
Kiara pun tak kuasa menahan air matanya, Dewa pun segera menarik kiara kedalam pelukannya.
"yang,maafin mas karna mas gak ngasih tau kamu soal ini.mas gak mau kamu kepikiran dan makin drop.Kita harus ikhlas ya yank,biarin sikecil tenang disana.kita harus kuat dan sabar menghadapi musibah ini"ujar Dewa yang tak bisa membendung kesediaan.
Kiara pun mengeratkan pelukannya pada dewa,Kiara sadar saat ini adalah masa masa yang sulit untuk mereka berdua.Cukup lama Dewa dan Kiara berpelukan.setelah Kiara merasa tenang,kiara pun memulai melonggarkan pelukannya.
Kiara menatap mata sayu milik Dewa,kemudian Kiara menghapus air mata dewa.begitu pun Dewa,ia juga menghapus air mata Kiara.mereka berdua seakan memberi kekuatan satu sama lain.
"maafin aku ya mas,karna aku gak hati hati anak kita"
"stttt...udah kamu gak perlu minta maaf,ini juga bukan salah kamu.sekarang kita harus kuat untuk mengahadapi cobaan yang akan datang."ucap Dewa kemudian mereka kembali berpelukan
setelah mengetahui kabar duka itu,sikap Kiara sedikit berubah.ia yang dahulu ceria kini berubah menjadi murung.Dan tak jarang saat ia sedang sendirian ia sering sekali melamun.
Dewa merasa iba melihat Kiara,jadi sebisa mungkin Dewa berusaha untuk selalu menemani kiara.
pagi itu sudah 2 Minggu Dewa menemani Kiara,dan sudah 2 Minggu pula Kiara dirawat dirumah sakit.kondisinya saat ini sudah mulai membaik.Tapi karna takut sewaktu waktu sesuatu terjadi pada Kiara sehingga Dewa memutuskan untuk membiarkan Kiara dirawat lebih lama lagi.
jam mungunjukan pukul 9 pagi,setelah menyuapi Kiara makan, Dewa mulai membereskan peralatan makan Kiara.
tak lama si mbok dan Adit masuk kedalam ruangan Kiara.
"pagi Nok"sapa si mbok
"pagi mbok, tumben pagi pagi udah kesini."
"iya mbok kangen sama kamu"
"gimana keadaan kamu Ki?"tanya Adit
"Alhamdulillah udah baikan kok bang"ucap Kiara
"gini Nok,mbok sebenarnya mau sekalian pamit.mbok harus balik kesurabaya, kamu juga harus cepet cepet balik ke kampus."
"oh..mbok mau balik kesurabaya?kapan mbok?"tanya Kiara terlihat sedih
"Hari ini Nok,Adit juga sudah pesan tiketnya"ucap mbok
"oh...ya udah gak apa apa kok mbok.aku ngerti kok,mbok ati ati dijalan ya.salam buat mbak disana ya"ucap Kiara, sebenarnya ia sangat sedih karena harus ditinggal mbok,tapi Kiara gak boleh egois disana mbok masih punya anak gadis yang harus ditemani juga.
setelah mengobrol sebentar,tepat pukul 10 pagi Dewa pergi mengantar Adit dan mbok kebandara.Sebenarnya Adit dan mbok menolak tapi Kiara bersikeras menyuruh Dewa untuk mengantar mereka.
sepeninggalnya Dewa Kiara kembali duduk sambil melamun.Tatapannya nanar melihat keluar jendela.Ia merasa sangat kesepian,kadang ia berfikir kenapa dia harus mengalami semua ini.
Saat itu,tanpa Kiara sadari ternyata Danu sudah masuk kedalam kamarnya.
"lagi liatin apa sih Ki?"tanya Danu.
"eh mas Danu, kapan sampainya?"tanya Kiara yang baru sadar dari lamunannya.
"baru aja,tadi aku udah ketuk pintu tapi gak ada respon ya udah aku masuk aja"ucap Danu kemudian duduk disampin ranjang Kiara
"maaf mas aku gak denger"
"ya gak denger lah,orang kamu daRi tadi cuma bengong aja"ucap danu membuat Kiara menunduk dan tersenyum
"bos kemana Ki?"tanya Danu
"oh mas Dewa lagi nganter mbok sama bang Adit kebandara"
"oh..."ucap Danu singkat
"kerjaan kantor gimana mas?"tanya kiara
"ya gitu Ki"jawab Danu penuh teka teki
"gitu gimana mas, dikantor lagi ada masalah?"
"gak kok Ki,gak ada masalah apa apa"
"beneran?mas gak bohong kan?"
"gak lah Ki,ngapain mas bohong sama kamu"
"mulut mas bilang gak,tapi dari wajah mas terlihat jelas kalo mas lagi cemasin sesuatu"tebak Kiara.
"gak ada apa apa kok Ki"
"ya udah kalo mas gak mau cerita, tapi kalo ada masalah mas boleh cerita sama aku mungkin aku bisa bantu"
"sebenarnya..."ucap Danu ragu ragu
"ada apa mas?"tanya Kiara melihat keraguan pada wajah danu
"kenapa bisa begitu mas, perasaan selama ini baik baik saja kan?"
"itu semua terjadi karena si bos yang tiba tiba memutuskan untuk keluar dari perusahaan."
"mas Dewa keluar dari perusahaan apa alasannya?"
"setelah kamu mengalami kecelakaan,dan bos tau siapa pelakunya bos langsung ngamuk kekediaman utama.Sampai kakek turun tangga,dan beliau memberikan pilihan untuk memilih keluarga atau memilih kamu.Dan kamu tau sendiri bos lebih memilih kamu dan meninggalkan semua yang udah dia perjuangan kan selama ini"
mendengar penjelasan Danu membuat Kiara bersedih, karena gara gara dia dewa harus ribut dengan keluarga dan harus meninggalkan perusahaan nya.
"ya udah mas,nanti aku Cuba omongin sama mas Dewa ya.kamu tenang aja,aku bakalan bujuk dia biar dia balik kekantor lagi"
"makasih ya Ki,cuma kamu harapan terakhir kita.nasib kita para karyawan ada ditangan kamu"
"iya mas,aku akan berusaha biar mas dewa mau ya"ucap Kiara.
mendengar itu membuat wajah Danu yang semula musam sedikit berubah.
malam itu, Dewa sedang mengupas apel untuk Kiara.Ia duduk disamping tempat tidur kiara.sambil menikmati buah apel mereka berdua sesekali mengobrol.
"mas kapan mau masuk kekantor?mas udah lama gak masuk Lo,pasti disana udah mulai kerepotan"ucap Kiara ditengah obrolan
"mas akan masuk,kalo kamu udah sembuh total"
"aku udah gak apa apa mas,dokter kan sebenarnya juga udah bolehin aku pulang"
"udah,pokoknya kamu harus sembuh seperti sediakala baru boleh pulang"
"mas..."ucap Kiara hendak protes
"udah gak perlu protes lagi,pokoknya turuti omongan mas"ucap Dewa mendominasi
Kiara hanya diam dan menurut perintah Dewa.
"mas...mas gak ada masalah kan dikantor?"tanya Kiara pelan pelan
"masalah apa sih yank,mas gak ada apa apa.mas cuma ambil cuti biar bisa jagain kamu"Jawab Dewa kemudian membelai kepala Kiara
"mas gak perlu bohong sama aku,mas Danu udah cerita semua."ucap Kiara
"dasar si mulut besar itu"gumam Dewa merutuki keemberan mulut Danu.
"mas,aku bahagia kamu memprioritaskan aku diatas semua nya.tapi aku sedih gara gara aku kamu jadi berantem dengan keluarga kamu.karna aku kamu harus meninggalkan perusahaan yang udah kamu bangun ."ucap Kiara
"aku dari kecil harus hidup jauh dari keluarga,dan aku gak pengen kamu merasakan itu.kamu itu penerus lelaki satu satunya,kamu adalah harapan mereka.gak cuma untuk keluarga tapi kamu juga harapan untuk karyawan dan keluarga mereka."
"jadi aku mohon mas,kamu balik ya kekantor.Demi aku..."ucap Kiara
"kamu gak perlu pikirin itu,kamu fokus aja sama kesehatan kamu"kata Dewa
"gak,aku harus ikut campur mas.karna ini menyangkut banyak orang.aku gak mau gara gara aku semua orang jadi menderita"
"iya,mas akan pikirin lagi nanti.udah malam kamu tidur ya".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung