Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 83



Setelah mendengar bunyi bel, Dian segera membukakan pintu.Dan saat pintu terbuka,betapa terkejut dan bercampur senangnya Dian saat melihat ibu,kakek,dan kedua adik kembarnya yang datang.


"Assalamualaikum,"Ucap keluarga Dian serentak.


"Waalaikumsalam ibu,kakek"ucap Dian tak bisa menyembunyikan rasa senangnya


"ayo masuk,kok gak bilang mau kesini.Kalo tau kan mas Danu bisa jemput"lanjut Dian sambil mengajak masuk keluarganya.


"sengaja mau kasih kejutan sama kamu"ucap ibu


"kakek,ibu...apa kabar?"sapa Kiara sambil menyalami dan mencium tangan keduanya.


"lho Kiara ada disini?kata kakek.


"kita semua Alhamdulillah baik,Kiara apa kabar?"tanya ibu


"Alhamdulillah Kiara juga sehat kok Bu"


"Hay kembar,makin ganteng aja sich kalian"goda Kiara pada adik adik Dian.


"mbak Dian bisa aja"kata Gilang malu malu.


Akhirnya mereka pun m ngobrol dan bercanda gurau.Mereka sangat gembira mendengar kehamilan Dian.Sejuta perhatian dilimpahkan untuk dian.


Kiara ikut senang melihat kedekatan mereka,tapi entah mengapa hatinya terasa sedikit nyeri.Mungkin karena ia iri melihat keakraban keluarga Dian.


Tak lama kemudian Kiara berpamitan untuk pulang.


"Mbak,kakek ibu,aku pamit pulang ya,udah siang"ucap Kiara


"Gak makan siang disini dulu Ki?"tanya ibu Dian


"Makasih Bu,lain kali aja."


"ya udah kamu hati hati ya"kata kakek


kemudian Kiara pergi meninggalkan apartemen Dian,tak lama kemudian Ojol yang mengantar Kiara pun sampai didepan rumah dewa.


Kiara segera masuk kedalam,setelah berganti baju Kiara serta membantu bibi berberes rumah.


Sore pun menjelang,setelah mandi Kiara memutuskan untuk bersantai ditepi kolam renang.Ia memasukan kedua kakinya kedalam kolam.


Kiara menatap birunya air kolam, tatapannya mulai kosong.Otaknya bekerja memutarkan kenangan kenangan indah waktu ia kecil dulu.


Mungkin karena melihat kehangatan keluarga Dian tadi membuatkan merindukan orang tuanya.Kiara terus saja melamun hingga tidak menyadari kedatangan Dewa.


"Kamu ngapain yank bengong disini?"tanya Dewa


"Eh mas Dewa,kapan pulang mas?"tanya balik kaiara.


"mas baru aja sampai,baru ganti baju,terus baru selesai mandi juga,terus baru aja nyamperin kamu disini"ucap Dewa sambil mencolek hidung Kiara.


"Berarti udah dari tadi donk?"


"Hmmm..kamu ngapain ngelamun disini?"


"Aku gak ngelamun kok,aku cuma mau main air disini"


"masak?dari tadi mas panggil kamu gak nengok"


"aku gak denger mas"ucap Kiara sambil tersenyum manis.


"Dasar kamu,kok kamu udah pulang?kata Danu kamu udah pulang dari tadi siang?"tanya Dewa sambil merangkul Kiara.


"Iya mas,tadi keluarga mbak Dian dateng.Aku takut ganggu acara kangen kangenan mereka mas,jadinya aku pulang"


"Oh...mas kira mau sampe sore disana?"


"Rencananya sih kayak gitu mas,"


Dewa menatap wajah cantik Kiara dengan lekat.Mata indah Kiara terlihat sedikit semburat kesedihan.Membuat Dewa merasa bahwa Kiara sedang menyembunyikan sesuatu.


"Kamu ada apa sayank?"tanya Dewa kemudian memeluk Kiara.


"Aku gak apa apa kok mas,emang kenapa?"kata Kiara sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Dewa.


Mencium aroma tubuh Dewa membuat Kiara sangat nyaman.Seketika ia seperti mendapatkan energi hingga membuat Kiara untuk sementara melupakan kesedihannya.


"nyembunyiin apa sih mas?aku gak apa apa!"ucap Kiara,


kiara tidak mau bercerita kalo saat ini ia sangat rindu kepada orang tuanya.Kiara takut Dewa akan bosan setiap kali mendengarnya mengeluh.Kiara mau menanggung sendiri masalah dalam hidupnya.


"Beneran gak ada apa-apa?"tanya Dewa memastikan


"Iya mas,kalo ada apa apa aku pasti cerita."


"ya udah,oh iya gimana tadi disekolah?Gimana hasilnya?"


"Alhamdulillah aku diterima di 4 universitas,"


"Wah hebat kamu yank,selamat ya.mas bangga sama kamu,terus kamu mau masuk universitas yang mana?"


"Aku masih bingung mas,nanti pelan pelan aku pikirin dech"kata Kiara


"Oh iya mas,besuk Jumat kalo mas gak sibuk bisa gak kesekolah ku.ada acara kelulusan"tanya Kiara


"Besuk Jumat ya,oke nanti mas minta Danu buat kosongin jadwal mas hari itu"


"Kalo mas sibuk gak usah dipaksain"


"Buat kamu sesibuk apa pun mas akan luangin waktu buat kamu."


"Ye...makasih ya mas"ucap Kiara kemudian memeluk Dewa lagi.


Kiara sangat senang mendengar Dewa akan datang diacara kelulusan nya.Ia sangat berharap dia akan ditemani oleh orang orang yang ia sayangi diacara itu. sudah cukup lama Kiara menginginkan momen itu.


Momen dimana ada orang yang senang dan bangga saat Kiara mendapat hasil kelulusan.seperti teman temannya yang ditemani kedua orangtuanya.


Karna selama ini Kiara selalu melalui itu semua dengan sendirian.Jangan kan saat kelulusan,saat ada rapat wali murid,mengambil rapot semuanya Kiara lalui dengan kesendirian.


Awalnya banyak cibiran dan teguran dari pihak sekolah maupun orang tua murid lainya.Tapi setelah Kiara menjelaskan keadaan keluarga nya akhirnya pihak sekolah memaklumi nya.


Kiara dan Dewa pun masuk kedalam rumah saat langit sudah mulai gelap.


-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


Hari kelulusan yang ditunggu Kiara pun akhirnya tiba juga.Setelah kemarin ia sibuk menyiapkan kebaya yang akan ia kenakan untuk acara pagi ini.


Sejak pagi Kiara sudah sangat sibuk menyiapkan dirinya sendiri.Kiara merias wajah dengan make up natural.Kiara juga menyanggul rambutnya yang panjang.


Kiara terlihat sangat cantik dengan kebaya berwarna biru Dongker itu.Setelah siap Kiara segera keluar dari kamarnya.


Saat Kiara sampai bawah terlihat pak Ilham supir perusahaan Dewa sudah menunggu didepan rumah.


"Lho pak Ilham kok disini?"tanya Kiara


"oh,saya disuruh Mr Dewa untuk mengantar non Kiara kesekolah.Mr. Dewa bilang beliau ada urusan mendesak jadi nanti langsung menyusul non kesekolah."jelas pak Ilham.


"hmmm gitu,ya udah pak kalo gitu kita berangkat."Ucap Kiara


Pak Ilham hendak membukakan pintu belakang untuk Kiara,tapi Kiara menolaknya.Kiara malah duduk didepan samping pak Ilham.


"Non kok duduk disini?"tanya pak Ilham yang dibuat bingung oleh Kiara.


"Emang kenapa pak?kan sama saja mau didepan atau dibelakang"ujar Kiara sambil memesang sabuk pengaman.


"Tapi kan non majikan saya"


"saya bukan majikan bapak kita sama.kita sama sama kerja buat Mr. Dewa."


"Tapi non kan..."ucap pak Ilham terpotong


"Udah saya gak apa apa duduk disini,sekarang berangkat aja ya pak.nanti keburu macet."


kemudian mobil hitam itu pun meninggalkan istana milik Dewa.Tak butuh waktu lama,Kiara sudah sampai didepan sekolah.Setelah mengucapkan terimakasih Kiara segera masuk kedalam.


Kiara berjalan menyusuri koridor,terlihat para siswa dan siswi yang ditemani oleh kedua orangtua dan keluarganya.


Kiara segera pergi ke aula tempat acara dilaksanakan.Pemandangannya tak jauh berbeda dengan yang ia lihat di koridor tadi.Terpancar kebahagiaan dari wajah mereka.


Kiara pun segera mencari tempat duduk paling pojok belakang.Ia tak tak mau dijadikan bahan omongan karna datang sendiri.Karna momen seperti sering ia alami.