
Kiara menceritakan tentang kehidupannya selama ini kepada mbok Yati.Dengan antusias Mbok Yati mendengarkan semua cerita Kiara.
Kiara merasa bahagia karena bisa bertemu dengan Mbok Yati. Seorang yang sudah Kiara anggap sebagai Ibunya sendiri.
"Assalamualaikum."Kata seorang lelaki
"Waalaikumsalam,"Balas kiara dan Mbok Yati berbarengan.Lalu Kiara dan Mbok keluar.
"Sudah pulang Le(panggilan untuk anak lelaki dalam bahasa Jawa)?
"Iya Bu."Kata Adit anak laki laki Mbok Yati,
"Ada tamu Bu?"Lanjut Adit.
"Iya,kamu masih inget gak ini siapa?"Tanya Mbok pada Adit. Terlihat kening Adit berkerut tanda sedang berfikir.
"Nok,inget Ndak sama anak si Mbok. Mas Adit?". Tanya Mbok pada Kiara. Kiara pun mencoba mengingat,karna sudah terlalu lama tidak bertemu.
"Ohhh...aku inget Mbok.Ini mas Adit yang dulu kecil item itu kan Mbok? Yang hobinya ngupil itu kan Mbok?"Kata kiara.
"Iya,Le si Denok aja inget mosok Kowe ra eling?"
"Ini si Denok anak pak Gunawan itu Bu?"Kata Adit,
"Iya mas". Kata Kiara dengan senyum yang mengembang.
"Wah...Mas Adit sekarang berubah ya, Sekarang putih,pake skin care apa mas? Terus tinggi lagi,pasti ke Mak Erot ya biar bisa tinggi?"Goda Kiara.Adit dan Mbok pun tertawa saat mendengar lelucon Kiara.
"Kamu ada ada aja Nok."Kata Mbok.
"Gimana kabar kamu Ki?Kemana aja kamu selama ini? Kamu tau gak Ibu nyariin kamu gak ketemu, Ibu sampe nangis nangis 7hari 7 malem tau". Kata Adit.
"Gak 30 hari 30 malem sekalian"Kata Mbok sewot.Adit dan Kiara pun tertawa puas.
"Kamu beneran Kiara kan?Tapi waktu itu diberita katanya kamu sudah..."Tanya Adit yang dipotong oleh Mbok Yati
"Udah ngobrolnya dilanjut nanti lagi,sekarang sholat dulu,udah masuk waktu Dzuhur."Kata Mbok mengalihkan pembicaraan.Karna Mbok gak mau Kiara sedih lagi.
Akhirnya Adit pun kebelakang mengambil air wudhu.Mbok pun menyusul anak lelakinya kebelakang.
"Le,nanti kalo ngobrol sama si Denok kamu jangan singgung masalah Pak Gunawan lagi ya."Jelas Mbok.
"Kenapa Bu?"Tanya Adit bingung.
"Udah nanti Ibu jelasin,yang penting kamu jangan tanya soal Pak Gunawan ya".
"iya Bu"Jawab Adit lalu mulai wudhu.
Setelah itu, Kiara, Mbok,dan Adit pun sholat berjamaah.Mereka sholat dengan sangat khusu'. Setelah selesai mereka makan siang,dengan menu seadanya.Tampak keakraban diantara mereka.
"Nanti setelah makan kamu ajak Denok kepasar ya,belanja!"Ucap si Mbok.
"Iya Bu."Jawab Adit kemudian menyendok makanannya.
Setelah selesai makan,Kiara mencuci piring didapur.
"Le ini daftar belanjaannya,inget jangan sampe ada yang kelupaan"Kata Mbok sambil memberikan lembar belanjaan dan sejumlah uang.
"Siap Bu."
"Udah selesai belum Ki?"teriak Adit.
"Iya Mas Adit"Balas Kiara segera berjalan keluar dapur.
"Yuk Mas,"Lanjut Kiara sambil menyambar tas nya.
Kiara dan Adit pun meninggalkan rumah mungil itu dengan mengendarai motor matic.Mbok Yati kemudian masuk kedalam rumah.
Diperjalanan menuju Pasar Kiara tampak senang,karna bisa bernostalgia di Kampung halamannya.Motor yang mereka tumpangi melaju tak begitu cepat.Sesekali mereka saling mengobrol.
"Wah...sudah lama banget gak kesini sekarang semua berubah ya Mas?"Kata Kiara sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah.
"Ya iya lah Ki,tiap hari kan pembangunan selalu berjalan.Makanya setelah sekian tahun banyak yang beda."Jawab Adit.
Tak lama motor Adit pun sampai di Pasar. Mereka segera membeli bahan bahan yang diminta oleh si Mbok. Mereka membeli beraneka macam bumbu dapur,kemudian membeli daging ayam,dan beberapa kepiting,lopster,dan udang.
Kiara sudah bisa menebak apa yang akan dimasak oleh si Mbok.
Mata Kiara seketika berbinar saat melihat kue kue kesukaannya saat masih kecil.Seperti orang yang kalap Kiara pun segera memborong beberapa kue yang selama ini ingin ia makan.
"Ehhh...buset ,ni anak.Woy Ki banyak banget beli kue nya.Emang sanggup ngabisin nya? Tanya Adit yang heran melihat Kiara dengan semangat memasukan kue kedalam plastik.
"Tenang aja Mas,naga yang ada diperut ku udah siap menampung nya"Kata Kiara cengengesan.
"Awas aja kalo gak habis ya."Kata Adit. Kiara hanya mengangguk dan melanjutkan aktifitasnya memilih kue.
Setelah puas membeli kue,mereka pun pergi meninggalkan Pasar.Disepanjang jalan mulut Kiara tak henti hentinya mengunyah.
Baru setengah perjalanan motor Adit pun berhenti disebuah parkiran.Kiara yang duduk dibelakang Adit tampak bingung kenapa Adit berhenti disini.
"Kok berhenti disini Mas?"tanya Kiara sambil mengunyah makanannya.
"Ayo kita minum es favorit kita dulu?"Ajak Adit.
"Kok disini?Bukannya dulu ada disebelah sana ya?"Kata Kiara sambil menunjuk kesuatu arah.
"Iya,disana sekarang udah dibangun ruko,jadi pindah disini". Jelas Adit.
"OOO" Jawab Kiara.
Meraka pun masuk kedalam warung,setelah memesan mereka duduk dikursi yang kosong.
Tak lama es teler Pacar Keling pesanan mereka pun datang.Dengan tidak sabar Kiara pun mulai menyendok es nya.
"Wah,rasanya gak berubah ya. Masih kayak dulu."Kata Kiara.
"Iya lah,namanya juga es legendaris.Harusnya gak berubah,biar pembelinya gak kabur."
"Hah, senang nya bisa hidup disini.Kalo aku bisa milih aku juga pengen tinggal disini.Meskipun sama sama gak punya siapa-siapa, seenggaknya disini gak terasa asing."Kata Kiara yang mendadak Melo.
"Kata siapa kamu gak punya siapa-siapa Ki?meskipun Ayah kamu gak mau nerima kamu,tapi kamu masih punya Mbok dan Mas yang sudah mengganggap kamu seperti keluarga sendiri" Kata Adit yang sudah tau kisah tentang Kiara yang dibuang Ayahnya.
"Dari dulu sampai sekarang kamu akan jadi adik ku,meski pun kita gak ada ikatan darah sekalipun"Lanjut Adit.
"Makasih ya mas."Ucap Kiara
Dirumah si Mbok
Setelah kepergian Kiara dan Adit ke Pasar,si Mbok kemudian melanjutkan aktifitasnya.Dari dulu si Mbok memang tidak bisa diam,ada saja yang ia kerjakan.
Setelah selesai mengangkat jemuran,si Mbok kemudian menyetrika baju,biasanya pekerjaan ini dilakukan oleh anak pertamanya Mbak Anik.Tetapi karna Mbak Anik harus keluar kota jadi si Mbok lah yang harus mengerjakan.
Sedikit cerita,si Mbok memiliki 2 anak yaitu Anik dan Adit. Suami nya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.Sekarang si Mbok tinggal berdua dengan Mbak Anik,sedangkan Adit ia kuliah di Jogja.Dan saat ini dia sedang libur kuliah.
Setelah menyetrika baju,si Mbok pun kemudian menyapu halaman yang tak terlalu besar itu.
"Permisi"Kata seorang laki laki.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. bersambung