
Setelah sampai rumah,dewa mengendong kiara yang masih pura pura tidur sampai kedalam kamarnya.Dengan perlahan Dewa meletakkan kiara diatas kasur.Dewa melepas sepatu kiara,kemudian menutupi tubuh kiara dengan selimut.
"Maafin mas ya sayang,mas selalu buat kamu kecewa?ucap Dewa,lalu dewa mengecup dahi kiara dan mengusap kepala kiara pelan.
kemudian Dewa keluar dari kamar kiara,membiarkan kiara tidur dengan tenang.Sesaat setelah Dewa keluar,kiara mulai membuka matanya lalu ia duduk dan seketika itu ia menangis sejadi jadinya.Entah mengapa alasan ia menangis.Lelah menangis kiara pun akhirnya tertidur.
Kiara membuka matanya saat langit sudah gelap.Kiara menatap jam yang menggantung di diding.Waktu menunjukan jam 7 malam.Kiara bergegas mandi dan mengerjakan sholat.
Setelah selesai kiara keluar dari kamarnya,suasana rumah sangat hening dan gelap.Kiara segera menghidupkan lampu,saat mobil Dewa memasuki halaman rumah.
"Mas baru pulang kerja?"tanya Kiara saat menyambut kedatangan Dewa.
"Iya sayank,ada sedikit masalah diproyek.Kamu udah makan?"
"Belum mas,mas udah makan bentar aku masak dulu ya"kata Kiara.
"Gak usah masak ini mas beli makanan,"ucap dewa sambil menunjukan bungkusan yang dibawanya.
"Ya udah mas ganti baju gih,aku siapin dulu makannya nanti kita makan sama sama ya"
"Mas udah makan kok yank,kamu makan sendiri ya mas mau mandi terus keruang kerja dulu"
"Mas mau lanjutin kerjanya?"ucap Kiara sedikit sedih.
"Iya sayang,maaf ya"jawab Dewa sambil menepuk kepala Kiara.
"Iya mas,gak apa apa kalo ada yang dibutuhin bilang aja sama aku"
"Oke sayang"ucap Dewa kemudian Dewa berjalan menuju kamarnya.
Kiara hanya bisa menatap punggung lebar Dewa yang berjalan menjauh.Meskipun sedih tapi Kiara tak mau terlalu egois untuk membuat Dewa selalu disisinya.Ia harus ngertiin kesibukan Dewa bukan cuma mengurus Kiara.
Kiara segera memakan makanan yang dibawa Dewa.Setelah makan ia duduk diruang tengah sendirian.Suasana hening sepi menyelimuti Kiara.Ingin rasanya Kiara menemui dewa,tapi ia takut mengganggu kesibukan Dewa.
kemudian Kiara berjalan keluar menuju taman belakang.Suasana disana lebih meriah karna masih terdengar suara gemericik air dari air mancur serta suara jangkrik.
Kiara duduk dengan memeluk kedua kakinya yang ada diatas kursi taman.udara dingin malam semilir menabrak tubuhnya yang kecil.
Kiara menatap langit luas,bulan bersinar terang ditemani ribuan bintang seakan sedang menghibur hati Kiara.Malam ini entah mengapa ia merasa sendirian.
Tak banyak yang Kiara lakukan,ia hanya duduk sambil menatap langit malam.Tapi Kiara enggan pergi dari sana, padahal malam semakin larut.
Dewa turun dari lantai 2 menuju dapur untuk mengambil air minum.Saat ia melintas terlihat Kiara duduk dibangku taman.
Dewa sedikit heran melihat Kiara, Dewa kira Kiara sudah tidur dikamarnya.Dewa pun menghampiri Kiara.
"sayang kamu ngapain disini sendirian?"ucap Dewa, kemudian Kiara menoleh kearah Dewa.
"Eh mas,gak apa apa mas aku cuma lagi cari angin aja".
"ini udah jam 11 malem Lo yank,kamu gak tidur?"tanya Dewa.
"Bentar lagi mas,aku gak bisa tidur.nanti kalo aku udah ngantuk aku pasti masuk.Mas lanjutin aja kerjaannya"ucap Kiara.
"Sekarang masuk sama mas ya,nanti kamu bisa sakit Lo kalo kelamaan diluar".Ucap Dewa kemudian menggenggam tangan Kiara hendak mengajaknya masuk kerumah.
"Mas duluan aja,aku masih pengen disini"ucap Kiara sambil menepis tangan Dewa.
"Kamu kenapa sih sayank?sikap kamu aneh lo dari tadi siang"
"aneh gimana mas,aku gak apa apa"
"Bilang sama mas kamu ada masalah apa,jangan berbuat seperti ini."
