Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 81



1 bulan kemudian


Hubungan Kiara dan Dewa tampak sangat harmonis,mereka menunjukan kemesraan dimana pun mereka berada.


perhatian Dewa pada Kiara semakin hari semakin besar.meski terkadang terdapat pertengkaran kecil tapi itu semua menambah bumbu dalam hubungan mereka.


Sore itu Kiara hendak pergi ke kafe ia sudah punya janji bertemu dengan Dian.Sudah lama ia tidak bertemu dengan dian.Karna menjadi seorang istri Dian jarang sekali bisa diajak ketemuan.


"Mau kemana yank?"tanya Dewa yang melihat Kiara sudah rapi.


"Aku mau kekafe ketemuan sama mbak Dian"ucap Kiara


"Sendirian?"tanya Dewa.


"Iya lah,mas tadi kan aku ajak katanya capek."kata Kiara


"itu kan tadi,sekarang mas anter ya"kata Dewa kemudian beranjak dari duduknya.


"Gak usah aku sendiri aja,mas istirahat aja.Aku mau jalan jalan sendiri,siapa tau nanti ketemu cogan"goda kiara


"Jangan macem macem kamu yank,kamu tunggu disini mas ganti baju dulu"ucap Dewa kemudian berlari kekamar nya


"Dalam hitungan ke 10 belum siap aku berangkat sendiri....1....2...."kata Kiara yang menahan ketawa karna melihat tingkah Dewa.


Tak tau kenapa belakang ini Dewa sangat manja padanya,bukan cuma itu Dewa pun tak mau jauh jauh dari Kiara.


Tak lama kemudian Dewa menuruni tangga dengan tergesa gesa.Melihat itu membuat Kiara kwatir.


"Hati hati mas, gak usah lari gitu.Gak ditinggal juga."teriak Kiara.


"Yuk berangkat"ajak Dewa dengan nafas ngos-ngosan.


"ya udah yok"ucap Kiara sambil merangkul tangan Dewa


Mereka pergi menuju kafe tempat janjian Kiara.Tak perlu waktu lama untuk sampai disana,karna kafe itu terletak di daerah yang jarang macet.


Sampai dikafe terlihat dari luar Danu dan Dian duduk disalah satu kursi.Kemudian Kiara segera pergi menghampiri Dian meninggalkan Dewa dibelakangnya.


"Hay mbak"sapa Kiara


"Hay Ki"ucap dian kemudian memeluk dan mencium pipi Kiara.


"Hay Ki"sapa Danu.


"tumben dikawal mbak"


"iya nich Ki,belakangan dia jadi over protektif sama aku"Keluh Dian


"Itu kan tandanya aku sayang sama kami Ndut"ucap Danu dengan lembut membelai rambut Dian


"Haduh,berhenti umbar kemesraan"ucap Kiara sewot melihat tingkah Dian dan Danu


"Kenapa kamu iri yank,sini mesra mesraan sama mas"ucap Dewa yang baru saja duduk disamping Kiara.


"Dih itu sih maunya mas"


"Sore bos"ucap Danu dengan sopan dan dewa membalasnya dengan anggukan .


"Kamu juga dikintilin kayak aku Ki?"bisik Dian


"Iya mbak,gak tau belakang ini dia manja banget,kemana aku pergi pasti ikut"keluh Kiara


"Hahaha...ada yang mulai bucin tu"goda Dian.


"Kamu mau pesen apa yank?"Tanya Dewa yang sedari tadi sibuk menatap daftar menu ditangannya.


"Terserah mas aja,"jawab Kiara.


"oke,kalian gak mau tambah lagi?"tanya Dewa sambil menatap Dian dan Danu yang duduk didepannya.


"Udah bos ini dulu aja,nanti kalo mau tambah kita pesen lagi"ucap Danu


"Oke kalo gitu,"kata Dewa kemudian elanjutkan nyebutkan pesanan yang ia inginkan pada waiters.


Kemudian mereka melanjutkan obrolan ringan mereka.Sesekali mereka tertawa


"udah ada kabar gembira belum mbak?"tanya Kiara


"Kabar gembira apa?"tanya Dian bingung.


"Ya misalnya kabar kalo bentar lagi aku bakalan jadi Tante gitu"kata Kiara hati hati.


"oh...udah sich"jawab Dian penuh teka teki.


