Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 35



Mau tak mau Kiara pun masuk kedalam mobil.Danu duduk didepan disamping supir,sedangkan Dewa dibelakang bersama Kiara.


"Dan schedule hari ini apa aja?"tanya Dewa.


"Hari ini selain metting dengan bagian perencanaan, Mr. ada siang bersama tuan Surya dari PT.Surya prima.Setelah itu juga ada pertemuan dengan Tuan Hartono."jelas Danu


"Oke"jawab dewa singkat


"Ngapain Ki diem aja?"Tanya Dewa yang melihat Kiara sedari tadi melihat keluar jendela.


"Gak pa pa mas"kata Kiara sambil menengok kearah Dewa.


Tak beberapa lama akhirnya Kiara sampai didepan gerbang sekolah.Setelah berpamitan Kiara pun segera keluar dari mobil.Tapi belum sempat ia keluar Dewa menarik tas ransel Kiara pelan.Kiara pun menengok kearah Dewa.


"Belajar yang bener ya,jangan kebanyakan ngelamun,dan satu lagi..,"kata Dewa.


"Aku tunggu jawaban kamu malam ini"bisik Dewa tepat ditelinga Kiara.


Jarak yang begitu dekat membuat wajahnya memerah dan detak jantungnya tak bisa dikontrol.


Tanpa menjawab perkataan Dewa ,Kiara cepat cepat lari meninggalkan Dewa karna terlalu malu.


"kenapa anak itu?"tanya Danu yang heran melihat tingkah Kiara.Sedang kan Dewa hanya tersenyum melihat wajah Kiara yang tersipu.


Setelah itu,mobil Dewa meninggal sekolahan Kiara menuju kantor.Sedang kan Kiara segera menuju kelasnya sambil mengatur detak jantungnya.


"Dor!!!!"teriak Ajeng membuat Kiara kaget.


"Astagfirullah, Ajeng bikin kaget aja sih".kata Kiara sedikit kesel.


"hahahaha... maaf dech,salah sendiri dari tadi ngelamun aja. Gue udah panggil panggil Lo dari tadi". Jawab Ajeng.


"Hayo lagi ngelamunin siapa?"goda Ajeng.


"Gak ngelamunin siapa siapa kok".jawab Kiara sedikit salah tingkah


"Masak sich,aku liat lho yang dimobil tadi".kata Ajeng sambil memicingkan matanya.


"sttttttt udah,gak usah dibahas."kata Kiara dengan wajah yang memerah lagi.


"Hahahahaha...kenapa merah gitu muka kamu?"


"gak pa pa,Ayo cepetan keburu bel".kata Kiara lalu berjalan mendahului Ajeng.


"Cie ada yang malu malu nich".goda Ajeng sambil mengekor dibelakang Kiara.


Kiara pun mempercepat langkahnya agar tak tersusul oleh Ajeng.Setelah sampai kelas Kiara langsung duduk ditempat nya.Disana sudah terlihat Tari dan Luna.


"Pagi Ki"sapa Luna dan Tari.


"Pagi Gaes"jawab Kiara.


"Ngapain Lo senyum senyum dari tadi?"tanya Luna yang melihat Ajeng cengar-cengir.


"Gak pa pa,aku cuma lagi seneng aja"


"Seneng kenapa?".Tanya Tari.


"Gak pa pa,cuma tadi waktu diparkiran aku liat ada yang lagi di sun sama pujaannya."sindir Ajeng.


"Hah siapa Jeng?".kata Luna dan Tari barengan.


"Noh,tanya tu sama pelakunya"kata Ajeng sambil melihat Kiara.


"His...gak kayak yang Ajeng lihat, sebenarnya mas Dewa cuma bisikin aku aja.Gak ada acara cium cium gitu".kata Kiara terpaksa menjelaskan karna ke3 sahabatnya menatapnya dengan tajam.


"Cie...bisikin apa hayoo?"tanya Luna.


"Mau donk dibisikin."kata Ajeng yang ganjen.Sedangkan Tari hanya tersenyum melihat ke2 sahabat itu menggoda Kiara.


"Iihh kalian mah,bikin aku malu aja"kata Kiara yang kembali tersipu.


"Ya udah kalo gitu cepetan cerita Ki!"kata Luna yang sudah penasaran.


Belum sempat Kiara cerita bel tanda masuk pun berbunyi.Kemudian para siswa berbondong bondong keluar kelas menuju lapangan untuk melaksanakan upacara bendera.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


Ditempat lain, Dewa dan Danu baru saja sampai kantor.Setelah keluar dari mobil,Dewa berjalan dengan gagahnya, dengan karisma yang ia punya. Dewa terlihat seperti seorang raja,diikuti oleh Danu yang sebagai Mahapatih nya.


Setiap kali melihat Dewa,banyak wanita yang berdecak kagum melihat ketampanan nya.Terlihat semua orang hormat saat dewa dan Danu berjalan melewati mereka


Kemudian Dewa dan Danu bergegas menuju lift dan pergi ke ruangannya.Tak lama kemudian mereka sampai dilantai paling atas.


"Dan kasih tau bagian perencanaan 1 jam lagi kita Metting". Kata Dewa yang duduk dikursi kebesaran nya.


"Baik Mr. saya akan segera sampaikan".kata Danu kemudian keluar dari ruangan dewa.


Tok...tok...tok


Terdengar ketukan dari luar ruangan Dewa.Dewa yang tengah sibuk dengan laptop nya pun mengangkat kepalanya.


"Pagi Mr. Dewa,saya mau menyerahkan berkas yang harus Mr. tanda tangani."Kata Sekar sekertaris Dewa.


"Oke taruh disini,nanti aku tanda tangani"kata Dewa tanpa menatap Sekar.


"Baik Mr. kalo begitu saya permisi"Kata Sekar yang kesal karena Dewa tak memperhatikannya.


Sekar pun keluar ruangan Dewa,ia berjalan sambil menghentakkan kakinya tanda ia kesal.


"Kenapa Lo?"Tanya Santi salah satu rekannya.


"Nyebelin banget sih itu bos...gue udah dandan kayak gini,pakai pakaian ketat begini,udah pake parfum masih aja gak dilirik,jangan jangan gay tu bos."keluh Sekar


"sttttttt entar bos denger baru tau rasa Lo".kata Santi.


kemudian Sekar dan Santi pun melanjutkan pekerjaannya.


-_--_-_-_-_--__-_-_-_--_-_


_Sekolahan_


Setelah selesai upacara semua siswa pun masuk ke kelas masing masing untuk mengikuti pelajaran.


Kiara dan ke3 sahabatnya pun bersiap menerima pelajaran pertama. Kiara memperhatikan apa yang gurunya terangkan,dan sesekali mencatat apa yang dikiranya penting.


2 jam kemudian jam pelajaran selesai,terdengar bel tanda istirahat berbunyi.Semua siswa berhamburan keluar menuju kantin.


"Ki,ayo cepetan cerita."kata Luna yang sedari tadi sudah kepo.


"Entar aja,aku udah lapar benget ni".kata Kiara berusaha kabur.


"Eettt...tak semudah itu Ferguso".kata Ajeng menghalangi Kiara yang mau kabur.


"Cerita dulu baru kita lepasin".kata Luna dengan tatapan tajam.


"ya udah oke oke,aku kasih tau ya".kata Kiara


"Sebenernya mas Dewa tadi bisikin aku,dia bilang"belajar yang bener jangan banyak ngelamun".


"masak cuma bilang gitu aja". kata Ajeng


"Kayaknya masih ada sesuatu deh,ayo cepet cerita."selidik Luna


"Hah...oke oke...kalian ini memang gak ada matinya ya".kata Kiara pasrah.


" Tadi mas Dewa bilang kalo dia nunggu jawaban aku nanti malem"jelas Kiara.


"jawaban apa?hayo ngomong,kalo.cerita jangan setengah setengah."kata Tari yang sedikit gemas.


"kemarin,pas di Surabaya mas Dewa nembak aku".kata Kiara lirih.


"Hah...beneran Ki? akhirnya cinta kamu gak bertepuk sebelah tangan".kata Luna.


"ihhh...iri banget deh sama kamu.Bisa dapetin ikan kakap kayak mas Dewa".kata Ajeng


"hissss...kamu ini,aku ini lagi bingung mo jawab apa".


"kenapa harus bingung sih Ki,langsung jawab iya aja".kata Ajeng.


"Aku takut mas dewa cuma main main aja Ama aku".kata Kiara


"ahhh...gak usah dipikirin,yang penting kamu bahagia dulu."Canda Ajeng.


"Ngaco kamu,nanti kalo Kiara sakit hati gimana".kata Luna ketus.


"Maaf dech".


"Udah gak usah dibahas lagi bikin pusing,mending sekarang bagi oleh oleh aja buat aku".kata Kiara.


"kamu ya,bisa bisanya"kata Luna sambil mengambil paper bag dibawah mejanya


Mereka pun saling membagi oleh oleh yang dibawanya..


.


.


.


.


.


.


..


..


Bersambunh