My Heart From Hell

My Heart From Hell
The Old New Chapter



Arina merasa semuanya berubah, nasib baik mulai hadir di dalam kehidupannya.


Namun, sepertinya tidak akan berlangsung lama.


Daniel dan Arina sedang berada di cafe sambil merencanakan acara pernikahan. Daniel Ingin menggunakan wedding organizer yang terkenal dan mahal.


"Sayang, memangnya gak apa - apa kalau kita pakai WO yang ini?", tanya Arina.


"Iya, aku ingin hasilnya nanti sempurna"


"Tapi.. rasanya terlalu mahal"


Daniel tersenyum, "Tenanglah sayang, tabunganku masih banyak"


"Kamu harus pandai mengatur keuangan kalau masih ingin tetap kaya"


"Nanti kamu saja yang mengatur keuangannya, sepenuhnya kuserahkan kepadamu"


"Benarkah?"


"Iya, kamu mau beli apa juga boleh"


Arina merasa tersipu, apakah ini yang diingankannya selama ini?


"Kamu mau undang berapa orang?"


"Temanku tak banyak, kamu kan yang relasinya dimana - mana"


"Iya, tapi aku tak mau terlalu ramai, sebaiknya pesta ini menjadi eksklusif"


"Baiklah, aku ikut aja kamu mau seperti apa"


...----------------...


Hari minggu di bulan desember.


Di sebuah taman cantik yang bergaya yunani, acara pernikahan Daniel dan Arina dilangsungkan.


Akad nikah berlangsung khidmat, Daniel berhasil membacakan janji pernikahan dengan lancar.


Arina tak berhenti tersenyum karena merasa hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya.


Kedua orangtua Arina juga terharu melihat anak gadis satu - satunya menikah, dengan seorang pria tampan yang mapan.


Malamnya di tempat yang sama, dirayakan pesta resepsi. Hampir lima ratus undangan yang hadir, banyak orang penting dari relasi Daniel dan ayahnya.


Di antara orang - orang itu, ada seseorang yang memperhatikan Arina secara diam - diam dari jauh.


...----------------...


Setelah pesta berakhir, Daniel membawa Arina ke rumah miliknya di bilangan Jakarta Selatan. Rumah itu begitu besar dan mewah hingga biasa disewa untuk shooting sinetron atau film.


Mereka berdua lalu masuk ke dalam kamar, Daniel mendorong Arina ke kasur. Arina merasa deg - degan.


Tiba - tiba gelap.


Semua menjadi gelap gulita.


"Heeeii.. kenapa ini? Danieell.. kamu dimanaa?" Arina terserang panik.


Di kegelapan, muncul seorang pria yang berjalan pelan dari kejauhan.


Pria itu tinggi kurus dan berkulit sangat pucat, rambutnya klimis berwarna perak. Ia memakai setelan jas abu - abu dengan dasi berwarna ungu.


Pria itu mendekati Arina yang bahkan tak bisa melihat tangannya sendiri saking gelapnya.


"Sudah puas? itu kehidupan yang kau mau?" tanya pria itu.


"Apa? siapa kau?"


"Wah sampai lupa padaku segala, ckckck.."


"Kembalikan aku! aku baru menikah!"


"Pernikahan itu semu, kau bahkan ditakdirkan untuk mengemban tugas yang jauh lebih penting"


"Tugas apa? aarggh.. bisa - bisanya aku malah bermimpi disaat seperti ini", Arina memegang kepalanya karena ia merasa sangat pusing.


"Sudah ya, saatnya kembali ke realita", pria itu memegang kening Arina.


"Aaakkhh..tungguuu.. tidaak", Arina merasa seperti tersedot ke dalam lubang hitam.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


"Uukhh.. silau.."


"Sudah bangun? nih minumlah supaya segar"


terdengar suara seorang pria di dekatnya.


Pandangannya masih buram. Ia seperti berada di atas kasur, namun belum jelas lokasi keberadaannya saat ini. Dan lagi ia kenal suara itu.


"Si.. siapa kau? aku merasa mengenal suaramu?"


"Tentu kau mengenalku, buka matamu yang lebar!"


"HAH!!? LUCIFER!!??"


"Sstt.. jangan kencang - kencang suaramu!"


"Dimana ini? aku siapa?"


"Kau adalah Erina Muriella, keturunanku yang ke 666, dan ini adalah bagian paling bawah dari alam baka", ucap Lucifer.


"Akhh.. tidak, bukankah aku Arina? aku baru saja menikah dengan atasanku, orangtuaku juga tidak jadi bercerai"


"Ya.. ya.. sekarang lupakan dulu soal itu"


"Lupakan bagaimana!? aku sudah mendapatkan hidup yang kuinginkan, namun.. semuanya hanya mimpi"


Erina menundukkan kepalanya karena merasa sangat sedih.


