Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 41



Kiara pun pergi keruang makan,tak lama Dewa pun menyusulnya.Dewa mengikuti kemana saja Kiara pergi.


"Yank..maafin Mas ya".kata Dewa memelas,sambil mengekor Kiara.


"Sayank,dengerin mas donk.Mas minta maaf ya.Mas khilaf,mas janji gak akan ulangi lagi"kata Dewa dengan wajah makin memelas.


"bodo"ucap Kiara cuek.


"selamat pagi"Teriak Danu yang baru saja masuk kedalam rumah Dewa. Dewa dan Kiara pun menoleh kesumber suara.


"eh mas Danu udah balik,sini Mas sarapan dulu. Aku udah masakin nasi goreng"ucap Kiara dengan antusias menyambut kedatangan Danu.Danu pun segara duduk disamping dewa.


"Makan Bos"kata Danu,dengan senyum tanpa dosa Danu pun mulai menyendok makanannya.


"Mas Danu kapan balik?"tanya Kiara yang tidak memperdulikan Dewa didepannya.


"aku baru aja sampe Jakarta,terus ke apartemen buat ganti baju langsung kesini"jawab Danu dengan mulut penuh makanan.


"Ki...mas juga mau makan".ucap Dewa sambil menyodorkan piring kosongnya.Tapi Kiara masih tetap cuek.


"nambah lagi mas?"tanya Kiara pada Danu.


"Udah,nanti aja"jawab Danu sambil menyendok nasinya kemulut.


"lho Bos gak makan?ini enak banget Lo,kalo gak cepet cepet nanti saya habisin"kata Danu tak berperasaan.


"Ki ..."renggek Dewa. Tanpa menoleh Kiara hanya menyodorkan tempat nasi pada Dewa.


" Gak diambilin Ki?"tanya Dewa.kiara hanya menggeleng kan kepalanya.


kemudian dengan sigap Danu lah yang mengambilkan nasi untuk Dewa.Dengan tatapan tajam Dewa menatap sebal pada Danu.


"ya udah kali berdua akur akur ya,aku mau berangkat dulu"kata Kiara kemudian meninggalkan 2 lelaki bujang itu.


"Ki,biar mas anterin"teriak Dewa.


"gak usah terimakasih"jawab Kiara tanpa menoleh.


"ini semua gara gara kamu,"kata Dewa dengan kesal


"kok gara gara saya bos?"tanya Danu bingung.


"karna kamu datang disaat gak tepat,jadi gaji kamu potong 50%"ucap dewa semena mene.


"kok dipotong gaji bos,baru juga masuk kerja"kata Danu melas.


"kalo gitu potong 75%"


"Lho lho kok jadi makin dipotong,ya udah maaf karna saya salah"kata Danu pasrah.


"iya memang kamu yang salah"ujar Dewa merasa menang.


"ayo cepetan berangkat,dikantor masih banyak kerjaan"kata Dewa yang sudah selesai sarapan.


"gak ngopi ngopi dulu bos?"tanya Danu.


"kopi nya habis"jawab Dewa ketus.


"Buset,kenapa si bos?dari tadi ngegas mulu"gumam Danu lirih.


"kamu masih mau diem disitu?"teriak Dewa yang sudah didepan pintu.


"iya bos"buru buru Danu berlari menghampiri Dewa.


Didalam mobil, tak seperti biasanya Dewa melamun.Entah apa yang ia pikirkan,Danu tak ingin menggangu bosnya salah-salah bulan ini ia tak menerima gaji.


Sedangkan ditempat lain,Kiara baru saja sampai disekolahan pun segera berjalan menuju kelasnya.


"pagi nyonya Dewa"goda Ajeng yang melihat Kiara jalan sambil ngelamun.


"ishh apaan sih,"jawab Kiara sewot.


"pagi pagi udah sewot aja,semalem gak dikasih jatah ya?".goda Ajeng lagi sehingga membuat Kiara makin sewot.


"bodo amat"kata Kiara sambil meninggalkan Ajeng.


"Hay Ki!"sapa Luna yang sedari tadi sudah dikelas.


"hmmm"jawab Kiara singkat.


"Kenapa sih,kok kayaknya lagi BT gitu?"tanya Luna.


"Gak papa"jawab Kiara.


"bohong ya,pasti ada apa apa?"kata Luna. lagi


"iya tuh,tadi aja aku udah disemprot sama Kiara didepan.Padahal cuma aku sapa aja"kata Ajeng ikut ikutan.


"ayo cerita,aku tau kamu pasti lagi kesel kan"tebak Luna.


"sok tau,tau dari mana?""tanya Kiara.


"Tau dari ini"kata Luna sambil mencubit bibir Kiara yang dimonyong monyongin


"ishhh apaan sih,kenapa semua pada bikin aku sebel?gak Mas Dewa,Ajeng sekarang kamu juga"pekik Kiara.


"sory dech,makannya cerita dong sama kita "bujuk Ajeng.


"lagi pada ngomongin apa?"tanya Tari yang baru aja Dateng.


"Kepo"ujar Ajeng, Kiara,dan Luna kompak.


"kalian gak asik"ucap Tari ikut ngambek.


"cepetan Ki cerita"desak Luna.


"sebelnya kenapa?"tanya Ajeng,dan diam diam Tari pun ikut nguping.


"Ya pokonya kesel aja,kalian gak perlu tau alesanya apa"kata Kiara menutupi apa yang sudah terjadi tadi pagi.


"huffttt gak seru"ucap Luna dan Ajeng bersamaan,dan diangguki oleh Tari.


Bel tanda masuk pun berbunyi,kiara dan teman temannya pun bersiap untuk menerima pelajaran.


_Dikantor_


Danu yang baru masuk kantor pun ngamuk besar kepada anak buahnya.


"kenapa skedul Mr. Dewa jadi berantakan kayak gini?kalian itu sekertaris yang terpilih,kalo memang tidak bisa kerja silahkan mengundurkan diri."ucap Danu tegas.membuat bawahannya ciut.


"Terus ini,kenapa buat rekapan aja kacau kayak gini?masak iya harus selalu saya awasi,terus kerja kalian apa?saya gak mau tau,hari ini juga semua laporan dan skedul Mr Dewa harus sudah beres."ucap Danu,


Danu yang terkenal kocak dan ramah ternyata juga bisa marah.Bahkan lebih serem dari Mr Dewa.Danu pun masuk keruangan Dewa,terlihat Dewa sedang termenung dikursi kebesaran nya.


"maaf Mr Dewa,untuk skedul hari ini saya sudah siapkan. Kita harus bertemu dengan beberapa investor dihotel diamond,kemudian kita harus kelapangan mengecek perkembangan disana,kemudian ada beberapa pertemuan dengan beberapa perusahaan lainnya"jelas Danu panjang lebar,tapi Dewa tampak tidak memperhatikan.


"Danu,gimana caranya biar cewek gak ngambek?"tanya Dewa,yang membuat Danu gelagapan.


"Maaf Mr,soal skedul nya bagaimana?"tanya Danu takut takut.


"ini lebih penting dari skedul skedul itu,kalo kamu bisa ngasih ide dan berhasil gaji kamu tidak jadi dipotong.Malah aku tambahin 2 kali lipat."ucap Dewa,yang membuat mata Danu berpijar.


"Ambu, Abah Danu jadi nikah"gumam Danu lirih sambil membayangkan gaji yang melimpah.


"Maaf Mr,sebenarnya siapa yang ngambek?Terus kenapa bisa ngambek?"tanya Danu yang seketika berubah menjadi detektif.


"Kamu gak perlu tau siapa dan apa penyebabnya,tugas kamu cuma ngasih ide biar itu cewek gak ngambek lagi"titah Dewa tegas.


"Baik Mr,kasih saya waktu 1 jam untuk berfikir"ucap Danu.


"oke,aku kasih waktu satu jam.Tapi kalo dalam waktu satu jam kamu gak dapet ide,gaji kamu aku pangkas habis"kata dewa dengan senyum iblisnya.


"ba...baik bos".


kemudian Danu keluar dari ruangan Dewa, sebenarnya Danu sangat bingung ya maklum saja ia juga jomblo sedari lahir.


Tak hilang akal, Danu mencoba bertanya pada beberapa karyawati yang ada diruangan sebelah.


"heh Tina,kalo Lo lagi ngambek Ama pacar Lo,terus apa yang buat Lo gak ngambek lagi?"tanya Danu.


"mmmm,,apa ya pak,kalo saya biasanya minta dibeliin barang branded pak"jawab Tina


"kalo saya dirayu pak,sampe berbusa tu mulut baru saya maafin"sahut Ratih


"kalo saya dibelai belai sudah langsung saya maafin pak"jawab Lulu yang terkenal genit.


"oke"kata Danu singkat,kemudian meninggalkan para betina centil itu.


"bener bener,gak ada yang bener tuh cewek"ucap Danu frustasi.


Tapi entah apa,seketika ia teringat Dian calon istrinya itu.Dengan cepat ia mencari nomer telpon Dian dihormati iPhone nya.


"hallo Dian"kata Danu.


"iya mas Danu,ada apa ya?"tanya Dian.


"aku mau minta tolong sama kamu,kamu sibuk gak?"tanya Danu yang sudah sembunyi ditangga darurat.


"Minta tolong apa Mas?,aku gak sibuk kok"


"mmm...aku mau tanya,kalo kamu ngambek sama pacar kamu biasanya apa yang buat kamu maaafin dia?"tanya Danu dengan hati hati.


"mmm...apa ya mas,kebanyakan cewek kalo lagi ngambek itu ya minta maaf mas,ajak dia bicara dari hati kehati,dengerin semua unek unek nya,kalo perlu beri ia pelukan hangat.cewek kalo ngambek itu butuh pengertian bukan barang barang mewah"jelas Dian.


"tapi itu beneran bisa berhasil?"


"ya dicoba aja dulu,semoga pacar mas Danu gak ngambek lagi ya"kata Dian,sedikit kecewa.


"Bu ..bukan pacar ku,aku mana punya pacar.Itu sibos kayaknya lagi berantem sama pacarnya,terus minta masukan sama aku.Aku mana tau soal kayak gituan,tau sendiri aku kan jomblo dari lahir"jelas Danu takut Dian salah paham.


"Ohhh gitu,syukur dech kalo gitu"ucap Dian sambil senyum senyum gak jelas..


.


.


.


..


..


.


.


.


.


...


.


.


.


Bersambung