
Mobil dewa pun berhenti tepat didepan rumah Tanpa menunggu Kiara,Dewa pun masuk kedalam rumah.Kiara dan Danu saling melihat satu sama lain saat melihat tingkah Dewa itu.
"Wah...ngalamat di diemin nih"ucap Kiara sambil menggaruk kepalanya.
"Salah sendiri Deket Deket Ama cowok lain,tau sendiri sibos cemburuan"kata Danu.
"Semangat ya Ki,ya udah aku duluan"ucap Danu kemudian masuk kedalam mobil kembali.
"Gak mau makan malem disini dulu mas?"tanya Kiara
"gak,aku gak mau melihat pertengkaran suami istri.Lagian aku ada janji sama Dian"
"Ya udah ati ati ya mas"kata Kiara,kemudian mobil itu pun keluar dari halaman umah dewa.
Kiara pun masuk kedalam rumah,ia tak melihat keberadaan Dewa kemudian Kiara segera masuk kedalam kamarnya.
Setelah sampai,Kiara pun merebahkan dirinya dikasur pikiran nya menerawang bagaimana membujuk Dewa agar tak marah lagi.
Kiara pun segera mandi karena sebentar lagi Maghrib.Setelah Kiara mengerjakan sholat Maghrib,Kiara pun keluar dari kamar nya.kiara segera kedapur untuk membuat makan malam.
Kiara mulai mainkan alat alat dapur,ia memotong beberapa sayur dan tak lupa menggoreng ayam.
Tak perlu waktu lama,masakan Kiara pun sudah siap dimeja makan.Kemudian Kiara pergi untuk memanggil Dewa yang sedari tadi tidak kelihatan.
Sampai didepan kamar Dewa, Kiara pun mengetuk pintu tapi tak ada jawaban dari empunya kamar.Kiara pun membuka kamar Dewa,lalu melongokan kepalanya,tapi Dewa tak ada dikamar.
Kemudian Kiara pergi ke ruang kerja Dewa yang ada diujung.Diketoklah pintu itu,tapi tetap tidak ada jawaban dari dalam.Kiara pun membuka pintu itu,Dan terlihat Dewa sedang fokus menatap layar laptopnya.
"Ternyata disini to,aku cariin tadi dikamar"kata Kiara sambil berjalan masuk,dan Dewa hanya mengangkat kepalanya sebentar lalu menatap laptopnya lagi.
"Mas makan dulu,aku udah siapin"kata Kiara lagi tapi Dewa tidak bergeming.
"mas,mas gak laper. Aku udah masakin Lo"kata Kiara tapi tetep saja Dewa diam dan masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Ya udah aku tunggu di bawah ya"ucap Kiara takut menganggu Dewa.
Kiara pun pergi meninggalkan Dewa,lalu pergi keruang makan menunggu Dewa.Lama Kiara menunggu di meja makan,tapi Dewa tidak juga turun.
Kemudian Kiara meninggalkan meja makan,ia pergi kekamarnya untuk mengambil buku pelajarannya lalu ia pergi keruang tengah.
Di ruang tengah,Kiara mulai mengerjakan tugas tugas sekolahnya.Saat sedang fokus dengan hitungan matematika nya, Dewa berjalan menuruni anak tangga.
Kiara menatap Dewa,lalu berdiri dan pergi keruang makan untuk melayani pacarnya itu.
"Mas mau makan?"ucap Kiara sambil menyiapkan piring didepan Dewa.
Dengan cekatan Kiara pun mengambilkan nasi,sayur dan lauk untuk Dewa.Tak lupa ia juga menyiapkan air minum.
"Ini mas,"ucap Kiara,dan Dewa masih hanya diam.
"Mas marah ya sama aku,maaf ya mas aku gak bermaksud buat mas marah.Aku tadi cuma..."belum sempat Kiara menyelesaikan kalimatnya Dewa sudah beranjak dari duduknya dan pergi membawa piring dan gelas yang ada didepannya.Kiara hanya bisa manyun melihat sikap dewa.
"huffttt..dasar om om...kalo ngambek kayak bocah"gumam Kiara lirih.
"Biar tau rasa"batin Dewa saat menaiki tangga.
Kiara pun jadi malas makan,kemudian ia kembali keruang tengah untuk melanjutkan PR nya.
Tak terasa malam pun tiba,Kiara yang sudah mengantuk akhirnya pergi kekamarnya.Sedangkan Dewa setelah makan malam tadi ia tidak kelihatan lagi.Kiara segera berbaring ditempat tidurnya,dan tak lama ia pun tertidur.
Dewa yang sedari tadi bersembunyi diruang kerjanya, akhirnya keluar juga.Ia membawa piring dan gelas kotornya kedapur.Ia melihat makanan dimeja makan masih utuh.Akhirnya Ia mencari Kiara dikamarnya.Dewa tau bahwa Kiara belum makan malam.
Dengan pelan Dewa membuka pintu kamar Kiara,ia melihat Kiara yang sudah terlelap tidur.Dewa punenghampiri Kiara,lalu membetulkan letak selimut kiara.melihat Kiara tidur dengan nyenyak ia tak tega untuk membangunkannya.
"maafin mas ya,karna sudah cuekin kamu dari tadi."ucap Dewa kemudian mencium kening Kiara dan membelai pipinya dengan lembut.setelah itu Dewa pergi dari kamar Kiara.
Mentari mulai menunjukan sinarnya,Saat Kiara tengah membersihkan halaman belakang.Seperti biasanya karna hari Sabtu sekolah libur jadi Kiara punya waktu untuk bersih bersih.
Jam 7 pagi Kiara sudah selesai menyapu halaman belakang rumah Dewa yang super luas itu.Kemudian ia mulai menyiapkan sarapan untuk Dewa.
"Pagi Ki,"sapa Danu yang baru saja datang menjemput Dewa.
"Pagi Mas,"sapa kiara sambil membolak balik masakannya agar gak gosong.
"Hmmm...masak apa Ki?"tanya Danu sambil menghirup aroma masakan Kiara.
"oh,nanti aku dibagi ya"kata Danu.
"iya mas,tenang aja aku masak banyak kok"
"Oke dech,si bos?"tanya Danu.
"mas Dewa masih dikamar,belum aku bangunin".
"Ya udah,kamu masak aja biar aku yang bangunin."kata Danu segera pergi kekamar Dewa.
Sampai dikamar Dewa,Danu pun mengetuk pintu karna tak ada jawaban dari dalam Danu pun membuka pintu kamar Dewa.Terlihat Dewa yang sudah siap tinggal memakai sepatu saja.
"Eh...si Bos udah bangun,kiarain masih tidur.Kalo gitu saya tunggu dibawah"kata Danu kemudian kembali menutup pintu kamar Dewa.
"kok cepet mas,udah bangun mas Dewa nya?"tanya Kiara saat melihat Danu turun dari tangga.
"iya,bahkan udah mandi dan udah siap"
"oh..ya udah makan dulu mas"ucap Kiara
"Ini yang aku tunggu"kata Danu bersiap menyendok nasi goreng nya.Tapi belum sempat makanannya mendarat kemulutnya,Dewa mengajaknya berangkat.
"Ayo Dan berangkat sekarang"ucap Dewa,
"mas gak sarapan dulu?"tanya Kiara.
"Dan Bilang ke dia,suruh dia makan sendiri"ucap Dewa yang sama sekali tak melihat kearah Kiara.
"Mas kenapa?,aku kan udah minta maaf.Aku juga udah ngakuin kalo aku salah.Aku sama Rio juga gak ngapa ngapain,kita cuma temen sekolah aja"ucap Kiara sambil berjalan menghampiri Dewa.
"Danu,bilang ke dia terserah dia mau Deket sama siapa aja aku gak perduli"ucap Dewa lalu berjalan keluar,dan diikuti oleh Danu dibelakang nya.
"Dasar Om Om nyebelin"teriak Kiara kesal.
tapi Dewa tetap saja melangkah menuju mobilnya dan segera pergi ke kantor.
"Bos..maaf sebelumnya, bukankah perkataan anda tadi sedikit keterlaluan?"kata Danu.
"Urusin aja urusan kamu sendiri"Ucap dewa yang membuat Danu diam seribu bahasa.
Suasana mobil pun menjadi hening,hingga mereka sampai dikantor.Setelah memarkir mobilnya,Danu dan Dewa segera ke lift untuk naik kelantai paling atas,yaitu ruangan Dewa.
..
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
Bersambung