"Udah maksudnya mbak lagi hamil?"tanya Kiara yang tampak tak percaya.


Dian tersenyum bahagia sedangkan Danu ia mengusap perut istrinya yang masih rata itu.Seakan mereka sedang memamerkan kalo sebentar lagi akan ada malaikat kecil yang akan lahir ke dunia.


"Mas aku bakalan jadi aunty...aku bakalan punya keponakan"ucap Kiara pada Dewa terlihat mata yang bersinar tanda kebahagian


"Iya,selamat atas kehamilannya"ucap Dewa


"Terima kasih Mr."ucap dian.


"Gimana mbak rasanya hamil?"tanya Kiara mulai kepo


"Untuk saat ini biasa,mutah mual,pokoknya tiap pagi gak enak aja.Terus kadang ngidam yang agak aneh gitu"


"Ohhh....gitu,"kata Kiara penuh arti.


Cukup lama mereka berada di kafe itu,kemudian mereka pergi meninggalkan kafe dengan mobil mereka masing masing.Kiara Dan Dewa segera pulang kerumah.


Sesampainya dirumah Kiara langsung membaringkan tubuhnya di sofa ruang tengah.Lalu Dewa menghampirinya, Dewa mengangkat kaki Kiara dan meletakannya diatas pangkuannya.


Perlahan Dewa memijit kaki Kiara,belakangan ini Dewa selalu melakukannya.awalnya Kiara merasa risih dan tak nyaman.Tapi lama kelamaan itu sudah menjadi kebiasaan yang menyenangkan untuk Kiara.


"Besuk mau ngapain yank?"tanya Dewa ditengah kesibukannya memijit kaki kiara


"Besuk aku mau kesekolah mungkin mas"ucap Kiara


"Mau ngapain?"


"Mau liat pengumuman beasiswa"


"Oh ya udah besuk mas anter ya"


"hmmm..mas ganti baju sana"ucap Kiara


"Bentar lagi,mas mau pijitin kamu dulu"


"gak usah mas,aku udah gak capek kok"


"Ya udah kalo gitu mas kekamar dulu ya"


"iya mas"


"Jangan kangen sama mas ya"ucap Dewa sambil mencubit ujung hidung Kiara kemudian berlalu menuju kamarnya.


Kiara masih rebahan sambil memainkan HP nya.Setelah dikeluarkan dari grup chat huru hara,grup chat bersama sahabat-sahabatnya HP Kiara menjadi sangat sepi.


Sebenarnya ia sangat rindu dengan sahabatnya itu,tapi Kiara tak bisa berbuat banyak.Luna pun setelah ujian sekolah selesai ia pergi liburan dengan keluarganya dan jarang sekali memberi kabar pada Kiara.


Kiara membuka galeri pada hp nya,ia melihat satu persatu foto yang ada didalamnya.Hanya foto ini pelipur rindu untuk Kiara.


Terlihat tawa dan canda disetiap gamplbar pada foto foto itu,Kiara pun tersenyum saat mengenang kembali masa masa itu.


Kiara sangat asyik menatap layar hp nya sampai ia tak sadar jika Dewa sudah berbaring disampingnya.


"Liat apa sich yank, serius banget"ucap Dewa memeluk pinggang Kiara.


"Sejak kapan mas ada disini?"


"Sejak kamu senyum senyum sendiri sama hp"ucap Dewa yang merasa kesal.


"hehehehe...maaf dech,jangan ngambek ya"Ucap Kiara kemudian menghadap Dewa lalu memeluk nya.


"aku sayang banget mas sama kamu"Bisik Kiara lirih.


"Mas juga sayang dan cinta mati sama kamu yank"ucap Dewa kemudian memeluk erat tubuh kecil Kiara.


Mereka dua sejoli yang sedang dimabuk cinta,ingin rasanya bisa bersama setiap saat.


Setelah capek mengobrol,akhirnya kiara tertidur disofa.lalu Dewa mengendong tubuh Kiara untuk dipindahkan kedalam kamar.


Tapi bukannya dipindahkan kekamar Kiara,tapi Dewa membawanya kekamarnya.Perlahan Dewa meletakan Kiara diatas kasur.Tak lupa ia menyelimuti tubuh Kiara,lalu Dewa pun ikut tidur disamping Kiara.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung