
Setelah berjibaku dengan kemacetan selama 1jam, akhirnya Dewa sudah memarkirkan mobilnya dibasement sebuah club malam ternama di Jakarta.
Kemudian ia segera naik menuju Bar tempat teman temannya kumpul.Dari jauh terlihat Erick yang sedang mengobrol dengan temannya.Segera Dewa menghampiri mereka.
"Wah ini dia bintang utama kita, akhirnya datang juga"ucap Erick saat melihat Dewa berjalan menghampiri nya.
"gimana kabar Lo?makin ganteng aja"goda Erick.
"Ya seperti yang Lo lihat"ucap Dewa sambil duduk dikursi sebelah Erick.
"Lo masih kenal ni bocah gak?"tanya Erick pada Dewa.
"hmm...siapa ya?sorry gue gak kenal sama orang yang gak penting kayak itu"ucap Dewa dengan senyum diwajahnya
"sialan Lo"ucap Brian kesal dengan sikap Dewa
"hahahaha,bercanda bos"tawa Dewa, Erik pun ikut tertawa melihat tingkah sahabatnya itu
"Sejak kapan seorang Dewa yang terkenal dingin dan kaku bisa ngelawak gini?"ucap Erick.
"berisik Lo"kata Dewa ketus.
"udah,sekarang pesen minum aja dari pada berantem."ucap Brian.
"Sini biar gue yang pesenin,Wa..Lo kayak biasanya kan?"tanya Erick
"Gak gue Summer cup mocktail aja,gue udah gak minum minuman kayak gitu dosa"ucap Dewa yang membuat ke2 sahabat tercengang.
"hah,sejak kapan seorang ateis kayak Lo takut dosa."kata brian,yang tau kalo selama ini Dewa tidak percaya akan adanya tuhan.
"sialan Lo"ucap Dewa kesal.
"hahahaha... lagian Lo ada ada aja"ujar Erick.
Tak lama,minuman pesanan Dewa pun datang. Sambil ngobrol sesekali Dewa menyesap minuman didepannya.Dari jauh terlihat seorang wanita,cantik,seksi berjalan mendekati Dewa cs.
"Hay, Clara sayang"ucap Erick pada wanita yang berjalan kearahnya.
"Hay Erick"sapa Clara sambil mencium pipi Erick.
"hay Brian"sapa Clara juga mencium pipi Brian.
"Oh iya ini kenalin,dia Dewa sahabat kita waktu kuliah dulu.Dewa ini Clara,"ucap Erick memperkenalkan keduanya.
"Dewa"kata Dewa singkat,sambil membalas jabatan tangan Clara.
"Dewa ini,pengusaha muda.Diusia sekarang ini dia sudah berhasil mengembangkan perusahan properti milik keluarganya.Dia juga memiliki beberapa perusahaan diberbagai bidang"jelas Brian.
"Banyak omong Lo"sahut Dewa ketus.
"hmmm...aku dah tau kok.kan banyak artikel soal kamu dimajalah majalah"ucap Clara yang matanya tak lepas dari Dewa.Tapi Dewa tak sedikitpun meliriknya.
"Dewa,kamu sekarang lagi sibuk apa?"tanya Clara sedikit manja.
"Hmmm..ya biasa,sibuk kerja aja"Jawab Dewa.
Clara pun beberapa kali melemparkan pertanyaan kepada Dewa,tapi dijawab Dewa seenaknya saja. Karna sikap Dewa yang dinging membuat Clara menjadi kesal.Akhirnya Clara pergi ditemani Brian meninggalkan Dewa dan Erick.
"Lo kenapa dingin gitu Ama Clara?"tanya Erick.
"gak apa,emang gue harus gimana.Lo tau sendiri dari dulu gue gimana".jawab Dewa
"Gue kira setelah sekian lama gak ketemu Lo,Lo udah berubah ternyata masih sama aja."ucap Erick.
"Lo masih belum bisa lupain dia?"lanjut Erick.
"Lo gak usah ungkit ungkit dia lagi,dia sudah bahagia sama orang lain.Lagian gue sekarang udah move on"ucap Dewa.
"hmmm..siapa wanita yang bisa buat Lo move on gini?Gue kudu ketemu sama dia"kata Erick penuh semangat.
"Ada lah"ucap Dewa.
"Gue harus ketemu kakak ipar,terus gue harus ucapin terimakasih sekaligus berguru sama dia karna sudah bisa nehlukin banteng liar kaya Lo,hahahaha"kata Erick yang buat Dewa keki.
"Dia orang mana? keluarganya punya usaha apa?"tanya Erick kepo
"dia orang biasa"kata Dewa.
"Lo gak takut kejadian Bela terulang lagi?"tanya Erick saat mengingat mantan pacar Dewa.
"Lo tenang aja,gue gak bakal biarin kejadian itu terulang lagi."ucap Dewa penuh keyakinan.
Jam sudah menunjukan jam 1 dini hari, Dewa pun berpamitan pada Erick.
"Rick gue balik ya"ucap Dewa
"Yaelah,baru jam segini mau pulang."ucap Erick.
_-_-_-_-_--_-_-_-_-
Sesampainya di rumah, Dewa segera pergi kekamarnya untuk mandi.Tak perlu waktu lama untuk Dewa mandi,dengan menggunakan celana boxer dan baju singlet hitamnya Dewa keluar dari kamarnya.Kemudian ia pergi kekamar Kiara,entah mengapa rasanya ia sangat kangen dengan pacar kecilnya itu.
Dengan perlahan Dewa membuka pintu kamar Kiara. kemudian Dewa menghampiri Kiara yang sedang lelap tertidur.Dewa menatap wajah Kiara dengan lekat,ingin rasanya Dewa memeluk Kiara.Tanpa pikir panjang, Dewa berbaring disamping Kiara.
Dengan pelan, Dewa menarik Kiara kedalam pelukannya.Karna gerakan itu,membuat Kiara terbangun.
"mmm .. Mas Dewa sudah pulang?"tanya kiara sambil mengucek matanya.
"sttttttt...udah, sekarang tidur lagi"Bisik Dewa sambil mempererat pelukannya.
Kiara pun memeluk Dewa dengan senyum diwajahnya.Kemudian 2 insan manusia itu pun lelap dengan mimpinya masing masing.
_-_-_-_+_--
Kiara mulai membuka matanya,saat mendengar suara adzan subuh berkumandang.Kiara mulai menggerakkan tubuhnya,tapi terhalang dengan tangan Dewa yang memeluknya erat.
perlahan Kiara menyingkirkan tangan Dewa yang ada diperutnya. Setelah terbebas dari pelukan Dewa,Kiara pun beranjak dari tidurnya. kemudian ia segera kekamar mandi untuk mengambil air wudhu.Setelah itu, Kiara segera mengerjakan sholat subuh.
Tak lama kemudian, setelah selesai sholat subuh.Kiara keluar dari kamarnya untuk menyiapkan sarapan.Kiara hanya membuat roti dan susu coklat saja.Lagi pula Dewa tidak pernah protes dengan masakan Kiara.Apapun yang Kiara masak selalu dihabiskan Dewa dengan lahap.
Setelah selesai membuat sarapan,Kiara kembali kekamarnya.Ia membangunkan Dewa yang masih lelap tertidur.
"Mas bangun,udah pagi Lo"ucap Kiara.Dewa pun hanya mengeliatkan badannya.
"bentar lagi sayang,mas masih ngantuk"ucap Dewa yang masih menutup matanya.
kemudian Kiara masuk kekamar mandi untuk mandi.Tak lama kemudian,Kiara keluar dari kamar mandi lengkap dengan seragam sekolahnya.
Setelah selesai bersiap,Kiara membangunkan Dewa lagi.
"Mas Dewa udah jam setengah 7 Lo,bentar lagi aku mau berangkat."ucap Kiara.
"Mas,mas Dewa sayang"kata Kiara sambil mendekat pada Dewa.
Kemudian dengan berani Kiara mencium kening Dewa,beberapa kali.
"Mas,bangun"bisik Kiara tepat ditelinga dewa.Karna tak ada respon dari Dewa,dengan gemas Kiara kembali mencium pipi Dewa.
Dewa pun mulai membuka matanya,ia menatap Kiara yang tersenyum dihadapannya.Kemudian Dewa membelai pipi Kiara,lalu perlahan menarik tengkuk Kiara agar lebih mendekatkan padanya
Dengan pelan dan hati hati, Dewa menempelkan bibirnya pada bibir Kiara.Ia takut Kiara akan ngamuk seperti dulu.Tapi diluar dugaan Dewa,Kiara hanya diam saja menerima perlakuannya.
Kemudian Dewa mulai menciumi bibir Kiara dengan penuh perasaan.Makin lama ciuman mereka pun semakin liar.Dewa mulai meng*l*m dan menyesap bibir Kiara.Tanpa sadar Kiara pun mulai hanyut dengan permainan bibir Dewa.Kiara mulai mengalungkan tangannya dileher Dewa.
Dewa pun mulai memperdalam ciumannya,Kiara yang masih amatir sampai kuwalahan dibuatnya.Setelah merasa kehabisan nafas,perlahan Kiara mendorong badan Dewa.Kiara tampak terengah-engah .
"a...a..aku berangkat sekolah dulu ya"kata Kiara kemudian berlari keluar kamar.saat ini ia sangat malu terhadap Dewa.
Sedangkan Dewa hanya terdiam melihat tingkah Kiara.Kemudian ia kembali membaringkan tubuhnya dan mengingat kejadian yang baru saja ia alami.
"Manis"ucap Dewa lirih.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Bersambung.
Gaes jangan lupa ya,like,komen,vote nya...biar thor makin semangat berkhayal.
makasih😁