
Neraka tingkat tujuh. Semua hal paling mengerikan yang bisa orang bayangkan tentang neraka, disinilah tempatnya.
Disini juga merupakan kantor sang penguasa Neraka tertinggi, Lucifer.
Pintu kantornya yang bergaya klasik, dibuat menggunakan bahan kayu jati dan dilengkapi ukiran - ukiran seperti eropa abad pertengahan, diketuk oleh seorang wanita. Wanita bertubuh semampai, berkulit sangat putih, berambut merah sebahu dan juga memiliki sepasang tanduk berwarna hitam.
Ia adalah Succubus, satu - satunya iblis wanita yang menjadi mata - mata dan tangan kanan Lucifer.
Succubus memiliki karakter yang licik, suka menusuk dari belakang dan mematuhi perintah semata - mata demi menjilat atasannya. Namun kali ini Ia membawa informasi yang tak biasa.
"Maaf tuanku Lucifer, apa aku mengganggu?", Succubus mengintip dari balik pintu.
Lucifer menjawab dengan malas, karakternya yang sombong dan tinggi hati selalu menganggap semua makhluk lebih rendah darinya.
"Ya, sudah pasti kau menggangguku Succubus, waktu melamunku yang berharga jadi buyar"
"**Tapi ini berita yang menarik, tuan"
"Awas saja kalau sampai tidak menarik"
"Di pinggiran kota, saya melihat Asmodeus seperti bekerjasama dengan malaikat maut rendahan untuk melarikan seorang wanita, yang entah bagaimana sepertinya belum mati**"
"Hmm..lanjutkan"
Lucifer mulai memajukan tubuhnya karena tertarik.
"Wanita itu sepertinya punya pengaruh sehingga Asmodeus ingin menyelamatkannya"
"Apakah kau tak melihat auranya?", tanya Lucifer.
"Aku tidak melihat aura yang mencurigakan darinya"
"Sepertinya penglihatan auramu perlu dipertajam"
"Baik tuanku", Succubus menundukkan kepalanya.
"Asmodeus, kadang memang jiwa mudanya bergelora, tapi aturan adalah aturan, wanita itu harus dibawa kesini untuk di eksekusi"
Lucifer bersandar di kursinya lagi, "Behemoth!" teriaknya.
Muncullah sesosok makhluk di depan meja Lucifer, Ia berwujud seperti pria bertubuh sangat kekar, namun memiliki kepala seekor gajah.
"Saya hadir tuanku", makhluk itu memberi hormat kepada Lucifer.
Lucifer menaruh tangannya di dagu dan mulai memberi perintah,
"Menurut informasi dari Succubus, ada seorang wanita mencurigakan yang sebenarnya belum melewati fase kematian, namun sudah berada di akhirat, cari dia lalu bawa kemari!"
"Siap, laksanakan tuanku"
Behemoth mengangguk, lalu Ia menatap Succubus, Succubus segera memberikan informasi keberadaan wanita itu dengan sekali kedipan mata.
Lalu Behemoth langsung berteleportasi menuju ke tempat yang dimaksud.
Behemoth tiba di lokasi dalam sekejap, di hadapannya ada Asmodeus yang sedang mengawasi sekitarnya.
"Halo Behemoth, tumben kesini, ada perlu apa?"
"Tuan Asmodeus, saya datang atas perintah tuan Lucifer, untuk mencari manusia yang katanya masih hidup"
"Hmm..yang kau cari sepertinya tidak ada disini, pergilah!", ucap Asmodeus seraya menoleh ke kiri dan kanannya.
Behemoth mengacungkan jari telunjuknya, Asmodeus melihat arah yang ditunjuknya, dan nampak dua orang yang sedang berlari di kejauhan. Asmodeus menghela nafas.
"Kedua orang itu, mereka tampak mencurigakan, saya akan menangkap mereka"
Asmodeus menggelengkan kepalanya, "Kurasa tidak, karena area ini termasuk dalam yurisdiksiku, maka kuharap kau tak perlu ikut campur"
Tiba - tiba Behemoth mengeluarkan senjatanya yaitu sebuah palu raksasa yang besarnya melebihi tubuh Asmodeus, "Saya minta maaf tuan, saya tidak ingin menggunakan kekerasan, namun jika terpaksa..."
"Kalau terpaksa kenapa? kau akan melawan petinggi neraka?"
"Jika memang harus"
"Baik kalau memang itu jalan yang ingin kau tempuh", Asmodeus pun mengeluarkan sebilah pedang claymore berwarna hitam yang diliputi api yang membara.
