
Rajho yang merasakan ini akan menjadi masalah baginya, mulai menggunakan kekuatannya untuk mengumpulkan seluruh goblin yang ada di area itu.
Dengan sihirnya, Ia membaca mantra untuk membuat seluruh goblin kecil untuk menyatu ke dalam dirinya dan menjadikan tubuhnya semakin besar.
Pak Uwo yang juga bertubuh besar pun menyaksikan kebangkitan makhluk yang berpuluh - puluh kali lipat lebih besar darinya itu.
Rangda kemudian menghampiri pak Uwo dan berdiri di sebelahnya.
Mereka saling bertatapan, lalu mengangguk seakan mengerti dan akan menjalankan sebuah rencana.
Rangda dan pak Uwo yang melihat proses Rajho menggabungkan dirinya dengan ratusan ribu goblin ini ternyata memakan waktu, menjadikan ini sebuah kesempatan.
Selagi Rajho melakukan ritual, pak Uwo dan Rangda mulai menyerangnya.
Rajho berusaha bertahan, ia menciptakan penghalang. Meskipun sangat mudah untuk dihancurkan pak Uwo.
......................
Di wilayah kesadaran kosmik, Barachiel mulai merasa ada sesuatu yang janggal.
Seluruh tempat itu bergetar selayaknya gempa bumi. Dimana hal yang tak semestinya terjadi di lokasi semacam itu.
Getaran berlangsung selama beberapa saat, tiba - tiba muncul retakan dari bawah, sedikit sedikit perlahan semakin membesar.
"Sebenarnya ada apa ini? aku bahkan tak menerima pesan apapun dari Bos Besar", Barachiel kebingungan.
Retakan tersebut mulai bercahaya, cahaya yang muncul bukanlah cahaya biasa, namun cahaya yang menyiratkan aura yang sangat gelap.
Aura di tempat itu mendadak berubah drastis, Barachiel sampai jatuh terduduk karena beratnya tekanan dari aura itu.
Perlahan, muncul sosok seseorang dari dalam retakan itu.
Seorang laki - laki yang sepertinya berumur tiga puluhan.
Tubuhnya kurus dengan kulit sawo matang.
Wajahnya dihiasi kumis dan janggut tebal.
Matanya bercahaya, dan tatapannya sangat jahat.
Ia menggunakan pakaian serba hitam serta blankon untuk menutupi rambutnya yang panjang sebahu.
Di tangannya nampak sebuah keris, yang sama sekali bukan keris biasa.
Barachiel sangat terkejut melihat kehadiran orang itu, tubuhnya menggigil.
"Ti.. tidak mungkin.."
"Tentu saja mungkin tuan malaikat, mulai sekarang kau hanya akan mengikuti perintahku!", ucap pria itu seraya mengarahkan kerisnya ke arah Barachiel.
Mata Barachiel berubah putih seperti terhipnotis.
...----------------...
Di akhirat.
Tanpa ada yang menduga, sebuah peristiwa yang menggemparkan seluruh akhirat telah terjadi dan itu melebihi kasus yang disebabkan oleh Erina.
Informasi yang sebelumnya menyebar yaitu amukan Satan yang memporak porandakan neraka karena kesal oleh Erina, ternyata memiliki fakta yang berbeda.
Kenyataannya, Satan telah kehilangan sesuatu, sebuah benda gaib yang ia jaga melebihi nyawanya sendiri, Claidheamh Teine. Pedang api yang menyalakan seluruh api di neraka.
Satan sangat marah, Ia tak mengampuni siapapun yang mengambilnya, makanya ia melabrak apapun yang ada dihadapannya untuk mencari siapa sang pencuri.
...----------------...
Di surga.
Meskipun surga sudah menutup aksesnya ke akhirat, namun Gabriel telah menyebarkan mata - mata di seluruh wilayah untuk memantau situasi, demi mendapatkan pesan terbaru tentang kejadian yang sedang terjadi.
Saat ini kondisi akhirat menjadi kacau balau, karena neraka berhenti beroperasi, dan surga menutup aksesnya, sehingga banyak jiwa - jiwa yang kehilangan arah, mereka tak mendapatkan kepastian dimana akan ditempatkan.
Gabriel sebagai perwira tinggi dalam divisi malaikat, mendapatkan panggilan resmi dari Bos Besar. Ia mendapatkan mandat untuk membereskan situasi ini dengan segala cara.
Gabriel awalnya terkejut, namun Ia sadar akan posisinya. Tak lama Ia segera bergegas mengumpulkan beberapa panglima surga untuk menjelaskan rencananya. Dan tak hanya memberikan perintah, Ia pun hendak turun langsung ke lapangan.
...----------------...
