Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 120



"non kiara kok cuma diluar,ayo masuk"ucap bibi yang sedikit ngos ngosan sambil menarik tangan kiara.


"i.iya Bi,kiara disini saja"ucap kiara sambil menahan tarikan tangan Bibi.


"ada acara apa Bi?"sambung kiara


"Non gak tau?Non Ajeng akan tunangan dengan Den Bimo.Didalam juga ada Non Luna dan Non Tari."jelas bibi.


"Oh..."kata kiara singkat,terlihat kekecewaan dari mata kiara.Ia kecewa karna dihari bahagia sahabatnya itu ia tak bisa ikut menyaksikannya.


"Gak usah Bi,aku disini aja.Gak enak kalo kehadiran ku ngerusak suasana."Ucap kiara sambil menundukkan kepalanya.


"sabar ya non"


"iya Bi,ya udah kalo gitu aku permisi dulu ya."


"lho non beneran gak masuk dulu."


"gak Bi,lain kali aja.kalo gitu kiara permisi dulu ya Bi"


Bibi hanya terpaku melihat punggung kiara yang perlahan menjauh.Tak berlangsung lama,Bibi pun kembali masuk kedalam karna harus bantu bantu.


Kini kiara sudah kembali berkutat dengan kemacetan.Tujuannya saat ini adalah stasiun,kiara berencana akan kebandung kerumah ayahnya.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya kereta yang akan mengantarnya pun mulai bergerak.


sepanjang jalan,mata kiara hanya menatap jauh keluat jendela.


Dalam kepalanya ia menyakinkan dirinya kalo jalan yang ia tempuh adalah jalan yang benar.


Kurang lebih 3 jam akhirnya kiara sampai dikota tujuan,setelah keluar stasiun kiara segera memesan taksi online untuk mengantar ketujuan selanjutnya.


"Sesuai map ya mbk?"tanya supir taksi.


"iya pak,"jawab kiara singkat.


hanya perlu waktu singkat untuk sampai dirumah ayah kiara.


setelah keluar dari taksi,kiara sudah disambut oleh gerbang hitam tinggi nan kokoh.


perlahan kiara melangkah,menuju arah gerbang lalu memencet bel yang sudah terpasang disana.


"cari siapa teh?"sapa seorang satpam dari cerah gerbang.


"saya mau cari pak gunawan,pak!".jawab kiara


"sudah buat janji sebelumnya?"tanya satpam itu tadi.


"Belum pak,tapi bilang saja saya kiara anak pak gunawan.pasti beliau mau menemui saya"ucap kiara,terlihat satpam itu sedikit heran.


"ya udah,teteh tunggu dulu saya tanyakan dulu"


"iya pak makasih."


kemudian satpam menelpon kedalam rumah.terlihat kesibukan didalam rumah,sepertinya penghuni rumah akan berpergian.


"halo"kata pak gunawan.


"maaf tuan,diluar ada seorang wanita yang mengaku bernama kiara ingin bertemu tuan"mendengar penjelasan sang satpam wajah Gunawan mulai menegang.


"usir dia,aku gak ada waktu buat ketemu dia.Lain kali kalo dia kesini lagi langsung usir saja."ucap gunawan penuh emosi,lalu memutus sambungan telpon.


"ada apa Pah?"tanya istrinya.


"Gak apa apa,sudah siap semuanya"tanya Gunawan pada istri dan kedua anaknya yang sudah siap untuk pergi liburan.


sementara diluar rumah kiara terlihat cemas menunggu diluar rumah.Pintu gerbang itu pun tak sedikit pun terbuka.


"teh..."panggil satpam dari balik pagar.


"maaf teh..lebih baik teteh pergi saja.Tuan saya gak mau ketemu sama teteh"


"tapi pak,bapak sudah bilang kalo saya anaknya mau ketemu?"


"sedah teh,tapi tuan malah marah sama saya.lebih baik teteh pergi saja,nanti saya bisa dipecat kalo teteh masih di sini"


"tapi pak..."ucap kiara tertahan,saat gerbang yang sedari tadi tertutup rapat perlahan dibuka.


kiara hanya berdiri dipinggir jalan sambil melihat kearah mobil yang keluar.


terllihat Gunawan duduk disamping sang istri.Mata kiara tak berkedip sedikit pun.Ia seakan tak mau melewatkan kesempatan melihat ayahnya dari jarak dekat.


"Ayah..."teriak kiara.


Gunawan dan sang istri pun menoleh ke sumber suara.terlihat kiara yang berdiri tak jauh dari mobil sambil melambaikan tangannya.


Wajah sang ayah dan mama tirinya pun terlihat berubah masam.Mereka tak menyangka kalo orang yang dulu sengaja dibuang kini berdiri dihadapannya.


Setelah mobil menjauh,kiara pun pergi dari rumah ayahnya.


"kalo begitu saya permisi ya pak"


"iya non,"


kiara pun berjalan menyusuri jalan komplek sambil menenteng tas jinjingnya.


air matanya pun tak henti menetes.Entah itu air mata kesedihan atau air mata kebahagian.Saat ini otak kiara tak bisa berfikir,ia hanya merasa dadanya sangat sesak.


langkah kiara terhenti disebuah minimarket.Setelah membeli minum kiara duduk dibangku luar minimarket.saat menenggak air dalam botol hp kiara pun berdering.


"Halo mbak"sapa kiara.


"ki,kamu sekarang dimana?aku tadi ditelpon mas danu katanya kamu pergi hari ini"tanya Dian dengan cemas.


"aku dibandung mbak.Iya mbak,mungkin sudah saat nya aku meninggalkan semuanya"


"ya udah kamu sharelok ya,nanti aku jemput kamu"


"iya mbk"


sambungan telpon pun terputus,kiara segera mengirim sharelok ke Dian.


Memang kepergian kiara ini semua dibantu oleh danu.Awalnya danu menolak dan melarang kiara pergi,tapi setelah diberi penjelasan akhirnya Danu menyetujuinya.Dengan syarat Danu yang akan membantu kiara.


Kiara sudah dianggap oleh Danu dan dian seperti adik sendiri.Jadi Danu dan Dian akan memastikan keselamatan kiara dimana pun kiara berada.


Dua puluh menit kiara menunggu,akhirnya Mobil jemputannya pun sampai.terlihat Dian keluar dari kursi penumpang.


"hay ki,aku kangen banget sama kamu?"ucap Dian sambil memeluk kiara.


"iya mbk aku juga kangen,Gimana kabar mbak?"kiar pun membalas pelukan Dian


"aku baik kok,kamu sendiri gimana kabarnya"tanya Dian sambil mengurai pelukannya.


"yah...kabar aku ya gini aja mbak"ucap kiara sedikit lesu.


"ya udah sekarang pulang dulu yuk,nanti baru cerita"


 


Siang itu,untuk pertama kali Kiara menginjakan kakinya di Kota Solo.Kota dimana kiara akan menghabiskan waktu beberapa tahun untuk berkuliah.


Setelah kemarin,kiara menginap dirumah orang tua Dian.Dan pagi buta tadi dia Sudah berada distasiun.


sebenarnya Dian ingin mengatar kiara sampai solo,tapi kiara menolak karna melihat kondisi Dian.


Sesuai pesan Danu,setelah sampai disolo kiara sudah ada yang menjemput.Dia juga yang akan mengurus semua keperluan kiara,Dari tempat tinggal sampai pendaftaran dikampus.


mesti berada dinegara yang berbeda tapi Danu sudah menyiapakan segala sesuatu untuk kiara.


"Mbak kiara..."panggil seseorang yang membuat kiara menoleh.


"iya,mas reno ya"


"iya mbak,saya yang dimintai tolong mas danu.Mari mbak saya antar ke kost an


"oh...iya mas"


Sepanjang perjalan kiara menatap pemandangan diluar jendela.Melihat pemandangan yang sangat asing.


tak lama kemudian mobil yang mengantar kiara pun berhenti didepan kost yanh terlihat elit.


Reno pun membantu kiara membawakan tasnya.