
Pagi itu jam sudah menunjukan pukul 06.35, tapi Kiara masih bergelung dengan selimut tipisnya.Untuk pertama kalinya kiara telat bangun,mungkin karena semalam sehabis pulang dari restoran pukul 01.15, Kiara melanjutkan mencuci baju milik tetangga kost nya sampai jam 4 pagi.
Alarm hp jadulnya sedari tadi berbunyi,tapi kiara masih saja memejamkan matanya.Tak lama kemudian kiara segera bangun,setelah melihat jam dinding ia kemudian dengan panik segera mandi dan bersiap kesekolah.
Tak lama setelah bersiap kiara pun berlari agar cepat sampai sekolah.Kiara terus berlari,keringat sudah membasahi kening nya.Sesekali kiara menengok kebelakang berharap ada angkot atau ojek lewat.Kiara menambah kecepatan larinya,tapi insiden yg tidak diharapkan pun terjadi.Tanpa diduga sol sepatu kiara pun lepas,maklum saja sepatu usang itu sudah menemani kiara lebih dari 2
tahun.
Kiara berhenti sejenak melihat keadaan sepatunya yg sudah butuh diganti.Kemudian kiara lepas sebelah sepatunya dan melanjutkan perjalanan agar tidak begitu telat.
Pukul 07.15 kiara sampai disekolah dengan keadaannya basah karena keringat.Kedatangan kiara disambut oleh pak Rozak,guru BP disekolah Kiara.
"Pagi Pak."sapa Kiara sambil mengatur nafasnya yg masih ngos ngosan.
"Tau ini jam berapa?"tanya Pak Rozak sambil melihat keadaan kiara yg berantakan.
"*Maaf Pak saya telat"
"Kalo kamu tidak telat,gak mungkin kamu ketemu saya disini*"kata pak Rozak galak.
"Maaf Pak."
"*Sudah gak usah banyak ngomong langsung saja kamu kelapangan lari 20 kali keliling lapangan."
"haduh lari lagi Pak?"
"Kalo gak mau bersihin kamar mandi!."
"Ya sudah lari aja deh pak."
"Ya sudah, besuk besuk telat lagi ya*."sindir Pak Rozak
"Sudah cukup sekali saja Pak,permisi"kata Kiara dengan senyum khasnya.
Kiara pun segera kelapangan untuk menyelesaikan hukumannya.setelah selesai kiara pun bergegas menuju kelas,untung dijam pertama itu jam kosong sehingga kiara bisa istirahat sebentar.
"Ki dari mana aja sih Lo?kita tungguin dari tadi"tanya Ajeng.
"Iya Ki,kirain Lo gak masuk."kata tari
"Aku tadi telat bangun jadi kena hukuman lari keliling lapangan."jawab kiara yg masih mengatur nafasnya.
"Pantes aja Lo kaya habis kehujanan gini"kata Luna
"Tumben siswa teladan kayak Lo bisa telat"lanjut Luna
"Ya Elah,aku juga manusia biasa kali,sekali2 telat kan gak papa"kata kiara sambil menaik2 kan alisnya.
*******
Setelah melalui beberapa kesialan dipagi hari,kiara masih mengalami hal sial lainnya disiang hari.
Setelah selesai sekolah seperti biasa kiara menuju Kafe,dan kesialan pun terjadi lagi.
Saat itu angkot yg ditumpangi kiara tak begitu rame.Hanya ada 5-6 penumpang saja.Kiara pun memilih duduk didepan ibu ibu yg sedang menggendong balita.Tak selang beberapa lama kiara duduk,balita yg tadinya anteng digendongan ibu tadi tiba tiba menangis.Dengan panik karena takut mengganggu penumpang lain ibu2 tadi menenangkan anak nya,tapi usahanya sia sia.Balita itu masih menangis dengan keras.
"Mbak kalo naik angkot ya naik aja, gak usah bikin anak saya nangis."omel ibu tadi
"Lho saya gak melakukan apa apa Lo Bu"bela Kiara
"Alah,dari tadi anak saya anteng diem,tapi setelah kamu duduk disitu anak saya nangis,pasti kamu sudah nakut nakutin dia."
"Loh saya bener bener gak ngelakuin hal kayak gitu Bu,kalo gak percaya tanya penumpang lain"
"Alah banyak alasan,mending kamu turun aja sana.stop Pak"perintah ibu tadi.
Dan mau tak mau kiara pun turun dengan perasaan yg super duper dongkol.
Tak lama kiara sampai dikafe,hampir saja kiara telat lagi.
Kiara pun memulai aktivitas nya.setelah berganti baju,kiara segera membersihkan beberapa meja.
Entah kenapa hari ini kiara merasa sangat sial dan ia berharap semoga kesialannya sudah selesai.
Pukul 17.00 tepat,sosok yg sudah beberapa hari ini selalu datang sudah berjalan masuk dan mulai memesan.
Dan setiap sosok itu datang,hati Kiara selalu berdetak kencang.Sosok itu adalah Dewa,lelaki matang,tampan dan juga berwibawa itu lah.
Setelah memesan Dewa pun duduk ditempat favorit nya.sudut belakang dekat kaca.
Tak lama kiara datang dengan membawa kopi pesanan Dewa.
"Selamat menikmati".kata Kiara sambil meletakan kopi didepan Dewa,yang hanya dibalas dengan anggukan pelan oleh Dewa.Sejujurnya kiara sangat lah gugup saat itu,tapi kiara mencoba sekuat tenaga untuk bertahan.
Kiara pun melanjutkan pekerjaannya,belum jauh kiara melangkah kiara ditabrak oleh seorang wanita yg kalo dilihat dari gayanya pasti anak orang kaya.
"Kalo jalan pake mata"omel wanita itu pada Kiara.
"Alah gak usah banyak bacot,lihat ni karena ulah kamu baju aku jadi kotor."omelnya sambil memperlihatkan baju nya.
"Saya mohon maaf atas kecerobohan saya".kata Kiara mengalah,sambil mengambil beberapa tisu yg ada dimeja.karena ia sadar ribut dengan orang seperti wanita itu gak bakalan menang.
"Jangan sentuh aku pake tangan kotormu itu."kata wanita itu sambil menepis tangan kiara.
"Saya cuma ingin membersihkan baju anda"
"Jangan sekali kali berani,kamu tau berapa harga baju ku,gaji sebulan kamu aja gak bakalan bisa beli baju ini"
"Sekali lagi saya minta ma...."belum sempat menyelesaikan kalimatnya sebuah tamparan keras pun mendarat di pipi mulus kiara.
"Kamu cuma pelayan jadi jangan banyak omong".
Kiara hanya melihat sambil memegangi pipinya yg masih terasa panas.
"Berani kamu melototi aku kayak gitu".kata wanita itu sambil melemparkan cangkir kopi pada kiara.
kiara hanya menutup matanya tanpa bisa menghindar.Tiba tiba seseorang memeluknya erat dan memutar badan kiara sehingga berpindah posisi.Terdengar keras suara cangkir pecah.
Kiara mendongakkan kepalanya untuk melihat siap yg menolongnya.Betapa terkejutnya dia setelah tau orang yg menolong nya adalah Dewa.lelaki yg selama ini membuat perasaanya tak menentu.
Terlihat semburat kemarahan pada mata Dewa.Dewa melepaskan pelukannya dan melihat wanita pembuat onar itu,tatapannya seakan ingin membunuhnya.
tanpa banyak omong Dewa melemparkan beberapa uang lembar seratus ribuan tepat diwajah wanita itu.
"Itu buat kamu beli baju baru,kalo masih kurang silahkan datang kekantor."kata Dewa menahan amarahnya.
setelah itu dewa pergi,meninggalkan wanita yg masih terintimidasi oleh aura Dewa.Ia menggandeng tangan kiara membawanya keruangan khusus karyawan.
Sampai disana suasana hening dan canggung,masih terlihat kemarahan Dimata Dewa.Kiara yg takut pun hanya bisa menundukkan kepala nya.
"Mr.dewa ini kotak p3k nya dan es batunya."kata Dian yg baru saja masuk.
"Terima kasih"jawab Dewa dingin.Dewa pun segera mengompres pipi bengkak Kiara dengan es,tanpa berkata apa apa pun,pandangannya seketika melembut.
"Mr.Dewa terima kasih sudah mau menolong saya,Dan saya minta maaf karena saya anda mendapat masalah."kata Kiara dengan takut.
tapi Dewa tidak meresponnya.Dewa hanya melanjutkan aktifitas nya mengompres kiara.
"Mr.Dewa?,"kata kiara ragu.
"Kenapa kamu tidak melawan?"kata Dewa dengan suara berat nya.
"Saya...saya cuma tidak ingin masalah tadi menjadi besar.Saya tidak mau wanita itu melapor saya pada atasan saya,sebab saya masih butuh pekerjaan ini"jelas Kiara.
"Tapi kan kamu...arrgh"kata Dewa Frustasi,Kiara kaget melihat dewa yg seperti itu.
"Mr.Dewa bagaimana dengan punggung anda?.Anda tadi sudah mengadang cengkir tadi dengan punggung anda.Apakah anda baik baik saja?."kata kiara,terlihat genangan air Dimata kiara.
melihat itu membuat hati Dewa bergetar.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan saya.Kamu pikirkan saja keadaan kamu sekarang."katanya yg masih setia meletakan bungkusan es batu dipipi Kiara.
Setelah beberapa saat dewa pun menghentikan aktivitas nya.Ia melihat jam tangannya,lalu berpamitan pada kiara.
"Maaf,saya harus pergi karena masih ada urusan.Kamu bisa lanjutkan kompres sendirikan?"kata Dewa lembut.
"i.i.iya Mr. terima kasih sekali lagi"kata Kiara gugup.Dewa mengacak rambut kiara pelan dan terlihat senyum yg benar benar menawan.
Dan Kiara pun melihat kepergian Dewa sampai ia menghilang dibalik pintu.
Kiara pun memegangi dada nya yg seakan seperti genderang perang.Tanpa sadar pipinya pun semakin memerah.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG 😁
maaf kalo lama update nya.
mohon komen like vote nya ya
terimakasi
Yaro dewa putra Atmajaya