Satan yang sedang mengamuk dengan kondisi Berserk, yaitu kondisi dimana raga bergerak tak terkontrol berdasarkan luapan emosi dan tak bisa lagi dikendalikan oleh akal sehat.
Segala makhluk penghuni akhirat berhamburan panik keluar karena takut terkena serangan dari tubuh raksasa Satan.
Banyak juga yang mati terinjak maupun dibakar oleh semburan apinya.
Beberapa astral level tinggi menerima telepati berupa perintah langsung dari Gabriel. Yang tak diduga perintahnya adalah untuk menahan dan menghentikan pergerakan Satan agar tak merusak lebih jauh lagi.
Beberapa astral yang merasa tidak yakin atau takut memilih untuk mengabaikan perintah tersebut lalu melarikan diri.
Namun beberapa yang memiliki harga diri, berusaha untuk menerjang sang raja neraka nomor dua itu. Meskipun memang hasilnya sia - sia karena kekuatan Satan sangatlah besar.
Bangunan - bangunan di akhirat hancur lebur. Seluruh jalanan yang dilewati jejak kaki Satan yang seukuran King Kong, meleleh seperti terkena aliran lahar panas.
Di tengah hiruk - pikuk dan kekacauan itu, Gabriel datang diam - diam. Ia menyembunyikan kehadirannya sambil mengamati gerak - gerik Satan dari balik reruntuhan.
Gabriel datang bersama salah satu malaikat petinggi surga, yaitu Seraphim.
"Gab, menurutmu apa yang bisa kita lakukan?", Seraphim berwajah khawatir.
"Entahlah, akupun tak yakin kekuatanku cukup untuk menghalaunya disaat seperti ini"
"Alihkan perhatiannya, lalu kita serang dia bersamaan!", Seraphim menjadi bersemangat.
"Kurasa tidak akan semudah itu. Hei apa itu!?", Gabriel melihat sesuatu.
Keluar seorang pria dari lubang hitam berasap yang muncul di langit, disertai seseorang yang mereka kenali.
"BARACHIEL!!", Gabriel dan Seraphim tersentak.
Gabriel mencoba bertelepati kepadanya, namun Barachiel tidak merespon.
"Ada yang aneh, ia memblokir sinyalku dan seperti sedang berada dalam pengaruh sesuatu"
"Jangan - jangan pria itu..."
.
.
"WAHAI SATAN SANG PENGUASA NERAKA! Sang darah murni, iblis merah sejati, ciptaan langsung yang maha kuasa".
Sang pria memanggil Satan yang sedang dalam posisi berlawanan dengan suara lantang.
Mendengar suara yang dirasa asing, Satan menoleh perlahan ke belakangnya, dan Ia sangat terkejut.
Seorang pria muda berpenampilan lusuh, melayang didampingi oleh seorang Archangel, dan sedang memegang Claidheamh dengan tangan kanannya, dan Keris Rhekso Bhumi di tangan kirinya.
"Berani - beraninya, jadi kau pencurinya! SIAPA KAU!?", tanya Satan dengan geram.
"Aku adalah, seseorang yang akan menguasai dunia dan akhirat", jawab pria itu dengan tenang.
Gabriel dan Seraphim saling bertatapan dengan perasaan bingung.
Pria itupun kemudian mengangkat pedang apinya, lalu Ia gesekkan kepada keris bercahaya yang ia pegang dengan tangan kirinya.
Gesekan kedua benda gaib level atas tersebut menghasilkan cahaya dan suara yang begitu nyaring dan membuat Satan bergeming
Pria itu membacakan mantra berbahasa jawa, lalu mengarahkan pedangnya ke arah Satan.
"MULAI SEKARANG, KAU PATUH PADA PERINTAHKU!"
Pandangan Satan mendadak kosong, Ia seperti terhipnotis.
"Mu.. Mustahil, semudah itu? siapa pria itu?", Gabriel sangat bingung melihat situasi tersebut.
Pria itupun menggemakan suaranya lalu memberikan pengumuman.
"Wahai para malaikat, iblis, astral dan segala penghuni akhirat, kalian sedang menatap seseorang yang akan merubah sejarah. Namaku adalah Ki Sang Djaja! Dan Kini malaikat Barachiel dan raja Iblis Satan adalah bawahanku. Bagi yang mencoba melawan, akan berakhir sia - sia, namun bagi yang ingin bergabung, akan kuterima dengan baik, muahahahaha.."
Ki Sang Djaja memberikan kode kepada Barachiel, lalu mereka bertiga berteleportasi entah kemana.
"Pria itu sinting! padahal hanya manusia biasa", ucap Seraphim.
Gabriel mengerutkan keningnya, memikirkan sangat banyak sekali hal tentang apa tindakan yang harus diambil disaat genting seperti ini.