
Dewa baru pulang kerja lalu segera kerumah sakit.sampai dirumah sakit Dewa melihat Kiara yang sedang termenung diatas sofa.
"Lagi ngapain yank?"tanya Dewa kemudian menghampiri Kiara.
"Mas udah pulang?"tanya Kiara saat melihat Dewa
"Iya,mas kangen sama kamu jadi mas cepet cepet beresin kerjaan terus langsung kesini"
Ucap Dewa kemudian memeluk tubuh kecil Kiara
"Aku juga kangen sama mas,"kata Kiara kemudian membalas pelukan Dewa
"Kamu lagi ngapain?"tanya Dewa
"gak lagi ngapa ngapain kok"ucap Kiara
"bosen yank disini terus?"tanya Dewa
"iya mas, sebenarnya pengen pulang jadi aku bisa ngurus mas kayak dulu"ucap Kiara sambil bermanja dipelukan Kiara.
"ya udah besuk pulang ya"kata dewa
"beneran mas,mas gak bohong kan?"ucap Kiara girang.
"iya sayank,tadi pas mas jalan kesini ketemu dokter kamu dan dia bilang kalo kondisi kamu sudah baikan."
"yes...makasih ya mas"ucap Kiara kemudian memeluk dewa lagi.
"aduh"pekik Kiara karna terlalu semangat membuat perutnya sedikit nyeri.
"kenapa yank?ada yang sakit?"Tanya Dewa cemas.
"gak apa apa kok mas,cuma tadi terlalu semangat aja"jawab Kiara sambil menunjukan senyum nya.
"beneran yank gak apa apa,kalo ada yang sakit bilang ke mas,nanti mas panggilin dokter"kata Dewa dengan wajah yang cemas
"aku gak apa apa sayang"ucap Kiara sambil membelai wajah Dewa
"jangan buat mas kwatir ya"
"iya mas"
mereka pun melanjutkan obrolan mereka sambil bersantai di sofa Yang ada di kamar Kiara.
"maafin mas ya,Mas belum bisa nikahin kamu"ucap Dewa
"iya gak apa apa mas,mas urusin dulu kerjaan mas.lagian aku juga gak kemana mana"ucap Dewa
"makasih ya sayang kamu selalu ada disamping mas"ucap Dewa kemudian mencium kening kiara
"iya mas, seharusnya yang bilang makasih itu aku.soalnya dengan keadaan ku seperti ini mas masih setia nemenin aku."
"mas akan selalu ada disamping kamu sampai maut memisahkan kita"
"makasih mas"
_-_-_-_-_--__-_-_-_-_--_-_-_-_-_-_-
pagi itu,Kiara sedang siap siap untuk pulang dibantu oleh mbak Lastri,sedang Dewa ia sedang mengurus administrasi rumah sakit.
"udah selesai yank?"tanya Dewa saat masuk kedalam ruangan Kiara.
"udah mas"
"ya udah kalo gitu yuk pulang"ucap Dewa sambil mengNdeng tangan Kiara dan membawa tas pakaian Kiara,di ikuti mbak Lastri dari belakang.
mereka berjalan menuju lobi rumah sakit,dan disana sudah ada Danu yang stanby dengan mobilnya.
setelah melihat Dewa dan Kiara,Danu buru buru turun dan membantu Dewa untuk memasukan tas kedalam bagasi.
kemudian mereka pun segera meninggalkan rumah sakit menuju rumah Dewa.Didalam mobil Dewa terlihat sangat sayang pada kiara.tangan Kiara tak hentinya ia genggam dan sesekali ia kecupi.sedangkan Kiara ia sedang bersandar didada bidang Dewa
Siapa pun yang melihat pasti sangat iri melihat kemesraan mereka.
45menit kemudian mobil hitam itu mulai memasuki halaman rumah,dibantu oleh pak Usub yang membukakan pintu gerbang.
kemudian pak Usub buru buru menghampiri mobil Dewa,dan membantu Dewa untuk membukakan pintu.
"selamat pagi non Kiara, bagaimana kabarnya?"sapa pak Usub
"pagi pak, Alhamdulillah baik pak.pak Usub gimana kabarnya,lama kita gak ketemu"
"bapak juga baik non,maaf selama non dirumah sakit bapak jarang jenguk"
"iya pak gak apa apa,yang penting doanya buat kesembuhan Kiara aja pak"
"iya non"
kemudian mereka masuk kedalam rumah,sampai didalam rumah Kiara terlihat sangat senang.sesekali ia menghirup dalam dalam udara yang ada didalam rumah.Bau khas inilah yang selama ini Kiara rindukan.
"ayo yank,mas Anter kekamar"kata Dewa
"gak usah mas,aku pengen duduk disini dulu"
kemudian Kiara bebaring disofa ruang tengah,tempat Kiara dan Dewa menghabiskan waktu setiap malam.
"kok malah tiduran disini sih yank?"
"iya mas,nanti aku balik kekamar sendiri.aku bosen dikamar terus."
saat sedang mengobrol Danu datang menghampiri Dewa dan Kiara.
"maaf bos,kita harus segera kembali kekantor"ucap Danu
"hmmm..oke"jawab Dewa singkat.
"yank,mas kekantor dulu ya.mas usahain cepet balik."
"iya mas,"
"kamu istirahat yang bener,gak usah ngapa ngapain."
"iya sayank"ucap Kiara
"mbak,titip Kiara ya kalo dia gak Istirahat dan gak bisa diem lapor ke saya"ucap Dewa pada Lastri yang sedang berdiri tak jauh dari Kiara.
"iya tuan"jawab Lastri
"ya udah mas berangkat ya sayang,inget pesan mas dan dokter tadi"ucap Dewa kemudian mengecup kening kiara
"iya mas,mas ati ati ya"
"Ki aku pamit dulu ya"pamit Danu
"iya mas,ati ati nyetir nya ya"
setelah kepergian Dewa Kiara kembali berbaring diatas sofa.ia menyalakan televisi yang ada didepannya.
setelah memencet remot tv cukup lama, akhirnya Kiara mematikan tv karena tidak menemukan Chanel yang menurutnya menarik.
Kini ia beralih pada handphone nya,Kiara mulai menjelajah media sosial nya tapi itu pun cukup membosankan menurut kiara.akhirnya ia meletakan hp nya diatas meja.kemudian ia bangun dari tidurnya,dan berjalan menuju taman belakang.
"non Kiara mau saya buatin sesuatu?"tanya mbak Lastri menyandarkan Kiara dari lamunannya.
"gak usah mbak,makasih"ucap Kiara
"kalo begitu,boleh saya temenin non disini?"
"hmmm..iya mbak duduk aja"
kemudian Lastri duduk diseberang Kiara,awalnya suasana canggung karna mereka hanya diam saja.
"mbak betah kerja disini?"tanya Kiara memecah keheningan
"iya non,non dan tuan baik."
"syukur lah,kalo aku gak ada tolong urus mas Dewa ya mbak"
"gak ada,emang non mau kemana?"tanya Lastri yang merasa janggal dengan ucapan Kiara.
"bentar lagi kan aku masuk kuliah mbak,jadi mungkin gak ada waktu buat ngurus mas Dewa".
"oh...kiarain non mau pergi kemana gitu"
"mau kemana mbak,aku gak punya tempat tujuan"ucap Kiara membuat Lastri bingung.
"maksud non apa?saya jadi bingung"
"hehehehe...udah gak usah bingung,pokoknya aku titip mas Dewa ya"
"iya non,beres"
kemudian mereka berdua melanjutkan obrolannya sampai siang hari. Kemudian Kiara dan mbak Lastri pergi ke dapur untuk memasak.
"mau makan apa non?"tanya mbak Lastri
"apa aja Mbak terserah mbak aja"
"oke kalo begitu masak SOP daging aja ya"
"iya mbak"
"non duduk aja,biar saya yang masak"
"aku bantuin motong sayurnya mbak"
"gak usah non,non duduk saja.nanti kalo kecapekan saya dimarahin tuan"
"cuma motong sayur aja kecapekan apa sih mbak?"
"udah non nurut ya"
"iya dech"
kemudian Kiara duduk di ruang makan sambil memainkan hp nya.tak lama hp nya pun berbunyi.Denga cepat Kiara mengangkatnya.
"Halo mas"
"cepet banget ngangkat nya yank,kamu lagi apa?"
"lagi duduk aja"
"hmmm...udah makan siang?"
"belum"
"mau mas pesenin sesuatu?"
"gak usah mas...ini mbak Lastri lagi masak kok"
"oh...kamu jangan capek capek Lo yank"
"iya mas,mas lagi ngapain?udah makan siang?"
"mas udah makan siang,ini baru aja ketemu sama klien"
"oh..."
"mas nanti mungkin bakal pulang malem,kamu gak usah nungguin mas pulang."
"iya mas ku sayang,yang penting mas jaga kesehatan jangan telat makan ya"
"iya sayank,ya udah kamu makan yang banyak,jangan lupa minum obat.mas mau balik kerja dulu"
"ya udah,semangat ya sayank"
. .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung