My Heart From Hell

My Heart From Hell
Kronos



Wujud roh Erina sedang berada di arena pertarungan di alam baka, sedangkan kesadarannya berada di dimensi yang berbeda.


Tempat dimana bagi siapapun yang menggunakan kekuatan dari Tiarna Fatchach, akan bertemu dengan leluhur para titan.


Karena Erina adalah anak dari Hecate, yang merupakan anak dari Kronos, maka ia bertemu dengan salah satu Titan generasi pertama yang memiliki sosok yang cukup disegani pada masanya itu.


"SIAPA NAMAMU NAK?"


"Aku Erina, kakek"


"AH BELUM PERNAH ADA YANG MEMANGGILKU KAKEK SEBELUMNYA"


"Bagaimana kehidupan kakek di tempat ini?"


"KAMI YANG BERADA DI SINI TIDAK BENAR - BENAR HIDUP, INI HANYA KESADARAN YANG DIMASUKKAN KE DALAM WADAH SEPERTI BENDA - BENDA GAIB"


"Hmm.. begitu rupanya, memang di sini gelap sekali ya"


"HANYA KEGELAPAN, DAN KEHAMPAAN YANG ADA DI SINI"


"Aku ingin tahu, apakah para astral di alam baka ini sudah ada sebelum tercipta surga dan neraka?"


"IYA, BAHKAN SEBELUM BUMI DICIPTAKAN, ALAM BAKA SUDAH ADA DENGAN SEGALA ISINYA. LALU AKHIRAT DIBANGUN SEBAGAI SISTEM UNTUK TEMPAT AKHIR JIWA MANUSIA, MAKHLUK YANG KATANYA PALING SEMPURNA"


"Apa astral merasa iri karena diciptakannya manusia?"


"SANGAT, KAMI SANGAT IRI. KARENA SANG PENCIPTA BENAR - BENAR MENUMPAHKAN SEGALA SESUATUNYA KEPADA MANUSIA. NAMUN FAKTANYA, TERNYA KAMI DIBERIKAN TUGAS YANG BERSANGKUTAN JUGA DENGAN MANUSIA"


"Aku mengerti. Lalu, seperti apa kehidupan kakek dahulu?"


"WAKTU AKU MASIH MEMIMPIN, KAUM TITAN BENAR - BENAR MENJADI PENGUASA DI SELURUH PENJURU ALAM BAKA. BAHKAN SEBELUM IBLIS SEPERTI SATAN LAHIR"


"Lalu apa yang membuat semuanya berubah?"


"SEMUANYA BERUBAH KARENA KAUM KAMI MULAI DIPENGARUHI OLEH RAS LAIN. DAN MENYEBABKAN BANYAK KUDETA SERTA PENGKHIANATAN, DALAM WAKTU RATUSAN RIBU TAHUN AKHIRNYA KAUM KAMI MENGALAMI KEJATUHAN, BANYAK YANG DIMUSNAHKAN, DAN AKHIRNYA KAMI TIDAK LAGI MENJADI PENGUASA, NAMUN HANYA KAUM YANG DIANGGAP PRIMITIF"


"Berarti hanya Satan yang berhasil mempertahankan posisinya hingga sekarang?"


Kronos berjongkok dan mengangkat Erina dengan tangannya.


"ERINA, JUSTRU SATANLAH PENYEBAB UTAMA KEJATUHAN KAUM TITAN, DIA ADALAH SANG PENGKHIANAT UTAMA"


"Waah jadi begitu? agar dia bisa menjadi penguasa tunggal ya?"


"BENAR, KARENA IA DIBERI GELAR IBLIS, MAKA IA MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK MEMPENGARUHI ORANG LAIN UNTUK MENJATUHKAN KAUMNYA SENDIRI, BAHKAN SEKARANG BISA MEMIMPIN NERAKA"


"Lalu, apa kakek dendam kepadanya?"


"TENTU SAJA! KAU, HARUS MENJATUHKAN DIA DARI TAHTANYA!"


Erina berfikir sejenak, "Sepertinya sih memang itu tujuan Lucifer membuatku datang"


"LUCIFER? DIA AYAHMU YA?"


