Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 50



Setelah kepergian Dewa,Kiara duduk melamun di ruang makan.Ia berfikir bagaimana caranya agar Dewa memaafkannya.Lama Kiara memikirkan itu,tapi tiba tiba sebuah ide melintas di otaknya.


Kiara harus membuat bekal makan siang untuk Dewa,agar Dewa memaafkannya.Setelah mendapat ide akan masak apa,Kiara pun segera kepasar untuk membeli bahan bahannya.


Siang nanti ia akan membuat kepiting lada hitam favorit Dewa. sebenarnya ia takut bersentuhan dengan kepiting,tapi demi mendapat maaf dari Dewa apa pun akan ia lakukan.


Setelah Ojol pesanannya Dateng,Kiara segera pergi kepasar tradisional.30 menit kemudian,Kiara sampe didepan pasar.Setelah membayar,Kiara segera pergi kebagian ikan.


Bau khas pasar menyeruak saat Kiara masuk kedalam.Kiara mulai berkeliling mencari penjual kepiting dan udang.Tak perlu waktu lama, akhirnya Kiara pun menemukannya.


Kiara segera memilih 3 ekor kepiting yang masih segar,tak lupa ia juga membeli setengah kilo udang segar. setelah terjadi tawar menawar yang cukup sengit antara Kiara dan penjual ikan, akhirnya Kiara berhasil membawa pulang kepiting yang ia inginkan.Setelah mendapat bahan bahannya,Kiara pun segera pulang.


Setelah sampai rumah Kiara pun mulai acara masak masaknya.Dengan susah payah Kiara mengolah kepiting yang selama ini menjadi musuhnya.


1jam kemudian Kiara akhirnya selesai memasak.Kemudian Kiara segera menyiapkan nasi didalam kotak bekal,dan lauknya dikotak bekal satunya.Kemudian ia mencari hp nya untuk menelpon Danu.


"iya Ki?"kata Danu.


"Mas Danu,mas dewa dikantor gak?"tanya Kiara


"Iya,hari ini bos full dikantor"jawab Danu.


"Ya udah,abis ini aku mau kesana,jangan kasih tau mas Dewa ya".


"Iya Ki,siap"ucap Danu.


pukul 12.15,setelah sholat Dzuhur Kiara segera bersiap untuk pergi mengantar bekal Dewa.Tak lama kemudian Kiara sudah siap,tak lupa ia membawa tas selempang nya dan bekal makanan Dewa.


Kiara segera keluar rumah karna Ojol pesanannya sudah datang.Siang ini udara sangat panas, ditambah lagi dengan jalanan yang sangat macet.Untung aja,mas Ojol nya lihai mengendarai motor,dengan gesit ia menyelip kanan dan kiri.


Setelah bermacet macet ria, akhirnya motor yang Kiara tumpangi pun sampai didepan perusahaan Dewa.


"Ini beneran kantornya mas?"tanya Kiara memastikan.


"iya mbak,ini udah sesuai map"ucap mas Ojol


Kiara nampak takjub melihat perusahaan Dewa yang sangat besar.


"Buset berapa lantai ini?"Gumam Kiara,lalu melangkah masuk kedalam perusahaan.


Terlihat 2 wanita cantik standby di loby,kemudian Kiara menghampiri 2 wanita itu.


"Permisi mbak,saya mau ketemu mas...eh maksudnya Mr Dewa"ucap Kiara pada 2 resepsionis itu.


"ada perlu apa?sudah buat janji sebelumnya?"tanya resepsionis dengan ramah.


"Saya mau nganterin makan siang buat Mr Dewa.Saya belum buat janji mbak"


"Gak bisa,kamu pergi sana.gak sekali dua kali cewek cewek kayak kamu datang kesini buat goda Mr. Dewa."ucap resepsionis lainnya dengan galak.


"Maaf mbak,saya cuma mau anterin makan siang aja buat Mr Dewa."Ucap Kiara


"Alah lagu lama,semua yang datang kesini juga ngomong gitu"ucap resepsionis


"kalo gitu saya titip ini saja mbak,"ucap Kiara


"Iya nanti saya sampaikan,ini dari siapa?"


"Saya Kiara,saya... saya...asisten rumah tangga Mr Dewa."ucap Kiara gagap,karna bingung harus memperkenalkan dirinya sebagai apa.


"oh..baik nanti saya sampaikan"ucap resepsionis ramah,sedangkan resepsionis yang galak hanya menatap Kiara dengan tajam.


Setelah Kiara menitipkan makan siang Dewa, Kiara pun pergi dari sana.Kiara berjalan jalan disekitar perusahaan Dewa.


Sedangkan Dewa ia masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Bos,gak makan siang dulu?"tanya Danu yang baru aja selesai makan siang dikantin.


"bentar lagi,"jawab Dewa saat menyelesaikan dokumen terakhirnya.


"Semua udah aku selesaikan"lanjut Dewa sambil menunjuk tumpukan dokumen dokumen atas mejanya.


"iya bos"jawab Danu.


Dewa pun pergi meninggalkan ruangannya.Ia hendak pergi untuk makan siang. Saat melewati resepsionis Dewa diberhentikan oleh 2 pegawainya.


"Mr,maaf ini ada titipan bekal dari asisten rumah tangga anda"Ucap resepsionis yang ramah tadi.