Dengan gerakan yang secepat kilat kedua orang itu mengadu senjatanya selayaknya samurai.
Behemoth yang menyadari hal itu pun mulai gelisah dan berkeringat, Ia sadar betul perbedaan kekuatan yang dimilikinya, namun Ia tetap bersikukuh untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh atasannya.
"Bagaimana? masih mau lanjut?", tanya Asmodeus seraya terus menekan pedangnya sehingga semakin merusak palu Behemoth.
Tiba - tiba muncullah sesosok pria, Ia berbadan sangat tinggi, kurus, rambutnya klimis mengkilap berwarna perak. Matanya berwarna jingga dan menggunakan setelan tuxedo berwarna abu - abu selayaknya pengusaha kaya yang sedangmenghadiri acara makan malam di ballroom.
Pria itu berjalan dengan gaya yang flamboyan dan menghampiri kedua orang yang sedang bersitegang itu.
"Wahai teman - temanku, bukankah kita tidak perlu menggunakan kekerasan disini, bagaimana kalau kita bicarakan baik - baik? dikantorku juga boleh?!",
Sapa Lucifer dengan tenang kepada Asmodeus dan Behemoth yang sedang terbakar emosi.
Asmodeus pun memenuhi panggilan untuk hadir di kantor Lucifer di neraka level 7.
Ia duduk di kursi tamu, di sampingnya berdiri Behemoth dan juga Succubus yang memandang sinis.
Lucifer ingin mencaritahu kenapa Asmodeus berusaha melindungi wanita itu, namun Asmodeus enggan berkomentar banyak.
Lucifer berdiri dari kursinya dan menghampiri Asmodeus untuk menatap matanya, Ia dapat melihat apa yang orang lain lihat dengan cara menatap matanya.
"Oh waw..begitu rupanya, ahahahhaahhaah",
Lucifer tertawa selayaknya pengusaha jahat yang hendak menggusur perkampungan demi membangun proyek besarnya.
"Baiklah Asmo, aku mengerti kau masih muda, menjalin hubungan dengan manusia itu memang berbeda rasanya, tapi percayalah semuanya itu semu. Tapi, kali ini akan kubiarkan saja, kembalikanlah manusia itu sebelum aku berubah pikiran"
Asmodeus pergi dari kantor Lucifer dengan wajah datar.
Succubus yang penasaran pun bertanya
"Tuan, apakah tuan tidak ingin menindaklanjuti kasus ini?"
"Ah tidak, biarkan saja dia, dia mengingatkanku akan masa mudaku"
"Tapi tuan, jika Aku bisa menemukan fakta baru yang berpotensi menjadi kasus yang lebih besar?"
"Hei, Kenapa kau jadi begitu bersemangat
tentang ini Succubus?", Lucifer mendekatkan wajahnya ke wajah Succubus.
"Nngghh...Perasaanku sebagai wanita, mengatakan ada sesuatu yang lain"
"**Ah....perasaan wanita, hal paling abstrak di jagad raya ini"
"Saya mohon izin untuk menyelidikinya lagi tuan"
"Terserah kau saja, aku mau melamun lagi
jangan menggangguku sekarang**!", Lucifer kembali duduk di kursinya.
Succubus pun pergi keluar ruangan untuk mempersiapkan diri.
"Hei, kau juga ngapain masih disini?", tanya Lucifer kepada Behemoth yang masih berdiri tegap.
"Ah maaf tuan, saya permisi", Behemoth juga keluar dari ruangan.
Behemoth menemui Succubus di luar ruangan Lucifer.
Succubus menatap ke arah lubang neraka di tingkat ketujuh yang sangat besar, diameternya saja mencapai lima enam puluh enam kilometer.
Disana terlihat jiwa - jiwa yang merana karena sedang disiksa oleh para petugas neraka dengan berbagai cara. Mereka sedang menebus semua dosa - dosa yang telah mereka lakukan di dunia.
"Hei..memangnya apa yang akan kau lakukan?", tanya Behemoth yang menghampiri.
Succubus hanya diam.
"Aku tahu, kau memiliki perasaan pada pria itu, tapi kuharap kau tidak melakukan hal bodoh yang menjerumuskan dirimu sendiri", ucap Behemoth.
"Kita sudah berada di neraka, bisa terjerumus kemana lagi kita?", jawab Succubus dengan ketus.
"Yaa..yang pasti, kalau butuh bantuan aku selalu siap, Sue"
"Aku tak perlu bantuanmu", Succubus pergi begitu saja.