Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 69



Setelah sampai rumah Dewa melihat Kiara sedang mendengarkan musik dengan headphone putih yang menutupi


telinganya diruang tengah.Terdengar suara merdu Kiara,Dewa terdiam ditempatnya berdiri.


"Sesungguhnya, dan akulah pemilik hatimu


Kau 'kan rasa cinta yang terdalam


Bersamaku, kamu bisa bahagia selamanya".nyanyian Kiara yang terdengar sangat menghayati.


"Sumpah, 'ku mencintaimu, sungguh 'ku gila karenamu


Sumpah mati, hatiku untukmu, 'tak ada yang lain


Mati rasaku tanpamu, henti nafasku karenamu


Sumpah mati, aku cinta"lanjut Kiara, Dewa terlihat terharu mendengar nyanyian Kiara.


kemudian Dewa mendekati Kiara, dan kemudian mengecupi kepala Kiara berulang kali membuat Kiara kaget.


"Mas udah pulang?"tanya Kiara sambil melepas headphone nya.


"Mas juga,sumpah mati hanya kamu yang mas cintai"kata Dewa sambil memeluk Kiara.


"Mas kenapa?kok tumben melow gini"kata Kiara yang bingung melihat sikap Dewa.


"Mas gak mau kehilangan kamu Ki"ucap dewa sambil mempererat pelukannya,seakan takut Kiara akan meninggalkan nya.


"mas kenapa?aku gak akan kemana-mana,aku akan nemenin mas seumur hidup aku.Meskipun suatu saat nanti kita gak bisa sama sama lagi,Hati aku tetap milik mas"ucap Kiara.


"Aku gak mau kehilangan kamu yank"ucap Dewa.,


"Iya aku akan tetap disini.emang aku mau kemana?orang tua gak punya,sodara gak ada,rumah apa lagi.Selama mas gak usir aku aku akan tetap disini"canda Kiara.


"Mas gak akan usir kamu,kamulah satu satunya wanita yang mas mau,satu satunya nyonya dirumah ini"ucap Dewa


"Iya,makasih ya sayang,udah milih aku.sekarang mandi sana,aku udah siapin baju gantinya."


"Iya,makasih ya"ucap Dewa kemudian mencium pipi Kiara lalu segera kekamar nya.


Beberapa hari kemudian,


Siang itu setelah menjemput Kiara ia tidak kembali kekantor.Wajah Dewa terlihat capek,memang sudah beberapa hari kemarin Dewa harus lembur.


"Mas langsung istirahat dikamar ya,mau aku buatin teh anget?"tanya Kiara.


"Boleh yank"ucap Dewa kemudian ia pergi kekamarnya.


Sedangkan Kiara segera kedapur untuk membuatkan teh hangat.


"Lagi ngapain bi?"tanya Kiara yang melihat Bibi sedang sibuk didapur.


"Eh Non udah pulang,ini Bibi lagi bersihin ini.Mau makan Non?"kata Bibi


"Gak bi,aku mau buatin teh buat mas Dewa"


"Oh tuan muda gak balik kekantor Non?"


"Gak bi,kayaknya mas Dewa capek banget.Beberapa hari ini dia lembur,terus dirumah juga lanjut lembur lagi"ucap Kiara sambil meracik tehnya.


"Oh...kasihan tuan muda.Ya udah cepetan dibawa keatas,nanti bibi siapin makannya"ucap Bibi,kemudian Kiara segera membawa cangkir teh kekamar Dewa.


Kiara mengetuk kamar Dewa terlebih dahulu sebelum masuk.Kemudian Kiara membuka pelan pintu kamar Dewa,terlihat Dewa yang sudah berbaring ditempat tidur tanpa mengganti bajunya.


"Mas ini teh hangatnya diminum dulu"ucap Kiara kemudian meletakan cangkir teh itu di nakas.


"Mas,bangun dulu Mas.Diminum dulu tehnya"lanjut Kiara sambil menyentuh bahu Dewa,


"Badan kamu panas banget mas"ucap Kiara dengan sedikit panik.


"Iya yank,mas lagi gak enak badan"ucap Dewa dengan lirih.


"Ini mas minum dulu tehnya,habis itu aku ambilin kompresan dulu"


setelah memberi minum pada Dewa,Kiara segera keluar dari kamar Dewa.Ia pergi kedapur untuk mengambil wadah dan handuk untuk mengompres.


"Buat apa itu Non?"tanya Bibi yang melihat Kiara membawa baskom kecil


"Buat ngompres mas Dewa bi,badannya panas banget."ucap Kiara kemudian segera kembali kekamar Dewa.


Kiara Segera meletakan kompres didahi Dewa,wajah dewa terlihat pucat.melihat Dewa yang tak berdaya seperti ini membuat hati Kiara sakit.


"Mas tidur dulu ya,aku buatin bubur dulu.Habis itu minum obat ya"ucap Kiara lirih,ia tak tega melihat Dewa yang seperti ini.


Setelah sampai didapur,Kiara segera membuatkan bubur untuk Dewa.


"Ada yang bisa bibi bantu non"? tanya bibi


"Gak bi,bibi istirahat dulu aja"ucap Kiara yang sedang sibuk mengaduk bubur.


"Kalo gitu,bibi ke belakang dulu ya non"


"iya Bi"


Kiara meletakan nampan diatas nakas,kemudian dengan lembut ia membangunkan Dewa.


"Mas,bangun dulu yuk.Ini aku udah buatin bubur,dimakan dulu ya habis itu minum obatnya."Ucap Kiara kemudian mengambil handuk yang ada didahi Dewa.


Perlahan Dewa membuka matanya, kemudian dengan sudah payah ia mencoba duduk.Dengan cekatan Kiara pun membantu Dewa menata bantal dibelakang punggung Dewa.


"Mas makan dulunya"Ucap kiara.Dengan telaten kiara menyuapi Dewa.


"Udah yank mas kenyang"kata Dewa


"Mas lagi makan 3 sendok Lo ,mana mungkin kenyang"Ucap Kiara


"tapi mas gaj napsu yank makannya"kata dewa dengan manja.


"Makan 5 sendok lagi ya sayank,aku sedih tau liat kamu kayak gini.Katanya kamu gak mau liat aku sedih"ucap Kiara yang sedang akting sedih


"Iya,iya mas makan.Tapi dikit dikit aja ya"


"Iya sayang,sekarang aaa dulu"


Kemudian Dewa membuka mulutnya.Tak terasa 1 mangkok bubur pun sudah habis.Mekipun sempat ada beberapa kali drama yang penting Dewa sudah menghabiskan buburnya.Kemudian Kiara memberikan obat pada Dewa.Setelah meminumnya, Dewa kembali tidur.


Kiara menatap Dewa sesaat sebelum meletakan kompres dikening dewa lagi.Setelah itu Kiara keluar dari kamar Dewa untuk membawa mangkok dan gelas kotor kedapur.


Setelah mencuci mangkuk dan teman temannya Kiara kemudian mengambil tas yang tadi ia taruh diatas sofa.Kemudian kiara kembali kekamarnya sendiri untuk berganti baju.


Karna sibuk merawat Dewa ia sampai lupa dengan urusannya sendiri.Setelah berganti pakaian,sejenak kiara membaringkan tubuhnya di atas kasur tapi pikirannya tak lepas dari keadaan Dewa.


Setelah dirasa cukup,Kiara segera bangkit dari tempat tidurnya.kiara segera pergi kekamar Dewa untuk melihat keadaannya.


Kiara menghampiri Dewa yang sedang tertidur,badannya basah dengan keringat.Kemudian Kiara membantu dewa untuk mengelap tubuh Dewa.


Pertama ia membuka terlebih dahulu kemeja yang Dewa pakai. Tangan Kiara tampak gemetar saat melepas satu persatu kancing kemeja Dewa.


Terlihat otot perut Dewa membuat Kiara menelan ludahnya sendiri.Kemudian Kiara membuang jauh pikiran kotornya itu.Setelah berhasil melepas kemeja Dewa,Kiara segera mengelap badan Dewa menggunakan handuk.


Kiara tampak canggung saat melakukannya,apa lagi saat merasakan otot Dewa yang sangat keras.Sesaat kemudian Kiara sudah berhasil mengelap badan Dewa.Tinggal celana yang belum diganti.


Kiara tampak galau untuk urusan itu,berulang kali ia mengurungkan niatnya untuk melepas sabuk Dewa.Tidak kehilangan akal,Kiara pun segera pergi keluar.Ia ingin meminta bantuan pada pak Usub untuk urusan itu.Terlihat pak Usub sedang santai didalam posnya.


"Pak Usub,boleh minta tolong gak?"tanya Kiara


"Eh non Kiara,mau minta tolong apa?"Kata pak Usub balik Tanya.


"Ya udah kalo gitu,pak Usub ikut aku dulu ya"ucap Kiara kemudian berjalan mendahului pak Usub.


Kiara berhenti didepan pintu wajah pak Usub tampak bingung.


"ngapain kita kesini non?tanya pak Usub yang bingung.


"nanti bapak bakalan tau,yuk masuk dulu"


Kemudian Kiara dan pak Usub masuk kedalam kamar.


"pak tolong gantiin celana mas Dewa ya"ucap Kiara yang membuat pak Usub bengong sesaat.


Setelah sadar dari bengongnya,pak Usub segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Kiara.Sedangkan Kiara ia menunggu diluar kamar.Taklama kemudian pak Usub keluar.


"udah selesai Non"ucap pak Usub yang ngos ngos-ngosan.


"oh, makasih ya pak."


"ya udah bapak balik kepos dulu ya"ucap pak Usub kemudian meninggalkan Kiara.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Bersambung