
Jam pulang sekolah pun tiba,Kiara dan ketiga sahabatnya keluar dari kelasnya. Mereka berjalan beriringan menuju pintu gerbang.
Tadi setelah mendengar cerita Luna,Ajeng dan Tari pun tampak gembira atas kabar jadiannya Dewa dan Kiara.
Mereka ber3 senang karna akhirnya Kiara bisa merasakan kebahagiaan juga.Mereka berharap semoga Kiara akan selalu bahagia.
Sesampainya di pintu gerbang terlihat mobil hitam yang tak asing, terparkir ditepi jalan.Terlihat seorang pria tampan yang sedang menunggu sambil memainkan hp nya.
Lelaki tampan itu tak lain adalah Dewa.Terlihat semua pandangan tertuju pada nya.kiara,Luna, Ajeng dan Tari pun sesaat terpesona dengan aura yang dipancarkan Dewa.
Tak lama kemudian Dewa mendongakkan kepalanya dan terlihat Kiara yang sedang mematung bersama sahabatnya.Dewa pun kemudian melambaikan tangannya.
Tanpa pikir panjang Kiara pun menghampiri Dewa yang diikuti oleh sahabatnya.
"Siang Mr. Dewa,tumben hari ini jemput Kiara?"tanya Luna basa basi.
"Iya kebetulan lagi ada urusan didaerah sini jadi sekalian aja jemput Kiara"jelas Dewa.
"Ohhh...kirain karna kangen sama pacarnya ...upss...maksudnya Kiara"kata Ajeng dengan senyum mengejek
"Udah kalian ini,noh jemputan kalian juga udah Dateng tu"kata Kiara sambil menunjuk mobil yang ada didepannya.
"Oh..iya,ya udah kalo gitu kita duluan ya Ki! Mr. Dewa titip Kiara ya jangan Ampe lecet,entar pacarnya marah"goda Luna.
"Pasti"jawab Dewa.
kemudian ke3 sahabat Kiara pun pergi dengan mobil mereka masing masing. setelah itu Kiara pun pulang bersama Dewa.
"Gimana sekolahnya sayang?"tanya Dewa sambil membelai rambut Kiara.
"mmm..ya gitu, seperti biasanya"kata Kiara,yang sekarang sudah mulai terbiasa.
"kok mas jemput aku?Bukanya mas lagi sibuk ya?"kata Kiara sambil menoleh kearah Dewa yang sedang fokus menyetir.
"Ya,tapi mau gimana lagi kamu lebih penting dari kerjaan aku.Jadi aku sempetin buat jemput kamu."kata Dewa sambil sesekali menoleh kearah Kiara.
"prett...gombal banget sih kamu"kata Kiara sambil tersenyum
"aku gak gombal sayang ,aku serius"
"iya dech".kata Kiara.
"kamu udah makan?"tanya Dewa.
"belum,mas udah makan?
"Belum,Yaudah kita cari makan dulu kalo gitu.Sekarang pengen makan apa?"Tanya Dewa.
"Aku pengen makan bakso"kata Kiara
"oke,"jawab dewa singkat.
Tak lama kemudian mereka sampai di kedai bakso yang sudah terkenal enaknya.kemudian mereka segera memesan,tak perlu waktu lama pesanan mereka pun datang,3 porsi bakso,2 es jeruk dan 2 porsi nasi putih.
mereka pun segera menyantap makanan yang ada didepan mereka.Mereka makan sesekali mereka ngobrol ringan .setelah selesai makan,mereka pun bergegas pulang kerumah,tak lupa mereka membawa 2 porsi bakso untuk Bibi dan Pak Usub.
"mungkin nanti malem mas bakalan lembur lagi,kamu kalo takut suruh Bibi temenin"kata Dewa saat didalam mobil.
"Iya mas aku gak papa kok sendirian di rumah. Mas tenang aja,Mas fokus aja kerjanya"kata Kiara.
"Maafin mas ya,karna gak bisa nemenin kamu"kata Dewa sambil meremas tangan Kiara
"Gak pa pa mas,aku ngerti kok kesibukan mas".
"Makasih ya sayang"kata dewa sambil mengecup tangan kiara.kiara pun hanya tersenyum.
"Kalo gak ada Danu,kerjaan jadi banyak yang keteteran.Kalo kayak gini mas jadi kangen Danu"kata Dewa.
"cie..yang baru ditinggal 1 hari udah kangen aja"goda Kiara.
"gak gitu maksudnya sayang, Danu itu orangnya teliti,jadi bisa diandalkan.gak kaya sekertaris yang lain.Hah...pusing aku,kapan Danu pulang"keluh Dewa yang pusing karena ulah sekertaris penganti Danu.
"Sabar mas,kalo urusan mas Danu selesai pasti juga cepet balik kesini"kata Kiara.
Ditempat lain,Danu yang baru saja akan istirahat tiba tiba bersin.
"haccuuu,pasti ada yang ngomongin aku"kata Danu sambil mengusap hidungnya.
_-_--_-_-_-_-_-
Setelah sampai didepan rumah,Kiara pun berpamitan pada Dewa.
"Aku masuk dulu ya mas,Mas ati ati ya dijalan."kata Kiara.
"iya mas balik kekantor dulu ya"kata Dewa.kemudian Kiara pun keluar dari mobil.
Kiara melambaikan tangannya saat mobil Dewa melaju.Kemudian Kiara pun membuka pagar dan segara masuk.
"Siang Pak Usub".sapa Kiara.
"Siang Non,"jawab Pak Usub
"Pak Usub sudah makan?ini tadi dibeliin Mas Dewa bakso"kata Kiara sambil menunjukan bungkusan yang ia bawa.
"wah iya Non,cocok kalo gitu"kata Pak Usub.
"iya pak,bentar aku siapain"
"Iya Non, Bapak selesaiin ini dulu ya nanti Bapak susul."
"iya Pak,kalo gitu aku masuk dulu ya."kata Kiara kemudian segera masuk kedalam rumah.
"Eh non Kiara sudah pulang?" tanya Bibi.
"Iya Bi,ini ada bakso dimakan ya Bi"kata Kiara sambil memberikan bungkusan yang ia bawa
"Iya Non,makasih ya.Tadi Bibi juga udah masak"
"Iya Non makasih"
"Ya udah aku kekamar dulu ya Bi"kata Kiara kemudian segera masuk kekamar.
Sampai dikamar Kiara segera ganti baju kemudian ia segera merebahkan dirinya di kasur sambil memainkan hp nya.
Saat sedang asyik main hp,tiba tiba hp nya berdering.Saat dilihat ternyata Dian yang menelpon,Kiara segera mengangkatnya.
"Hallo Mbak Dian tumben jam segini telpon, emang lagi sepi?"tanya Kiara.
"Enggak Ki,aku lagi libur.Ini aku ada dibandung".
"Oh... pulang kampung ceritanya? gimana kabar ibu dan keluarga disana mbak?".
"Alhamdulillah baik semua Ki"jawab Dian
"syukur dech kalo gitu.Tumben mbak Dian pulang kampung sekarang,biasanya kan 6 bulan sekali?".
"Iya Ki,kemarin tiba tiba ibu nyuruh aku balik katanya Ibu kangen.Tapi baru tadi aku tau tenyata ibu sama kakek niat untuk jodohin aku sama cucu temen kakek."Jelas Dian.
"Hah...dijodohin Mbak?"tanya Kiara kaget.
"Iya Ki,aku bingung harus gimana? Sebenernya aku gak mau dijodohin."kata Dian.
"Mbak Dian udah liat orangnya gimana?"
"Belum Ki,tadi ibu cuma ngasih tau kalo nanti malem kita bakalan ketemu sama keluarga temen kakek."
"Ya udah mbak sabar dulu.Mbak ketemu dulu sama orangnya,siapa tau Mbak suka."
"Iya Ki,makasih ya Ki aku jadi sedikit lega setelah cerita sama kamu."
"Iya Mbak sama sama,"kata kiara.kemudian pembicaraan mereka pun berakhir.
_-_-_-_--_-"-_-"-_
Disebuah rumah mungil nan asri terlihat kesibukan didalamnya.Ya rumah itu milik keluarga Dian.Terlihat Ibu dan Dian sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk menyambut keluarga calonnya.
"Dian,udah sana kamu dandan dulu.Bentar lagi keluarga temen kakek datang."kata ibu Dian.
"Iya Bu"kata Dian kemudian masuk kedalam kamarnya.
"Hey anak anak,jangan diberantakin lagi.Duduk yang tenang,bentar lagi tamunya Dateng".teriak ibu
"Maaf Bu"kata Gilang dan Galang adik kembar Dian.
Tak lama kemudian terdengar deru mobil berhenti didepan rumah Dian.kemudian kakek mengintip dibalik jendela untuk melihat keluar rumah.
Setelah melihat siapa yang datang,kakek pun membukakan pintu untuk menyambut kedatangan teman lamanya itu.Terlihat mereka membawa beberapa oleh oleh untuk tuan rumah.
"Hay Farhan...apa kabar?"sapa kakek sambil memeluk teman lamanya itu.
"Agus,kabar ku baik baik saja.Kamu sendiri gimana kabar nya?"kata kakek Farhan sambil membalas pelukan kakek Agus.
"aku juga baik baik saja,ayo silahkan masuk.Maaf rumahnya kecil."kata kakek Agus
"Iya santai aja Gus,kaya sama siapa aja".
"Ayo silahkan duduk".kata kakek Agus.
"ini anak dan mantu mu Han?"tanya kakek Agus.
"Iya,ini Sofyan anak ku.lalu ini Andini mantuku "kata kakek Farhan memperkenalkan anak dan mantunya.
Kemudian ibu Dian pun keluar membawa nampan berisi teh dan beberapa cemilan.
"Ini Lastri,mantu ku"kata kakek Agus.
"Silahkan teh nya diminum"kata ibu Lastri.
"Iya Bu,maaf merepotkan."kata Bu Andini.
kemudian ibu Lastri duduk disofa sebelah pak Agus.Matanya terpaku melihat sosok pemuda yang sangat rupawan.Pemuda itu tampak tersenyum saat melihat Bu Lastri.
"Ini cucu kamu Han?" tanya kakek Agus.
"Iya, ini cucu ku satu satunya.Nak kenalan sama kakek Agus!".kata kakek Farhan sambil menyenggol tangan cucunya.
"Selamat malem kek.perkenal kan saya..."kata pemuda itu terhenti karena ulah sikembar yang menjatuhkan barang..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.