Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 107



Kemudian dokter keluar dan segera menemui Dewa.


"Bagamana dok kondisi calon istri saya?"tanya Dewa


"Pasien saat ini dalam kondisi kritis ,karna kehilangan banyak darah pasien juga harus segera melakukan operasi.Karna janin didalam kandungannya tidak dapat kita selamatkan,selain itu akibat benturan yang kuat mengakibatkan kerusakan pada rahim nya jadi mau tidak mau kita harus mengangkat nya untuk kebaikan pasien"ucap dokter dengan hati hati.


Dewa terlihat sangat syok begitu pula semua orang yang ada disana.


"Apakah rahimnya tidak dapat dipertahankan dok?"tanya Dewa dengan suara yang bergetar.


"Mohon maaf,kalo pun dipertahankan selamanya pasien tidak dapat mengandung lagi,selain itu mempertahan rahim juga bisa mempengaruhi keselamatan pasien."jelas dokter


"Kalau begitu lakukan apa saja yang penting calon istri saya bisa diselamatkan"ucap Dewa sambil berusaha tegar.


"Baik,kalo begitu anda bisa ikut dengan suster untuk menandatangani berkas persetujuan operasi"


Kemudian Dewa segera pergi bersama suster keruang administrasi guna menandatangani berkas itu.


Setelah itu Dewa segera kembali keruang UGD,dan tak lama pintu UGD terbuka,terlihat Kiara yang terkulai lemas dengan wajah pucat didorong menuju ruang operasi.Dewa dan semua orang disana mengikuti Kiara dengan wajah cemas sekaligus kwatir.


"Kamu harus bertahan yank"ucap Dewa dalam hati.


Kiara segera masuk kedalam ruang operasi,sedang Dewa dan rombongan menunggu di luar.


"Kamu harus kuat ya nak,kamu harus iklasin apa yang sudah terjadi.kamu harus tegar,karna cuma kamu yang bisa kuatin Kiara untuk menerima cobaan ini"kata si mbok memberi semangat pada Dewa yang sudah mulai pasrah.


Bagaikan tersambar petir,itulah perasaan Dewa saat ini.Dihari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya ia harus melalui ujian yang begitu berat.ia tak hanya gagal untuk mempersunting Kiara,tapi ia harus kehilangan anak yang dikandung kiara.tak hanya itu,ia juga harus merelakan rahim Kiara untuk diangkat.


Dewa tak bisa membayangkan reaksi Kiara saat mengetahui semua ini.Ia tak tahu harus bagaimana memberi tahu Kiara tentang berita duka ini.


Terlihat air mata di pipi mbok,Lastri,bibi, Dian,mami Ajeng,bunda Tari,mama Luna,dan Luna yang sedari tadi ada diruangan itu.mereka tak bisa menyembunyikan kesedihannya setelah mendengar perkataan dokter tadi.


Danu mendapat kabar dari Dito lewat chat,yang isinya tentang siapa pelaku yang mencelakai kiara berserta rekaman CCTV yang ada didalam ruangan tempat kejadian Kiara .Danu tampak terkejut mengetahui siapa pelakunya.


Danu harus menunggu hingga situasi membaik,melihat Dewa yang sangat terpuruk saat ini tak tau apa yang akan Dewa lakukan jika mengetahui siapa pelaku nya.


Operasi Kiara berjalan cukup lama,setelah menunggu 4jam akhirnya dokter keluar dari ruang operasi.Dewa segera menemui dokter.


"Gimana dok operasi nya?"


"Operasi berjalan lancar, tapi pasien saat ini belum melewati masa kritis.sebentar lagi pasien akan dipindahkan keruang ICU,untuk memantau kondisi selanjutnya."jelas dokter


"Baik, terimakasih dok"ucap Kiara


Kiara dipindahkan keruang ICU,untuk saat ini tidak ada orang yang diperbolehkan untuk menjenguk kiara.mereka hanya melihat kiara dari kaca yang ada di ruangan.


Terlihat Kiara yang sedang tidur dengan alat dan infus yang masih menancap ditangan dan tubuh Kiara.


"maaf Mr Dewa,kalo begitu kami pamit dulu,nanti kalo Kiara sudah siuman tolong kabari kami.Anda harus sabar dan kuat untuk Kiara ."


"terimakasih tuan dan nyonya sekalian karna sudah menyempatkan waktu untuk menemani saya disini.mohon maaf kalo dari tadi saya tidak menyapa"ucap Dewa


"tidak masalah,kami tau perasaan anda,Kiara sudah kami Anggap seperti keluarga sendiri jadi gak masalah."


"terimakasih,nanti kalo ada perkembangan dari Kiara saya kabari"


setelah itu ,mami dan papi Ajeng,ayah dan bunda Tari,dan mama dan papa Luna pun pergi meninggalkan rumah sakit.


"Mbok,mbak Lastri,dan bibi pulang dulu saja sama Adit,kalian pasti capek ."ucap Dewa.


"Tapi kamu sendirian disini"ucap si mbok kwatir


"Gak apa apa mbok,nanti biar Danu sama Adit temenin dewa disini"


"Ya udah kalo gitu,nanti biar Adit bawain baju ganti buat kamu"


"Iya mbok makasih"


"Dan ajak istri mu pulang juga,kasian dia dari tadi disini"


"tapi bos,"kata Danu yang merasa iba melihat bosnya saat ini


"gak apa apa,kamu juga butuh istirahat."


"nanti setelah anter Dian pulang saya langsung kesini lagi memenin bos"


"ya udah terserah kamu saja."


mereka semua pun pergi,hanya tinggal Dewa yang duduk dikursi yang ada didepan kamar Kiara.


Dewa yang tadi terlihat tegar pun tidak bisa menahan air mata yang sudah ia tahan sedari tadi.Ia menangis sejadi jadinya,hatinya hancur melihat Kiara harus mengalami semua ini.


"ya Tuhan,tolong sembuhkan lah kiara.hamba yang tak pernah meminta apa pun dari engkau,kini hamba meminta untuk kesembuhan dan keselamatan orang yang hamba cintai"ucap Dewa dalam hati.


Dewa kembali berdiri dibalik kaca,ia menatap wajah Kiara yang tak berdaya.ingin rasanya ia bisa duduk disamping Kiara dan menggenggam tangan kiara.ia ingin memberi dukungan untuk Kiara melalui sentuhan lembut darinya.


Lama Dewa berdiri disana,hingga Adit datang sambil membawa pepper bag berisi baju ganti dan makanan untuk Dewa.


"nih,sebaiknya kamu ganti baju dulu."ucap Adit.


kemudian Dewa membawa baju ganti ketoilet.sampai di toilet, Dewa segera mandi ternyata tanpa ia sadari darah Kiara mengenai semua baju dan celananya.


Setelah selesai mandi, Dewa segera kembali menemui Adit yang menunggu diluar kamar ICU.


"ini aku juga bawa makanan,sebaiknya kamu makan dulu"


"gak usah,aku gak laper"


"kamu harus makan,kamu gak boleh sakit,kamu masih harus merawat Kiara,makan lah walau pun cuma sedikit"


"iya makasih nih buat kamu,kamu juga harus makan"ucap Dewa.


Entah sejak kapan hubungan Dewa dan Adit menjadi dekat.semula Dewa masih merasa cemburu setiap kali Adit dekat dengan Kiara.


malam semakin larut, Adit sudah tertidur dikursi tunggu,sedangkan Dewa ia masih senantiasa menunggu kiara siuman.


Saat mata Dewa mulai tertutup,tiba tiba ia dikagetkan dengan kedatangan dokter yang tampak panik masuk kedalam ruangan Kiara.


Dewa pun sontak bangun dan mencoba menanyakan apa yang terjadi.Tapi tak ada satu pun yang dapat ia tanyai.


kemudian seorang suster keluar dari ruangan Kiara,dengan cepat Dewa menghadang dan menanyai sang suster.


"sus,bagaimana keadaan calon istri saya"


"saat ini keadaan pasien sedang drop,dokter sedang berupaya untuk menyelamatkan pasien.bapak berdoa saja agar keadaan pasien semakin membaik"ucap suster,membuat Dewa lemas.


Terlihat dokter sedang memeriksa kiara dengan teliti.


"ya Tuhan tolong selamatkan Kiara,"ucap Dewa.


Adit yang ada disana berusaha memberi semangat untuk Dewa yang kembali rapuh.


sedangkan Kiara didalam tidurnya ia bermimpi melihat seorang anak balita yang tampan dan lucu.Anak itu berlari kesana kemari dengan gembiranya.


saat melihat Kiara anak itu pergi menghampiri Kiara.Kiara pun berjongkok,dan menyentuh anak itu.


"Hay mommy,"sapa anak itu.kiara pun kaget mendengar sapaan anak itu.tak terasa air matanya pun jatuh.


"mommy gak boleh nangis,aku disini baik baik aja kok"ucap anak itu,Kiara bingung dengan apa yang terjadi.


"kamu siapa nak?"tanya Kiara sambil membelai wajah anak itu.


"mommy,walaupun aku gak sama sama mommy lagi,mommy jangan sedih ya.aku disini bahagia kok,aku gak sendirian disini.ada nenek yang temenin aku"ucap anak itu,tiba tiba Kiara melihat bundanya yang datang entah dari mana.


"bunda,Kiara kangen banget sama bunda"ucap Kiara dengan air mata yang berlinang sambil memeluk erat bundanya.


"bunda juga kangen sama kamu nak,kamu harus kuat hadapin semua ini ya nak."ucap bunda sambil membelai punggung kiara


"Ki pengen ikut bunda saja,Ki disini sendirian Bun"ucap Kiara


"kamu gak sendirian sayang,masih ada orang yang sayang sama kamu.masih ada Dewa yang saat ini menunggu kamu sadar."


"mommy balik ya,kasian Daddy sendirian disana"ucap anak itu.


Kiara menggenggam erat tangan bundanya,ia tak mau melepaskan bundanya.tapi perlahan bundanya pergi bersama anak lelaki itu.sedangkan Kiara hanya bisa menangis sambil terduduk di tempat.


kemudian cahaya terang membawa Kiara kembali ke alam sadarnya.Suasana ruang ICU yang semula tegang seketika berubah saat melihat alat monitor jantung Kiara kembali berjalan normal..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung