
1 bulan kemudian
Seperti biasanya selama 1 bulan ini Kiara melakukan pekerjaan dengan baik.
Diawali dengan membuat sarapan, membangunkan Dewa,berangkat ke Sekolah. Setelah pulang ia membantu Bibi mengerjakan sisa pekerjaan rumah.
Semuanya sama seperti awal Kiara tinggal disini.Hanya beberapa hal yg berubah,salah satunya adalah panggilan Mr.Dewa diubah menjadi Mas Dewa.
Entah apa yg membuat Dewa meminta Kiara mengubah panggilannya.Sebenarnya konyol untuk orang seperti Dewa.Hanya karna cemburu Kiara memanggil lelaki yg lebih tua dari Kiara dengan sebutan Mas.
flashback
Sore itu,saat Kiara pulang sekolah.Tak seperti biasanya Dewa sudah ada dirumah.Setelah turun dari motor dan membayar ongkos Ojol, Kiara membuka pintu gerbang.
"Sore Pak Usub". Sapa Kiara saat melihat Pak Usub yg ada di pos.
"Sore Non"Balas Pak Usub.
Setelah itu Kiara langsung melanjutkan langkahnya.Kiara melangkah sesekali berdendang.
"Baru pulang Ki?"Tanya Dewa yg ada di ruang tengah.
"Eh...Mr..ngagetin aja. Mr. sudah pulang?"kata Kiara.
"ya..kamu pulang sama siapa ki?"Tanya Dewa lagi.
"Oh...tadi naik Ojol Mr."Jawab Kiara.
"Ya udah ganti baju dulu gih..terus istirahat"Ucap Dewa.
"Iya Mr ."Kata Kiara singkat.
"Kenapa kamu kayaknya happy banget Ki?"Tanya Dewa yg curiga melihat kiara lebih ceria.
"Gak pa pa Mr".
"Kayak nya ada apa apa dech".Selidik Dewa.
"Hehehehehe...mas nya Ojol tadi ganteng banget Mr."Celetuk Kiara dengan malu malu.
"Kenapa semua laki laki kamu panggil mas Ki...kemarin Tukang Pos,sekarang Ojol. Danu pun kamu panggil mas."Protes Dewa.
Mendengar itu dahi Kiara mengkerut.Ia mencoba mencerna maksud dari kata kata Dewa.
"Maaf Mr...kenapa saya panggil mereka mas,karna mereka lebih tua dari saya". Jelas Kiara takut.
"Terus kenapa kamu memanggil ku Mr?". Protes Dewa, Kiara pun makin bingung
"Karna Mr. majikan saya"Ucap Kiara.
"Sudah berapa kali aku bilang.Aku bukan majikan kamu". Kata Dewa yg yg tersulut emosi.
"M..mm..maaf Mr...Maaf kalo saya salah.Kalo begitu saya harus panggil Mr. dengan sebutan apa?."Kata Kiara makin takut.
"Seenggaknya kamu bisa panggil aku dengan sebutan Mas"Kata Dewa lirih sampai hampir tak terdengar oleh Kiara.Kiara melihat Dewa memalingkan wajahnya dan terlihat merah.
"Maaf Mr. saya tidak dengar". Goda Kiara.Sebenarnya Kiara tau apa yg Dewa ucapkan.
"Kamu bisa panggil aku Mas Dewa". Kata Dewa menahan malu.
"Mr. serius mau dipanggil Mas?Maaf Mr. bukan maksud...tapi dengan wajah Mr. yang 100% bule ini,Mr yakin mau dipanggil itu?. Tanya Kiara,sambil menahan tawa.
"Iya..."Jawab Dewa singkat.lalu ia pergi meninggalkan Kiara yang masih bingung dengan apa yg terjadi.
Baru beberapa langkah Dewa berhenti dan berkata.
"Tapi kalo kamu gak mau gak pa pa"k Katanya,lalu melangkah pergi menuju kamarnya.
Kiara hanya bisa terbengong bengong melihat tingkah lucu bos nya itu.Kejadian yg sangat langka.Sejak saat itu lah panggilan Dewa berubah menjadi Mas Dewa.
flashback off.
Dan sore itu kiara sudah terlihat rapi,dengan menggunakan celana jeans,huddy longgar nya,sepatu sneaker dan tas ransel di punggungnya, Kiara keluar dari kamarnya.Memang seperti itu gaya keseharian Kiara.
Kiara berjalan menuju kamar Dewa untuk berpamitan.seperti biasa setiap hari Sabtu Kiara selalu pergi menginap dirumah sahabat sahabatnya.
Sebenarnya acara menginap sudah lama diadakan,tapi karena kesibukan Kiara yg harus bekerja membuat Kiara tidak pernah datang.
Kiara sudah berada didepan pintu kamar Dewa. Kiara hendak mengetuk pintu kamar Dewa,tapi tiba tiba Dewa keluar dan membuat kiara terkejut.
"Astagfirullah..".Pekik Kiara.
"Kamu kenapa Ki,liat setan?". Ujar Dewa
"Bu..bukan liat setan,tapi liat Malaikat". Ucap Kiara spontan.
Kiara tak henti hentinya memandang Dewa.Ia melihat dari atas sampai bawah berulang kali.Dengan mulut yg menganga takjup.
kiara melihat Dewa yg biasanya menggunakan setelan jas rapi,tapi saat ini style Dewa berubah 360°.
Dewa yg bisanya klimis,rapi.Kini keluar kamar dengan mengunakan Hoodie abu abu,celana jeans robek,sepatu boot,dan jaket kulit hitam.Tak lupa kacamata bertengger diwajahnya.
"Kenapa Ki,kesambet?" Tanya Dewa yg melihat Kiara bengong.
"Iya Mas Dewa kesambet cinta".Ceplos Kiara tanpa sadar.
"Apa Ki?"Ucap Dewa.
"Gak apa apa"Kata Kiara yg baru sadar ia pun menepuk-nepuk mulutnya sendiri.
"Kamu sudah siap Ki?"
"Iya Mas Dewa mau kemana?". Tanya Kiara
"Kamu kepo". Ucap Dewa sambil menyentil pelan hidung mancung Kiara.
"hisss...,Mas mau kemana?"Tanya Kiara lagi.
"Mau ketemu temen".
"Temen apa pacar?ini kan malam Minggu."Selidik Kiara.
"Aku tau ini malem Minggu". Ucap Dewa sambil pergi meninggalkan Kiara.Kiara yg kepo pun mengekor dibelakang Dewa.
"Cie ...yang mau ngapel". Goda Kiara yang membuat Dewa tiba tiba berhenti.Untung aja rem Kiara gak blong jadi gak nabrak punggung lebar Dewa.
Dewa pun berbalik.Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Kiara.
Kiara hanya menunduk,matanya tak berani melihat mata Dewa.Kiara merasakan hembusan hangat dari nafas Dewa yg membuat kiara berdebar.
"Bisa gila aku"ucap kiara lirih.
Dewa pun melanjutkan langkahnya dan Kiara pun mengikuti nya dari belakang.Kiara berjalan dengan menundukkan kepalanya dengan tangan yg masih memegang dada nya yg masih deg degan.
Dan tanpa disadari Kiara, tiba tiba Dewa berbalik.Tabrakan pun tidak dibisa dielakan.Kiara menabrak dada bidang Dewa.Dengan takut takut Kiara mendungakan kepalanya.Ia menatap mata biru Dewa.
Hah...rasanya saat itu Kiara ingin waktu berhenti sejenak.Ia ingin lebih lama berada dipelukan Dewa.
"Ki...mau sampe kapan kamu meluk aku.pelukan ku hangat kan Ki?". Goda Dewa dengan senyum lebar.
Mendengar ucapan Dewa,Kiara pun melepaskan pelukan nya.Dengan malu ia menunduk lagi kepala nya.Wajahnya menjadi merah,dengan buru buru ia keluar rumah.
Melihat tingkah lucu Kiara, Dewa hanya tersenyum.Lalu Dewa menyusul Kiara keluar.
"Kamu naik apa Ki?". Tanya Dewa.
"Naik Ojol Mas"Ucap Kiara yg sudah bisa mengatasi suasana canggung tadi.
"Udah order?". Tanya Dewa lagi.
"Belum,ini baru mau order".
"yYa udah,bareng aku aja."Ucap Dewa,tanpa menunggu jawaban Kiara, Dewa pun mengandeng tangan Kiara.
"Pak Usub udah siap?"Tanya Dewa.
"Sudah tuan"Kata Pak Usub sambil menyerahkan sebuah kunci.
"Oke,makasih Pak". Kata Dewa menerima kunci.
Kiara melihat sebuah motor sport hitam terparkir disamping mereka.
"Mas,yakin mau naik motor?"Tanya Kiara,yang gak yakin melihat Dewa mengendarai motor.
"Yakin lah".
"Tapi..."Kata Kiara.Kiara takut karna selama ini ia tidak pernah melihat Dewa mengendarai motor,ia belum mau mati.
"Udah gak usah takut, Aku jago kok naik motor"Bisik Dewa tepat ditelinga Kiara.Lalu Dewa memakai kan helm pada Kiara lalu menaiki motornya.
"Haduh...lama lama bisa jantungan aku,kalo sering dapet serangan tiba tiba seperti ini."Ucap Kiara lirih.Ia pun dengan hati hati menaiki motor Dewa.Ia duduk dibelakang dengan tenang.
Dan motor sport hitam itu pun meninggalkan rumah.Dewa membawa motor dengan kecepatan sedang.
Suasana sore itu lumayan ramai,mungkin karena malam minggu.Jadi banyak orang yg menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang orang tercinta.
Motor Dewa pun yg tadinya berkecepatan sedang tapi makin lama makin kencang.Kiara yg awalnya duduk santai dibelakang Dewa pun akhirnya ketakutan.Dengan spontan Kiara pun memegang bahu Dewa.
Merasakan tangan Kiara dibahunya, Dewa pun memelankan motornya,lalu tangan dewa meraih tangan kiara yg ada dipundaknya,lalu meletakan nya dipinggangnya.
Kini Kiara memeluk pinggang Dewa dengan erat.Karna setelah meletakan tangan Kiara dipinggangnya, Dewa lalu menggeber motor nya dengan kencang.Sesekali ia menyelip kanan kiri.
Bagaikan raja jalanan Dewa terus melajukan motornya.Kiara yg ada dibelakang memeluk erat dewa sambil berdoa.
Tapi lama kelamaan Kiara pun menikmatinya.Kiara merasa adrenalinnya terpacu.Kiara merasakan angin yang menerpa nya lalu ia merentangkan sebelah tangan nya.Dan yg sebelah masih memeluk pinggang Dewa.
Dewa melihat kiara lewat spion nya lalu tersenyum.
Setelah 30 menit melaju dengan motornya,akhirnya mereka pun sampe dirumah Luna.
Kiara pun turun dari motor dan membuka helmnya.
"Gimana Ki...seru?"Tanya Dewa.
"Seru banget mas,tadi awalnya takut.Tapi lama lama seru banget.Meski pun deg deg an juga"Ucap Kiara.
"Besuk pulang jam berapa?"Tanya Dewa
"Mmmm...mungkin siang". Jawab Kiara.
"Ya udah kalo mau pulang telp aku aja.Kita jalan jalan lagi". Ucap Dewa
"Beneran Mas?"Tanya kiara girang.
"Of course"Ucap Dewa.
"Iya,aku mau Mas."Kata Kiara dengan senyum lebar diwajahnya.
"Oke kalo gitu"Balas Dewa sambil mengacak rambut Kiara.
"Ya udah aku masuk ya,makasih buat tumpangan.Mas ati ati ya."Ucap Kiara.
Motor Dewa pun melaju meninggalkan Kiara yg masih berdiri menatap motor hitam itu menjauh.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung gaes...
gimana,ceritanya.oke tak...
sejujurnya sempet buntu buat alur berikutnya.tapi Alhamdulillah akhirnya bisa dapet ide juga.
buat kalian yg suka,Thor minta like,komen,n vote nya ya.biar Thor ngerasa kalo karya thor ada yg baca,ada yg suka dan ada yg menanti.
biar thor makin semangat...makasih😁😁😁