"Benar"


"LELAKI ITU, ENTAHLAH DIA BISA DIPERCAYA ATAU TIDAK"


"Hee, memang kenapa kek?"


"DIA SELALU PENUH DENGAN TIPU MUSLIHAT, BAHKAN BAGI SESAMA IBLIS, IA YANG PALING IBLIS"


"Ma.. masa sih sebegitunya?"


"HANYA DIA MALAIKAT YANG MENJADI IBLIS. BAHKAN MALAIKAT PUN BISA DIBOHONGINYA"


"Tapi.. sekarang mungkin berbeda kondisinya"


"TETAP SAJA, DIA DAN SATAN TAK BERBEDA JAUH, DIA AKAN MEMANFAATKAN SIAPAPUN UNTUK MERAIH KEKUASAANNYA KEMBALI"


Wajah Erina mendadak muram, ia takut perkataan Kronos menjadi kebenaran, padahal ia sudah mulai mempercayai Lucifer.


"Lalu apa yang harus kulakukan sekarang kek?"


"TUNTASKAN TUGASMU! ITU SAJA. AKU AKAN MEMBANTUMU DARI JAUH"


...----------------...


Di arena, pak Uwo masih bertarung sengit dengan Rangda. Semua orang terpaku menyaksikannya.


Erina masih berdiri diam di tengah - tengah arena. Karena konsekuensi dari mengendalikan entitas lain, jika ingin maksimal, maka harus mengorbankan kesadarannya sendiri.


"Sial orang ini tak kehabisan energi, sepertinya sasaranku seharusnya adalah wanita itu", pikir Rangda yang melihat Erina tak tersentuh.


Rangda lalu menggunakan kukunya untuk menyerang dari jauh, aura yang keluar dari kukunya bagaikan benang yang sangat tipis namun begitu tajam.


'Sraatt..', Erina terluka karena sabetan kuku Rangda, dan ia pun tersadar.


Pak Uwo yang tadinya sedang dalam kendali juga tersadar, "He? kenapa aku bisa di dalam arena?"


Ratu Hilda yang melihat itu langsung memanfaatkan kesempatan, "Saruwo! kau tak boleh berada di arena! cepat kesini!"


"Ah iya baik yang mulia", pak Uwo bergegas.


"Gawat ini, kalau Erina dan pak Uwo tersadar, bagaimana cara mengalahkan Rangda?", tanya Emily.


Lucifer diam dan berfikir keras.


Rangda memukul dan melukai Erina berulang kali, namun Erina tetap bertahan.


"Aku.. tak boleh jatuh, aku tak akan kalah"


"Hmm.. tekadmu itu boleh juga, tapi percuma saja. Lebih baik menyerah sebelum kupermalukan", ucap Rangda seraya menjilat darah Erina dari kukunya.


Erina memandang Rangda serius, lalu memejamkan matanya, ia mencoba berkonsentrasi untuk memunculkan mahkota pengendali itu lagi.


"Sudah kubilang percuma!", dengan secepat kilat Rangda muncul di depan Erina, memukulnya dan membuatnya hilang konsentrasi.


"Percuma, mahkota itu tak akan bisa muncul lagi kalau keadaanya seperti ini. Ah!", Emily baru menyadari sesuatu ketika melihat ke tempat Hilda.


"ERINA! Pak Uwo sudah tak ada di sana!"


Erina berfikir apa tekhnik yang bisa digunakannya kali ini, karena sekali pukul lagi ia pasti akan jatuh dan tak bisa melanjutkan perjalanan.


"Erina! jangan memaksakan diri nak, kita akan mencari jalan lain!", Lucifer berteriak dari pinggir arena.


Erina meliriknya tanpa berkata - kata, namun nampak sekali tekad yang tak terhentikan dari sorot matanya, sama seperti kejadian di Rusia waktu itu.


Rangda menyatukan kedua tangannya dan berubah menjadi pedang besar.


"Mungkin ini melanggar peraturan, tapi biar saja, membunuhmu takkan berarti apa - apa bagiku"


"Bunuh saja dia Rangda!", perintah ratu Hilda.


Semua penonton mulai berdesas - desus kembali, mereka mempertanyakan sikap sang ratu. Tak biasanya ratu bersikap sekejam ini, karena biasanya duel diadakan hanya untuk latihan adu kekuatan, bukan ajang saling membunuh.


Setelah mendapat perintah, Rangda menyerang tanpa ragu.


Dalam sepersekian detik, sebelum pedang Rangda menusuk perutnya, Erina mendapat pendengaran dari alam lain.


"ISTIRAHATLAH NAK, BIAR KUURUS DARI SINI"


'DUAARR!!' Suara dan hentakan besar seperti petir yang menggelegar menghujam arena duel.


Rangda tersungkur. Ratu terbelalak.


Apa lagi yang muncul kali ini?


Sosok titan setinggi lima puluh meter berdiri di atas arena, kepalanya hampir menghancurkan atap dari ruangan itu.


Kronos telah hadir dalam arena duel. Semua astral muda kebanyakan hanya pernah mendengar namanya dari cerita sejarah.


"Akh.. i.. itu?", Rangda terkejut tak mampu berkata - kata.


"Di.. dia bisa memanggil Kronos, seberapa besar kekuatannya sebenarnya?", ucap Hilda dengan gemetar.


Kronos mengayunkan tangannya, Rangda terpental jauh keluar dari arena, sosoknya kembali menjadi Ratna lalu pingsan.


Lalu Kronos menatap Hilda, tubuh Hilda membeku, "Saruwo! tolong aku!"


Uwo datang, lalu setelah melihat Kronos ia segera menunduk memberi hormat.


Kronos menggoyangkan tangannya sedikit di depan Hilda, Hilda tersungkur. Lalu keluar sesuatu seperti awan hitam dari kepalanya.


Seluruh ruangan menjadi hening karena kejadian yang mengejutkan tersebut.


Arai yang daritadi terdiam, "Aaa.. pe.. pemenangnya adalah Erina!"


Tubuh Erina langsung lunglai dan akan terjatuh.


Lucifer menangkapnya, lalu tersenyum.


Kronos menoleh ke arah Lucifer.


"LUCIFER!!"


"I.. iya.. ayah mertua"


"JAGALAH CUCUKU DENGAN BAIK, DIA AKAN SANGAT BERPENGARUH BAGI MASA DEPAN"


"Saya mengerti"


Kronos menghilang.


...----------------...


"Auch.. sakitnyaa, dimana aku?", Erina terbangun di sebuah tempat tidur.


"Kau berada di ruangan ratu", terdengar suara Hilda.


"Ratu!? akh!", Erina langsung bersiaga.


"Tenang, aku tak berniat mengusikmu. Justru aku ingin minta maaf kepadamu Erina"


"Ratu Hilda, kenapa sikapmu berbeda dengan sebelumnya?"


Pak Uwo masuk ke dalam ruangan, "Sebelumnya ia telah dirasuki oleh orb jahat"


"Orb jahat?", Erina bingung.


"Iya, itu adalah ilmu gaib untuk mengubah kepribadian atau mengendalikan seseorang dari jauh", Emily melanjutkan.


"Jadi ratu yang menyebalkan itu bukanlah dirimu yang sebenarnya ya?"


"Iya, rasanya seperti mimpi yang sangat buruk, entah kenapa aku sampai bisa kena ilmu gaib seperti itu"


"Aku memang sudah merasa ada yang aneh sejak pertemuan kita", ucap pak Uwo sambil menatap Hilda, lalu merangkulnya.


"Kira - kira siapa yang melakukan itu pada ratu?"


"Yang pasti orang yang hendak menghambat perjalanan kita", Lucifer muncul dari pintu masuk.


"Papi! kau baik - baik saja?"


"Iyalah aku kan kuat, harusnya aku yang tanya itu kepadamu"


"Aku merasa cukup sehat kok"


"Kau sudah tidur selama satu minggu"


"APA!? lalu, bagaimana dengan Ratna?", Erina celingukan.


"Aku di sini", Ratna hadir juga di ruangan itu.


"Maaf ya aku sudah merepotkanmu di arena itu".


"Ah tidak masalah, tapi aku penasaran dengan sosok Rangda dalam tubuhmu itu"


"Soal itu biar ratu yang menjelaskannya".