My Heart From Hell

My Heart From Hell
The End



Langit rusia kini nampak begitu gelap dengan kilatan petir berwarna merah dan suara gemuruh besar yang bertubi - tubi. Semua orang di negara itu keluar dari rumah untuk melihat ke langit, semuanya merasa takjub, mereka menganggap ini fenomena alam yang belum pernah terjadi. Namun ada juga beberapa golongan yang merasa ini adalah pertanda dari akhir dunia.


Pertarungan antara dua iblis kelas berat, membuat jembatan antar dimensi menjadi kacau, yang menyebabkan banyak fenomena aneh terjadi. Ada hewan purba yang hadir kembali ke bumi, datangnya makhluk ekstraterestrial, orang mati yang bangkit kembali, pohon - pohon menjadi mati, dan banyak lagi.


Lucifer menganggap Asmodeus adalah lawan yang enteng, namun pada kenyataannya, Ia melawan lebih dari yang diduga Lucifer, meskipun level mereka berbeda jauh, namun dengan bantuan kekuatan dari Erina, mereka menjadi seimbang.


Kalau tidak dihentikan, pertarungan ini bakal berlanjut hingga tujuh hari tujuh malam, maka dari itu, Bos Besar menurunkan perintah bagi para petinggi neraka untuk mulai turun tangan.


Salah seorang astral jahat bertanya kepada Behemoth dan Succubus


"Maaf sebelumnya tuan dan nona, tapi bukankah kami disini untuk menyerang mereka?"


..."Hmm...aku juga tidak tahu ya, lebih baik kita hemat tenaga, dan tunggu saja perintah selanjutnya"...


jawab Succubus


"Oh baiklah, kalau begitu kami mau


merokok dulu"


Para astral itu pun pergi menjauh dari pondok


Erina menghampiri Succubus lalu langsung memeluknya, Succubus terkejut.


"Apa kabar? kangen deh"


"Hei, Aku datang sebagai musuh tahu"


"Aku tak peduli, yang penting temanku datang, dan kalian tidak menyerang kami"


"Yaa bisa dibilang kami tidak punya urusan lagi dengan masalah ini, biarkan saja mereka bertarung"


"Tapi...sampai kapan mereka akan begitu?"


"Entahlah, mungkin bisa berminggu - minggu"


"Yaampun, baru sebentar saja dunia sudah seperti ini"


Landra datang menghampiri


"Aku tak menyangka, kejadian ini tidak seperti dalam penglihatanku"


"Berarti penglihatan nenek tak semuanya


benar ya"


"Sepertinya begitu"


----------------


Di sekitar mereka, muncul dua pusaran, pusaran air, dan pusaran angin. Hadirlah Leviathan dan Beelzebub.


"Akh, ada apa ini? kacau banget"


"Suasananya lebih buruk daripada di neraka"


"Tuan Beelzebub, tuan Leviathan"


Damien, Succubus, dan Behemoth memberi hormat.


"Erina, apa ini bagian dari rencanamu?"


tanya Leviathan


"Rencana apa? aku sudah ingin ikut Lucifer, namun Asmo yang memberontak"


Jawab Erina


"Bocah itu, belum pernah senekat ini sebelumnya"


tambah Beelzebub


"Iya, pasti dia sudah benar - benar kesal"


Beberapa saat kemudian, muncul pusaran lagi, kali ini pusaran asap hitam dan pusaran listrik.


Hadirlah Mammon dan Belphegor disana.


"Woah, ini benar - benar seru"


"Huh, aku malas menanggapi ini"


Erina terpaku, Ia takjub melihat para iblis petinggi neraka berkumpul di tempat ini karena hal yang disebabkan oleh dirinya.


Mammon langsung mengarahkan pandangannya kepada Erina dan menunjuknya


"Gor! lihat aura ini, wanita itulah sumbernya"


"Menarik, kalau kita biarkan Lucifer sibuk, kita bisa mengekstrak kekuatan wanita ini....tapi aku terlalu malas"


Mendengar pembicaraan kedua iblis tersebut, Damien, Leviathan, dan Beelzebub langsung menghalangi Erina dari pandangan mereka.