"asisten rumah tangga saya?Bibi? tumben kirim makan siang"tanya Dewa


"Iya Mr,seorang gadis muda yang cantik.Siapa ya namanya tadi...Ki..Ki..Kirana atau siapa gitu Mr.Maaf saya lupa."


"Kiara?Kok tidak disuruh keruang saya langsung?Sekarang dia dimana?"tanya Dewa.


"maaf Mr,tadi saya tanya katanya belum buat janji jadi tidak saya ijinkan masuk.Dia sudah pergi sekitar 15 menit yang lalu".


"Oke makasih"kata Dewa sambil membawa kotak bekalnya kembali keruangannya.


"lho Bos gak jadi makan siang?"tanya Danu saat melihat bosnya balik lagi.


"Ni makan siangnya"kata Dewa sambil menunjuk kotak bekal yang ia bawa.


"Dari siapa Bos?"tanya Danu


"dari pacar donk"jawab Dewa,terlihat kegembiraan dari caranya menjawab.


"kok kamu gak ngomong kalo dia mau kesini?"


"Tadi dia bilang jangan kasih tau bos,katanya mau buat surprise".jawab Danu sedikit takut.


kemudian Dewa membuka kotak bekalnya.Disana terdapat memo yang ditulis Kiara.


"maafin aku ya sayang"tulis Kiara.Dewa tersenyum saat melihatnya.


saat Dewa membuka kotak bekal,terlihat kepiting lada hitam yang menggugah selera.Tanpa pikir panjang Dewa segera memakan makanannya sampe habis.


Danu yang melihat dan mencium aroma masakan Kiara hanya bisa menelan ludahnya sendiri.


Kini Kiara sudah sampai dirumah Ajeng.Memang tadi pagi Kiara sudah janjian dengan sahabatnya main kerumah Ajeng.


"Sore Tante"sapa Kiara saat melihat maminya Ajeng.Tak lupa Kiara menjabat tangan Mami dan menciumnya


"sore sayang,kamu langsung naik aja udah ditunggu dari tadi".


"Iya Tante,kalo gitu Kiara naik dulu ya tan".pamit Kiara kemudian naik kelantai atas tempat kamar Ajeng berada.


sampai didepan kamar Ajeng,Kiara pun mengetuk pintu sebelum masuk.Ketiga. sahabatnya pun menoleh ke arah pintu.


"Hay Gaes,maaf ya telat"ucap Kiara.


"Dari mana sih Lo?"tanya Ajeng


"Maaf tadi aku abis dari kantor mas Dewa anter makan siang"jawab Kiara.


"Tumben pake dikirimin makan siang segala?"sahut Luna.


"Yah buat sogokan biar mas Dewa maafin aku."ucap Kiara sambil duduk disamping Ajeng.


"Kalian lagi berantem?Kenapa?"tanya Tari.


Kiara pun menceritakan semuanya kepada sahabat-sahabatnya.Dari Dewa yang cemburu pada Rio,dari omongan kasar Dewa tadi pagi dan sampai saat Kiara dikantor Dewa tadi.


"Wah si Mr posesif abis,kalo itu pacar gue udah gue putusin"ucap Ajeng geram.


"Sabar ya Ki,semoga nanti mas mu itu udah gak ngambek lagi"kata Luna.


Dan mereka pun mulai asyik mengobrol,sampai tak ingat waktu.Ternyata langit diluar sudah mulai gelap.Sesaat kemudian terdengar suara adzan,Kiara pun segera kekamar pembantu Ajeng untuk meminjam mukena.Kiara pun menjalankan sholat Maghrib disana.


"Ki kamu beneran gak ikut kita nge Mill"tanya Ajeng.


"Maaf banget ya Gaes,aku ada janji sama Bu Lisa.Ada yang mau dibahas.Nanti kalo lomba ini udah selesai aku pasti ikut"jelas Kiara.


"Ya udah,janji ya "ucap Tari,Kiara pun mengangguk.


"Jeng aku pinjem dulu ya,besuk Senin aku balikin"kata kiara,


"Iya Ki,Dipake aja dulu aku juga jarang pake kok"ujar Ajeng.


kemudian Kiara keluar menemui orang tua Ajeng yang ada diruang keluarga.


"Om Tante Kiara pamit pulang dulu ya"pamit Kiara.


"Lho gak makan malem disini dulu ki?"kata mami


"makasih Tan,lain kali aja.Kiara masih ada keperluan"


"kamu bawa apa Ki?"tanya papi Ajeng melihat bawaan Kiara.


"oh ini om,saya pinjem laptop Ajeng buat ngerjain tugas"jawab Kiara gak enak.


"Ini Pi,bentar lagi kan final lomba sains jadi Kiara pinjem laptop Ajeng buat ngerjain latihannya."jelas Ajeng.


"oh gitu,ya udah besuk kalo lombanya juara satu om kasih kamu laptop keluaran terbaru"kata papi.


"iya makasih om"ucap Kiara senang.


"terus buat Ajeng apa pi?"


"Pinter dulu kaya Kiara nanti papi beliin apa pun yang kamu mau"ucap papi membuat Ajeng manyun dan semua yang ada disana pun tertawa.


.


.


.


.


.


.


.


.


...


bersambung gaes