlooo dimana kauu??"
Hening.
"Arrgh kesal sekali rasanya, ditempat sesempit ini bisa terpisah, Varloo.. kyaaaaa..."
Succubus terjatuh ke dalam lubang yang dalam.
Keluar dari lubang, Ia langsung mengepakkan sayapnya.
Terlihat Varlo yang pingsan, sedang diikat di sebuah batu besar, dengan beberapa benda tajam dan berbahaya yang mengarah ke tubuh dan wajahnya.
Di bawah Succubus nampak batu - batu yang berbentuk persegi dan bisa dipijak.
Sang pria misterius muncul, "Jika pijakanmu benar, anak itu bisa bebas, namun kalau salah, Ia akan langsung terpotong - potong".
"Yang benar saja!"
Mau tak mau akhirnya Succubus mencoba mengikuti permainannya.
Ia menginjak salah satu batu dengan perlahan, dan sebuah tombak kayu runcing terlempar ke sebelah wajah Varlo.
"Uuhh...nyaris banget", Succubus tegang.
Dengan memaksimalkan penggunaan instingnya, Ia berhasil mendekat ke Varlo, tapi tinggal satu pijakan lagi.
"Aaaakhhh..", Varlo berteriak kesakitan, kakinya tertusuk kayu tajam akibat Succubus salah menginjak.
"Varloo maafkan akuu". Succubus segera menangkap Varlo yang terlepas dari ikatannya, namun kakinya terluka parah dan Ia kehilangan banyak darah.
Succubus segera menyobek bajunya lalu membalut luka di kaki Varlo.
Kaki kanannya terluka akibat mumi, dan kaki kirinya tertusuk, sekarang Varlo benar - benar tak mampu berjalan.
"Varlo bertahanlah, aku benar - benar minta maaf", Succubus menggendong Varlo dan merasa sangat bersalah.
"Aku...tak apa tante"
"Sudah jangan bicara dulu, ah..aku harus kemana lagi ini!?", tiba - tiba jalan di depan Succubus bercabang.
"Ke kanan", Varlo menunjuk.
"Kau tahu darimana?"
"Tadi ada yang membawaku berputar - putar, aku tahu lewat sana"
"Baiklah, tapi..siapa yang membawamu? padahal aku kan terus memegangmu"
"Iya, sewaktu di kegelapan, tiba - tiba yang memegang tanganku bukanlah tante lagi, tapi wanita aneh memakai topeng"
"Wanita memakai topeng?"
"Iya, wanita memakai topeng, ihihihihi", wajah Varlo berubah menjadi topeng suku aneh dan bersuara wanita.
Succubus reflek melempar Varlo dari dekapannya.
Muncullah seorang wanita dengan pakaian tradisional suku maya lengkap dengan topengnya, Ia melayang sambil memegang Varlo.
"Kau..sangat tidak becus dalam menjaga anak ini, lebih baik kau serahkan dia kepadaku", ucap wanita itu.
"Kau menaruhnya di tempat yang berbahaya, malah bilang aku yang tak becus, kau siapa sih?"
"Tempat berbahaya itu kan untuk mengetesmu, apakah kau seorang yang mengayomi, atau malah menghancurkan"
"Hmm..emosi yang sangat meluap - luap ya, tak heran bahwa kau adalah seorang iblis merah"
"Memangnya kenapa kalau aku iblis merah? kau sendiri siapa?"
"Aku orang yang terjebak disini sejak lama, aku telah kehilangan anakku yang kusayang, jadi..siapapun anak yang masuk kesini akan kuambil"
"Kau seorang wewe gombel ya?"
"Hihihihihihihi...hebat juga kau tahu"
"Wewe gombel bukan menculik anak karena sayang, tapi karena ingin memakannya"
Varlo sangat ketakutan sekarang.
"Baiklah, kalau sudah ketahuan aku kembali ke wujud asliku saja", Wewe itu pun berubah wujudnya menjadi mengerikan, mata merah, taring runcing, rambut panjang lusuh, dan payudara yang luar biasa panjang.
Varlo langsung pingsan melihat sosok itu.
"Sepertinya aku juga sudah lama tak menggunakan wujud asliku", ucap Succubus.
"Sekarang bagaimana kalau kita berduel, yang menang boleh mendapatkan anak itu", Succubus membuat persyaratan.
"Menarik, baik aku setuju", Wewe itu menaruh Varlo di tempat yang tak terjangkau, lalu bersiap - siap.
Succubus dan Wewe mulai berduel menggunakan kekuatan mereka, dan nampaknya cukup seimbang.
"Aku tahu kalau kau adalah anak yang dibuang"
"Akh.." Succubus merasakan kilatan ingatan yang mengganggunya.
Wewe berhasil memukul Succubus yang lengah.
"Hihihihihi...kalau sedang berduel jangan sampai salah fokus mbak"
"Sial", Succubus kembali menyerang.
"Kau adalah anak tak diinginkan"
"DIAM!!"
"Keluargamu menganggapmu tak berguna"
"Aaaaakkhhh.."
Wewe itu menyerang mental Succubus dengan menceritakan masa lalunya yang sangat Ia ingin lupakan.
"Darimana...kau tahu hal - hal seperti itu?"
"Sebut saja, aku mendapatkan bocoran"
"Br*ngs*k!"
"Anak buangan tak pantas menjaga anak orang"
"Diam kaau!"
Kepala Succubus semakin sakit.
"Makanya kau orangnya cepat emosi, karena tak pernah mendapatkan kasih sayang"
"Aaaaaaaaa..."
Saking sakit kepalanya, Succubus terjatuh dan tak sadarkan diri, Ia tenggelam kembali ke ingatan masa lalunya.