
Siang itu setelah menyelesaikan pekerjaannya Dewa sengaja pulang lebih awal.Ia sudah berjanji pada Kiara untuk menemani nya kedokter kandungan.
saat Dewa sampai rumah,terlihat Kiara sudah menunggu Dewa diruang tengah.Lalu Dewa menghampiri Kiara,lalu mengecup kepala Kiara.
"mas udah makan siang?"tanya Kiara.
"Udah yank,mau berangkat sekarang?"tanya Dewa.
"Ya udah ayo"ucap Kiara lalu mengambil tas kecilnya.
Saat hendak mencangklong tasnya,buru buru Dewa merebutnya dari tangan Kiara lalu menggantung di lengannya.
Lalulintas siang itu lumayan padat,setelah bermacet macet ria selama 1jam akhirnya mobil yang ditunggangi Dewa dan Kiara sampai di basemen rumah sakit.Setelah memarkir mobil,Kiara dan Dewa berjalan masuk kedalam rumah sakit.
terlihat Dewa sangat melindungi Kiara,ia tak mau melihat Kiara kecapekan apa lagi jatuh.Tanganya senantiasa mengandeng tangan Kiara.
Setelah mendaftar Kiara duduk diruang tunggu,untuk menunggu gilirannya periksa.Untung saat itu antriannya tak begitu banyak.
Seperti biasa pesona Dewa tak pernah ada matinya,dimana pun ia berada ia selalu menjadi pusat perhatian.Bahkan saat ini semua pandangan tertuju pada Dewa,tak hanya suster tapi ibu ibu hamil disini juga ikut ikutan menikmati wajah tampan Dewa sambil mengelus perut buncit mereka.
Setelah menunggu hampir 1jam akhirnya giliran Kiara pun tiba.kemudian Kiara dan Dewa memasuki ruangan dokter Nisa.
"Selamat siang dok"sapa Kiara.
"Selamat siang silahkan duduk "
Kiara dan Dewa pun duduk didepan dokter Nisa.
"ada keluhan apa ibu Kiara?"
"Sama seperti sebelumnya dok,gak ada keluhan apa pun"
"oke baik,kalo begitu silahkan berbaring"
kemudian Kiara berbaring ditempat tidur,lalu suster mengoleskan jel pada perut Kiara.Setelah itu dokter Nisa mulai memeriksa kiara.
"perkembangan sangat baik,bisa dilihat dimonitor."ucap dokter Nisa
Dewa terharu melihat sosok mungil itu,Ia sangat senang bisa melihat buah hatinya itu.
"selanjutnya kita dengarkan detak jantungnya ya"lanjut dokter Nisa.
Terdengar bunyi jedag jedug,saat dokter Nisa mengarahkan alat nya diperut Kiara.Kiara dan dewa pun tak bisa membendung tangisnya.Untuk pertama kali mereka mendengar detak jantung sang bayi.mereka jadi tidak sabar ingin cepat cepat menimang nya kedunia ini.
"Untuk jenis kelamin,saya belum bisa memberi tahu karna sikecil sejak tadi menutupinya terus"ujar dokter.
"untuk jenis kelamin nanti saja saat lahir biar menjadi kejutan buat kita.Yang penting sekarang perkembangan anak kami bagus kan dok?"tanya Dewa
"Ya perkembangan nya sangat bagus, detak jantungnya pun normal"
"Kalo begitu,boleh diajak liburan kan dok?"
"oh boleh,yang penting jangan terlalu capek,dan banyak istirahat meskipun ini sudah lewat tri semester pertama tapi tetap harus berhati hati"ucap dokter.
Setelah itu Dewa dan Kiara pun meninggalkan ruangan dokter Nisa.kemudian mereka pergi ke apotik untuk menebus resep yang sudah dibuatkan oleh dokter Nisa tadi.
Pagi hari,Kiara sudah disibukan dengan kopernya.akhirnya hari yang dinanti datang juga,Kiara sudah tak sabar ingin main di pantai.
"udah siap yank?"tanya Dewa saat masuk kedalam kamar Kiara.
"iya mas"ucap Kiara sumringah
"obat nya udah dibawa?"
"Sudah siap semua mas"
"oke kalo gitu kita berangkat sekarang"
kemudian Kiara berjalan beriringan bersama Dewa,tak lupa Dewa menyeret koper milik Kiara. Danu sudah menunggu diluar dengan mobil yang sudah siap mengantar dewa dan Kiara kelandasan.
"pagi bos"ucap Danu
"pagi, udah siap semua Dan?"tanya Dewa.
"Sudah bos,semua sudah siap"
"oke kalo gitu kita berangkat sekarang"
Setelah memasukan koper kedalam bagasi mereka pun berangkat.Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka pun sampai.
"gimana semua beres?"tanya Dewa
"iya tuan,kita bisa terbang 20 menit lagi"
"Ya sudah, kamu bisa lanjutkan pekerjaan kamu"ujar Dewa pada pilot
"baik tauan saya permisi"
"Dan kamu hendel semua pekerjaan selama aku gak ada.Jangan lupa urus juga persiapan pernikahan ku.Aku mau setelah aku pulang liburan semuanya siap"
"baik bos"ucap Danu dengan senyum terpaksa.
Sedangkan Kiara yang ada didalam pesawat,ia sedang duduk sambil melihat lihat isi dalam pesawat dewa.meskipun ini bukan yang pertama kali Kiara menaiki pesawat pribadi milik Dewa,tapi ia tetap saja terkagum kagum dengan interior yang ada didalamnya.
Saat sedang melihat lihat,seorang wanita cantik datang menghampiri Kiara.
"selamat pagi nyonya, perkenalkan saya lisa.saya pramugari disini,apa bila anda membutuhkan sesuatu anda bisa memanggil saya"ucap Pramugari
"Iya kak, terimakasih sebelumnya"ucap Kiara dengan lugu
"apa bila anda merasa tidak nyaman,tuan dewa juga sudah menyiapkan seorang dokter yang dengan senang hati akan membantu anda."
"makasih kak,nanti kalo aku butuh sesuatu aku bakal panggil kakak"
"kalo begitu saya permisi"ucap pramugari kemudian pergi dari hadapan Kiara.
Tak lama kemudian Dewa masuk dan duduk disebelah Kiara.Dan jam penerbangan pun sudah tiba, terdengar suara mesin pesawat yang menderu.Tak lama pesawat pun bergerak dan kemudian terbang meninggalkan landasan.
Dewa memeluk Kiara selama perjalanan,ia ingin membuat Kiara merasa nyaman.Dewa juga menyiapkan beberapa bantal yang empuk untuk Kiara.
"kita mau kemana mas?"tanya Kiara karna memang ia tidak tau tujuan mereka.
"ada dech,kamu nanti juga bakalan tau"ucap Dewa sambil mencubit hidung mancung Kiara.
"dih apaan pake acara rahasia rahasian segala"ucap Kiara kemudian memanyunkan bibirnya.
Dewa dibuat gemas saat Kiara cemberut seperti itu.Dengan cepat dewa menyambar bibir manyun Kiara.
"ih...mas apaan sih,kan malu banyak yang liat"ucap kiara dengan wajah yang merah.
"Siapa yang berani liatin kita"kata Dewa kemudian Kiara melihat sekeliling dan memang benar tak ada satupun yang ada disana melihat kearah Kiara dan dewa.mereka sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri.
"Udah kamu tidur gih, perjalanan masih lama.nanti kalo sudah sampai mas bangunin"ucap Dewa
Kemudian Kiara menyamankan tidurnya,dan perlahan ia pun terlelap dipelukan Dewa.Dewa melihat Kiara yang sudah tertidur, sesekali ia mengecup kening Kiara.
Perjalan cukup panjang,setelah menempuh waktu kurang lebih 6 jam.akhirnya pesawat itu pun mendarat kesuatu pulau.Pulau kecil yang sangat indah dengan penduduk yang ramah.
melihat Kiara masih lelap tertidur membuat dewa kasihan untuk membangunkannya.Kemudian Dewa mengendong Kiara,menuju vila pribadinya yang letaknya tak jauh dari pantai.
Sampai divila Dewa sudah disambut beberapa pelayan.Saat hendak memberi salam Dewa memberi kode agar mereka diam.dewa tak ingin membangunkan kiara.
Dewa segera menuju kamar utama,dan dengan perlahan lahan meletakan Kiara diatas ranjang.Tak lupa dewa memasang selimut pada Kiara.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung