Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 99



Kiara perlahan membuka matanya,terdengar samar samar suara debur air laut.Kiara pun melihat sekeliling,ia begitu takjub melihat keindahan kamar ini.Kamar yang hanya ditutupi kaca bening itu membuat Kiara bisa melihat langsung laut yang ada diluar.


Kemudian Kiara berjalan menuju balkon,ia melihat pantai dengan pasir putih dan air laut yang terlihat biru jernih.angin laut yang menerpa tubuh Kiara,Kiara pun memejamkan matanya dan menikmati udara laut yang ia rindukan


Saat sedang menikmati keindahan pantai, Dewa datang dan langsung memeluk Kiara dari belakang.


"gimana yank,kamu suka disini?"tanya Dewa


"iya mas,Disini indah banget.kayaknya aku bakalan betah disini"jawab Kiara


"Syukur dech kalo kamu suka,keluar yuk kamu pasti udah laperkan"ucap Dewa kemudian Kiara menjawab dengan anggukan.


Dewa pun menggandeng tangan kiara menuju ruang makan.saat tiba diruang makan, terlihat beberapa menu seafood yang terlihat lezat.


melihat makanan lezat didepannya membuat Kiara menelan ludahtnyA.Dewa menarik kursi untuk duduk Kiara.Kemudian Dewa mengambilkan nasi untuk kiara.


setelah itu Dewa melakukan kegiatan rutinnya,yaitu mengambilkan daging kepiting untuk kiara.kiara pun mulai memakan makanannya dengan lahap.


beberapa pelayan disana dibuat iri melihat perhatian Dewa terhadap Kiara.Semenjak hamil nafsu makan Kiara menjadi 2 kali lipat dari biasanya.itulah yang membuat berat badannya bertambah.


Setelah selesai makan Kiara mengajak Dewa keluar.ia sudah tak sabar ingin bermain air dipantai.Kiara menarik tangan Dewa,dan dewa pun mengikuti kiara dari belakang.


"pelan pelan donk sayank, kasian si kecil tu"ucap Dewa saat melihat Kiara yang seakan lupa kalo ia sedang berbadan 2.


"ia mas,ini aku juga hati hati kok"kata Kiara


saat Kiara hendak berlari kearah pantai,dewa menariknya kedalam pelukan Dewa.


"mau kemana?"tanya Dewa


"Aku mau main air"ucap Kiara


"nanti aja,sekarang duduk disini."kata dewa kemudian membawa Kiara duduk dikursi pantai.


"Aku mau main air mas"rengek Kiara


"iya nanti ya, sekarang masih panas banget.nanti sore mas temenin main airnya"ucap Dewa


"janji?"kata Kiara


"iya mas janji sayang"


Kiara dan dewa pun duduk sambil menikmati


pemandangan yang sangat indah.Kiara mengambil nafas panjang,ia ingin menikmati udara pantai yang ia rindukan.


"ini dimana mas?kok cuma ada kita berdua?gak ada wisatawan lain?"tanya Kiara


"ini pulau pribadi mas,"jawab Dewa


"wah ..mas ternyata kaya raya ya,sampai punya pulau pribadi sendiri.Pasti kekayaan mas gak habis buat 7 keturunan."ucap Kiara lugu.


"hahahaha...mau 7 turunan,9 naikan,13 belokan gak akan habis sayang"


"dih sombong nya"ucap Kiara sewot.


"hahahaha...kamu lucu dech"ucap Dewa sambil mencubit pipi Kiara pelan.


"Terus selama kita liburan disini,kita cuma ber2 aja?"


"kan ada pelayan juga yank"


"ya sama aja,aku pengennya bisa berbaur sama wisatawan lainnya.Gak cuma berdua kayak orang terdampar kayak gini"


"duh repot deh...kemarin siapa yang pengen liburan dan menghabiskan waktu berdua aja?"


"tapi maksud q gak kayak gini,aku kan pengennya..."ucap Kiara dengan mata yang ingin menangis.


"iya sayank mas salah,maaf ya.gak jauh dari sini ada kok pulau penduduk.Besuk kita jalan jalan ya kesana"bujuk Dewa,ia tidak mau Kiara menangis.karna bisa gawat kalo kiara sudah menangis.


mereka cukup lama terdiam,entah apa yang mereka pikirkan sambil menatap laut lepas.


"seandainya pernikahan kita dapet restu dari keluarga mas,aku pengen deh bisa nikah disini"ucap Kiara yang membuat dewa menoleh padanya.


"gak dapet restu pun kita bisa buat acara gede gedean disini"ucap Dewa sambil menggenggam tangan Kiara


"gak perlu lah mas,percuma juga buat acara gede gedean kalo gak ada yang datang."


"kita nanti undang keluarga kamu,temen temen kamu,temen temen mas,relasi kerja mas,pasti bakalan rame"


"nanti setelah pulang liburan kita kerumah ayah ya.Kita minta restu kesana"ucap Dewa,terlihat senyum lebar dari Kiara tapi disamping itu terlihat rasa takut,cemas dari mata Kiara.


"kamu gak usah takut kita hadapi sama sama ya"kata dewa yang dibalas anggukan oleh Kiara.


Senja pun datang,matahari mulai kembali ke peraduan nya.Kiara dan Dewa sedang berjalan ditepi pantai.Tangan Dewa senantiasa menggandeng tangan Kiara.Kiara sangat senang bisa menghabiskan waktu berdua dengan Dewa.


Tak sia sia penantiannya beberapa hari belakangan karna kesibukan Dewa.


"habis ini masuk ya yank,kelamaan diluar nanti kamu bisa sakit"


"iya mas,yuk masuk sekarang aja.Kaki ku udah mulai capek"ucap Kiara


"ya udah yuk masuk"kata Dewa kemudian dewa mengendong Kiara masuk kedalam vila.


Sampai didalam dewa meletakan Kiara diatas sofa diruang keluarga.Kemudian dewa duduk disamping Kiara dan mulai memijat kaki Kiara.


Kiara sangat menikmati pijatan tangan Dewa,Kiara Merasa beruntung bisa mendapatkan lelaki sehebat dan sebaik Dewa.


Didalam hati ia selalu berdoa,agar bisa selalu bersama Dewa sampai ajal memisahkan mereka.


"maaf tuan,untuk makan malam hari ini tuan ingin dimasakan apa?"tanya kepala pelayan divila itu.


"kamu ingin makan apa yank?"tanya Dewa tanpa menghentikan pijatan nya.


"Aku pengen makan makanan rumahan"jawab Kiara.


"tolong buatin sesuai yang nyonya mau"perintah dewa pada pelayan


"baik tuan"ucap kepala pelayan, kemudian segera pergi kedapur


Selesai dipijat, Dewa mengantar Kiara kembali kekamar.


"aku mandi dulu ya mas"ucap Kiara.


"mas temenin"


"gak usah,aku bisa sendiri"


"mas temenin aja ya,"bujuk Dewa


"gak usah makasih"balas kiara kemudian pergi kekamar mandi.


Terlihat raut kekecewaan dari wajah Dewa,ia ingin selalu dekat dengan Kiara tak mau berpisah meski 1detik pun.


30 menit kemudian Kiara keluar dengan rambut yang ia bungkus dengan handuk.melihat itu,dengan cepat Dewa mengambil hairdryer lalu mengeringkan rambut Kiara.


Kiara menatap Dewa yang sangat serius mengering kan rambutnya lewat cermin didepan nya.Entah mengapa setiap ia melihat Dewa yang sedang fokus dengan sesuatu karisama kegantengan nya meningkat berkali kali lipat.Tanpa sadar kiara mengelus perutnya sendiri saat memandang wajah Dewa,seakan ia berharap kelak anaknya menuruni wajah dewa.


"sudah selesai"ucap dewa sambil menyisir rambut Kiara


"makasih sayank"ucap Kiara sambil memeluk pinggang Dewa, Dewa pun mengecup kepala Kiara dengan sayank.


"ya udah mas mandi gih,"ujar Kiara


tanpa bantahan Dewa pun masuk kedalam kamar mandi.Sedangkan Kiara,ia berjalan menuju balkon untuk melihat pemandangan laut disore hari.


Kiara duduk disebuah ayunan sambil menatap kearah pantai.Saat tengah asyik menikmati pemandangan Dewa datang dengan membawa selimut dan lalu menyampirkannya ketubuh Kiara.


"anginnya kenceng yank,jangan lama lama diluar"


"iya mas,bentar aja kok"ucap Kiara.kemudian dewa duduk disamping Kiara dan memeluknya.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung