Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
Part 121



Reno pun membantu kiara membawakan tasnya.


"eh...mas reno.kamarnya sudah siap mas",kata seorang wanita paruh baya.


"oh injih bu,ini mbak kiara yang akan menempati bu"jelas reno.


"oh..iya,saya Tuti,biasa anak anak sini panggil Bu Tut.Saya pemilik kost ini.Kalo ada apa apa jangan sungkan bilang sama saya."ucap Bu tut ramah dengan aksen yang sedikit medok.


"iya bu terima kasih."


"ya udah saya anter kekamar kamu"


langkah bu tut pun terhenti disebuah pintu bercat coklat.Setelah memutar kunci Bu tut pun membuka pintu kamar kiara.


"ini kamar kamu,semoga betah ya disini"


"iya bu terimakasih,sudah mau menerima saya disini"


"ya udah kalo gitu saya tinggal dulu"bu tut pun pergi meninggalkan kiara dan reno yang masih berdiri didepan kamar.


"mbak kiara istirahat aja dulu,besuk pagi saya jemput.Mbak siapin aja berkas berkas yang diperlukan."


"iya mas,sekali makasih ya.maaf kalo aku bakalan sering ngerepotin mas"


"iya mbak sama sama,oh iya mbak gak usah kwatir.kost an sudah dibayar mas danu buat 6 bulan kedepan.Jadi mbak fokus aja kuliah.Itu pesan mas danu."jelas Reno,yang hanya dibalas anggukan oleh kiara.


"ya udah saya pamit dulu kalo begitu,masih ada yang harus saya kerjakan."


"iya mas,sekali lagi makasih banyak"


Kiara pun mengunci pintu dan lalu merebahkan tubuhnya yang lelah diatas tempat tidur.


"Mas dewa...maaf karna aku harus meninggalkan mu"ucapnya lirih.


hatinya bagai tersayat pedang tajam setiap kali ingat pujaan hatinya itu.


Sementara itu dewa yang sedang berada di negri sakura itu sedang berkutat dengan metting bersama beberapa koleganya.


Hari ini rencananya setelah selesai metting,dewa akan segera terbang menuju indonesia.Dewa sudah tidak sabar untuk bertemu kiara.


Dari kemarin memang dewa sengaja tidak bertukar kabar dengan kiara,karna harus lembur menyelesaikan pekerjaannya agar besuk ia bisa segera pulang dan melepas rindu.


"Terima kasih,semoga kerja sama kita ini bisa berjalan lancar"Ucap tuan Arata salah satu klien Dewa.


"sama sama tuan,terima kasih atas kepercayaannya"ucap dewa sambil membalas jabatan tangan Tuan Arata.


"Akhirnya selezai juga Dan"ucap dewa sambil menyadarkan punggungnya dikursi.


"iya bos"balas danu yang baru membereskan berkas dimeja.


"kita langsung balik ke hotel,setelah itu langsung kebandara.aku sudah tidak sabar buat ketemu kiara"


""siap bos"ucap danu singkat.ia merasa tak enak saat membayangkan sang bos kehilangan kiara.


Kemudian Dewa dan Danu pun berjalan beriringan keluar dari restoran tempat metting tadi.


saat menuju Hotel,Dewa meminta sang supir untuk berhenti ketoko perhiasan terlebih dahulu.


Dewa segera masuk kedalam toko diikuti oleh danu dibelakangnya.


Dewa meminta pegawai toko untuk mengeluarkan koleksi Cincin nya.Setelah melihat,Akhirnya Dewa menentukan pilihannya.


Sebuah cincin cantik dengan permata berwarna merah muda dengan desain yang simpel tapi elegan,mirip seperti kepribadian kiara.


"oke saya ambil ini"ucap Dewa dengan bahasa jepang yang ia kuasai.


Setelah membayar Dewa dan Danu pun meninggalkan toko menuju hotel.


"Dan setelah pulang nanti kamu segera urus pernikahan ku.Aku gak mau lama lama lagi menunggu."


mendengar itu,Danu sedikit termenung dan tak lama segera tersadar dan mengangguk sebagai jawaban perintah Dewa.


"Aku sudah tak sabar untuk menjadikan kiara istri ku.setelah apa yang terjadi,pokoknya aku harus menikahi kiara."


Danu hanya mendengarkan tanpa berniat membalas nya.Ia membayangkan betapa hancurnya hati bosnya nanti saat tau pujaan hatinya sudah meninggalkannya.


pesawat pun mendarat dengan selamat di bandara Soekarno-Hatta.Dewa dan Danu pun langsung keluar dari bandara,dan mereka pun sudah ditunggu oleh mobil jemputan.


Sepanjang jalan Dewa terlihat bahagia,sesekali Dewa bersenandung kecil.


mobil yang ditumpangi Dewa pun sudah sampai dirumah.Dewa sedikit heran,karna biasanya ada pak Usup yang selalu siaga membukakan pintu gerbang.


"kemana pak usub,tumben jam segini gak ada dipos"gumam Dewa.


Dengan langkah besar,Dewa pun segera masuk kedalam rumah.Ia tidak sabar untuk bertemu kiara.


"Sayank aku pulang..."teriak Dewa.


Suasana rumah sangat sepi,Dewa segera menuju kamar kiara saat pintu dibuka tak ada kiara disana.


kemudian Dewa segera pergi kekamarnya sendiri,dan tetap saja kiara tak ada.Lalu Dewa segera turun kelantai satu,ia segera mencari kiara kesuluruh sudut rumah tapi tetap tak ada.


Akhirnya Dewa coba menelpon Hp Kiara tapi nomer telpon nya tidak akif.Kemudian Dewa mencoba menelpon pak usub,siapa tau pak usub tau kiara dimana.


Setelah menunggu beberapa saat akhinya teleponya pun tersambung.


"halo pak,Pak usub tau kiara pergi kemana?"tanya dewa


"maaf tuan,saya gak tau.Dari kemarin saya gak masuk kerja,maklun sudah tua gampang sakit"jelas pak Usub


"ooo ya sudah pak,pak Usub istirahat dulu saja dirumah."


"iya tuan terima kasih"


Setelah sambungan telpon terputus Dewa segera kembali kedalam kamar kiara.


"ada apa bos?"tanya Danu yang melihat wajah cemas bos nya.


"gak apa apa,"jawab dewa Singkat.


"ooo..ya sudah kalo gitu bos.kopernya sudah saya taruh kamar.Kalo gitu saya permisi dulu"


",iya terimakasih,kamu hati hati"


setelah kepergian Danu,Dewa pun segera kekamar kiara.Dibukanya pelan pintu kamar kiara.


Terlihat semua barang tertata rapi pada tempatnya.Tak ada sedikit pun rasa curiga atau bagaimana pun kalo kiara sudah pergi.


Tapi tiba tiba Dewa merasa sesuatu yang janggal saat berjalan mendekat meja belajar kiara.


Diatas meja belajar kiara,telihat bersih tak ada buku buku pelajara yang biasa tertata disana.


Justru saat ini Dewa melihat kartu ATM,cincin berlian,kalung pemberian Dewa dulu.Serta Ada sepucuk surat yang tergeletak rapi disamping barang barang tadi.Perasaan dewa pun menjadi tidak enak.


Dewa pun segera mengambil surat itu,dengan tidak sabar ia pun segera membuka nya.


"Assalamualakum,Hay mas...


mungkin disaat kamu baca surat ini,aku sudah pergi dari rumah ini.


maaf,...maaf karna aku pergi tanpa ngomong langsung sama mas.


Aku pergi untuk kebaikan mas,kebaikan semua nya.


Mas berhak mendapat wanita yang lebih baik dan sempurna yang bisa memberi keturunan buat mas.


Maaf kalo selama ini aku cuma nyusahin mas.


terimakasih untuk kenangan indah yang mas beri buat aku.


aku pergi ya mas,jaga diri baik baik.


Sekali lagi maaf untuk semua nya


Yang mencintai mu


kiara.


Begitulah isi surat yang kiara tinggalkan.Hanya berisi ucapan maaf saja,sebenarnya banyak yang ingin ia sampaikan pada Dewa.Tapi kiara tak sanggup menahan rasa sesak dalam dadanya.