"Hmm.. sebenarnya itu bukan mimpi"


"Lalu apa? rasanya begitu nyata"


"Itu adalah rohmu yang masuk ke dunia paralel, setelah keluar dari menara kekuatan, kau kan menginginkan untuk melupakan semuanya, itu sudah dikabulkan oleh Adam"


"Lalu kenapa sekarang aku bisa ada di sini?"


"Karena aku yang memanggilmu", jawab Lucifer santai.


"Apa!? rrrgghhhh..", Erina sangat geram.


"KURANG AJAR! KEMBALIKAN HIDUPKU!! AAAKKHH", Erina mengejar Lucifer di dalam kamar berukuran 2 x 3 tersebut.


"Tunggu! kau harus mendengar penjelasanku dulu", Lucifer panik.


Setelah lelah berlarian keduanya pun terduduk. Erina di tempat tidur dan Lucifer di bangku kecil.


"Hahh.. ya sudahlah, aku memang berharap terlalu banyak, kuanggap saja semua yang kurasakan itu cuma mimpi. Sekarang, apa penjelasanmu yang membuatku bisa berada di kamar kos - kosan ini sekarang? dan kenapa kau berpakaian seperti orang biasa? padahal di mimpi kau sangat rapi"


Lucifer pun memulai ceritanya.


Semua bermula ketika Erina mengakhiri perjalanannya di menara kekuatan, Adam mengabulkan permintaannya bahwa Ia ingin seolah semua tak pernah terjadi. Maka dari itu Roh dan kesadaran Erina berpindah ke dunia yang sesuai dengan harapannya. Bukannya kembali ke dimensi awal kehidupannya, tapi ke dunia paralel yang acak, dimana garis waktu bergerak secara berbeda.


Erina boleh menikmati waktunya selama di sana, namun yang terjadi di dimensi utama tetaplah berjalan. Lucifer kembali ke akhirat, dan hal pertama yang didapatinya adalah kemurkaan Satan. Ternyata selama Erina pergi ke akhirat dan keluar masuk dimensi beserta Asmodeus, telah timbul hal diluar dugaan yaitu ketidakseimbangan antara ruang dan waktu. Hal itu cukup membuat kacau sistem dunia - akhirat dan antar dimensi.


Bos besar marah, lalu memberi teguran keras kepada penguasa neraka yang dianggap tidak becus menangani situasi ini, dan karena Lucifer terlibat dalam kasus ini, maka Satanlah yang menjadi penanggung jawab. Mendengar hal itu Satan menjadi murka dan mengamuk, ia memporak porandakan neraka dan beberapa bagian akhirat.


Lucifer dicopot dari jabatannya dan menjadi astral biasa, lalu beberapa penguasa neraka lain yang terlibat juga mendapat hukuman. Namun yang paling utama, Asmodeus beserta Damien akan dihukum mati, karena dianggap paling merugikan.


"A.. apa!? tapi bukankah Asmo sudah??", Erina mempertanyakan kematian Asmodeus yang disaksikannya sendiri.


"Sebagai petinggi, jika mati di dunia bawah, kemungkinan besar akan bereinkarnasi ulang"


"Oh begitu ya.. hufft rupanya memang aku tidak bisa lari dari takdir ya"


"Iya"


"Kau bilang aku harus mengemban tugas, apa ada hubungannya?", Erina bertanya selagi meneguk teh hangat yang disuguhkan.


"Iya, jadi aku melakukan ritual pemanggilan dengan sisa kekuatanku, karena aku butuh bantuanmu untuk mencari Asmodeus, lalu menghadapi Satan"


"Pffffttt..", air teh menyembur dari mulut Erina.


"Yang benar saja, aku? menghadapi Satan sang raja iblis?"


"Benar, aku sudah melihat sendiri kekuatanmu, lagipula kau tak ingin kehilangan kedua orang itu kan?"


"Mana mungkin, Adam sudah menetralkan kekuatanku di menara, kau pun pasti tahu hal itu"


"Ya tinggal dikembalikan lagi, mudah saja"


"Heee.. semudah itu?", Erina heran.


"Karena kau adalah seorang keturunan campuran, maka kekuatan yang dinetralkan hanya ada di satu sisi, kau masih punya potensi di sisi lainnya"


"Ah satu lagi, kalau Satan sudah mengeksekusi Asmodeus dan Damien, ia juga akan mencarimu, bahkan sampai ke pelosok galaksi, katanya"


"Astaga..", Erina menjadi semakin pusing dengan penjelasan Lucifer.