"Aku gak apa apa mas"ucap Kiara
"Mas tau kamu marah sama mas,karna mas gak bisa nepatin janji buat datang ke acara kamu,karna mas ada pekerjaan mendadak yang harus mas segera selesai kan.
"Iya mas aku ngerti kok,aku juga paham kok kalo mas gak bisa dateng,aku senang disaat mas sibuk mas sempet sempetin buat datang.Makasih ya mas,maaf sudah buat kamu kwatir."ucap Kiara
dengan tersenyum.
Dewa tau kalo Kiara sedang menyembunyikan kesedihannya,itu semua tersirat jelas dari matanya.Kiara melakukan itu agar Dewa tidak membuat dewa kwatir dan menambah masalah pada Dewa.
"Ya udah yuk mas masuk,aku mau balik kekamar.Mas jangan terlalu malem tidurnya."kata Kiara kemudian beranjak dari duduknya.
Kiara berjalan mendahului Dewa,lalu Dewa menarik tangan Kiara dan memeluknya dengan erat.Kiara pun membelas pelukan Dewa.
"Maafin mas Karna sudah buat kamu kecewa"bisik Dewa,tanpa sadar air mata Kiara pun mengalir deras.Air mata yang sejak tadi ia sembunyikan.
"Maafin mas sayank,mas selalu bilang akan bahagiain kamu tapi mas selalu buat kamu sedih..maafin mas"Lanjut Dewa.Kiara hanya mengangguk didalam pelukan Dewa.
"Sekarang kekamar ya"ucap dewa dengan lembut,dan Kiara pun hanya mengangguk.
Mereka pun pergi kekamar Kiara,sampai dikamar Kiara segera berbaring diatas tempat tidur.Tapi Dewa tak kunjung pergi dari kamar Kiara.
"Udah mas lanjutin aja kerjanya"ucap Kiara.
"Mas mau nemenin kamu,mas gak mau ninggalin kamu sendiri.Boleh?"tanya Dewa dengan ragu Kiara mengangguk kepalanya.
lalu Dewa berbaring disamping Kiara,tak lupa ia menarik Kiara masuk kedalam dekapannya.Dengan berbantalkan lengan Dewa Kiara mencoba menyamankan tidurnya.
Kiara mulai memejamkan matanya,ia dengan nyaman tidur dada bidang dewa.dengan lembut dewa menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Kiara.
Kiara terus memandangi wajah Kiara,ia sangat bersyukur bisa bertemu dengan kiara.Kemudian Dewa mengecup kening Kiara.
Dan tak terasa Dewa pun ikut tertidur.
pagi mulai menyingsing,tidur Kiara terganggu oleh suara Dewa dikamar mandi.Kiara mulai membuka matanya dan menajamkan pendengarannya.Terdengar Dewa sedang muntah muntah disana.
Kiara pun segera bangkit dari tidurnya dan berlari kearah kamar mandi.Saat dikamar mandi terlihat Dewa yang sudah lemas .
"Mas kenapa?mas sakit?"tanya kiara panik sambil mengecek suhu badan Dewa.
"Gak tau yank rasanya mual banget"ucap Dewa.
"Ya udah yuk bangun kita keluar dulu ya"kata Kiara sambil membantu dewa berdiri
Kiara pun mempah Dewa sampai diranjang, kemudian dewa berbaring disana.
"aku buatin jahe dulu ya,biar mas gak mual lagi"ucap Kiara kemudian meninggalkan Dewa yang lemas diatas kasur.
Tak lama Kiara datang dengan membawa secangkir jahe hangat.
"Diminum dulu mas"ucap Kiara kemudian membantu Dewa untuk meminumnya.
"Mas kemarin makan apa sich kok sampai muntah muntah gitu?"
"Mas gak makan apa apa yank,gak tau tadi tiba tiba aja mual"
"ya udah nanti kalo masih mual kita panggil dokter ya,mas tidur lagi gih nanti kalo masih gak enak gak usah kerja dulu"kata Kiara
"Iya sayank"ucap Dewa kemudian mulai memejamkan matanya,Kiara pun hendak pergi saat tangan Dewa menariknya.
"Mau kemana?"tanya Dewa
"Aku mau buat sarapan dulu"
"gak mau temenin"
"duh aduh...yang lagi gak enak badan jadi manja gini."Ucap Kiara sambil mencubit pipi Dewa pelan.
"Biarin pokoknya temenin"ucap Dewa kayak anak kecil
"Iya sayank aku temenin"kata Kiara kemudian tidur disebelah Dewa.
... .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung