Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 65



Pagi itu,seperti biasa Kiara bangun lebih awal.Dan sesudah sarapan diri nya diantar Dewa ke sekolahan.Rencananya pagi ini ia akan menemui Ajeng untuk menjelaskan semuanya.


Sesampainya didepan sekolah,kuas berpamitan pada Dewa.


"mas aku masuk dulu ya"ucap Kiara.


"Iya sayang,semangat ya.Semoga pagi ini Ajeng udah bisa diajak bicara."


"Iya mas,ya udah aku masuk ya"Ucap Kiara sambil mengecup pipi Dewa kemudian buru buru keluar dari mobil.


Kiara pun segera pergi ke kelasnya,ia berharap masalah antara ia dan Ajeng cepat selesai.Saat tiba di kelas,suasana yang tadi ramai dan gaduh seketika hening saat kiara masuk kedalam kelas.


Semua mata menatap kiara yang sedang berjalan ketempat duduknya.Terlihat ke3 sahabatnya sudah ada didalam kelas.


"Hay Gaes"sapa Kiara seperti biasanya,tapi tak ada jawaban dari ke3 sahabatnya.Mereka hanya menatap sekilas Kiara.


Kiara hendak duduk di kursinya,tapi tempat duduknya itu sudah ditempati Naina teman satu kelas Kiara.


"sekarang gue yang duduk sini,Lo cari tempat lain aja"ucap naini.


"Tapi kan ini tempat duduk ku"ucap Kiara


"Itu dulu,sekarang Naina yang duduk disini.Gue gak mau Deket deket sama penghianat kayak Lo.Didepanya aja kelihatan baik polos,tapi dibelakang Lo licik,busuk"Kata Ajeng dengan kasar.


"Kamu ngomong apaan sih Jeng,Kiara kan sahabat kita."ucap Luna


"itu dulu,sebelum dia ngerebut orang tua gue.Lo juga liat kan gimana orang tua gue memperlakukan dia.Orang tua gue lebih sayang dia dibandingkan gue."


"Jeng aku gak punya niat buat ngerebut orang tua kamu"ucap Kiara


"udah diem Lo,gue males denger omongan Lo.Dasar gak tau diri,udah dibaikin malah nusuk dari belakang.Mending pergi aja Lo"kata Ajeng lalu mendorong tubuh Kiara,membuat tubuh Kiara jatuh dan tangannya membentur dinding meja dengan cukup keras.


"Kamu gak apa apa ki?tanya Luna sambil membantu Kiara berdiri.


"Aku gak apa apa kok lun"


"Jeng kamu udah keterlaluan"ucap Luna sedikit emosi.


"Lo ngebelain dia,orang yang gak tau diri ini?sekarang kamu pilih dia atau persahabatan kita dari kecil."kata Ajeng yang juga sudah tersulut emosi.


"Udah lun gak usah berantem cuma gara gara aku.aku gak apa apa kok,aku gak mau liat kalian kayak gini.Jeng mungkin Dimata kamu aku salah,tapi aku beneran gak ada niat kayak gitu.Aku minta maaf karna sudah buat keributan kayak gini.Sekali lagi maafin aku"Ucap Kiara.


Kiara menatap ke 3 sahabatnya,mereka menatap kiara dengan tatapan benci terkecuali Luna ia tampak kasihan melihat Kiara yang diperlakukan seperti itu.Tetapi ia tidak bisa membela Kiara,karna ia juga tak enak kepada Ajeng dan tari.


kemudian Kiara mencari kursi yang kosong,saat hendak duduk Ajeng berteriak.


"Hati hati sama dia,gak usah Deket Deket.Entar orang tua kalian direbut sama dia"teriak Ajeng.


Terlihat tatapan benci dimata teman teman Kiara lainya.Tak ada yang mau duduk satu bangku dengan Kiara,akhirnya Kiara duduk di bangku paling pojok belakang.


Kiara merasa dikucilkan karna sebab yang ia tidak lakukan.Kiara masih mencoba berlapang dada menerima semua ini.


Luna diam diam mengirim pesan kepada Kiara.


"Ki,maafin aku ya aku gak bisa belain kamu.Aku merasa bersalah banget sama kamu"isi pesan Luna


"Iya lun,aku gak apa apa kok.Kamu gak salah"Balas Kiara.


"Nanti pulang sekolah aku akan kerumah kamu ya,maaf disini aku gak bisa ngobrol sama kamu"kata Luna.


"iya Lun aku ngerti kok"balas Kiara.


Kemudian jam pelajaran pun dimulai,dan seperti biasa Kiara memperhatikan apa yang diterangkan oleh gurunya.Tapi tak seperti biasanya,saat ini Kiara merasa sangat tidak nyaman.Ia merasa sangat diasingkan.Tak ada yang mau duduk disamping dia.


Saat jam istirahat pun sama,saat dikantin tak ada yang mau berbaur bersama dia.Bagaikan orang yang berpenyakit menular,ia dijauhi oleh teman temannya.


Karna mendapat tatapan yang tak enak dari teman temannya,akhirnya Kiara pergi dari kantin.Niat mau makan ia urungkan,kemundian ia pergi ke perpus.


Dijam istirahat seperti ini,perpus sangat sepi hanya ada beberapa siswa yang mengunjungi tempat itu setelah mencari buku Yang ingin dia baca,kemudian ia duduk di bangku paling ujung.


Inilah tempat yang paling cocok untuk dia saat ini.Jauh dari tatapan dan omongan yang tak suka pada nya.Mungkin sisa waktu bersekolah disini ia akan banyak menghabiskan disini.


waktu menunjukan pukul 2 siang,Dan jam pulang sekolah pun tiba.Setelah memberi beberapa tugas,guru bahasa Inggrisnya pergi meninggalkan kelas,disusul oleh murid murid yang ada dikelas.


Kiara pergi dari kelasnya yang paling terakhir.Kemudian ia mulai menyusuri koridor menuju gerbang sekolah.Dijalan ia bertemu Rio yang juga mau kedepan.


"Hay Ki,lama gak liat kamu.kamu makin cantik aja"ucap Rio.


"Hmmm...aku juga udah lama gak ketemu kamu.sekarang makin jago gombal aja"balas Kiara


"Dih,kamu ini.usaha dikit kan gak apa apa"kata Rio.


"Ya...ya...ya..."kata Kiara dengan jengah


"Ki aku mau tanya sesuatu,tapi jangan marah ya"


"Nanya apaan?"


"Emang bener kabar yang bilang kamu yang suka ngambil milik orang lain?"tanya rio.


"Ngambil milik orang lain emang aku maling"kata Kiara dengan bercanda.


"Oh...ternyata kabarnya udah menyebar ke satu sekolah ya?"


"Itu beneran Ki?"


"itu gak bener,kita cuma salah paham aja.tapi terserah kamu mau percaya apa gak.Ya udah aku duluan ya udah dijemput"ucap kiara kemudian lari kearah mobil Dewa.


"lama mas nunggu nya?"tanya Kiara setelah masuk kedalam mobil.


"Gak,mas baru nyampe kok.Ya udah kita makan dulu ya,mas laper.Mau makan apa?"kata Dewa sambil menyetir.


"Terserah mas aja mau makan apa"


"Gimana hari ini disekolah,Ajeng udah mau ngomong sama kamu yank?'Tanya Dewa saat melihat wajah Kiara yang sedikit masam.


"Belum mas,jadi makin parah.Dia udah gak mau sahabatan sama aku lagi"kata Kiara


"Sabar ya sayang mungkin butuh waktu buat Ajeng mencerna masalah ini"ucap Dewa sambil mengusap kepala Kiara.


"Iya mas,aku akan coba buat deketin dia lagi"


"Itu,kenapa siku kamu memar gitu?"Tanya Dewa


"Oh ini,gak apa apa kok.Tadi gak sengaja kepleset dikelas,terus tangan aku kena meja"jelas Kiara.


"Hati hati dong sayang,pasti sakit ya?"kata dewa sambil mengelus-elus tangan Kiara.


"Iya mas,gak usah kwatir aku kan kuat".


Setelah perjalanan kurang lebih 30 menit, akhirnya mereka sampai disalah satu restoran.Kemudian mereka turun dari mobil,dan segera masuk kedalam.


Setelah memesan beberapa menu,tak lama kemudian pesanan mereka sudah siap.Dan mereka pun segera memakan makanan nya.


Kiara tampak tak berselera,ia hanya mengaduk aduk makanannya.


"Yank,kok makanannya cuma dimainin kayak gitu"tanya Dewa


"Aku udah kenyang mas,"jawab Kiara,kemudian meletakan sedok dan garpunya.


"kenyang dari mana?kamu kan belum makan sama sekali"


"Aku lagi gak pengen makan mas"ucap Kiara


"hah...ya udah yank terserah kamu"ucap Dewa menyerah


Tak lama kemudian Dewa sudah selesai dengan makanannya, sebelum pulang Dewa memesan lagi menu yang sama untuk dibawa pulang.Ia tak mau pacar kecilnya itu kelaparan.


Setelah membayar,Dewa mengantar Kiara pulang kerumah.Saat ditengah jalan pulang,Kiara mendapat telpon dari Luna segera Kiara mengangkatnya.


"Halo Luna"sapa Kiara.


"Ki kamu dimana?ini aku udah dirumah kamu"tanya Luna.


"Oh...iya ini aku udah perjalanan balik kok,paling 15 menit lagi sampai.Kamu tunggu didalam aja"ucap Kiara


"Oke deh,"jawab Luna,kemudian sambungan telpon pun mati.


"Siapa yank?"tanya Dewa.


"Luna mas,dia udah ada dirumah"jawab Kiara


"Rumah kita maksudnya?"


"Iya mas"


Dewa pun segera melajukan mobilnya agar sahabat Kiara itu tak menunggu lama.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung