Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 64



Malam sudah sangat larut saat mereka sampai di vila milik Dewa.


"ini dimana mas?"tanya Kiara sambil melihat keadaan sekitar.


"Ini divilla mas,kita disini dulu.Besuk baru kita pulang."ucap Dewa.


"Oh,Ternyata mas kaya banget ya.Rumahnya dimana mana ada"ucap kiara dengan polosnya.membuat Dewa tertawa.


"Hahahaha...jadi kamu gak perlu kwatir bakal kelaparan selama sama mas"ucap dewa kemudian merangkul bahu Kiara dan mengajaknya masuk.


"Selamat malam tuan,kamarnya sudah saya siap kan"sapa Mang Udin penjaga villa Dewa.


"Makasih Mang"


"tuan maaf,non ini siapa?cantik sekali?"tanya mang Udin saat melihat Kiara.


"Ini Kiara mang,calon istri saya"


"Oh... Alhamdulillah akhirnya setelah sekian tahun balik kesini,tuan sudah punya gandengan juga.mamang doain semoga awet dan langgeng ya tuan"


"Iya mang makasih,kalo gitu kita keatas dulu ya"


"Iya tuan selamat beristirahat".


Kemudian dewa dan Kiara pun pergi kelantai atas,terlihat 2 pintu berwarna coklat didepan mereka.


"kamar ku yang mana mas?"tanya Kiara


"Terserah kamu pilih yang mana,Atau kita satu kamar aja."goda dewa perlahan mendekati Kiara.


Dengan cepat kiara menghindari Dewa,lalu masuk kedalam kamar sebelah kanan.


"Sana dari kamar sama mang Udin,weeee"ucap Kiara sambil menjulurkan lidahnya.


"Hahahaha...awas ya kamu"ucap Dewa yang hanya bisa tertawa melihat tingkah lucu Kiara.


Kiara membaringkan tubuhnya diranjang,pandangannya menatap langit-langit kamarnya.pikirannya mulai berkelana mengingat kejadian tadi siang.


"Hah semoga besuk Ajeng sudah tidak marah lagi"ucap Kiara kemudian memejamkan matanya yang lelah karena kebanyakan menangis.


pagi itu udara dingin masih menusuk tulang kiara meskipun matahari sudah bersinar dengan cerahnya.


Kiara menuruni anak tangga yang terbuat dari kayu.Ia berjalan keluar sambil melihat sekeliling.Dibukanya pintu belakang,saat itu udara segar menerpa wajah cantik nya.


Kiara berjalan ketaman belakang, pemandangannya sangat memanjakan mata.Dengam hamparan hijau kebun teh,kemudian Kiara berjalan menuju sungai evil yang ada dibelakang villa Dewa.


suara gemericik air memenangkan hati serta pikiran kiara.kiara duduk disebuah batu dan mencelupkan kakinya kedalam air sungai yang sangat dingin.


"betapa enaknya bisa tinggal disini selamanya,jauh dari keramaian kota"gumam Kiara sambil menghirup udara dalam dalam.


Saat Kiara sedang asyik menikmati alam sendirian, Dewa yang baru bangun segera kekamar mandi untuk membasuh muka.


Kemudian ia keluar kamarnya menuju kamar kiara.diketuknya pintu kamar Kiara,karna tidak ada sahutan dari dalam Dewa membuka pintu kamar Kiara.Kamar Kiara terlihat kosong dan sudah rapi.


kemudian Dewa turun kebawah untuk mencari Kiara.Dewa melihat pintu belakang terbuka,kemudian Dewa keluar mencari kanan dan kiri keberadaan Kiara.


Matanya melihat sosok yang ia cari sedang bermain air di sungai.Senyum simpul tergambar diwajah Dewa.perlahan dewa berjalan menghampiri Kiara.


wajah Kiara tampak bahagia saat sedang memainkan air di sungai.


"Ati ati sayang,entar ada buaya Lo"ucap Dewa yang mengagetkan kiara


"Mas bikin kaget aja,ini buayanya lagi berdiri dibelakang aku"jawab Kiara.


"Udah berani ya ngatain mas buaya"kata Dewa kemudian mendekati kiara lalu menyiprati Kiara dengan air sungai yang dingin


"Hahahahaha...ampun mas udah dingin"


"Gak,mas gak akan berhenti."ucap Dewa masih dengan semangat menyiprati kiara


"udah mas dingin,aku gak punya baju ganti juga"ucap Kiara yang membuat dewa menghentikan aksinya.


"tuh kan jadi basah semua,aku kan gak bawa baju ganti"ucap Kiara manyun


"ya ampun sayang,kamu kayak orang susah aja.kamu mau berapa lusin baju buat ganti biar mas beliin sekarang juga"ucap Dewa dengan sombong


"Dih...dasar orang kaya"ucap kiara sebal.


"hahahaha...bercanda sayang.Sini mas peluk biar gak kedinginan"kata dewa sambil merentangkan kedua tangannya.


"ogah aku mau masuk aja"ucap Kiara pura pura ngambek.saat hendak pergi tangan dewa dengan cepat menarik tangan Kiara, hingga Kiara jatuh ke pelukan Dewa.


"Sttttttt...udah diem dulu,mas mau angetin kamu"ucap Dewa sambil memeluk erat Kiara.


"huffttt dasar"ucap Kiara kesal tapi membalas pelukan dewa.


Untuk sesaat mereka menikmati kebersamaan nya.Setelah puas berpelukan Dewa mengajak Kiara kembali kedalam villa.


Dewa menarik kursi untuk Kiara duduki, kemudian dewa duduk sendiri di depan Kiara.


"Ini semua mang Udin yang siapin?"tanya Kiara.


"Iya neng,ini masakan Kamang.semoga cocok sama selera neng ya"ucap mang Udin kemudian menyajikan teh hangat untuk Kiara dan dewa


"Tenang aja mang,aku pemakan segalanya kok jadi gak milih milih makanan""ucap Kiara.


Kemudian Dewa mengabulkan nasi dipiring kiara tak lupa beberapa lauk dan sayur nya.Kegiatan yang setiap harinya dilakukan Kiara,hari ini giliran Dewa yang melayani Kiara.


"Dimakan yank,atau mau mas suapin"ucap Dewa.


"Gak usah aku bisa makan sendiri,mas juga makan"ucap Kiara sambil memasukan makanan kedalam mulutnya.


"hmmm...mang ini enak banget Lo"ucap Kiara saat merasaka. masakan mang Udin.


"ya jelas enak lah,mang Udin itu dulu cheff disalah satu restoran terkenal di daerah ini"jelas Dewa.


"Oh ya...wah aku harus berguru sama mang Udin biara aku bisa masak seenak ini"ucap Kiara dengan antusias.


"Boleh neng"ucap mang Udin dengan senang hati.


"Heem,memang kamu harus belajar masak sama mang Udin.Biar masakan kamu gak sering keasinan"ledek Dewa.


"ya udah besuk aku gak mau masakin mas lagi"ucap Kiara ngambek.


"Hahahahaha...lucu banget sih pacar ku ini"Ucap Dewa sambil mengacak rambut Kiara.


Setelah selesai sarapan, Dewa pergi untuk membelikan pakaian untuk Kiara.Sedangkan Kiara sedang duduk didepan perapian ditemani mang Udin yang sudah selesai menyalakan perapian.


"mang Udin udah lama kerja disini?"tanya Kiara


"Sudah lumayan lama neng,mungkin 7 tahunan."jawab mang Udin


"hmmm,udah lama juga ya.emanh bener mang Udin mantan cheff?"tanya Kiara yang sedari tadi penasaran.


"Iya neng,dulu memang kerja diRestoran ujung jalan sana. dulu restoran sempat bangkrut akhirnya mamang di-PHK.Tapi untung mamang ketemu sama tuan Dewa,karna rumah mamang gak jauh dari vila jadi mamang disuruh merawat vila ini"jelas mang Udin.


"oh...mas Dewa sering kesini mang?"


"Dulu sering neng,hampir tiap akhir pekan kesini.udah beberapa bulan ini tidak pernah kesini lagi.Dulu tiap kali kesini tuan cuma duduk di taman belakang itu sambil ngelamun.Kadang kesini cuma minum minum sampai mabok.mamang gak tau ada masalah apa,mamang gak berani nanya"ceritaang Udin.


"Tapi sekarang mamang senang melihat tuan sudah berubah.sekarang tuan terlihat lebih bahagia dibandingkan dengan yang dulu.Itu semua berkat neng"lanjut mang Udin.


setelah cerita dengan Kiara,mamang melanjutkan pekerjaannya.tak lama kemudian Dewa datang dengan membawa beberapa paperbag ditangannya.


"Nih yank,ganti baju gih.Nanti sakit lagi"ucap Dewa


"Ini kan juga gara gara mas"


"Iya mas minta maaf ya sayang,dah sana ganti baju dulu".


"Iya"ucap Kiara kemudian kekamar membawa belanjaan yang dibawa Dewa tadi.


Seharian ini kedua sejoli itu hanya bersantai disofa sambil menonton film.Hingga tak terasa hari kian sore.Setelah bersiap dan berpamitan pada mang Udin,Kiara dan Dewa meninggalkan vila menuju Jakarta.


Sepanjang jalan Kiara memeluk erat pinggang Dewa.Sesekali tangan Dewa menggenggam tangan Kiara,dan sesekali mengecupi nya.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


...


Bersambung


Hay Gaes,Thor ucapin terimakasih untuk semua yang udah setia baca karya Thor.


Baca juga karya Thor ya"kisah cinta Jessy"


Matur thank you 😍😍