Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 39



Karena kegaduhan dari dalam membuat semua yang ada diruang tamu menoleh kesumber kegaduhan.


"Adek ada apa?"teriak Bu Lastri.


"Gak papa Bu,ini tadi Galang gak sengaja nyengol kaleng biskuit"kata Gilang sambil menongolkan kepalanya dari balik pintu.


" hati hati nak"kata Bu Lastri penuh kelembutan.


"iya Bu maaf".jawab Galang penuh penyesalan.


"Maaf kan anak anak saya ya Pak, Bu"kata Bu Lastri.


"Iya Bu,gak pa pa namanya juga anak kecil."kata bu Andini.


"Iya,mereka gak bisa diem ada aja yang dimainkannya."kata kakek Agus.


"Oh ya,siapa nama kamu tadi?"tanya kakek Agus.


"Saya Danu kek".kata Danu penuh keyakinan.


"Nak Danu kerja dimana?"tanya kakek


"Saat ini saya bekerja disalah satu perusahaan properti di Jakarta kek"jelas Danu.


"Oh jadi kamu juga kerja di Jakarta,sama dong kayak cucu kakek.Dia juga kerja di Jakarta"


"Mana cucu kamu Gus?Dari tadi tidak kelihatan".tanya kakek Farhan.


"iya,sampe lupa.Las panggilkan anak kamu"kata kakek Agus.


Bu Lastri pun kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar Dian.Kemudian Bu Lastri mengetok pintu kamar Dian


Tok...Tok...Tok...


"Teh...Teteh sudah siap?"tanya Bu Lastri didepan pintu.


"Sudah Bu"kata Dian sambil membuka pintu kamarnya.


"Anak Ibu sangat cantik"kata Bu Lastri saat melihat Dian.


Memang malam itu, penampilan Dian beda dari pada biasanya.Ia menggunakan dress warna pink,dan mengunakan sedikit riasan diwajahnya.


"Ibu,jangan buat aku malu begitu"kata Dian.


"Ya udah yuk keluar,tamunya udah nunggu kamu dari tadi."kata Bu Lastri sambil mengandeng tangan Dian.


Dian mengikuti ibunya dari belakang,dengan kepala yang tertunduk.


"Mbak Dian"panggil Danu,saat melihat sosok didepannya.membuat Dian mengangkat kepalanya.


"Lho Pak Danu,kok bisa disini?"tanya Dian bingung sekaligus kaget.


"Ini rumah Mbak Dian?"tanya Danu yang sama sama kaget.


"Kalian sudah saling kenal?"tanya kakek Agus dengan wajah sumringah.


"Iya kakek,kebetulan Pak Danu ini sering datang ke kafe tempat Dian bekerja".jelas Dian setelah duduk disamping kakek Agus.


"ohhh...kebetulan sekali kalo begitu.Han kenalkan ini cucu ku,Dian namanya."kata kakek Agus. Kemudian Dian menjabat lalu mencium tangan kakek Farhan dan kedua orang tua Danu.


"Cucu kamu cantik sekali"puji kakek Farhan.


"Iya dong ..cucu siapa dulu...hahahahaha"ucap kakek Agus.


"Dimana anak kamu Gus,dari tadi tidak kelihatan"tanya kakek Farhan.


"Anak ku,Seto...ia sudah meninggal beberapa tahun lalu karna kecelakaan."ucap kakek Agus,terlihat kesedihan dimatanya.


"Oh...maaf kan aku,aku gak bermaksud buat kamu bersedih kembali"ucap kakek Farhan penuh penyesalan.


"Yah memang sudah takdirnya seperti ini,jadi kami sudah mengiklaskannya".jawab kakek Agus.


"Haduh kenapa malah sedih sedihan kayak gini,udah sekarang kita makan malam saja.Ini tadi Dian yang masak."kata kakek Agus


"Iya mari silahkan"kata Bu Lastri.


Keluarga Danu pun ikut menuju ruang makan. Terlihat beberapa hidangan yang sudah sengaja disiapkan.


Mereka pun duduk ditempat masing masing.Setelah itu mereka memulai acara makan malamnya.


"Ini nak Danu,makan yang banyak.Ini semua Dian yang masak."kata kakek Agus sambil menyodorkan piring berisi sambal goreng kentang.


"iya kek makasih"jawab Danu sambil menyendok sambel goreng tadi.


"Gimana enak kan?"tanya kakek Agus.


"Iya kek,ini enak banget.Gak nyangka Mbak Dian pinter masak".puji Danu yang dibalas senyum oleh Dian.


"Kalian udah lama saling kenal?"tanya kakek Farhan.


"belum begitu lama sih kek, sebenernya bos Danu sering banget ngopi ditempat Mbak Dian dan beberapa kali Danu nemenin".jelas Danu


"oh seperti itu,tapi kakek harap setelah ini kalian bisa saling deket"ucap kakek Farhan yang membuat Danu dan Dian tersedak.


Terlihat kebingungan Dimata Dian dan Danu,mereka sama sama terdiam tetapi pikirannya menerawang kemana mana.


Acara makan malam pun selesai,setelah makan Danu dan Dian pun sedang duduk diteras depan,sedangkan orang tua mereka masih asyik mengobrol diruang tamu.


"Aku gak nyangka bakalan ketemu kamu disini"kata Danu membuka perbincangan.


"Ya aku pun tak menyangka ternyata orang yang akan dijodohkan dengan ku itu kamu"jawab Dian.


"menurut kamu,gimana soal perjodohan ini?"tanya Danu


"Jujur aku masih bingung."


"Ya pastilah kamu bingung,karna semua ini serba mendadak."kata Danu sambil melirik Dian yang duduk disampingnya.


"kalo menurut Pak Danu gimana?"Tanya Dian sambil menoleh kearah Danu.


"Ya kalo aku gak bisa tolak,kamu tau kan perintah kakek itu gak mungkin bisa ditolak.Kalo kamu mau,kita minta waktu sama kakek untuk PDKT dulu."kata Danu sambil menatap Dian.


"hmmm..ya udah kita perkenalan dulu aja,aku juga gak bisa nolak permintaan kakek.Karna setelah Bapak meninggal kakek lah yang menanggung semuanya."


"Ya udah,kalo gitu.kalo pun diakhir batasa waktu yang sudah ditentukan ternyata kita gak cocok,aku akan berusaha buat ngomong sama kakek."kata Danu.


Kemudian setelah selesai mengobrol Danu dan Dian pun masuk kedalam rumah,dan ikut mengobrol dengan para orang tua.


"Gimana nak Danu dan Dian tentang perjodohan ini?". tanya kakek Agus.


"Gak usah banyak pikir,langsung aja bilang iya"kata kakek Farhan penuh semangat


"Kakek,Abah,dan ibu,kita sudah memutuskan dan sepakat untuk menjalani pendekatan dulu.Sebelum menikah kami ingin mengenal satu sama lain dulu,mungkin dengan berjalannya waktu nanti akan tumbuh rasa cinta diantara kami.Maka dari itu,kami minta pada kakek waktu untuk memahami satu sama lain"jelas Danu panjang lebar.


"Berarti secara tidak langsung kalian menyetujui perjodohan ini?"tanya kakek Agus.


"Ya bisa dibilang seperti itu,"jawab Danu,Dian pun hanya diam sambil menundukkan kepalanya.


"Oke kalo begitu,kakek kasih waktu 1 bulan untuk kalian pendekatan.Setelah 1 bulan kita bicarakan lagi perihal pernikahan kalian."ucap kakek Farhan.


Danu hanya mengangguk, menyetujui perkataan kakek Farhan.


"Nak Danu ambil cuti berapa hari?"tanya Bu Lastri.


"saya cuma ambil cuti 2 hari kek,besuk saya harus balik ke Jakarta."jawab Danu.


"Kok buru buru,ibu sama Abah kan masih kangen sama kamu".ucap Bu Andini.


"Maaf Bu,soalnya dikantor masih banyak kerjaan jadi harus cepet balik kesana.Tapi Bos Danu bilang kalo kerjaan udah selesai bakalan ngasih Danu cuti lagi yang lebih panjang"jelas Danu.


"alah paling alasan kamu aja bilang mau dikasih cuti panjang,mana ada Bos kayak gitu"ucap Bu Andini sedikit merajuk.


"Bu..."kata Danu terpotong.


"Maaf Bu,kalo sama Mr. Dewa ibu gak perlu kwatir.Beliau orang yang menepati janji kok"bela Dian.


"Mr. Dewa siapa Nak?"tanya Bu Lastri bingung.


"Mr. Dewa itu bosnya Pak Danu"terang Dian.


"kamu kenal juga Nak,dengan bosnya Danu?"tanya pak Sofyan


"Iya Bah, kebetulan Mr. Dewa pelanggan setia di Kafenya mbak Dian"jawab Danu.


"kalian ini udah mau nikah juga,masih aja kaku.yang satu panggil Pak yang satunya panggil mbak."protes kakek Farhan.


"maaf kek kebiasaan"jawab Danu.


Setelah acara makan malam selesai,keluarga Danu pun pamit untuk pulang.Sebelum pulang kakek Agus dan ibu Lastri menitipkan Dian selama berada di Jakarta pada Danu.Mereka pun meminta Danu,untuk menjemput Dian untuk kembali ke Jakarta bersama..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Mohon like, komen n vote nya


Makaasih