"Hooo...dia peliharaan para kubu atas rupanya"


Mammon melipat tangannya


"Takkan kubiarkan kalian mendekatinya"


Damien maju paling depan dengan sabitnya


Kemudian Mammon melihat ke arah Succubus dan Behemoth


"Hei, kenapa kalian berdua diam saja? kalian


di pihak siapa?"


"Ehhmm..kami hanya disuruh menunggu"


Behemoth menjawab dengan ragu


"Baiklah, kalau kalian tidak ingin terlibat, tapi ini kesempatan yang bagus"


Mammon mengeluarkan senjatanya yang berbentuk tombak hitam


"Meskipun aku malas, tapi ini menarik"


Belphegor juga mengeluarkan senjatanya yaitu sebuah cambuk berlistrik.


Mammon dan Belphegor bersiap untuk merebut kekuatan Erina, dan menyuruh para astral jahat berkumpul untuk ikut menyerang


"Guys, ini akan jadi medan perang, jadi tolong berlindunglah di tempat aman"


Kata Leviathan sambil mengeluarkan trisulanya


"Ahh..sebenarnya ini tidak menguntungkan buatku, tapi memang sepertinya seru juga"


Beelzebub mengeluarkan kapaknya


"Oh tidak, akan terjadi pert**umpahan darah yang besar, bagaimana aku bisa mencegahnya nek**?"


Erina bertanya kepada Landra


"Kamulah yang menjadi pembawa takdir, maka kamu jugalah yang bisa mengakhirinya"


..."Iya, tapi bagaimana caranya?"...


"Tunggulah hingga bulan purnama muncul"


"Apa yang akan terjadi pada Erina?"


tanya Lily


"Tunggu saja, sekarang kita hanya bisa menghindar"


"Kalau terdesak, aku juga akan mencoba memanggil kekuatanku kembali"


Lily mengusulkan


"Tenang, aku akan melindungi kalian dengan segenap nyawaku"


Kata Damien dengan tegas.


Pondok tempat mereka berada mulai terbakar api, Erina, Lily, dan Landra masuk ke rumah untuk berlindung dikawal oleh Damien.


Pertarungan antara dua kubu mulai ricuh, Leviathan dan Beelzebub melawan Belphegor dan Mammon juga para astral.


Getaran antar dimensi yang timbul semakin besar, perputaran waktu semakin tidak teratur, dan terjadi banyak lonjakan energi.


Beberapa orang mulai melihat penampakan - penampakan mistis dari para astral, padahal sebelumnya mereka tidak mampu.


Indra keenam semua orang seolah aktif secara serempak dan membuat mereka bisa melihat apa yang sedang terjadi di desa


Beberapa jam lagi, bulan purnama akan muncul.


----------------


Di neraka level enam, tahta tempat Satan duduk. Mephistopheles datang membawakan berita.


"Tuanku..."


"Tak usah berbicara lagi, aku sudah tahu"


"Apa yang harus kami lakukan tuan?"


"Tak ada..."


"Baik tuan"


"Tapi...kalian cukup mengawasi saja, panggil Baphomet dan bawa Cerberus"


"Siap laksanakan"


Mephistopheles, bersama dengan Baphomet, juga peliharan mereka Cerberus adalah pasukan elit Satan, mereka hanya mengawasi dari jauh dan tidak turut campur dalam pertarungan itu.


----------------


"Akh..waktunya sudah hampir tiba, aku harus segera membunuhnya"


Lucifer yang sedang terbang bergegas untuk turun


"Jangan harap!"


Asmodeus yang terluka langsung menerjang Lucifer dengan pedangnya


"Tidak perlu memaksakan diri bocah! kau bisa langsung kubantai kalau aku serius!"


"Coba saja kalau bisa!"


Lucifer berhasil melukai Asmodeus karena perbedaan level mereka yang cukup jauh, namun semangat juang Asmodeus membuat Lucifer cukup kewalahan.


Setiap Lucifer hendak turun langsung dihalangi oleh Asmodeus. Mereka bertarung hingga babak belur.


Para astral yang sangat banyak, ikut menyerang mereka yang bersembunyi di rumah, alhasil Damien berusaha sangat keras untuk mengalahkan mereka sekaligus.


"Damien...Asmo...kalian..."


Badan Erina gemetar, Ia merasa gelisah, merasa ada sesuatu yang harus dikeluarkan.


Erina jatuh terduduk


"Nak, kamu kenapa?"


Lily langsung panik


"Badanku...rasanya dingin dan juga panas"


Lily memegang badan Erina yang bercucuran keringat, namun dingin seperti es


"Kamu sakit nak, ayo ke tempat tidur"


Lily dan Landra menyelimuti Erina


Pembuluh darah di tangan Erina memancarkan cahaya berwarna jingga, badannya mulai mengeluarkan asap dari pori - pori kulitnya


"Landra, apa kau punya ramuan untuk Erina?"


"Tidak ini bukan penyakit, ini adalah proses transfer kekuatannya"


"Hah? sudah dimulai? kalau badannya tidak kuat bagaimana?"


"Akan hancur berkeping - keping"


Landra menjawab dengan santai


"Jangan bercanda kau nenek"


Lily menjadi kesal


Erina mulai mengerang kesakitan seiring bulan mulai menampakkan dirinya seutuhnya.


Lucifer dan Asmodeus tetap bertarung dan tidak menyadari bentuk bulan.


Damien yang sudah babak belur menghampiri Erina


"Tante, nenek, apa yang terjadi pada Erina?"


"Sudah dimulai, kita tak bisa berbuat


apa - apa?"


"Ah yang benar?! apa yang bisa kulakukan?"


"Tak ada, lihat para astral itu


menuju kesini!"


"Ah sial!"


Damien pergi lagi untuk memukul mundur para astral, namun sabitnya mulai melemah.


Mammon dan Belphegor cukup diuntungkan karena mereka bisa mengambil kekuatan dari astral anak buah mereka, sedangkan Leviathan dan Beelzebub tidak membawa bantuan.


"Gawat Lev kalau begini terus, kita bisa kalah"


Keluh Beelzebub mulai kelelahan


"Belum, kita harus menahannya sebentar lagi"


Leviathan masih kuat untuk bertarung karena ada sungai di dekat sana sebagai sumber kekuatannya.


----------------


Bulan purnama telah muncul seutuhnya.


Lily memaksakan dirinya memeluk tubuh Erina yang panasnya melebihi air mendidih.


"Lily! menjauh darinya!"


Landra menarik Lily dengan paksa


"Ah! Erinaa.."


Tubuh Erina yang panas mulai menggelembung seperti akan meledak.


Lily menangis melihat Erina yang tidak berbentuk lagi, Ia sangat menyesali pertemuannya yang hanya sebentar, memorinya hadir sekelebat tentang waktu disaat Erina lahir.


Wajah yang begitu lugu, tanpa dosa. Ia tak pernah membayangkan akhir yang begitu perih.


Damien melihat ke arah Erina dan mulai menangis sambil berteriak memanggil namanya.


Leviathan, Beelzebub, Belphegor, Mammon dan para astral terdiam sejenak melihat gumpalan cahaya jingga aneh yang meliputi tubuh Erina.


Mephistopheles dan Baphomet yang melihat dari kejauhan juga terkejut dan mulai berspekulasi


"Apakah ini akhirnya?"


"Sepertinya begitu, tubuhnya akan hancur menjadi debu"


"Kurasa ledakannya akan memusnahkan semua yang ada disana"


"Sudah pasti, ini adalah tekanan yang tidak mungkin dapat ditahan oleh kapasitas tubuh manusia biasa"


----------------


Bulan purnama bersinar terang berwarna jingga.


''DUAAAAARRRRR...."


Suara ledakan yang bergema sejauh ratusan kilometer, dan cahaya yang begitu terang membutakan pandangan.


Tubuh Erina meledak.


Semua telah berakhir.